
Sanas terbangun dari tidurnya, Ia melirik kearah pria yang tidur di sampingnya. Sanas menyunggingkan senyuman di bibirnya saat mengingat kejadian semalam.
"Arghh.. Asa kau ini ikut - ikutan berpikiran mesum." ujar Sanas memukul kepalanya sendiri. Ia segera beranjak dari tempat tidur, lalu menuju ke kamar mandi guna membersikan diri.
Seusai membersihkan diri Sanas keluar kamar dan menuju dapur. Tampak beberapa pelayan tengah berkutat di dapur dengan tugas masing - masing.
"Selamat pagi semuaa.." seru Sanas menuruni Tangga.
"Selamat Pagi Nona..." ujar mereka bersamaan. Semua pelayan menghentikan aktivitasnya dan menunduk hormat kepada Sanas.
"Lanjutkan pekerjaan kalian ya, oh ya.. jangan menunduk seperti itu, umurku lebih muda dari kalian. Jadi kalian tidak pantas melakuhkan hal itu." kata Sanas membuat para pelayan terbelalak mendengarnya.
"Tapi Nona.. ini peraturan dari Tuan Muda.' kata Bi Gina, kepala pelayan di mansion Eliyas.
" Saya sekarang masih Tuangan Tuan Eliyas, jadi belum resmi jadi majikan kalian." ujar Sanas.
"Tapi-"
"Jangan banyak tapi - tapian, lebih baik turuti apa kataku dan lanjutkan bekerja oke!!!" ujar Sanas berlalu menuju dapur. Sanas meraih apron dan mengenakannya.
"Apa yang nona lakuhkan, ini bukan tempat Nona!!! Tuan akan marah jika mengetahui hal ini." ujar Bi Gina.
"Aku ingin membuatkan sarapan untuk calon suamiku. Apa salah?" tanya Sanas tanpa menggubris perkataan Bi Gina.
"Saya mohon Nona, ini semua tugas kami. Lebih baik Nona tunggu di meja makan dan Bibi akan buatkan teh manis untuk Nona." kata Bi Gina.
"Bibi.. Aku hanya ingin membuatkan sarapan untuk calon suamiku, bukan berkelahi." keukeh Sanas.
"El tidak akan marah, jika nanti dia marah biar dia memarahiku oke, Bibi tenang saja." imbuh Sanas.
"Kalau begitu bibi bantu ya Non.." tawar bi Gina.
__ADS_1
"No!!! bibi kerjakan saja yang lain Khusus untuk pagi ini , aku yang masak." kata Sanas. Bi gina mengerutkan kedua alisnya dengan tatapan curiga.
"Bibi kenapa? Ah... Bibi tenang saja aku tidak akan memasukan racun ke dalam makanan El." ujar Sanas.
"Baik Nona.." kata Bi Gina pasrah. ia pun menuruti keinginan Sanas.
"Beruntung sekali Tuan Muda mendapatkan gadis yang cantik, baik, dan tidak sombong. Berbeda sekali dengan Nona Riyana." ujar Bi Gina. Mendengar nama Riyana di sebut membuat Eliyas mengerutkan dahinya.
"Bibi kenal Riyana?" tanya Sanas.
"Kenal Nona, Dulu saat Nona Riyana masih bersama Tuan Muda dia sering datang kesini. Tapi Atitudenya Nol Besar Nona." kata Bi Gina.
"Oh ya? memangnya apa yang di lakuhkannya?" tanya Sanas penasaran.
"Ia begitu sombong dan arogan Nona, bahkan ia bersikap samaunya sendiri di rumah ini. Untung saja Tuan Muda tidak jadi menikah dengannya." jelas Bi Gina.
"Jadi Riyana mantan kekasihnya Eliyas.." batin Sanas.
"Saat setelah Tuan besar meninggal dunia. Anggara's Group sedang berada di ambang kebangkrutan. Karena Tahu Tuan akan jatuh miskin ia meninggalkan Tuan muda dan malah menikah sama duda kaya. memang setres tu orang ya." kata Bi gina.
"Oh... sejauh mana hubungan mereka Bi?" tanya Sanas.
"Ya seperti sepasang kekasih pada umumnya Nona, hanya saja Nona Riyana sering menginap di sini. Huft.. memang wanita ngga tau diri dia itu." umpat Bi Gina.
Degh!!!!!!
"Menginap? Waktu itu El mengigau menyebut nama wanita itu saat sedang berhubungan badan denganku. Apa jangan - jangan-" ujar Sanas dalam hati. kini batinya tengah berkonflik dengan pikiran Sanas yang kemana - mana.
"Asal Nona Tahu ya, setelah 10 tahun Tuan berpisah dengan Nona Riyana. Baru kali ini Tuan membawa wanita ke mansion ini, Ehh.. sekalinya bawa ternyata sudah mau di nikahi." kata Bi Gina.
"Hah? bagaimana bisa? sedangkan dulu sebelum berhubungan denganku dia terlihat gonta ganti pasangan saat di sorot media." celetuk Sanas.
__ADS_1
"Itu hanya wanita bayaran Nona, Ibarat kata mereka saling menguntungkan. Tuan membutuhkan pasangan saat ada acara penting, sedangkan sang wanita bayaran membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan sosialitanya. Tahu sendiri lah Nona dunia permodelan itu seperti apa." kata Bi gina.
"Sepertinya bibi banyak tahu tentang Eliyas ya." kata Sanas.
"Tuan muda sudah saya anggap seperti anak saya sendiri Nona, dari kecil saya yang mengurus Tuan Muda." kata Bi gina.
"Nasip Tuan Muda itu sangatlah menyedihkan Nona, Sudah di tinggal ibunya dari bayi. Sekalinya dia jatuh hati dengan wanita ia benar - benar sangat menjaga apa lagi itu cinta pertama Tuan Muda, tapi sayang.. justru pengkhianatan yang Tuan Muda terima. Sejak kejadian itu kami mulai kehilangan sosok ramah dari Tuan Muda. Bahkan saya yang sangat dekat dengan Beliau merasakan perubahannya." jelas Bi Gina.
"Berubah bagaimana maksut Bibi?" tanya Sanas mengerutkan dahinya.
"Dulu Tuan Muda sangatlah penyayang, ramah, dan lembut. Setelah dikhianati oleh Nona Riyana ia berubah menjadi orang yang dingin, kejam, dan Arogan. Beliau hanya bersikap lembut dan terbuka kepada saya, tapi tetap saja rasanya berbeda Nona" kata Bi Gina.
"Separah itu ya Efeknya." ujar Sanas bergidik.
"Tolong Rubah kembali kepribadian Tuan Mud ya Nona, kami sangat rindu dengan Tuan Muda yang dulu." kata Bi Gina penuh harap.
"Aku tidak berjanji Bi.." ujar Sanas.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hay.. hay.. hay.. Author mulai UP lagi nih😗 jangan lupa like, komen, & vote ya. I Love You All💕