CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 83


__ADS_3

"Seperti janjiku dulu, aku akan kembali mengabulkan keinginan kita." ujar Daniel santai. Sanas hanya terdiam, pikirannya kalut memikirkan perkataan Daniel.


"Setelah bercerai, kita akan menikah." kata Daniel lagi.


"Satu menit." ujar Sanas.


"Apa maksudmu?" tanya Daniel heran.


"hanya butuh waktu satu menit untuk kamu memberiku kabar, atau sekedar membicarakan apa rencanamu dengan mamamu. Tapi apa? kau membuat keputusan sendiri tanpa memikirkanku. Apa kau tau, sudah cukup lama aku menunggumu, aku sabar menunggu kabarmu. Tapi ternyata kau kembali bukan untukku, melainkan untuk menikahi sahabatku." hardik Sanas dengan emosi yang menggebu - gebu.


"Itu bukan keinginanku Sa.." bela Daniel.


"Lalu apa maksud dari semua ini?" tanya Sanas.


"Aku hanya ingin menepati janjiku." ujar Daniel.


"Kalau kau hanya ingin menebus rasa bersalahmu, itu tidak perlu." ketus Sanas.


"Aku akan menceraikan Nathaline, tapi aku butuh waktu." ujar Daniel.


"Aku harap Nathaline menolak untuk bercerai denganmu." Teriak Sanas.


"Itu berarti dia bersedia menerima kau sebagai madu." jawab Daniel. Sanas tercekat mendengar perkataan Daniel. Madu? Istri kedua? Sanas tak pernah membayangkan hal itu.


"Kau Egois!!" ujar Sanas di sela isak tangisnya.

__ADS_1


"Keadaan yang membuat aku egois Sa.." bela Daniel.


"Kau tidak boleh serakah." ujar Sanas.


"Lalu aku harus apa?" tanya Daniel frustasi.


"Pertahankan pernikahanmu." ujar Sanas.


"Aku tidak mencintainya, aku hanya mau kamu menjadi istriku." kata Daniel.


"jika pun kamu tidak bisa mempertahankannya dan ingin bersamaku. Pastikan aku jadi satu - satunya." tegas Sanas. Entahlah, jalan yang ia ambil kali ini benar atau salah.


"Tapi-"


"Akan aku pestikan kita akan menikah.." teriak Daniel yang hanya bisa menatap Sanas yang lama - lama melangkah jauh.


Sanas menuju kamar kostnya dengan langkah gontai, matanya sembab karena sepanjang perjalanan ia hanya bisa menangis.


"Apa kata orang jika aku menjadi penyebab perceraian Daniel dan Nathaline? jika aku menjadi istri kedua, bukankah lebih parah bukan?" batin Sanas.


"Oh.. Tuhan, berikan aku petunjuk. Jelas - jelas aku dan Daniel tak berjodoh, aku tidak mau memaksakan hal itu." ujar Sanas memejamkan mata. Ia pun tertidur..


***


Keesokan harinya Sanas terbangun dari tidurnya. Jam menunjukan pukul 08.00 WIB, Sanas segera beranjak dari tempat tidur. Ia memutuskan untuk berendam dengan sabun aroma mawar favoritnya dengan tujuan agar tubuhnya menjadi relax. Setelah selesai berendam ia membilas tubuhnya di bawah shower, setelah itu ia memakai bathdrobnya.

__ADS_1


"Ke Mall asik kali ya?" ujar Sanas sambil menatap dirinya di pantulan kaca. Ia pun segera menghubungi Caca untuk di ajak ke Mall, beruntung Caca sedang Free jadi ia bisa pergi bersama.


Sanas memakai Hodie warna Mustard dan celana Jeans HW Warna Navy, perpaduan yang cocok untuk kulit putihnya bukan? tak lupa ia memakai sepatu kets warna putih. Meskipun berpenampilan sederhana namun semua itu tak menutupi kecantikan Sanas. Ia meraih kunci mobilnya.


Sanas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, kini ia sudah sampai di kediaman Caca.


"Sorry.. lama nunggu ya?" tanya Sanas.


"No.. Gue baru aja keluar dari rumah." jawab Caca.


"Ya udah masuk gih, Kita Lets Go!!" ujar Sanas.


"wokey.." kata Caca.


****


Sesampainya di Mall Sanas dan Caca berkeliling di berbagai store baju, sepatu dan juga tas. Mereka berbelanja sesuai dengan kebutuhannya.


"Udah belanjanya?" tanya Caca.


"Udah ni.." jawab Sanas.


"makan dulu yuk.." ajak Caca


"Kuy lah.." jawab Sanas. Mereka memutuskan untuk mampir ke salah satu resto yang menyediakan berbagai sajian chinesfood.

__ADS_1


__ADS_2