CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 27


__ADS_3

Tak berapa lama suasana caffe kembali riuh, Sanas spontan menoleh kearah belakang.


"Sudah kuduga.." batin Sanas sambil tersenyum sinis, entah kenapa Sanas begitu jengkel dengan orang yang dijulukinya pria arogan itu lain dengan yang lain, mereka tampak tergila - gila dengan pesona dari seorang Eliyas Anggara. Begitu pun teman - teman Sanas yang selalu menghayal akan menikah dengan Eliyas.


Eliyas dan Kelvin melewati Sanas, Eliyas melirik Sanas yang acuh dengan ekor matanya, Dan berlalu begitu saja.


"Bener Queen, rasanya kek deket malaikat pencabut nyawa. Serem!!." kata Gea bergidik.


"Kok bisa ya orang seganteng Tuan Eliyas sedingin itu?" tanya Santi heran.


"Namanya juga orang kaya, wajar sombong." ketus Gita.


"sebenernya beliau itu baik kok." cetus Sanas, sontak membuat teman - temanya kaget.


"Tumben belain Tuan Arogan." ledek Gea sambil menyenggol siku Sanas.


"Apa sih, memang faktanya beliau baik. Buktinya beliau mau nolongin + nganter pulang aku waktu itu." bela Sanas.


"iya juga sih, itulah kenapa kita ngga boleh menilai sebelah mata." kata Santi.


"Bodoamat deh, mau dingin, mau sombong, mau arogan, mau apalah yang penting aku ngga mengurungkan niatku yang bercita - cita jadi istrinya. minimal jadi simpanannya aja deh, hehe." kata Gea cengengesan.


"Dasar gila." kata Gita, mereka pun tertawa terbahak - bahak.


"Mbak.." panggil Sanas kepada pelayan.

__ADS_1


"Berapa total semuanya?" tanya Sanas.


"Maaf Nona, Semuanya sudah dibayar oleh seseorang yang berada di ruang VVIP." kata pelayan, sontak hal ini membuat Sanas and the geng terkejut.


"Benarkah? siapa? apa saya boleh bertemu dengannya? saya hanya ingin mengucapkan terima kasih." ujar Sanas.


"Oh.. Maaf nona, beliau baru saja pergi beberapa menit yang lalu." jelas pelayan.


"Ohh.. begitu, terima kasih ya mbak." kata Sanas. Mereka pun saling pandang kalut dengan pikiran masing - masing, siapa gerangan yang sudah membayar semua pesanan dimejanya.


"Tuan Eliyas Anggara." kata mereka serentak.


"Jujur siapa diantara kalian yang jadi simpanan Eliyas Anggara? jawab!!" tunjuk Gita seolah mengintimidasi


Sanas terkejut tiba - tiba tatapan keempat temannya tertujuh kearah dirinya.


"Siapa lagi, kau kan yang sering bertemu dia di acara sekolah bahkan kau pernah diantar dia kan?" ketus Gea.


"Apa kalian gila hah!!! siapa juga yang mau sama pria arogan kek gitu, mana udah tua suka gonta ganti pasangan." kata Sanas tak kalah ketus.


"Darimana kau tau Tuan Eliyas suka ganti pasangan?" selidik Cindy.


"jelas aku tau setiap chanel tv setiap hari memberitakan dia, dan setiap hari pula aku melihat wanita yang menemaninya wawancara berbeda - beda lalu apa kalau bukan suka gonta ganti pasangan." jelas Sanas.


"Hus.. kalian ini malah berdebat. harusnya berterima kasih karena beliau berbaik hati mau bayar pesanan kita, kan lumayan uangnya nanti bisa buat beli jajan di pasar malem." kata Santi.

__ADS_1


"Kali ini aku setuju dengan ucapan Santi." kata Sanas.


"Ya.. Ya.. Ya.. Lebih baik kita pergi kepasar malemnya sekarang daripada kau pulangkan aku kemalaman. betul?" ajak Santi.


"Yaudah ayo kita berangkat sekarang." kata Sanas.


Mereka pun menuju Pasar Malam yang berada dekat Alun - Alun, sedangkan Gita memutuskan untuk menitipkan Motornya di sebuah penitipan sepeda motor, mereka memutuskan berangkat bersama menggunakan mobil Sanas.


"Enak ya nas kalo punya mobil gini ngga bakal kehujanan dan kepanasan." celetuk Santi.


"Iya bener, kapan ya gue kesampaian punya mobil? capek naik motor butut mulu." tambah Gita.


"Makanya kalian harus belajar yang rajin biar dapet nilai yang bagus masuk universitas terbaik terus bisa cari kerja yang layak biar bisa beli apa yang kalian mau." kata Sanas.


"Nah.. bener nih kata Queen." kata Santi.


"Jangan lupa nikah sama anak orang kaya." celetuk Gea sambil terkekeh.


"Jaman sekarang orang kaya selain cari pendamping yang setara, mereka juga cari pasangan yang minimal cerdas Gea." kata Sanas.


"Iya ih, lu jan matrek napa." dengus Cindy.


"Iyaa.. Iyaa.. Sorry, gue kan cuma menghayal siapa tau kesampaian. Hehe.." ujarnya cengengesan.


" Udah ahh.. apapun impian kalian semoga tercapai, jangan lupa berusaha selagi masih ada waktu." kata Sanas sambil mengerlingkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Siap.. Ndan!!!" ujar mereka bersamaan.


"Turun yuk, udah sampai nih." ajak Sanas, mereka pun turun dan menuju tengah pasar malam. Mereka bersenang - senang, sesekali mereka menaiki wahana yang disediakan. Mereka juga membeli berbagai jajan tradisional yang dijual di stand, tak lupa mereka membeli gelang couple untuk mereka berlima dan tak ketinggalan mereka juga bersua foto dengan berbagai gaya. Tak terasa sekarang jam menunjukan pukul 21.00 mereka memutuskan untuk pulang, Sanas mengantar Gita menuju tempat penitipan motir, selanjutnya ia mengantarkan Cindy, Gea, dan Santi kerumahnya masing - masing.


__ADS_2