Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
Siapa itu Markus


__ADS_3

“Sudah pulang Vano?” Tanya bu Maria setelah mendengar pintu rumah terbuka.


“Udah ma. Baru aja sampai”


“Mana rara nak? Apa kamu tidak jadi menjemputnya?” “tadi kan mama udah pesanin supaya bareng, kok vano malah sendiri” omel bu Maria yang belum melihat Rara


“Itu ma, tadi bareng Vano kok, nyonya besar udah ngomel saja” jawab Vano.


Rara menyusul ikut masuk ke kamar bu Maria. “Bagaimana hari ini bu, apakah masih ada keluhan yang ibu rasasakan??”


“Lihat ma. Rara ini masih memperlakukan mama, seperti pasiennya dirumah sakit. Bahasanya formal dan kaku,” goda Vano.


Rara pun hanya melihat sepintas kearah Vano dan kembali melihat bu Maria.


“Iya rara, Vano betul. Kamu santai saja nak. Kalau ada yang ibu keluhkan pasti langsung akan ibu beritahukan.” Jawab bu Maria menanggapi anaknya dan tersenyum melihat bahwa gadis dan pemuda dihadapannya sudah


terlihat lebih dekat dibandingkan sebelumnya.


“Sepertinya Vano sudah tidak terlalu kaku dengan gadis ini,” batin bu Maria. “Sejak pertama aku melihatnya aku sudah menyukai gadis manis ini.”


“Hmmm, kalau  jaga ada apa-apa rara ke kamar dulu ya bu, mau mandi, supaya segar ntar bantuin mba tun


siapin makan malam.”


“Pergilah nak. Kalau kamu lelah biar mba tun saja yang siapin makan malam, kamu istrahat saja.”


Rara berjalan keluar kamar bu Maria dan Vano memperhatikan gadis itu sampai menghilang dari pandangannya.


“Hei.. segitu amat mandanginnya, apa anak mama sudah mulai jadi lelaki.” Goda bu Maria


“Apaan sih ma. Dari lahir Vano sudah jadi lelaki kali.” Jawab Vano sambil meletakkan kepalanya dipangkuan ibunya.


“Hahahaha. Maksud mama kamu sudah mulai memperhatikan gadis itu sekarang, dari dulu kamu kan selalu cuek sama yang namanya perempuan.” Bu Maria berkata sambil mengusap kepala anaknya yang manja ini.


“Anak mama ini, ntar kalau udah punya pacar ga boleh begini  sama mama lho. Ntar pacarnya cemburu, atau dikirain kamu anak mami.” Goda bu Maria lagi sambil menyentil kening Vano pelan


“Mama… kan Vano ga tiap hari juga begini. Dan Vano akan cari pacar yang bisa ngertiin mama dan Vano.”

__ADS_1


“Dimana carinya nak….” Jawab bu Maria sambil terkekeh.


Tampak kedekatan ibu dan anak yang saling menyayangi itu.


*******


 “Hi.. Dito jangan keluyuran mulu, bantuin bunda, jangan bunda lagi yang rapiin kamar kamu.”


“Ga lah kak. Malahan sekarang tugas Dito beberes semua rumah, jadi mama urusan masak dan pakaian saja.”


“Wah… selamat ya adikku yang ganteng.”


“Selamat untuk apaan kak?”


“Selamat mengerjakan pekerjaan yang kakak kerjakan dulu… wkwkwkw.” Rara tertawa sendiri sambil bercakap-cakap dengan adiknya diseberang telephonnya.


“Ayah dan bunda mana?”


“Ni ada, jawab Dito sambil menggeserkan handphonenya kearah ayah dan bundanya.”


“Sehat nak, kata bunda yang mewakili menjawab pertanyaan rara. Ayah, bunda dan adikmu tadi habis makan lagi ngobrolin tentang sekolah adikmu nak. Karena katanya pengen ambil kuliah di bidang Manajemen dan Bisnis, kalau


ambil kuliah kedokteran katanya ntar biayanya mahal. padahal bunda senang kalau Dito jadi dokter.” Tutur bundanya rara


“Hahaha. Biarin saja bun, kalau itu maunya Dito, kan udah ada rara yang kerja di rumah sakit.” “Lagian sepertinya masalah biaya itu alasan Dito saja bun. Memang Dito kurang tertarik di bidang kesehatan bun.”


“Ayah, ga kangen sama rara? Rara belum dengar suara ayah nih.”


“Hush.. mana mungkin ayah ga kangen sama anak perempuan ayah satu-satunya.” Tiba-tiba sudah ayah yang memegang handphone Dito tadi.


“Ayah.. peluk.” Rengek rara.


“Hei anak ayah, mana bisa peluk anaknya jauh bgitu.. ayah peluk hp nya gitu.” canda ayah..


“Hicks..hicks.. rara kangen ayah.” Tiba-tiba rara menangis pelan karena rasa rindu pada ayahnya.


“Ayah juga ra, jangan nangis sayang. Ntar akhir tahun rara pulang ya nak, biar kita natalan bersama disini. Tahun lalu kan rara natalan sendiri disana.” Jawab ayah rara menenangkan putrinya yang sedih karena rasa rindu dihatinya.

__ADS_1


“Hai nona rara yang cantik, ibu suster yang baik hati. Makanya punya pacar biar kangennya ga sama ayah lagi.” Kata Dito menggoda kakaknya agar tidak menangis lagi.


“Bang markus masih nyariin kakak tuh. Katanya dua bulan lagi mau kejakarta, buat nemuin kakak.”


“Dito jangan diphpin dong itu orang, kakak ga mau dia sampai datang jauh-jauh hanya buat nemuin kakak lho.”


“Siapa yang phpin, kakak kan memang belum punya pacar, jadi ga ada salahnya dong, kalau bang markus datang nemuin kakak.”


“Ah.. Dito, kamu masih saja suka ngusilin kakak ya.”


“Sudah..sudah.. kakak mau makan malam dulu. Da… Dito, da.. ayah, da.. bunda. Sehat-sehat semua ya.”


“Da.. sayang,” sahut ketiga orang diseberang telephone itu.


Tanpa rara sadari ada dua orang yang berada diseberang kamarya secara tak sengaja mendengarkan pembicaraannya itu, karena pintu kamar rara dan pintu kamar bu Maria yang sedikit terbuka.


***


 “Sepertinya keluarganya sangat hangat. Walaupun dengan kehidupan yang sederhana namun mereka sangat akur.” Batin Vano


Rasa rindu rara ke mereka pasti sangat dalam, karena sejak dijakarta rara belum pernah pulang ke Medan. Tapi sejak merawat mama, kami memberikan lebih kepadanya, kenapa tidak dipakainya sebagian buat ongkosnya ke Medan ya?


“Dan siapa itu Markus. Apakah tunangannya? Apakah dia sudah dijodohkan? Banyak sekali teka-teki gadis ini.” Banyak tanda tanya tersimpan dalam batin Vano


“Vano. Mandi sana, dari tadi kamu senyam senyum trus cemberut ga jelas gitu.” Kata bu Maria, sambil menepuk kening anaknya yang masih tiduran dipangkuannya.


“Hmmm. Mama ga kangen Vano kecil mama yang bermanja begini ya. Ntar kalau Vano jauh dari mama kangen lho.” Jawab Vano, sambil membuka matanya sambil beranjak meninggalkan kamar ibunya


“Kamu bukan anak kecil Vano, kamu itu tuh pantasnya udah jadi bapak-bapak. Umur sudah hampir kepala tiga juga” jawab bu Maria sambil menyentil kening anak tersayangnya itu


“Hahaha. Masih imut begini mama.” Jawab Vano cengengesan sambil beranjak meninggalkan kamar ibunya.


Tbc


Jika pembaca senang membaca novel ini, jangan lupa vote dan


like ya. Trimakasih

__ADS_1


__ADS_2