Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Pria Itu Kekasih Alishia


__ADS_3

" Apa ?? Adopsi ?? Kamu yakin ??"


" Memangnya apa salahnya, anak kandung atau bukan, asal kita bahagia, ya.. kenapa tidak.."


Hani mulai memikirkan perkara ini dengan serius. Jika dipikir-pikir benar juga perkataan Azof barusan. Kenapa tidak terpikirkan hal ini sebelumnya. Kalau meminta Azof untuk menikah lagi, itu artinya dia harus siap untuk kehilangan separuh cinta Azof, dan lagi, Azof tidak mungkin setuju, secara pria itu kan benar-benar tipe yang setia.


" Bagaimana ?? Kamu setuju ??"


" Aku mungkin akan memikirkannya lagi.."


Drrrttt Drrrttt..


Azof melihat layar ponsel yang berada di saku Jaz putihnya, dan melihat nama Yuna tertera di sana.


Bip !?


" Hallo.."


' Kakak, aku sudah di panti asuhan, apa kakak jadi mengadopsi anak ?? Mumpung aku masih di sini, coba tanyakan dulu pada kakak ipar..'


" Iya.."


Azof beralih bicara pada istrinya, Hani..


" Yuna sudah sampai di panti asuhan, dia bertanya padaku apa kamu setuju atau tidak ??"


" Bawakan bayi yang nasibnya paling malang di antara mereka, aku juga ingin mengangkat anak yang membuat aku merasa dia memang sangat membutuhkan kasih sayang dariku.."


" Jadi, kamu setuju ??"


" Jika itu jalan kita berdua untuk memiliki anak, mengapa tidak.." ( melontarkan senyuman tipis ).


" Hahh.. baguslah, terima kasih sayangku.. aku akan memintanya untuk mengirim video tentang anak-anak itu, kamu yang akan memilihnya.." ( sangat senang ).


" Baik, aku yang akan memilih.."


Azof dengan gembiranya beralih lagi ke sambungan adiknya, Yuna..


" Halo, Yuna.."


' Iya, kakak, apa sudah bicara ??'


" Tolong kirimkan video mereka, Hani Ingin memilih sendiri calon anak kita nanti.."


' Baik, bagus sekali.. aku akan segera melakukannya..'


Terdengar begitu senang..


...****************...


" Kakak, tolong, ya.. jangan tolak dia, aku tidak mau menjomblo seumur hidup gara-gara kakak menolaknya, aku sungguh mencintai pria itu, jadi izinkan kami bersatu, ya.." ( memohon sebelum Jian pergi ).


" Hhh.. aku belum melihat bagaimana wajah pria kamu itu, mana mungkin aku akan begitu saja menerima dia.. aku harus mengetahui dia itu orang yang seperti apa, kerja apa, dan suka permainkan wanita atau tidak, kalau dia suka bermain wanita, maka aku tidak akan setuju, aku tidak mau melempar adikku kepada pria seperti itu.."


" Tidak mungkin, dia tidak mungkin suka mempermainkan wanita, hanya saja, aku tidak tahu yang ada dalam pemikiran kakak pria yang baik itu yang seperti apa..."


" Kalau begitu, tidak perlu kenalkan, aku tidak peduli.."


" Kenapa begitu ?? Kakak tidak mau menyetujui kami berdua ??" ( nadanya naik satu tangga ).


" Kalau kamu mau aku datang, maka terserah padaku saja, tidak perlu memohon untuk menerima dia begitu saja.."

__ADS_1


" Iya, baik.. " ( manyun ).


" Mau ikut tidak ??"


Alishia mengangguk pelan.


" Baiklah, Shizin, kita berangkat sekarang.."


" Baik tuan.."


Mereka berangkat langsung dari perusahaan Jian menuju tempat yang sudah di janjikan.


Vroooommmm..


...****************...


" Hh.. menikah ?? Apa aku sungguh memikirkan menikah dengan dia ??" ( sedang asik berpikir di dalam mobil ).


" Memangnya siapa lagi wanita yang mengajak tuan untuk menikah ??" ( sambil menyetir ).


" Dia satu-satunya wanita yang belum bisa aku kuasai di atas ranjang. Begitu membuat aku penasaran saja.."


" Benarkah ?? Mungkin dia tidak terlalu pandai bergaul ??"


" Entah, aku tidak tahu, tapi dia mengajakku untuk menikah, mungkin dia terlalu pandai menjaga diri, atau mungkin, keluarganya yang begitu ketat .."


" Apa tuan benar-benar serius ingin menikahi dia ??"


" Kita lihat dulu siapa yang menjadi keluarganya, jika dia orang yang sangat penting, aku bisa pertimbangkan, tapi kalau keluarganya tidak bisa memberikan keuntungan apapun untukku, maka aku akan melepaskan dia, dan mencicipinya lain waktu.."


...****************...


Fu Xuelan turun dari mobilnya, dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke dalam restoran. Dia terlihat begitu angkuh dan arogan kala memasuki restoran mewah milik Yuan tersebut. Mungkin dia tidak tahu pria yang akan dia temui adalah pria terkenal yang menjadi seorang pengusaha terkenal di negara ini.


" Tidak perlu !! Aku tidak suka minum es di malam hari, bisa membuat aku kencing lebih dari tiga kali.."


" Bukankah, kakak penikmat manis.."


" Jangan merayu aku untuk mendapat simpati, Alishia, sekali aku melihat ada keganjilan dengan pria itu, maka aku tidak akan bisa setuju.."


" Kita lihat saja nanti.."


" Halo, sayang..."


Dua orang itu mendongak, melihat siapa pria yang baru saja berusaha menyapa mereka..


" Fu Xuelan ??" ( wajah senang ).


Berdiri..


Berpelukan..


' Pria ini ?? Fu Xuelan ?? Pacarnya Alishia ??'


Tentu saja Jian begitu terkejut. Pria ini sejak beberapa hari lalu berhasil membuat dia merasa terganggu dengan titipan benihnya dalam rahim gadis polos itu, gadis yang memintanya untuk bertanggung jawab atas kehamilan yang dia tidak tahu sama sekali.


" Perkenalkan, ini kakak aku, Tuan Jianan.."


' Jianan ?? Apa dia keluarganya Alishia ?? Jika benar, maka aku akan jadi pria paling beruntung bisa menjadi adik ipar orang ini..'


Merasa senang dulu..

__ADS_1


" Kakak, ini Fu Xuelan, kekasih Alishia.." ( memperkenalkan ).


" Halo, tuan, saya dari keluarga Fu, kekasihnya Alishia, senang sekali bisa bertemu dengan kakaknya Alishia, suatu kehormatan bagi saya.." ( mengulurkan tangan ).


Jian memalingkan muka dengan seketika, sebagai tanda dia acuh tak acuh.


" Ghemm.. aku Jian, kakaknya Alishia.."


" Kakak, jangan begitu, dia berusaha lebih ramah, balas jabatan tangan dia.." ( memohon ).


" Duduklah, kita bicara dengan sopan.." ( mulai menyindir ).


Tapi orang itu bahkan tidak menyadari sama sekali. Dia hanya mengikuti arahan Jian untuk duduk dan memulai perbincangan..


" Bagaimana dengan bisnis tuan Jian ?? Apa sudah membutuhkan investor baru lagi ?? kalau tuan berkenan, aku bisa berinvestasi ke dalam perusahaan tuan.." ( mencoba lebih dekat ).


Masih tidak peduli.


' Bagaimana aku bisa menerima dia ?? Sedangkan pria ini sudah berani menghamili seorang gadis..'


" Kak ?? Kakak ??"


Alishia mengejutkan lamunan Jian.. Padahal lagi asik-asiknya berpikir kritis. Hhh..


" Ya ?? Kenapa ??"


" Fu Xuelan sedang bertanya pada kakak, apa kakak tidak dengar ??" ( mulai kesal ).


" Alishia, ada kalanya kamu harus melihat seseorang dari dalamnya juga, yang tampan belum tentu baik, dan yang kaya belum tentu dermawan, belum tentu juga orang yang terlihat baik dia juga bisa setia.."


' Apa maksud orang ini ?? Seakan-akan dia sedang berusaha menyindirku, apa dia tahu sesuatu tentang aku..'


" Maksud kakak ini apa si ?? Aku tidak mengerti.." ( polos ).


Wanita yang mudah di bodohi..


Jian bangkit dari duduknya, dan kemudian hendak beranjak dari sana. Tapi Alishia dengan sigap menyeka langkah kaki kakaknya.


" Kakak ini mau kemana ?? Perkenalan belum selesai, apa kakak mau meninggalkan kami berdua di sini ??"


" Kamu juga harus meninggalkan pria itu, dia tidak pantas menjadi suami kamu..." ( pergi ).


" Apa ?? Apa maksud kakak ?? Kakak !! Jangan pergi.. "


Jian tetap tidak peduli. Dia malah semakin jauh melangkah meninggalkan adiknya dengan pria baj*ngan itu di sana.


' Dia sudah tahu tentang aku yang sebenarnya.. dia tidak bisa diremehkan..'


...****************...


" Baiklah, aku akan membawa dia pulang untuk kakak ya.."


' Iya, dia begitu menggemaskan..'


" Baiklah, kalau begitu, aku tutup dulu ya.."


Bip !??


Sambungan di putus, tapi mendadak Yuna mendapat sambungan baru lagi. Ini dari rumah. Ada apa ya kira-kira ??


" Halo.."

__ADS_1


' Nyonya, ada seorang gadis yang mengaku mengandung anak tuan..'


" Apa ??"


__ADS_2