CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 37


__ADS_3

Daniel menuju rumah Sanas, ia menyampaikan niat baiknya dan meminta restu kepada keluarga Sanas. Meskipun tidak di hadiri langsung oleh ayah dan ibu Sanas, syukurlah Daniel disambut baik oleh semua keluarga Sanas.


"Om.. Tante.. boleh saya ngobrol dengan Sanas?" tanya Daniel.


"Ohh.. ya.. ya.. monggo silahkan." ujar Paman Zoe dengan senang hati.


"Bentar ya paman.. bibi.. Asa ke depan dulu." ujar Sanas dan berlalu bersama Daniel. Mereka memutuskan untuk duduk di bangku taman depan rumah Sanas, tampak deratan berbagai macam bunga tak lupa ada juga berbagai jenis mawar yang tertata rapi dengan aroma yang menyeruak rongga hidung keduanya. Seolah menambah nuansa Romantis untuk dua sejoli yang tengah berbahagia.


"Apa rencanamu selanjutnya Daniel?" tanya Sanas membuka suara.


"Kita menemui kedua orang tuaku untuk meminta restu, setelah itu kita segera bertunangan." ujar Daniel sambil membelai mesra rambut Sanas. Sanas Tersipu.


"Untuk menikah, kita bicarakan nanti. Kau masih ingin kuliah bukan?" tanya Daniel.


"Tentu, untuk menikah aku tidak buru - buru akan hal itu. Setidaknya hubungan kita sudah jelas Niel." ujar Sanas.


"Nanti kita cari Universitas yang sama ya, supaya kita bisa ketemu terus." kata Daniel.


"Baiklah, aku ikut saja apa katamu." ujar Sanas sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Daniel.


Tak terasa waktu begitu cepat, hari sudah hampir senja. Daniel berpamitan untuk pulang. Sanas mengantarkan Daniel sampai mobilnya, Sebagai pasangan yang dipenuhi dengan gejolak cinta, mereka enggan untuk berpisah. Tapi apalah daya, keadaanlah yang memaksa mereka (sabar dulu dong, nanti kalo udah nikah ga bakal pisah - pisah lagi deh, Author janji😝)


"Aku pulang dulu ya sayang!! besok aku jemput.." kata Daniel sebelum menjalankan mobilnya.


"Kita besok mau kemana?" tanya Sanas.

__ADS_1


"Bertemu kedua orang tuaku, ya udah aku pulang dulu." ujar Daniel sambil mencium puncak kepala Sanas, Sanas mengangguk.


"Hati - hati!!!" ucap Sanas dan melambaikan tangannya, di balas senyum cool ala Daniel.


*****


Bi Rose terbelalak tatkala melihat kondisi kamar Sanas yang sudah seperti kapal pecah. Banyak baju berceceran hingga ke lantai.


"Ada apa ini Sya?" tanya Bi Rose.


"Aduh Bi... Semua baju - baju ini waktunya setor ke tukang loak sepertinya, masak baju sebanyak ini ngga ada yang cocok buat aku." gerutu Sanas.


"Masyaallah Kreyasa Anastasya, baju sebagus ini dengan brand ternama yang jelas harganya sangat fantastik kamu bilang mau di loakkan? belum apa - apa kamu udah segila ini." cerocos Bi Rose.


"Ada apa Rose kok ribut - ribut?" tanya Nenek.


"Astaghfirullah... Asa!!! apa - apaan ini?" tanya Nenek terkejut.


"Dia mau berkencan tapi bingung milih baju yang cocok padahalkan ini baju - bajunya bagus - bagun Bu." jelas Bi Rose, Sanas hanya bisa terdiam celingak - celinguk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Benar begitu Sya?" tanya Nenek.


"Iya Nek, habisnya Asa bingung baju yang cocok buat Asa." jawab Sanas jujur.


"Kamu bukan sekedar berkencan, tapi mau bertemu calon mertuamu, bukan begitu?" tanya Nenek, di balas anggukan oleh Sanas.

__ADS_1


"Cucuku ini sudah cantik, jadi mau pakai baju apa pun akan tetap terlihat cocok. Tidak perlu mewah yang penting sopan! apa lagi kamu mau bertemu calon mertuamu untuk yang pertama kalinya." nasihat nenek.


"Ini coba kau pakai ini." imbuh Nenek sambil menyodorkan Dres warna Peach dengan panjang sebatas bawah lutut.


"Hmm.. baiklah nek." kata Sanas menerima Dres yang di pilih oleh Neneknya.


Tin..Tiinn..Tiiin.. bunyi klakson di depan gerbang rumah Sanas. Dengan terburu - buru Sanas memakai Dresnya lalu sedikit merapikan rambutnya yang di biarkan tergerai. Sanas menyambar sling bag dan heels warna merah maroon dengan tujuan agar penampilannya tidak monoton.


Cepat - cepat ia turun menuju ruang tamu, Benar saja terdapat sosok pujaan hatinya yang tengah menunggunya di ruang tamu. Karena mendengar bunyi langkah kaki yang menuruni tangga sontak membuat Daniel dengan hitungan detik mengarahkan pandangannya pada sumber suara. Ia terpanah tatkala melihat kekasihnya dengan penampilan yang begitu memukau.


"jaga pandangannya pak." tegur Sanas meledek.


"Bagaiman bisa jaga mata kalau di suguhi bidadari surga." goda Daniel.


"Ehmmm..." paman Boby bedehem mengejutkan keponakannya yang tengah ngebucin.


"Paman ihh ganggu aja." gerutu Sanas memonyongkan bibirnya.


"lagian kalian ini ngga sopan ada orang tua di kacangin" ketus paman Boby.


"Hihihi... maaf deh, Maaf!!! Oh ya paman Daniel minta ijin ajak Asa keluar dulu ya paman." ujar Daniel meminta ijin.


"Oke.. Oke.. baiklah!!! jangan lupa di kembalikan." ujar Paman Boby santai.


"Siap bos!!! kalau begitu kami permisi dulu paman."

__ADS_1


"Assalamu'allaikum." kata mereka mengucapkan salam.


"Wa'allaikumsalam."


__ADS_2