CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 148


__ADS_3

Eliyas menuruni tangga dengan santainya, ia segera menuju meja makan. Tampak para pelayan berjejer dengan rapi saat mengetahui tuannya telah datang.


"Oh sayang.. kau sudah bangun rupanya? ku kira kau akan bangun beberapa jam lagi karena terlalu lelah semalam." ujar Sanas meletakan nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi di atas meja. Eliyas tampak memicingkan matanya karena mendengar perkataan Sanas yang menurutnya Genit.


"Apa kau salah minum obat? sejak kapan kau berubah genit begitu?" selidik Eliyas.


"Hai.. Sebelah mana yang genit? aku hanya berusaha menyambut calon suamiku saat bangun untuk sarapan dengan romantis, apa itu terkesan genit?" ujar Sanas.


"Terserah kau saja." ujar Eliyas sambil memakan makanan yang di hadapannya.


"Hmm... Enak sekali Bi, Apa kau baru merekrut Chef ternama?" tanya Eliyas.


"Tidak Tuan, itu adalah masakan Nona muda." jawab Bi Gina.


"Hah? Yang betul?" tanya Eliyas terkejut.


"Itulah,,, kalau punya calon istri jangan cuma di ajak makan di restoran mewah saja. Sekali - kali cobain rasa masakannya." ketus Sanas.


"Sungguh aku tak menyangka jika kau pandai memasak Sayang." ujar Eliyas.


"Percaya tidak percaya itulah kenyataannya El.." ujar Sanas.


"Kalau begitu kau harus memasak untukku setiap hari." kata Eliyas.


"Ya.. Nanti jika aku sudah sah menjadi istrimu." ujar Sanas.


"Apa? kenapa begitu?" tanya Eliyas tidak terima.


"Yaa... kalau sekarang belum tugasku." ujar Sanas mengerlingkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Sayang, jangan begitu-"


"Makan, Makananmu El... tidak enak jika dingin." ujar Sanas memotong pembicaraan Eliyas.


"Bibi, ajak para pelayan yang lain untuk sarapan di belakang.. aku masak banyak tadi." ujar Sanas kepada bi Gina.


"Ta.. Tapi..-"


"Pergilah.." Titah Eliyas.


"Baik Tuan!!!" ujar bi Gina lalu pergi.


"Apa biasanya para pelayan akan menunggu hingga kau selesai makan?" tanya Sanas.


"He'em.." jawab Eliyas sambil mengunyah makanan.


"Mulai sekarang jangan begitu, kau bukan raja El.. jadilah majikan sewajarnya." ujar Sanas lembut.


.


.


.


.


.


Di balik kebahagiaan Sanas dan Eliyas yang baru saja melaksanakan pertunangan dengan pesta yang sangat mewah. Ada seorang pria yang kacau akan keadaan kehidupannya.

__ADS_1


Arthamara Group


Tama sedang berkutat dengan layar monitor di hadapanya, ia tampak sedang serius memantau pekerjaan yang terbengkalai beberapa hari. Namun tiba - tiba pintu ruangannya di buka oleh seseorang.


"Tama aku ingin bicara." ujar Aklis.


"Ada apa Klis? aku sedang sibuk." ujar Tama.


"Aku hamil!!!" kata Aklis.


"Apa?" tanya Tama terkejut.


"Aku hamil, Tam." ujar Aklis.


"Bagaimana kau bisa hamil, kita lama tidak melakuhkannya." ujar Tama. karena benar saja sejak kacaunya hubungan pertunangan Tama dengan Sanas, keduanya sudah tidak pernah melakuhkan hubungan badan lagi.


"Masih kau tanya bagaimana aku bisa hamil. Apa kau pikir aku hamil karena cebok? Apa kau lupa, kita terakhir kali melakuhkan hubungan badan dan kau membuangnya di dalam." ujar Aklis.


"Lalu kita harus bagaimana Aklis." ujar Tama mengusap kasar wajahnya.


"Kau harus menikahiku Tama." ujar Aklis.


"Apa kau gila?" hardik Tama.


"Kau yang gila, kau yang berbuat kau juga yang bertanggung jawab Tama." ujar Aklis.


"Aklis ku mohon, Mama sedang marah padaku perihal gagal menikahi Sanas. Jika Mamaku tahu aku menghamilimu, dia akan semakin marah." ujar Tama.


"Apa kau tidak memikirkanku Tama, semakin lama perutku akan membesar. Apa kata orang jika aku hamil tanpa suami, Apa kau tidak kasihan dengan anak yang ku kandung? dia akan lahir tanpa ayah. Dia Pasti akan mendapat cemooh dari masyarakat. Tama.. dia darah dagingmu, apa kau tidak kasihan padanya." ujar Aklis sambil terisak.

__ADS_1


"Beri aku waktu untuk berfikir." ujar Tama.


"Jika kau tidak mau menikahiku lebih baik aku bunuh diri, percuma aku hidup jika kau memberiku beban seberat itu." ujar Aklis pergi begitu saja


__ADS_2