Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Melawan Penjahat


__ADS_3

" Ada apa pak Harry ??"


" Nona, tetap bertahan saja di dalam mobil, lihat, ada beberapa orang yang ingin berbuat jahat pada kita."


" Apa ??" ( Yuna melongok ke depan ).


Benar saja. Ada empat orang yang sedang bersiap sambil membawa alat pemukul masing-masing satu di tangan. Wajah mereka terlihat begitu sangat. Wah... kenapa rasanya sangat menakutkan ya ??


Apalagi, melihat empat wajah itu yang seakan siap untuk menghabisi Yuna dan pak Harry. Dua orang itu hanya bisa duduk gemetar menunggu dengan cemas di dalam mobil. Apa yang harus mereka lakukan pada saat genting seperti ini ??


" Mereka mulai mendekat nona.."


" Siapa mereka ?? Kenapa menghentikan mobil kita ??"


" Sepertinya mereka preman yang berkuasa di daerah sekitar sini, nona. Tetaplah tenang, aku akan menghubungi tuan Jian untuk segera datang membawa pengawal.."


" Kalau begitu cepatlah !!" ( mulai resah ).


Diluar mobil..


" Hehh.. keluar kamu !!!" ( menggertak ).


Bam !!


Mulai memukul menggunakan tongkat pemukul besi.


" Aahh !!!" ( berlindung dibalik kedua tangan ).


Sekarang bahkan keadaan mulai kacau.


" Hallo, tuan.. kami sedang dihadang oleh beberapa preman. Mobil tuan dipukuli mereka, dan nona sedang di dalam bersamaku, tidak bisa keluar.."


' Apa ???? Kirim lokasinya sekarang !!!!'


Tut Tut Tut Tut ..


Sambungan mendadak dimatikan dengan segera. Akhirnya sekarang tinggal menunggu bantuan saja. Tapi...


Bam !!!


Tingkat kekuatan mereka malah semakin besar. Tongkat mereka kembali memukul mobil yang seharga lima apartemen itu. Untunglah mobil yang diberikan dari Jian untuk Yuna harganya lumayan mahal, hanya untuk bisa melindungi Yuna dari kejadian semacam ini.


" Ahh ??? Pak apa Jian sedang datang kesini ??"


" Iya, tenanglah nona.. kita bertahan saja dulu untuk sementara waktu.."


Keadaan sudah semakin gawat dan perasaan pun mulai begitu cemas.


Mobil mahal berhasil penyok dalam beberapa menit. Mau bagaimanapun, pukulan mereka lebih keras, hingga mobil semahal itu pun berhasil dipukul sampai hancur. Hanya kacanya saja yang masih dalam keadaan retak dan belum sempat pecah seutuhnya..


" Kapan dia akan sampai ??"


" Entahlah, nona.. aku juga tidak tahu.."


" Lalu bagaimana ini ??" ( mendongak sedikit ).


Prang !!!


" Aaahhh !!!!!"


Terdengar suara kaca mobil yang sudah mulai pecah.


" Pak Harry, kacanya pecah !!!"


" Gawat !!!"


Harry langsung mengambil langkah jitu. Dia langsung memindah tubuhnya menjadi di kursi belakang di samping Yuna. Laki-laki diluar sudah berhasil memasukkan tangannya ke dalam melalui lubang kecil di bagian kaca.


" Hahaah... kena kau !!!"


" Enak saja !!! Makanlah ini !!!" ( menyengat tangan pelaku ).


" Arkh !!!" ( kesakitan ).


Pria di luar itu terlihat menarik tangannya kembali usai alat penyengat berhasil menyengat tangannya. Rasanya sakit sekali.


Untunglah Pak Harry selalu siaga membawa alat-alat semacam itu di dalam brankas kecilnya. Pria paruh baya itu berusaha sebisa mungkin untuk melindungi Yuna.


" Hahh !! Hahh !! Hahh !!"


" Tenangkan dirimu nona !!"


" Aku akan berusaha menghalau mereka.." ( membuka pintu ).


" Apa ?? Nona ???? Jangan !!! Berbahaya !!!" ( mencoba berteriak ).


Tapi sayang sekali, Yuna sudah lebih dulu keluar dari dalam mobil. Menurutnya, semakin lama diam di dalam mobil, maka akan semakin merasa tertindas.


" Nona !!?????" ( cemas ).


" Kami menyerah !!" ( mengangkat tangan ).


Yuna terlihat berdiri di samping mobil menghadap empat orang bertubuh kekar di depannya.


" Hehh.. wanita ini cantik juga.. tidak menyangka target yang akan kita bunuh wanita secantik ini.." ( tersenyum aneh ).


" Iya, sayang sekali jika dibunuh dengan percuma.. bagaimana kalau..." ( mengusap dagu ).


" Kalian mau apa dariku ??"


Pak Harry terlihat keluar secara pelan-pelan, lalu menyusul Yuna mengangkat tangan.


" Nona, jangan menyerah begitu.."

__ADS_1


" Lalu apa yang bisa kita perbuat sekarang ??"


" Sudah selesai berdiskusi ??"


" Apa yang kalian mau dariku ?? Uang ?? atau apa ?? Katakan saja..."


" Hhhh.... kamu mau berikan apa saja yang kami mau, ya.."


" Memangnya apa yang kalian mau ??"


" Kami hanya mau kamu dan jasad kamu !!!!" ( menatap secara tajam ).


Satu orang pria terlihat mengeluarkan pisau dari balik celananya. Situasi bertambah menegangkan.


" Nona, jangan main-main dengan mereka. Masuklah kembali ke dalam mobil, dan jangan mencoba melawan mereka. Aku akan menghadapi mereka sambil menunggu tuan datang.."


" Tidak perlu..." ( menghalangi ), " mereka menginginkan aku, maka kamu saja yang masuk ke dalam mobil, mereka akan menjadi urusanku.."


" Tidak !! Jangan nona.. ini sangat berbahaya.." ( cemas ).


" Tenanglah.. Aku sering berlatih bela diri saat bermain film dulu, sedikit-sedikit masih ada yang aku ingat.." ( tersenyum ).


" Nona !!!! Dengarkan aku !!"


" Bapak jangan cemas, aku akan segera menyelesaikan mereka berempat. Masuklah ke dalam mobil.."


" Tidak !!"


" Kalau begitu tunggulah saja disini.."


" Sudah siap mati !!!"


" Bunuh saja aku dengan pisaumu.. tapi kalau kamu bisa...."


" Menantang !!!"


Ciattttt..


Satu orang menyerang..


Bukk !!!


Berhasil dilumpuhkan oleh Yuna hanya dalam waktu beberapa detik.


Semua orang tercengang.


" Apa ?? Apa nona Yuna mengeluarkan kekuatan super ??"


" Kekuatan superku adalah saat memarahi Jian.." ( tersenyum tanpa beban ).


Bisa saja wanita ini.. Bahkan disaat seperti ini, dia masih bisa bercanda.


" Hehh.. jangan bangga dulu, dia hanya pria yang paling lemah diantara kami.."


" Lalu mana yang lebih kuat dari semuanya ?? Kenapa tidak keluar lebih dulu supaya tidak perlu berlama-lama untuk bermain.."


" Keterlaluan !! Kalau begitu, apa tugas kamu sebagai anak buah ?? Hahhhh !!!"


" I-iya boss.."


" Gunakan pisau di tangan kamu itu untuk menyobek bagian perutnya, dia pasti akan segera mati.."


" Hemm.." ( melipat tangan dengan santai ), " sepertinya yang ini malah jauh lebih lemah.."


" Meledekku rupanya !!!"


Ciattttt..


Orang kedua mulai menyerang menggunakan pisau.


" Mau apa menatapku seperti itu ??" ( sombong ), " cihh.. dia bahkan tidak berani maju.."


" Maaf bos, saya tidak pernah membunuh orang.."


" Hhhhh.. anak buah sialan !!!"


" Biar aku saja yang membunuhnya ?!!!!"


Satu orang yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan situasi, mulai berusaha memperlihatkan batang hidungnya.


Seorang pria yang menyerah tadi memberikan pisau ditangannya kepada pria yang berniat menyerang Yuna selanjutnya.


" Nona, sepertinya kali ini bukanlah pria biasa.. jangan maju untuk melawannya.."


" Tenanglah, setiap pria hanya akan takluk oleh wanita saja.. dia juga tidak ada bedanya dengan Jian yang selalu mengalah setiap kali berhadapan denganku.."


" Tapi nona.."


Ciattttt


Grep !!


Yuna berhasil menangkap tangan pria itu dan menahannya ke belakang.


" Arkh !!"


Bam !!!


Tangan satunya berusaha memukul Yuna dengan tongkat, tapi pukulannya meleset ke arah mobil Yuna. Kesempatan itu digunakan Yuna untuk melindungi diri dari dua orang pria yang masih belum dia kalahkan.


" Maju kamu !!!" ( menodongkan pisau ).


" Ti-tidak !! kamu saja bos yang maju !!"

__ADS_1


" Apa-apaan kamu !! bukannya kamu yang harus maju !!"


Tiba-tiba..


Dor !!!!


Semua orang menoleh. Mereka saling bertatapan dan terlihat sangat cemas.


" Ada polisi !!!!"


" Lari boss !!!"


" Mau lari kemana ??"


Di belakang mereka sudah banyak orang dengan pakaian rapinya terlihat mengepung. Dan Jian datang di antara orang-orang itu..


Melepas kacamata.


" Mau kabur ??" ( menghadap orang yang dipanggil bos ).


Orang itu gemetar.


Sementara beberapa orang terlihat mengamankan pria yang berada dalam pengamanan Yuna.


" Ti-tidak tuan.. maafkan saya.." ( berjongkok ).


" Masih minta maaf ?? Sudah mencoba membahayakan ibu hamil, masih mencoba minta maaf ?? Hehh... tebal sekali mukamu..."


" Tuan saya minta maaf, saya hanya menjalankan tugas.."


" Enaknya dibunuh secara langsung, atau disiksa secara perlahan ??"


" Jangan tuan !! Ampuni saya !! Saya tidak akan main-main lagi dengan nona itu.."


" Nona Yuna Arkana.. Calon istri dari tuan Jianan Arkana..." ( menekan ), " lain kali cobalah untuk mengingat panggilan itu.."


" Iya, baik, saya akan mengingatnya.."


" Katakan padaku, siapa yang sudah menyuruh kalian melakukan semua ini ??"


" Itu.. itu..."


" Katakan !!" ( menginjak punggung ).


" Iya, tuan.. saya katakan.."


" Siapa dia ??"


" Nyonya Tiansha.."


Jian menghela nafasnya. Dia bahkan membuang mukanya ke sembarang arah. Benar dugaannya. Jelas wanita ini yang berani melukai Yuna.


" Bawa dia untuk dibantai. Akhir-akhir ini, Chool si anjing ramah itu kekurangan makanan, dan tubuh pria ini sepertinya bisa untuk persediaan selama tiga hari.."


" Apa ?? Tuan !! Jangan lakukan hal itu padaku !!"


Empat orang menyeret dia pergi.


" Tuan !! Maafkan aku, aku tidak melakukan apapun disini, aku baru masuk ke dalam rombongan mereka." ( memohon ).


" Buang semua pakaiannya, dan letakkan dia ditengah keramaian. Biarkan semua orang melihatnya.."


" Baik !!"


" Apa ?? Tuan !! Jangan lakukan hal itu padaku, tuan.."


Menyusul kawannya..


" Huhh..." ( menghembuskan nafas ).


Yuna berlari dan memeluk kekasihnya. Rasanya sudah aman berada dalam pelukan pria ini.


" Jian.."


" Yunaku.." ( mengecup ).


" Maaf, telah merepotkan kamu.."


" Tidak !! Aku yang salah sudah datang terlambat.."


" Tuan, bagaimana mobilnya ??"


" Buang saja, dia tidak bisa menjaga Yuna dengan baik, jadi untuk apa di perbaiki.."


" Tuan, apa tuan sedang berusaha menyindir aku ??"


" Haha.. aku tidak tahu rupanya ada orang yang merasa tersindir disini.."


" Tolong jangan pecat saya tuan.. Saya mohon.."


" Kulit kamu juga bisa terluka saat terkena pisau, jadi sudah sepatutnya kamu juga melindungi diri sendiri.."


" Jangan pecat dia, dia juga berusaha melindungi aku, tapi aku yang menolak.."


" Lain kali, pikirkan juga bayi kecil kita, jangan bertindak seenaknya lagi.."


" Iya, aku mengerti.."


" Maafkan aku tuan.."


" Karena kebaikan hati nurani calon istriku, maka anda saya maafkan.."


" Terima kasih tuan.."

__ADS_1


" Dan untuk Yunaku, kamu harus mendapat pelajaran karena telah membahayakan nyawa anakku.."


" Baik, aku akan terima hukuman dari ayah bayiku.. " ( manyun ).


__ADS_2