
"Apa kau puas baby?" tanya Pria itu setelah melakuhkan pelepasan.
"Tentu Honey, Kau sangat hebat." jawab Yussy.
"Apa aku lebih hebat dari kekasihmu?" tanya pria itu lagi.
"Hei.. kau ini bicara apa? bagaimana bisa dia memuaskanku sedangkan berciuman saja harus aku yang memulai." ujar Yussy.
"Apa kekasihmu tak pernah menyentuh ini? padahal ini sangat nikmat." tanya Pria itu sambil menjilat bagian sensitif Yussy.
"Menjijikan.." batinku mengepalkan tangan.
"Ah.. Sayang lanjutkan, dia tak pernah menyentuh apa pun bagian tubuhku." desah Yussy.
__ADS_1
"Murahan!!!" umpatku.
"Ku rasa kekasihmu bukan lelaki normal, kalau dia lelaki normal mana tahan melihat boddymu yang perfect ini." puji pria itu sambil terus melancarkan aksinya.
"Aku tidak peduli, yang penting dia tetap jadi ATM berjalanku." ujar Yussy, aku muak mendengar percakapan mereka, ingin ku obrak abrik saja keduanya, tapi tunggu akan ku balas dengan hal yang lebih sakit lagi. Aku menyaksikan pergulatan keduanya yang entah sudah berapa kali, hingga akhirnya ku lihat mereka kembali berpakaian dengan rapi dan keluar dari kamar. Kesempatan bagiku untuk keluar dari sini.
****
Dadaku sesak pikiranku kacau, ku putuskan untuk mendatangi sebuah Club ternama di kota XX, aku minum lumayan banyak aku merasa sedikit pusing, tapi aku tidak mabuk. Ku lihat jam menunjukan pukul 12 malam, tak pantas jika aku kembali kerumah Sanas dengan kondisi seperti ini. Aku keluar dari Club dan berniat mencari penginapan, ku lirik ponselku yang tertinggal di mobil. Banyak notifikasi panggilan masuk dan beberapa pesan dari Sanas yang mengkhawatirkanku, tanpa pikir panjang aku melajukan mobilku menuju rumah Sanas. Arghh!!! memang aku ini tamu tak tau diri.
"Dia belum tidur? ternyata ia benar menghawatirkanku." batinku tersenyum senang. Bruk!!! aku terjatuh karena kepalaku benar - benar pusing, tampak Sanas dengan antusias memapahku masuk kamar. Ia memintaku untuk membersihkan diri, aku langsung mengguyur tubuhku dengan air dingin, aku merasa lebih baik.
Saat aku keluar dari kamar mandi, aku hanya melilitkan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahku, tak ku sangka, aku dapati Sanas yang tengah memungut baju kotorku ia tampak salah tingkah.
__ADS_1
"Minumlah selagi hangat." katanya malu - malu, dan masih tetap enggan menatapku. Ku raih secangkir teh hangat buatan Sanas.
Aku masih menatap lekat wanita di depanku, ia begitu cantik dan tentu Sexy dengan balutan baju tidur tipis berbahan satin yang tampak jelas mempertontonkan lekuk tubuh Sanas yang begitu menggoda.
Ku raih tangannya saat ia hendak pergi, spontan ia berbalik pandangan kita bertemu. Ku beranikan diri untuk mengecup bibir pink miliknya, Astaga.. ia tak menolaknya. Ku lanjutkan dengan sedikit ******* dan bukan penolakan yang ku dapat melainkan ia justru membalas ciumanku.
Ku baringkan ia di atas tempat tidur, ciumanku semakin dalam hasratku semakin memuncak. kini tubuh Sanas sudah telanjang bulat, darahku semakin berdesir kala melihat gundukan kedua gunung kembar yang menantang Ku jelajahi setiap inci bagian tubuhnya tanpa terkecuali, tak lupa ku tinggalkan kissmark di kulit putih mulus miliknya, bagian sensitifnya pun tak luput dari permainan lidahku yang nakal.
"Ternyata benar ujar pria tadi siang jika ini sangat nikmat." batinku, Sanas mengeliat saat ku mainkan lidahku pada inti tubuhnya, ku lanjutkan aksiku tapi aku ragu.
"Apa ini pertama kalinya?" tanyaku menyadarkan Sanas yang terbuai, dengan sigap ia mendorongku hingga terjatuh di samping tubuh polosnya, ku lihat ia menangis sambil menutupi tubuh polosnya dengan selimut.
"Ini salah.." ujar Sanas yang semakin membuat aku merasa bersalah. Ia beranjak dari posisinya lalu memungut pakaian yang berserakan. ku lihat punggung gadis itu yang lama kelamaan menghilang di balik pintu kamar mandi. Tak butuh waktu lama Sanas keluar dari kamar mandi, dan pergi begitu saja tanpa permisi.
__ADS_1
"Shit!!! aku sangat ceroboh." ucapku mengusap wajahku dengan kasar.
- Flashback Off -