
" Kenapa denganmu, Yuna ? Kau bilang akan menunggu sidang selesai baru pergi, tapi baru pertengahan saja, kau sudah kabur dari sana.. Apa ada masalah ??"
Tanya Hani setelah mereka sampai di rumah.
Yuna membenarkan posisi duduknya menjadi lebih tegak. Dia mengingat kembali suasana hatinya tadi saat persidangan itu berlangsung.
'....Anda hanya membicarakan barang bukti yang menyudut pada mereka berlima. Tapi anda tidak bertanya apa alasan mereka melakukan itu.. Kau bahkan belum mendengar penjelasan apapun dari mereka. Kau harus mendengarnya bukan ?? Siapa tahu ada hal menarik lainnya yang belum sempat disampaikan oleh mereka tentang penculikan itu..'
Mengingat pembelaan yang dilakukan oleh Jian untuk kakaknya membuatnya merasa bersalah. Dia sudah banyak melakukan kesalahan pada Jian, tapi laki-laki itu masih tetap membela keluarganya.. Kalau bukan karena pendapat Jian saat sidang tadi, mungkin saja Azof sudah resmi jadi tahanan.
" Yuna ??"
Yuna terkejut. Rupanya sedari tadi ada Hani yang sedang menunggunya bangun dari lamunan.
" Aah ? Hani ?? Kenapa ??"
" Aku bertanya padamu, apa kau tidak dengar ??"
" Bukan, tidak seperti itu.. Aku hanya.."
" Kau pasti sedang memikirkan Jian. Pria itu terlihat acuh padamu, iya kan ??"
" Tidak.. Kenapa aku memikirkan Jian ?? Lagipula, aku tidak terlalu memperhatikan dia tadi.."
" Matamu memang selalu berusaha menjauh dari wajah itu, tapi aku tahu kau selalu mendengar setiap perkataan Jian yang sedang berusaha membela Azof dan bawahannya.."
" Um.. Aku.. Aku tidak tahu, aku selalu.."
Drrtttt Drrrtt
" Hallo ?"
' Nona.. Kami tidak menemukan Tuan Demy dimanapun, bahkan semalaman dia tidak pulang ke rumah..'
Yuna mengecilkan suara ponselnya, dan pergi menjauh dari Hani.
" Apa kau sudah mencarinya ke seluruh kota ??"
' Sudah, Nona.. Tapi tidak ada satupun dari kami yang berhasil menemukannya..'
" Terus mencari dan pastikan dia baik-baik saja. Aku hanya akan kembali setelah satu Minggu disini.. Bahkan mungkin bisa lebih dari itu. Keluargaku juga sedang membutuhkan keberadaanku saat ini."
' Baik, Nona.. Urus masalah keluargamu dulu sekarang, jangan khawatirkan Tuan Demy disini, kami akan berusaha mengawasi dan menjaga Tuan selama Nona disana..'
" Terima kasih kau telah membantuku melalui semua ini, Alson.."
' Tidak perlu berlebihan seperti itu, Nona.. Ini sudah menjadi tugasku semenjak kau resmi memegang jabatan sebagai atasanku..'
__ADS_1
" Iya, kau sudah berperan besar dalam perjalananku, Alson.. Maaf telah merepotkanmu.." ( Menutup sambungan ).
Diseberang, sudah dapat dipastikan seperti apa raut wajah Alson yang kebingungan dengan perkataan Yuna.
..........
" Mr, anda belum menandatangani surat kerja sama dengan perusahaan Nyonya Tiansha pagi ini.."
" Tapi pertemuan kalian lancar bukan ?"
" Iya . kami hanya sedang menunggu tanda tangan dari Mr saja.."
" Apa Nyonya Tiansha sudah menandatangani kontraknya ?"
" Dia akan datang kemari satu pekan lagi, untuk membicarakan kontrak dengan anda. Kabarnya dia juga akan menaruh saham perusahaannya kepada kita sekitar 30%.. Jadi, beliau minta anda tidak terbang kemanapun Minggu depan untuk menemui Nyonya Tiansha.."
Jian tersenyum. Rencananya berhasil kali ini..
" Katakan padanya aku akan menunggu kedatangannya Minggu depan.."
" Baik, Mr.."
Sanni keluar ruangan. Sesekali dia melirik atasannya itu dengan wajah penuh penasaran. Dia memang tidak tahu apa yang sedang direncanakan Jian untuk Nyonya Tiansha. Tapi dia merasa curiga ada yang disembunyikan Jian darinya tentang wanita itu..
Dia berpura-pura acuh. Ditinggal saja olehnya sang Tuan di dalam ruang kerjanya. Dia sedang berada di salah satu perusahaan propertinya siang ini, dan tidak berpikir untuk keluar menemui siapapun. Dia hanya ingin melamun membayangkan istri Demy yang sangat memikat itu. Bagaimanapun juga, Yuna masih kekasih dan juga tunangannya. Apa salah jika terus memikirkan wanita itu ??
Dia ingat malam tadi di bandara, saat dia menyapa Yuna. Wanita itu terlihat menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi apa itu ?? Bukankah semua permasalahannya sudah jelas ?? Apa dia perlu menyelidiki Yuna ?? Sebenarnya Jian ingin mengungkapkan rasa pedulinya pada Yuna. Tapi tidak mungkin juga dia melakukannya. Sudah pasti Yuna tidak akan peduli. Begitulah pikirnya. Lebih baik dia awasi Yuna saja secara diam-diam.
' Apa dia tidak jadi menemuiku untuk mendengar penjelasan yang semalam dia mau ??'
Jian bangkit dari duduknya, dan mengambil foto yang selalu dia simpan dari dulu, semenjak dia mengenal Yuna. Gadis cantik yang menawan ini berhasil memikat hatinya, dan bahkan membuat matanya buta.
Drrrttttt Drrtttt
Seseorang menghubunginya dari ponsel, membuatnya memaksa diri untuk bangun dan bergegas keluar menemui orang yang di maksud penelepon.
" Baik !! Suruh dia menungguku diluar !!"
.......
" Bilang pada majikanmu !! Kalau sudah berani memenjarakan anakku, maka dia tidak akan selamat dariku !! Aku ini ibunya, aku tahu kalau anakku tidak bersalah disini.. Dia yang sudah membuat berita palsu ini !!!!! Dimana dia ?? Keluar sekarang !!!"
" Ada apa ini ?"
" Mr.. Wanita ini memaksa masuk ke dalam untuk menemui Mr.."
Jian melihat wanita itu. Dia ibunya Annie.. Kenapa mendadak dia datang ??
__ADS_1
" Kau yang sudah membuat anakku dipenjara !!! Kau harus membayar semua perbuatanmu !!"
" Sebenarnya kau salah menemui orang, Nyonya.."
Wanita itu hanya diam dan terus menatap tajam mata Jian.
" Kau tidak tahu bagaimana perbuatan yang sudah dilakukan anakmu pada..."
Jian terdiam. Hampir saja dia menyebut Yuna kekasihnya. Arkh !! Kau ini..
" Aku tidak peduli !! Kau sudah membuat aku kehilangan putriku !!"
" Apa putrimu sudah mati ?? Dia hanya dipenjara, ingat Nyonya.. Ucapan adalah do'a.. Apa kau mau mendo'akan anakmu meninggal ??"
" Kurang ajar !!! Kau memang keterlaluan !! Awas saja !! Kau tidak akan bisa hidup tenang seumur hidupmu !!"
" Jika kau mengancamku sekali lagi, aku akan membuatmu di penjara sama seperti putrimu !!"
" Keterlaluan !!!"
" Usir dia dari sini.. Kedatangannya hanya membuat mataku kotor !!"
" Baik Mr.."
Dua penjaga di depan perusahaan Jian terlihat memaksa wanita itu untuk pergi, meski dia terus menolak.
" Lepas !!! Lepaskan aku !!! Aku belum sempat mengobrak-abrik tempat ini !! Jian !!! Kau harus hancur seperti putriku !! Kau akan membalas semua perbuatanmu !!!!"
Jian memilih untuk kembali ke dalam ruangannya.
" Mengganggu waktuku saja !!" ( Membenarkan dasinya ).
Dia berjalan ke dalam, lalu menaiki lift untuk sampai ke ruangannya.
........
" Lepas !!! Aku bilang lepas !! Kalian tidak berhak melakukannya padaku !!! Sudah lepaskan aku !!!" ( Terus memberontak ).
Wanita bernama asli Rumi itu terlihat dipaksa keluar dari perusahaan Jian oleh dua orang penjaga.
Brugg !!!
Dua penjaga itu melempar tubuhnya, membuat Rumi jatuh begitu saja di atas aspal jalanan. Dia merasa teracuhkan. Berani sekali seorang Jian menjatuhkannya dan putri kesayangannya ini. Dia bahkan merasa Jian tidak pantas menyentuh kakinya. Wanita miskin yang tidak tahu malu.
Dua pria itu meninggalkan Rumi setelah menghempaskan tubuh Rumi di atas jalan.
" Lihat saja, Jian !!! Kau tidak akan hidup bahagia !! Jika aku tidak bisa menyentuhmu, maka aku akan mencari jalan lain untuk menghancurkan hidupmu !!"
__ADS_1