CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 169


__ADS_3

Kini tinggalah Eliyas dan Sanas yang berada di ruangan itu. Sanas menatap Eliyas yang mendekat, tatapan yang dulu penuh cinta kini tampak tersirat sebuah kekecewaan yang teramat besar. Wanita yang selalu manja dengan ciri khas kekanak - kanakannya kini berubah menjadi wanita yang bersikap dingin.


"Sayang..." panggil Eliyas.


"Untuk apa anda datang kemari Tuan.." tanya Sanas membuang muka, Hati Eliyas terasa teriris saat istrinya berbicara dengan nada yang sangat formal.


"Anda kesini ingin menertawakan keadaan saya sekarang bukan?"


"Tertawalah!!! Lihat, ini kan yang anda inginkan?" ujar Sanas. Eliyas bungkam, bagaimana tidak? wajah cantik istrinya kini di penuhi luka lebam. Kulit putih mulusnya kini melepuh yang di sebabkan oleh dirinya.


"Bagaimana keadaan istri dan anakmu? apa mereka mati?" tanya Sanas.


"M-mereka baik - baik saja." jawab Eliyas.


"Ah.. padahal aku berharap mereka mati." ujar Sanas tersenyum sumbang.


"Maaf-"


"Tidak perlu, cepat katakan untuk apa anda datang kemari." potong Sanas.


"A-ku kesini ingin tahu keadaanmu dan calon anak kita." kata Eliyas jujur.


Degh!!!!


"Anak, dia sudah tahu." batin Sanas.

__ADS_1


"Ayashaa.. kenapa kau diam, anak kita baik - baik saja kan?" tanya Eliyas.


"Seharusnya anda tidak perlu repot - repot datang kesini."


"Lagi pula, anda sendiri kan yang bilang jika tidak sudi memiliki anak dari seorang yang tidak tahu diri sepertiku?" kata Sanas..


"padahal baru semalam anda bicara seperti itu, apakah anda lupa TUAN? tenang saja, baru saja saya sudah mengingatkan kembali." sindir Sanas.


" Kau bicara apa Ayashaa.. Dia anakku tentu aku berhak tau bagaimana keadaannya." kata Eliyas.


"peduli apa anda?" tanya Sanas dingin.


"Jelas aku peduli karena itu berhubungan denganku." tegas Eliyas.


"Lalu anda semalam kemana?" teriak Sanas menggema pada seisi ruangan. Eliyas bungkam.


"Di saat saya nyaris mati di dalam kamar mandi, apakah anda peduli? berulang kali asisten anda menghubungi anda tapi selalu di reject, apa ini yang di katakan peduli?" tanya Sanas lagi. Eliyas benar - benar tak bisa berkutik, ia tau jika ia salah.


"Hahaha.. saya sampai lupa, anda sudah membuang saya kan?" ujar Sanas tersenyum sumbang, ada rasa nyeri di hati Eliyas saat mendengar perkataan Sanas. Sungguh semalam ia hanya emosi hingga tak bisa di kendalikan.


"Jika memang anda peduli dengan anak saya, sepertinya itu sangat buang - buang waktu." kata Sanas.


"Ayashaa apa maksudmu?" tanya Eliyas.


"Anda tidak perlu repot - repot untuk pura - pura mencintai saya lagi Tuan, karena dia sudah tidak ada!! Dia sudah MATI!!! dan itu karena KAU!!" ujar Sanas menekan semua perkataannya. Luruh sudah air mata yang ia tahan sedari tadi.

__ADS_1


"Ayashaa.. A-aku.." Eliyas menggeleng tak percaya. Lagi? dia kehilangan anak lagi? dan itu di akibatkan dari kebodohannya lagi!! ia meremas rambutnya frustasi.


"Puas anda menghancurkan saya Tuan?" tanya Sanas sendu.


"Saya mempertaruhkan nyawa saya demi ingin melahirkan seorang keturunan, karena ini benar - benar kesempatan terakhir saya Tuan!!!" kata Sanas.


"Dan apa? lagi - lagi anda penyebab saya kehilangan harapan terakhir saya." tambah Sanas.


"M-maaf Ayashaa.. M-maafkan aku!! aku tidak tahu jika kau mengandung anakku. Maafkan aku Ayashaa.. ijinkan aku memperbaiki semuanya, kita berjuang sama - sama lagi ya.." bujuk Eliyas.


"Terima kasih, saya rasa sudah cukup!! saya sudah memaafkan anda." kata Sanas.


"Happy Anniversary Sayang.." kata Eliyas hendak memeluk Sanas namun di hindarinya.


"Haha..Annyversary apa?" tanya Sanas tertawa sumbang.


"Bukankah semalam anda mengucapkan kata cerai kepada saya? itu artinya kita bukan suami istri lagi Tuan.." ujar Sanas. Eliyas benar - benar tak habis pikir jika seluruh ucapannya berakibat sangat fatal.


"Kita rujuk... yaa... kita rujuk.. Itu baru talak satu Ayashaa.. kita bisa rujuk." kata Eliyas.


"Maaf saya tidak bisa, segeralah urus surat perceraian kita." kata Sanas.


Brakk.... Eliyas menggebrak meja hingga membuat Sanas terkejut.


"Sampai kapan pun saya tidak akan menceraikan kamu!!! ingat itu!!!" tekan Eliyas.

__ADS_1


"Egois!!!" ujar Sanas.


"Yaa.. saya akan egois jika apa yang saya inginkan tidak saya dapatkan!!" ujar Eliyas beranjak dari duduknya.


__ADS_2