
Pagi pun Tiba, Sanas mengerjap - erjapkan matanya ia sedikit meringis kala mendapati kepalanya yang sangat pusing.
"Apa aku sudah di Syurga?" tanya Sanas.
"Nona sudah sadar?" tanya Kelvin saat mendengar suara lirih Sanas.
"Kelvin.. Aku dimana?" tanya Sanas.
"Nona minum dulu ya.. Nona ada di rumah sakit." jawab Kelvin menyodorkan segelas air minum.
"Apa kau yang membawaku kemari?" tanya Sanas.
"Benar Nona." jawab Kelvin.
"Hahaha.. aku terlalu berharap rupannya." ujar Sanas tertawa sumbang.
"Nona.. saya turut prihatin atas apa yang menimpa Nona." kata Kelvin.
__ADS_1
"Hiks.. Eliyas Vin.." kata Sanas mulai terisak.
"Nona.. Nona tenang dulu ya, jangan banyak pikiran dulu. Ini demi kebaikan Nona." kata Kelvin.
"Seharusnya kau biarkan aku mati tenggelam." ujar Sanas.
"Nona.. jangan bicara seperti itu." kata Kelvin.
"Dimana Eliyas?" tanya Sanas, Kelvin diam.
"Mengapa kau diam? Dimana Eliyas?' tanya Sanas lagi.
"Hahaha.. kau lihat sendiri bukan? bahkan saat istrinya nyaris mati dia justru tidak ada kabar? sangat luar biasa sekali." kata Sanas tertawa sumbang.
"Mungkin Tuan masih sibuk Nona.." kata Kelvin.
"Sibuk dengan istri mudanya, begitu?" tanya Sanas dengan senyum terpaksanya. Kelvin hanya menunduk, ia tahu pasti jika Nonanya sangat terpukul mendapati pengkhianataan Eliyas. Jangankan Sanas, ia sendiri saja juga sangat terkejut saat mendengar kabar kebodohan sahabatnya itu.
__ADS_1
Sedangkan di Ruangan Lain..
Eliyas mengerjap - erjapkan kedua matanya, ia terkejut saat mendapati dirinya tertidur di samping ranjang tempat Riyana di rawat. Ia baru ingat jika semalam Riyana merengek minta di temani, Itu tandanya ia mengurung Sanas di kamar mandi semalaman. Dengan cepat kilat ia menyambar mobil yang ada di parkiran Rumah Sakit, ia melaju dengan kecepatan tinggi. Beruntung sekali pagi ini masih belum terlalu macet jadi ia bisa secepatnya sampai ke mansion.
Sesampainya di Mansion, Eliyas mendapati keadaan Mansion yang sepi karena semua penghuninya ke rumah sakit tentunya. Tampak sebuah bingkai mahar yang sudah hancur berserakan di atas lantai. Ia tak memikirkan itu, yang dia pikirkan adalah ia harus segera mengeluarkan Sanas dari kamar mandi. Eliyas segera memasuki kamarnya, saat pintu terbuka Eliyas sudah mendapati kamar yang terlihat sudah di hias dengan kelopak mawar merah di atasnya yang sudah berantakan. Jangan di tanya lagi apa yang terjadi, itulah akibat dari amukan dashyat Eliyas. Ia bergegas menuju kamar mandi namun ia terkejut saat melihat pintu kamar mandi yang sudah terbuka lebar.
"Ayashaa..." panggil Eliyas.
"Ayashaa.. Kamu di mana?" teriak Eliyas yang tidak ada jawaban tentunya.
"Jangan Main - main kamu di mana ayashaa!!?!?" teriak Eliyas murka.
Mata Eliyas terfokus pada sebuah kotak yang di letakkan di atas meja, Entah mendapat dorongan dari mana ia membuka kotak tersebut. Namun di dalamnya masih ada kotak lagi, ia membaca sebuah kartu ucapan di dalamnya yang bertuliskan "Happy Wedding Aniversary Ke-5 Hubby❤️" Eliyas meminjat pelipisnya, bagaimana bisa ia lupa dengan Anniversary pernikahannya sendiri. Ia membuka Kotak berikutnya ia kembali membuka kartu ucapan yang bertuliskan "Hello Daddy👶" Eliyas semakin penasaran, ia membuka kotak terakhir. Disana terdapat sebuah kantung yang berisikan benda kecil yang menunjukan terdapat dua garis merah, Eliyas tak mengerti maksud dari benda tersebut. Kemudian Ia membuka sebuah amplop cokelat yang berisi sebuah gambar USG yang menunjukan Dua buah kantung kecil, Ia masih tak paham ia mulai membaca surat dari keterangan dokter.
"Positif Hamil!!!!" ujar Eliyas bergetar.
"Ayashaa Hamil anakku!!!! Aku akan menjadi seorang ayah..." teriaknya bahagia.
__ADS_1
Namun di tengah - tengah kebahagiaanya, kembali terbesit sebuah penyesalan, Dadanya sesak mengingat bagaimana siksaan demi siksaan yang ia berikan kepada Sanas kembali terngiang di ingatannya, tak hanya siksaan fisik ia juga sudah dengan terang - terangan menyiksa batin Istrinya dengan segala caci maki yang ia lontarkan. Tak hanya itu, ia juga sudah mengkhianati janji pernikahan keduanya. Eliyas meremas kertas yang di pegangnya frustasi, ia begitu bodoh menyia - nyiakan istri cantiknya, sangat bodoh memang!!!