Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Bertemu Teman


__ADS_3

" Tuan, tolong sadarlah.." ( tidak bisa berkutik ).


Cukup lama juga Yuna berada dalam posisi ini. Bersandar di pintu, sementara pria yang menekannya belum juga sadar. Dia ingin melemparnya ke lantai, tapi tangannya bahkan selalu di genggam dengan erat oleh pria tersebut. Anehnya, pria itu sama sekali tidak meracau, berbeda dengan orang yang mabuk pada umumnya..


Dan beberapa saat kemudian, akhirnya orang itu berinisiatif sendiri untuk pergi.


" Hehh.."


Pria itu melepas seluruh pegangan tangannya, lalu kembali berjalan dengan sempoyongan, menjauhi Yuna.


" Heyy.. Bisakah berterima kasih dulu padaku, atau minta maaf ?? Aku sudah menolong kamu, dan kamu juga sudah mengganggu waktuku, bagiamana bisa kamu pergi saja tanpa pamit ??"


Yuna berbicara pada seseorang yang sama sekali tidak menghiraukan ocehannya. Sepertinya sekarang Yuna bertambah gila..


"Ehemm.." ( mendadak ada suara dalam itu ).


Yuna berbalik. Melihat seorang pria dengan setelan rapinya khas pebisnis muda handal tiba-tiba datang menghampirinya dengan senyuman.


" Hallo, Nona.. Apa anda akan menghadiri sebuah pesta ??"


" Jian.. Kamu ini, apa terlihat lucu bagimu ??"


" Tidak.."


" Lalu kenapa kamu meledekku ?! Sepertinya kamu memang berusaha mempermalukan aku.."


" Bagaimana caranya aku mempermalukan kamu ?? Sedangkan kamu selalu terlihat cantik meskipun memakai pakaian lusuh.." ( mendekat ).


" Um ?? Kamu sedang berusaha menggodaku rupanya.."


" Sudah tahu, ya.. Kalau begitu, kenapa tidak aku lanjutkan.."


Cup !?


" Umh.."


Melepas.


Dorong.


" Jian...." ( mengelap bibirnya ).


" Kenapa ? Bukankah kamu sudah tahu maksud kedatanganku.."


" Meskipun aku tahu, tapi aku tidak bisa membiarkannya. Ini bukan tempat yang bagus untuk melakukannya.."


" Melakukan apa ??"


" Ah.. Tidak, tidak.. Anggap saja aku tidak bicara.."


" Ehemm... Ngomong-ngomong, apa kamu suka gaunnya??"


" Memangnya aku bisa berkata tidak ??"


" Hehe.. jangan memaksa diri jika memang tidak suka, aku tahu Yunaku lebih menyukai pakaian simpel saja, jadi menurutku, pakaian ini masih terlalu berlebihan.."


" Siapa bilang ?! Kamu belum mendengar jawaban dariku, bagaimana kamu bisa tahu dan menyimpulkannya seperti itu ??"


" Ehemm.. Memangnya apa jawabanmu ??" ( memeluk ).


" Sangat indah, kamu bahkan menganggapku sebagai putri di negeri dongeng.."


" Benarkah ?? Bukankah dari dulu kamu memang seorang putri ??"


" Ayolah, Jian.. Jangan terlalu mesra, kita masih di tempat umum.."


" Baiklah, sepertinya kamu merasa tidak nyaman, ya.." ( melepas pelukan ).


" Bukan begitu, hanya saja, aku masih harus mengganti pakaianku.."


" Um.. Sebenarnya aku ingin mengajak kamu untuk menghadiri perjamuan keluarga Luzeff.."


" Ah ??"

__ADS_1


" Pakai gaun ini untuk datang kesana, aku punya beberapa kenalan bagus yang bisa membantumu berbisnis.."


" Keluarga Luzeff ?? Siapa itu ??" ( menutup pintu ).


" Mereka pemegang pasar periklanan yang sangat besar, dan tidak menutup kemungkinan juga bisa merekrut orang baru sepertimu.."


" Apa mereka punya tuan muda ??"


" Iya, namanya Zafier, meskipun begitu, dia sangat berbeda dengan ayahnya, tuan Lu.."


" Berbeda bagaimana ??"


" Ayahnya adalah orang yang terkenal baik dan tidak suka bermain dengan wanita, tapi dia punya putra tunggal yang malah berbeda kepribadiannya dengan dirinya.." ( membantu melepas gaun ).


" Jadi begitu, ya.."


" Bagaimana kamu tahu mereka punya tuan muda ??"


" Tidak, aku hanya, menebak saja.."


Gaun sudah selesai dilepas, sekarang tubuh Yuna hanya menampilkan dua lapis kecil yang menutup bagian sensitifnya..


' Jadi, pria yang aku temui tadi, adalah tuan muda Zeff yang dimaksud Jian ?? Jangan-jangan, dia CEO perusahaan itu ??'


" Hei.. Kenapa melamun ??"


Sadar.


" A ??"


" Jika tidak mau melakukannya disini, maka cepatlah menutup tubuhmu.."


Merasa canggung.


" Atau mau aku sentuh sekarang.."


" Aaa, tidak, tidak.. Aku akan pakai baju sekarang.."


" Kenapa harus sampai seperti itu ??"


" Tentu saja, aku tahu Yunaku tidak terlalu suka keramaian. Tidak seperti dulu.."


" Begitu, ya.. Kalau begitu, sebaiknya kita pulang dulu, aku merasa sedikit lelah.."


" Oh ? Baiklah.. Apa kamu tidak mau minum dulu ??"


" Apa kamu sendiri yang mau minum ??"


" Tidak, aku tidak pernah minum sejak dulu divonis leukemia, dan akhirnya sampai sekarang juga tidak ingin minum lagi.."


" Itu berita yang bagus, kamu sendiri tidak minum, tapi malah membuat klub pribadi seperti ini.."


" Di dalam klub tidak hanya untuk minum saja, banyak kegiatan lain yang bisa kamu lakukan.."


" Aku tahu kemana arah pikiranmu.." ( selesai memakai baju ).


" Memangnya tidak ingin mencoba ??"


" Ehemm.. Aku tidak tertarik dengan tempat ini.."


" Baiklah, kalau begitu, kita lanjutkan di rumahku saja.."


" Cihh.. Siapa juga yang mau datang ke rumahmu.."


" Kamu belum pernah masuk ke sana, bagaimana kamu akan tahu.."


" Humm.. Aku tahu, kamu sedang mencoba trik baru dirumahmu, ya.."


" Aku belum memikirkannya, tidak tahu nanti saat kamu berkunjung.."


" Ya sudah, kita jadi pulang, kan.."


" Iya, ayo kita pulang.."

__ADS_1


Mereka berjalan bergandengan meninggalkan tempat itu..


" Hehhh.. Kena kamu ??!!!"


........


Ting tong..


Cklek.


" Wah kalian sudah pulang rupanya.."


" Iya, ibu.."


" Ayo, Jianan, masuk dulu, ibu sudah memasak masakan yang lezat untuk kamu.."


Diacuhkan..


Hhhh..


Tingkat emosional mulai tinggi..


" Benarkah !!? jangan sup yang aneh lagi, ya, bibi.."


" Wahh . Kamu masih ingat rupanya.. Ya sudah, nanti supnya bibi singkirkan saja dari meja makan.." ( sambil menuntun Jian ).


" Hihh. Dia memang sangat pandai mengambil hati ibuku, buat kesal saja !!!"


Brakk !!??


Pintu dibanting !!


" Yuna jangan merusak fasilitas rumah, jika tidak ibu akan menghukummu !!????"


" Huhhh.... Dia itu ibuku atau ibu siapa ??" ( berjalan dengan malas ).


Skip..


Meja makan..


" Selalu ada hidangan istimewa saat aku datang, benar-benar merepotkan bibi.."


" Menurutku tidak, bibi sangat senang setiap kali kamu datang, jadi tambah harmonis keluarga kita, iya, kan, Hani.. Yuna.."


Jian dan dua orang itu tersenyum. Tapi Yuna malah wajahnya begitu datar..


" Dimana kak Azof ??"


" Dia sudah mulai kembali bekerja. Untunglah status mantan napi tidak berpengaruh pada ketenarannya sebagai dokter spesialis. Ketua rumah sakit sudah mengatakan tidak mempermasalahkan statusnya sekarang karena dia memang punya kinerja yang sangat bagus.."


" Dia memang selalu bisa diandalkan.."


" Bagaimana wawancara kerjamu hari ini ??"


" Lumayan.." ( makan ).


" Apa sudah langsung diterima ??"


" Tentu saja masih butuh waktu.. memangnya bisa secepat itu.."


" Hemm.. Bagaimana dengan gajinya ??"


" Diterima saja belum sudah memikirkan gaji.."


.........


" Wahh.. Senangnya, akhirnya aku bisa mendapat senjata yang sangat ampuh untuk menghancurkan Yuna.."


Hannuri terlihat berjalan sambil tersenyum licik. Dia sepertinya punya rencana yang bagus untuk aksinya kali ini.


Dia melihat seorang wanita tua yang duduk di kursi restoran dengan pakaian yang menonjolkan kalangan standar. Sepertinya dia memaksakan diri memiliki barang-barang bagus meskipun punya keuangan yang agak sulit. Atau mungkin wanita itu mendapat bantuan dari seseorang hingga bisa merubah penampilannya menjadi seperti itu. Sebenarnya terlihat norak di mata Hannuri. Sepertinya benar wanita itu yang disebutkan seorang bawahannya.


' Hemm.. Tampilannya terlalu bodoh, sepertinya jika dimanfaatkan pun tidak terlalu menyedihkan..'

__ADS_1


__ADS_2