
"Apa yang ingin kau bicarakan Niel?" tanya Sanas.
"Huft... Sebenarnya-" Daniel memgembuskan nafas kasar dan menggantungkan perkataannya.
"Sebenarnya apa Niel?" tanya Sanas mengernyitkan dahi.
"Besok aku harus ke London By.." kata Daniel.
"Ngapain? Liburan? kok aku ngga di ajak?" tanya Sanas.
"No.." kata Daniel masih menggantungkan ucapannya.
"Terus apa Daniel?" tanya Sanas lagi.
"Aku akan melanjutkan pendidikanku disana." ujar Daniel menunduk.
Deghh!!! Bagai tersambar petir di siang bolong, Sanas masih tak percaya dengan ucapan Daniel.
"No.. No.. No.. Ngga mungkin, kamu sendiri yang bilang kalau kita akan meneruskan pendidikan di Universitas yang sama Daniel. Kenapa jadi begini?" tanya Sanas dengan bibir bergetar menahan isak tangisnya.
"Aku ngga ada pilihan lain By.." kata Daniel yang masih menunduk.
"Jelaskan apa maksut dari semua ini, apa kau berniat meninggalkanku?" tanya Sanas lagi, Daniel pun menggeleng.
-Flashback On-
"Ma.. Pa.. Daniel mohon, ijinkan Daniel bertunangan dengan Sanas." Daniel memohon.
__ADS_1
"Mama bilang tidak, Ya Tidak!!!" Bentak Mamanya.
"Ma.. Plis!!! Daniel mohon sama Mama, sama Papa." kata Daniel keukeh.
"Tapi tidak sekarang Daniel, kalian masih terlalu muda. Jaman sekarang dunia sudah keras Daniel. Tidak semudah yang kau bayangkan." kata Alex.
"Pa.. katakan pada Daniel agar Mama sama Papa mau mengijinkan aku tunangan dengan kekasihku. Aku akan menurutinya, Ma.. Katakan." seru Daniel memohon.
Sontak Alex dan Marisa saling berpandangan, hanya mereka berdua yang paham akan maksut dari pandangan tersebut.
"Kau yakin akan menuruti apa kata Papa dan Mama mu ini Niel?" tanya Marisa.
"Ya.. asalkan kalian mengijinkan aku bertunangan dengan Sanas." ujar Daniel dengan percaya dirinya.
"Baiklah aku akan mengijinkan kau bertunangan dengan satu syarat.." kata Marisa.
"Lanjutkan pendidikanmu di London, setelah kau menyelesaikan Pendidikanmu pulanglah dan Bertunanganlah dengan kekasihmu itu." jelas Marisa dengan senyum yang sulit di artikan.
"Apa Mama sengaja ingin memisahkan aku dengan Sanas? mana mungkin aku melanjutkan pendidikanku di London sedangkan Sanas ada di Indonesia." kata Daniel heran.
"Kuliah di London lalu Tunangan, Atau tidak sama sekali Daniel!!!" bentak Papanya.
"Oke, aku turuti kemauan kalian." ujar Daniel lalu pergi.
"Aku akan melakuhkan berbagai cara agar kau tidak tunangan atau bahkan menikahi gadis rendahan itu Daniel!! camkan itu." Batin Marisa.
-Fashback Off-
__ADS_1
"Aku pergi demi kita By.. Demi masa depan kita." ujar Daniel meyakinkan.
"Apa kau akan kembali untuku Daniel?" Tanya Sanas penuh ragu.
"Yaa.. 4 tahun lagi aku akan kembali dan mewujudkan apa yang kita impikan By, aku janji aku akan kembali." ujar Daniel, Sanas pun berhambur ke dalam dekapan Daniel seolah tak mau lepas.
"Apa mungkin suatu saat kita bisa seperti ini lagi Niel?" tanya Sanas penuh harap.
"Pasti.. Kita pasti akan tetap seperti ini sampai kapan pun." kata Daniel dan semakin mengeratkan dekapannya
"Aku pasti akan merindukan momen - momen kebersamaan kita Niel." kata Sanas.
"Aku juga pasti merindukan semua itu By.. Tapi ingat lah kepergianku demi kebaikan kita." kata Daniel kembali meyakinkan Sanas.
Setelah mereka saling melepas rindu, mengingat besok Daniel akan bepergian jauh maka mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah hampir malam.
"Apa kau besok akan mengantarkan aku ke Bandara By?" tanya Daniel.
"Tentu, aku tidak akan melewatkan kebersamaan kita untuk terakhir kalinya Niel." ujar Sanas dengan penuh senyuman.
"Baiklah, besok aku Take Off jam 7." kata Daniel mengingatkan.
"Siap bos.." ujar Sanas sambil Hormat, mereka pun tertawa.
------------------------------------------------------
Aduh gimana nih kira - kira kelanjutan hubungan Daniel & Sanas, Kasian Banget harus di tinggal ke London selama itu😪 Kira - kira apa ya Rencana Marisa ya? Duhh, mereka jadi tunangan ngga ya? aduh pusing nih Author!!!
__ADS_1