CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 46


__ADS_3

" semua peraturan yang tertera di sini berlaku untuk seluruh karyawan di sini tanpa terkecuali. jadi jangan pernah berpikir mentang - mentang kalian sudah bekerja lama di sini malah seenaknya." ujar Adam yang masih emosi, semuanya hanya bisa tertunduk.


"Huft..." Adam menghembuskan nafasnya kasar, dan pergi begitu saja. sekarang tinggalah Sanas, Via, Ahmat, Risa, Dan Bryan yang menjadi penghuni Asrama ini.


"Si bos kok ngeri ya kalo lagi marah." ujar Sanas sedikit berbisik, takut - takut kalau yang di omongin balik lagi.


"Ish.. ini mah belum seberapa Nas, dulu juga pernah kejadian kaya gini." ujar Ahmat.


"Iya kah?" tanya Sanas meyakinkan.


"Ini baru Mas Adam, belum nanti Mbak Rika dan Mas Reymond yang turun tangan wah... bisa - bisa nih asrama di renovasi lagi." tambah Bryan.


"Ih.. kok ngeri." ujar Sanas bergidik.


"Cuma orang bernyali besar aja yang berani cari masalah mah." tambah Risa.


"Bener banget, asal kamu tau.. dulu juga pernah kejadian kaya gini, malah si cewek udah hamil anjir ngga tuh, ya mereka sebagai tuan rumah marah lah." jelas Ahmat.


"Ya wajar sih emang udah keterlaluan, amit - amit deh, kita cukup jadi penonton aja jangan sampai kejadian ke kita." ujar Sanas.


"tapi untung aja tuh si Dadang ngga kepergok sama mbak Rika, kalo sampe mbak Rika tahu, behh... udah habis babak belur tu anak." timpal Bryan.


Sanas hanya bisa bergidik mendengar cerita dari teman kerjanya itu, ternyata keluarga yang menampungnya diam - diam adalah titisan singa, Ngeri!!!


"Duh.. gue harus hati - hati nih." batin Sanas.

__ADS_1


*******


6 Bulan setelah kejadian kepergoknya Skandal kedua cecunguk itu, akhirnya semua kembali berjalan normal, Sanas yang menjalankan pekerjaan barunya lebih santai karena jadwal bekerjanya di mulai dari jam 6 sore. Jika hari Senin dan Kamis Sanas di sibukan dengan Kuliahnya.


Hari - hari di laluinya dengan senang hati, hingga pada suatu hari terjadilah sesuatu yang merubah semuanya.


Hari itu semua karyawan diberi libur selama 1 minggu karena keluarga Reymond sedang mengadakan acara jadi semua di sibukan dengan kegiatan tersebut. Risa,Via,Ahmat, dan Bryan memutuskan untuk berlibur di rumah masing - masing, karena kebetulan rumah mereka masih satu kota. Sedangkan Sanas memutuskan untuk tetap stay di asrama, selain rumahnya yang jauh dan libur yang nanggung ia juga di bebani dengan kuliahnya. Bahkan libur kuliahnya semester lalu di habiskannya hanya dengan bekerja! bekerja! dan bekerja!


Malam itu tiba - tiba Sanas terbangun dari alam mimpinya, terdengar ada suara gebrakan yang sangat keras. Sanas bergegas menuju sumber suara, benar saja mobil Adam menabrak pembatas garasi. Sanas terperanjat melihat hal itu, ia buru - buru menghampiri mobil itu, berharap yang mengemudi baik - baik saja.


"Mas.. Mas.. Mas Adam." panggil Sanas namun tak mendapat Sahutan.


"Mas.. kau baik - baik saja?" tanya Sanas memastikan. Pintu mobil terbuka dan Brukkk!!! Adam tersungkur di bawah kaki Sanas.


"Mas.. Are you oke?" tanya Sanas namun tak mendapat jawaban.


"Pffttt... dia mabuk." batin Sanas, tanpa basa basi Sanas membopong Adam menuju rumah Utama dengan jalan sempoyongan.


"Aduh Si Bos.. ngapain pake mabuk sih, mana badanya berat lagi." batin Sanas.


"Aduh, mana Bapak sama Ibuk ngga ada di rumah lagi. Duh.. gimana dong." batin Sanas.


"Aduh bos maaf ya, saya lancang masuk kamar si bos." ujar Sanas, ia pun memberanikan diri membuka pintu kamar Adam. Sanas pun segera membaringkan tubuh Adam, saat hendak pergi tiba - tiba Adam menarik tangan Sanas hingga tubuhnya menimpa tubun Adam. Sanas terkejut, pandangan mereka bertemu. Adam menatap lekat wajah Sanas dengan tatapan sayu. Sanas yang menyadari kalau posisinya salah saat ini ia ingin bangkit namun ia kalah cepat dengan gerakan adan yang membalik posisi tubuh mereka, kini Sanas terkukung tubuh tegap Adam.


"Kau miliku Siska, Kau milikku." rancau Adam mendekatkan wajahnya.

__ADS_1


"Mas.. sadar Mas, aku bukan Siska!! aku Sanas karyawanmu." jelas Sanas tapi tak di gubrisnya.


"Mas.. kau mau apa?" tanya Sanas Syok. tanpa aba - aba Adam mencium paksa Sanas dengan kasar, ciuman itu tak berhenti begitu saya, Adam menyapu bersih leher jenjang Sanas dengan bringasnya. Tak luput kedua bukit kembar yang menyembul seolah menantang ia pun melahap dengan rakusnya. Sanas mencoba meronta, namun energinya tak cukup kuat untuk melawan tubuh Adam yang jauh lebih besar darinya. Adam meninggalkan beberapa kissmark pada leher dan buah dada milik Sanas. Adam semakin menjadi.


"Mas.. tolong jangan lakuhkan, saya mohon Mas. Sadarlah." mohon Sanas, Adam tak bergeming.


"Tolong!!! Tolong!!! Tolong!!" teriak Sanas sekuat tenaga.


Ceklekkk!!!! pintu kamar terbuka.


"Astaghfirullah!!! Adam." Teriak seseorang di ambang pintu, Sanas tidak bisa memastikan siapa itu karena dirinya tengah terkukung oleh Adam. Dengan sekali dorongan dari seseorang tersebut membuat Adam tersungkur. Sanas menangis sejadi - jadinya mengingat nasipnya jika tidak ada seseorang tersebut.


"Mb... Mbak Rika." ujar Sanas di sela tangisannya.


"Astaghfirullah!!! apa yang terjadi?" tanya Tria Syokk.


"Dasar jalang!!!! bisa - bisanya kau menggoda adiku." bentak Rika. Huueekkk!!! Hueekkk!!! hampir saja Rika melayangkan tamparannya ke arah Sanas, namun di urungkan kala melihat Adam yang muntah - muntah.


Seketika Adam tersadar dari mabuknya, dengan kepala yang sedikit pusing ia melihat sekitar. Ia terperanjat melihat sosok Sanas yang menangis dengan penampilan yang acak - acakan.


"Apa yang aku lakuhkan?" tanya Adam.


"Seharusnya kami yang bertanya seperti itu Dam, apa yang kamu lakuhkan? kenapa anak ini bisa ada di kamarmu?" bentak Rika.


"Apa? aku tidak tahu." kata Adam.

__ADS_1


"Bedebah kau Jalang!!! untung saja aku segera datang. Pergi kau dari sini, mulai sekarang kau ku pecat." bentak Rika sambil menyeret Sanas. Sanas tak bisa berbuat apa - apa, dia hanya bisa memeluk dirinya sendiri.


__ADS_2