CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 139


__ADS_3

"Jadi sebelum kakak melamarku secara langsung, kakak sudah minta izin ke orang tuaku?" tanya Sanas terkejut.


"Tepat sekali." ujar Eliyas.


"Gercep juga ya." kata Sanas.


"Aku hanya berjaga - jaga saja, takutnya keduluan orang lain lagi." kata Eliyas jujur.


"Bagus.. aku suka dengan tekatmu." ujar Sanas. Kelvin yang mendengar percakapan keduanya pun hanya tersenyum.


"Kok aku pengen rujak jambu kristal ya." celetuk Sanas.


"Wah.. Nona ini jangan - jangan beneran Nyidam, waktu itu rujak buah sekarang rujak jambu kristal." ujar Kelvin.


"Kapan dia minta rujak buah Vin?" selidik Eliyas.


"Udah sekitar 1 bulan yang lalu Tuan, malah saya sendiri yang mengantar Nona. Anda tahu Tuan, Nona membungkusnya pulang. Padahal di tempat sudah menghabiskan porsi jumbo." jelas Kelvin.


"Jadi kamu sempat ngidam dan di antar Kelvin?" tanya Eliyas. Sanas hanya diam menunduk.


"Jangan di bawa serius Tuan, mana mungkin nona ngidam ada - ada saja.' celetuk Kelvin. ingin rasanya Eliyas melayangkan bogem ke arah Kelvin.


Mereka pun sampai di apartemen.


"Masuklah dulu, aku ingin bicara dengan Kelvin terlebih dahulu." ujar Eliyas.

__ADS_1


"Baiklah.. Aku ke atas dulu ya." ujar Sanas.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Kelvin


"Kelvin lain kali kalau ada Ayashaa jangan membahas tentang kehamilan." ujar Eliyas.


"Lah.. apa salahnya?" tanya Kelvin bingung.


"Dia habis keguguran 2 minggu yang lalu." ujar Eliyas tertunduk lesu.


"Apa? dia mengandung anak siapa?" tanya Kelvin terkejut.


"Anakku." jawab Eliyas.


"Jadi waktu itu kau?" tanya kelvin tak melanjutkan ucapannya.


"Bagaimana kau bisa yakin kalau itu anakmu El?" tanya Kelvin tak habis pikir.


"Karena waktu itu ia masih pertama kalinya Vin." ujar Eliyas.


"Gila.. bagaimana dia bisa keguguran, Astaga.. aku jadi merasa bersalah, sungguh niatku hanya bercanda saja El." ujar Kelvin.


"Semua salahku.' ujar Eliyas.


" Jangan bilang kau tidak tahu kalau dia sedang mengandung dan kau-"

__ADS_1


Pletakkk!!!! satu sentilan mendarat mesra di dahi kelvin.


"Sakit El.." ujar Kelvin mengusap - usap dahinya yang terkena sentilan Eliyas.


"Bisa tidak pikiranmu itu jangan mesum." ketus Eliyas.


"Gue kan cuma tanya cu.." ujar Kelvin. Eliyas pun menceritakan semuanya.


"Gue nggak habis pikir ya El sama jalan pikiran loe. Kenapa harus Dia lagi.. Dia lagi.. Come on El, Dia itu hanya pembawa sial di kehidupanmu." ujar Kelvin.


"Awalnya gue cuma mau manas - manasin Ayashaa aja Vin, Gue nggak tau kalau imbasnya malah ke calon anak Gue." Ujar Eliyas.


"Sekarang loe nyesel kan!!" ujar Kelvin.


"Banget.. Gue nyesel banget Vin, awalnya Ayashaa menolak untuk gue nikahi karena dia nganggepnya gue mau nikahin dia karena kasihan dan merasa bersalah karena udah ngambil keperawanannya. Setelah kejadian dia keguguran dan dokter memvonis dia bakal susah punya anak dia mau nikah sama gue." kata Eliyas.


"Apa? jadi dia bakal susah punya anak lagi?" tanya Kelvin terkejut, Eliyas hanya mengangguk mengiyakan perkataan Kelvin.


"Lu udah ngrusak anak orang dan bunuh anak lu sendiri, jangan sampai lu nikahin dia cuma karena perasaan bersalah aja El, jujur gue nggak suka kalo ada orang yang mainin pernikahan." ujar Kelvin.


"Gue harus menebus keasalahan gue Vin, dan dia mau itu." ujar Eliyas.


"Cukup sampe di sini aja lu nyakitin dia El, kedepannya jangan." ujar Kelvin.


"Gue maunya juga gitu tapi-"

__ADS_1


"Bayang - bayang cinta pertama loe yang nggak hilang - hilang di pikiran loe gitu? kata Kelvin memotong perkataan Eliyas. Eliyas hanya diam.


" Jangan sampai, hanya karena masa lalu loe yang belum selesai itu membuat Dia terluka." ujar Kelvin. Kelvin ada benarnya juga, jika Dirinya tak memiliki kemauan untuk melupakan semua tentang Riyana maka bayang - bayang Riyana akan terus tetap menghantui Eliyas.


__ADS_2