CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 150


__ADS_3

Plakkkk!!!!


Satu tamparan mendarat mulus tepat di pipi Tama sebelah kiri. Ia hanya mampu tertunduk dalam diam mendapati perlakuhan sang ayah.


"Puas kamu? Puas Tama sudah mempermalukan Papa?." Bentak Gala, Baru kali ini Gala di buat murka oleh anak kesayangannya. Tama hanya diam, ia benar - benar merasa bersalah.


"Belum cukup kah kamu membuat keluarga kita malu Tama? Gara - gara kelakuan kamu yang sangat tidak terpuji membuat perusahaan yang selama ini Papa bangun mengalami kerugian banyak karena harga saham yang menurun dan harus berada di ambang kebangkrutan. Apa yang ada di pikiran kamu Tama... Jadi wanita ini yang membuat Sanas memutuskan pertunangan kalian?" tanya Larasati tak kalah emosi. Tama hanya tertunduk.


"Jawab!!!!" bentak Larasati.


"Mm.. Maaf.. Mah.." jawab Tama lesu.


"Heh... di lihat dari ujung rambut sampai ujung kaki saja sudah tidak sebanding dengan Sanas yang cantik,cerdas, multitalenta, body oke. Dan lihat dia..." tunjuk Larasati.


"Cantik nggak seberapa, prestasi Nol.. Belaga punya gelar Multitalonte.. Iya kalo sexy, Mana tepos kaya papan. Kok bisa juniormu berdiri cuma di pamerin begituan Tama." lanjut Larasati.


"Mah..-"


"Mama ngga butuh pembelaan Tama!!! Mau pakai alasan apa pun Mama ngga akan pernah memberikan restu." ujar Larasati memotong pembicaraan Tama.


"Tante.. Saya mohon, beri restu Tama untuk menikahi saya Tante . Bagaimana pun Anak yang saya kandung adalah darah daging dari anak Tante." mohon Aklis.


"Kamu pikir dengan kamu mengatas namakan anak yang kamu kandung adalah darah daging dari Tama membuat saya trenyuh? hahaha... Trik Gadis rendahan seperti kamu sudah bisa saya tebak dari kejauhan." ejek Larasati.


"Saya berani sumpah, jika anak ini benar anak Tama, Tante.." ujar Aklis.


"Benar mah.. Anak ini milikku." bela Tama.


"Kamu yakin?" tanya Gala.


"Tama yakin Pah.. Tama yang melakuhkan itu pertana kali." ujar Tama.


"Tapi tidak menutup kemungkinan jika dia juga melakuhkan dengan orang lain kan." ujar Gala yang membuat Tama menatap Aklis dengan intens.


"Kita harus melakuhkan Tes DNA." ujar Larasati yang membuat Aklis kelabakan.

__ADS_1


"Bagaimana Aklis kamu setuju?" tanya Gala.


"Berarti kita menunggu anak ini lahir?" tanya Aklis.


"Kamu tenang saja, saya punya kenalan dokter yang ahli dalam hal seperti itu. Kita bisa melakuhkan Tes DNA saat bayi masih di dalam kandungan." ujar Tama.


"T... Ta.. Tapi-"


"Kenapa? kamu takut?" tanya Larasati dengan tatapan mengejek.


"B.. Baik... Saya setuju." ujar Aklis.


****


Di sisi lain Sanas tampak tersenyum senang melihat kabar trending yang di Up media. Entah mengapa ia begitu puas mendengar Mantan tunangannya hancur bersama kekasih gelapnya. Melihat ekspresi Sanas, Eliyas memicingkan senyuman, ia segera mematikan layar televisi.


"Kenapa di matikan?" tanya Sanas heran.


"Aku malas melihat mantan tunanganmu yang bodoh itu." ujar Eliyas dengan senyum mengejek.


"Malas saja.. Lagi pula kau ini kenapa masih saja ingin tahu tentang mantan tunanganmu itu." dengus Eliyas.


"Aku hanya senang saja jika melihat orang yang menyakitiku dulu hancur dengan perlahan." ujar Sanas jujur.


"Wah... Ternyata kamu punya sisi Psikopat juga ya.. sepertinya calon istriku ini sangat cocok jika bergabung dengan geng mafia." goda Eliyas.


"Kau ini bicara apa, Memangnya kamu nggak senang kalo orang yang menyakiti kamu itu menderita." dengus Sanas.


"Tentu senang." jawab Eliyas.


"Berarti itu Wajar El.." ujar Sanas.


"Yaa.. Yaa.. Yaa.." ujar Eliyas.


"Apa kau juga akan melakuhkan hal yang sama El?" tanya Sanas.

__ADS_1


"Melakuhkan hal yang sama bagaimana maksutmu?" tanya Eliyas.


"Akan meninggalkanku karena aku sudah tidak perawan." ujar Sanas.


"Tapi nyatanya kamu perawankan?" tanya Eliyas.


"Sekarang tidak." jawab Sanas.


"Karena aku yang memperawanimu." ujar Eliyas.


"Tapi aku tidak bisa punya Anak." ujar Sanas dengan mata berkaca - kaca.


"Bisa!!! Ayashaa ku bisa punya anak." kata Eliyas menangkup kedua pipi Sanas.


"Aku takut El.." ujar Sanas mulai menitikan air mata.


"Kenapa?" tanya Eliyas.


"Aku takut jika suatu saat kau bosan dengan pernikahan kita yang hambar tanpa hadirnya seorang anak Dan-" ujar Sanas tanpa melanjutkan kata - katanya.


"Dan?" tanya Eliyas memastikan.


"Dan membuat kamu mencari wanita idaman lain." ujar Sanas jujur.


"Hey... Ayashaaku.. Itu semua tidak akan pernah terjadi. Kamu milikku, Aku milikmu.. dan selamanya akan seperti itu." ujar Eliyas meyakinkan.


"Jika terjadi bagaimana?" tanya Sanas.


"Kau bebas menuntutku Ayashaa.." kata Eliyas.


"Termasuk cerai?" tanya Sanas.


"Sayang.. kau ini bicara apa?" ujar Eliyas kesal.


"Aku serius El.. Aku tidak mau di madu." ujar Sanas jujur.

__ADS_1


"Kreyasa Anastasya akan tetap menjadi satu - satunya milik Eliyas Anggara." ujar Eliyas


__ADS_2