Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Kasus Baru


__ADS_3

Hari demi hari masih terus berlalu. Kini Yuna sedang hidup dalam keputusannya sendiri. Keputusan yang bahkan dia juga tidak tahu, apakah itu tepat atau tidak. Terhitung sudah satu bulan semenjak kejadian itu. Kini dia harus merasakan kehidupannya sebagai seorang wanita yang mengurus dan melayani suami. Apa Yuna sudah melakukan.....??


Tidak !!!


Sejauh ini, masih belum.


Skip.


Meja makan.


" Demy !!! Kau harus sarapan sebelum berangkat bekerja bukan.. Cepatlah turun !!"


Demy terdengar melangkah menuruni tangga, dan kemudian berdiri di ujung tangga tersebut.


" Apa yang sedang kau lakukan disitu ? Apa kau tidak mau sarapan ?"


" Makan saja masakanmu sendiri. Lagipula aku sudah ada janji sarapan diluar hari ini.." ( Wajah judes ).


Itulah sikap Demy yang sekarang. Kalian sudah bisa memahami bukan ??


"Tapi, Demy.. Kau sudah lama tidak makan di rumah. Apa kau sudah bosan dengan masakanku ??"


Semenjak kejadian hari itu, sikap Demy berubah 360 derajat menjadi pribadi yang berbeda. Yuna tahu suaminya itu memang temperamental sejak dulu. Ia hanya berusaha diam, karena ingin menyelamatkan pernikahannya.


" Kalau sudah tahu, kenapa masih bisa bertanya ??" ( Hendak pergi ), " oh iya.. aku tidak akan menjemputmu pulang dari kantor hari ini.. Sheryl mengajakku bertemu untuk reuni.."


" Reuni apa ?"


" Reuni kelas fisika dulu.. Kamu tidak akan tahu itu.."


" Oh.. tidak masalah.. Lagipula aku juga bisa minta sopir untuk menjemputku.."


" Sopirmu sudah aku pecat pagi ini. Apa dia tidak berpamitan denganmu ?"


" Apa ?? Kamu memecat sopirku ?? Kenapa ?? Apa dia berbuat salah ??"


" Memangnya kenapa kalau aku pecat dia ?? Lagipula selama ini, kan, dia mendapat gaji dari aku.. Aku juga berhak memutuskan semua ini.."


" Gaji dari kamu ?? Aku yang sudah mengeluarkan uang untuk memberi gaji padanya, dan kau bilang gaji itu dari kamu ?? Apa maksud ucapanmu ??"


Suasana mulai terlihat panas.


" Hehh !! Apa masih kurang jelas ? Kau memang diberi hadiah perusahaan oleh ayahku, tapi bukan berarti itu sepenuhnya milikmu. Aku yang jadi anak kandung disini, aku yang lebih berhak !!"


Sikap ini !!!


Menyakitkan !!!


Yuna hanya terdiam. Mendadak hidupnya berubah menjadi tragis seperti ini. Dia tak mampu berkata-kata lagi. Benar kata Demy. Perusahaan itu bukan sepenuhnya untuk Yuna.


Demy melangkah pergi. Dia mengabaikan Yuna yang sedang terdiam merasakan kepedihan dihatinya. Ucapan suaminya sungguh membuat dirinya begitu rapuh. Terlalu menyakitkan.


" Hallo, Sheryl... Aku akan datang satu jam lagi.. Tunggu aku sebentar, ya.."


Dan lagi. Wanita bernama Sheryl itu.


Apa ini ujian pernikahan yang sebenarnya ? Apa kedepannya, kami akan diuji dengan pengkhianatan ? Apa semua yang ia lakukan pada Jian akan berbalik padanya suatu hari nanti ?


Dia terduduk di kursi. Wajah yang dia coba untuk tersenyum dan bahagia meski harus memilih mempertahankan pernikahannya, daripada kembali dengan cinta sejatinya, nyatanya tidak lain adalah jurang penderitaan. Dia melihat sisi buruk suaminya yang sangat menyakitkan ini. Kenapa kau menjadi sekejam ini Demy ??


.......


Hari itu Jian sedang sibuk mempersiapkan segala dokumen untuk rapatnya dengan klien besar. Dia sangat sibuk beberapa hari ini. Apalagi setelah pihak Tiansha kembali menghubunginya untuk melanjutkan diskusi tentang kerja sama mereka yang sempat tertunda.


Jian sedang menemui klien besarnya di ruang rapat perusahaan. Sementara Sanni masih mengawasi atasannya tersebut dari belakang. Dia tahu menemui klien semacam ini memang tidak mudah.


Semenjak kejadian satu bulan lalu, seluruh media akhirnya tahu kalau Jian sudah sembuh dan bangun dari komanya. Mereka bahkan tahu kalau Jian yang sudah berusaha mengungkap seluruh fakta tersebut. Karena itulah mereka sangat menyayangkan jika Yuna tidak mau kembali kepada Jian dan malah memilih untuk melanjutkan pernikahannya.


Drrrttt Drrtttt


Ponsel Jian berbunyi. Tapi ponselnya berada di tangan Sanni. Hal itu membuat Sanni memilih untuk keluar dan mengangkat panggilan. Dia tidak ingin mengganggu pertemuan penting ini. Dia sangat paham kalau proyek ini sudah menjadi impian Jian sejak dulu. Mana mungkin dia akan mengacaukannya ??


" Hallo.."


' Apa ini dengan Mr Jianan ?'


" Iya benar. Beliau sedang tidak bisa diganggu, jika ada hal penting, bicara saja denganku, aku adalah asisten Mr Jianan.."

__ADS_1


' Baiklah.. Kami baru saja mendapat perkembangan baru mengenai kasus yang menimpa Nona Yuna beberapa waktu lalu..'


" Apa ini dari kepolisian ?"


' Iya benar.. kami sudah menangkap tersangka baru dalam kasus ini..'


" Tersangka baru ?"


' Iya.. Diharapkan Mr Jianan berkenan hadir untuk menjadi saksi dalam sidang besok..'


" Baik. Akan saya sampaikan."


' Terima kasih..'


Tuut Tuut Tuut.


Panggilan diakhiri. Wajah Sanni mendadak bingung dan bertanya-tanya. Bukankah hanya ada tiga tersangka dalam kasus ini ?


Dia mulai memikirkan soalan tersebut. Benar. Memang ada empat tersangka. Salah satunya seorang pria. Dia melihat sendiri waktu dia datang ke Rumah Sakit bersama empat pengawal Jian. Mereka baru saja tiba. Ada dua orang perempuan, dan satu orang laki-laki yang memakai masker dan topi. Tapi setelah itu, dia tidak ingat apapun. Ada yang memukulnya dari belakang, dan setelah itu, mereka terbangun di sebuah gedung terbengkalai jauh dari keramaian.


Dan beberapa hari sebelum pernikahan Yuna dilangsungkan, mereka dibebaskan tanpa syarat. Setelah itu, akhirnya dia meminta para pengawal untuk terus berjaga di tempat Jian 24 jam penuh. Dia pikir kejadian ancaman Jian hari itu hanya urusan bisnis dan kepopuleran. Karena itulah dia tetap diam dan hanya membuat tindakan perketatan pengamanan di ruangan Jian. Dia tidak menyangka hal ini ada hubungannya dengan pernikahan Yuna hari itu. Andai dia tahu pernikahan Yuna adalah sebuah pemaksaan, dia pasti akan mencegahnya bagaimanpun caranya.


Tapi sayang, Sanni juga sama. Tidak mengetahui apapun saat pernikahan itu. Yuna begitu menutup rapat alasannya menikahi Demy. Dia baru tahu setelah beberapa saat Azof menghubungi pengawal Jian untuk melakukan kerja sama. Dan hal itupun dia kurang tahu.


Dia memang tidak membuka kejadian itu secara terbuka pada Jian. Dia tahu hal itu hanya membuat pikiran Jian semakin terbebani.


' Aku harus menanyakannya pada Mr sendiri..'


Beberapa jam kemudian, pertemuan akhirnya selesai. Seluruh klien sudah terlihat pergi meninggalkan ruangan. Ini kesempatan Sanni untuk bertanya langsung pada Jian.


" Mr.." ( mengemas seluruh dokumen di meja ).


" Kenapa ?"


" Kau mendapat panggilan dari kepolisian.."


" Apa ada sesuatu yang penting ?"


" Mereka meminta anda untuk datang ke persidangan besok sebagai saksi.."


" Hanya itu.." ( melonggarkan dasi ).


" Bagus kalau begitu.."


" Mereka mengatakan sudah mengamankan tersangka baru.."


" Apa ? Tersangka baru ??"


" Iya Mr.."


Jian malah menjadi semakin bingung. Setahunya hanya ada tiga tersangka yang berhasil diungkap Annie waktu itu. Tapi sekarang ada satu tersangka lagi ? Siapa kira-kira?


" Siapkan mobil. Aku akan datang hari ini juga.."


" Baik Mr.."


........


Kantor polisi bagian barat kota K.


Pukul 10.09.


' Tap ! Tap !'


Jian berjalan menyusuri tempat penuh hukum itu. Berjalan dan akhirnya menemui seseorang di dalam sana.


" Anda sudah datang rupanya.."


" Bagaimana aku bisa menyelamatkan kamu ??"


Mereka duduk berhadapan dengan wajah yang saling bertatapan.


" Tidak perlu ! Aku memang harus menanggung semua kesalahanku.."


" Tidak !! Kau juga sudah melibatkan para pengawalku. Aku yang bertanggung jawab disini.."


"......."

__ADS_1


" Aku akan datang di persidangan besok untuk memberi pembelaan terhadap kalian.."


" Terserah padamu saja.. Aku sudah pasrah jika harus menetap di penjara karena kasus pembunuhan itu."


............


Yuna melihat beberapa berkas di meja kerjanya dengan tatapan kosong. Pikirannya masih saja terpaku pada sikap suaminya, Demy. Sebelumnya pria itu selalu memperlakukannya dengan baik, tapi bagaimana bisa sekarang seolah-olah semuanya terbalik. Lelaki itu menjadi semakin dingin dan acuh. Bahkan kerap kali menyakitinya dengan perkataannya yang kasar.


" Nona ??"


" Alson ? Ada apa ?"


" Ada berita perkembangan baru dari kasus anda hari ini.."


" Apa perkembangannya ?"


" Pihak berwenang sudah berhasil mengamankan satu tersangka pembunuhan.."


" Pembunuhan ? Mungkin itu bukan kasus yang dimaksud."


" Tidak, Nona.. Kali ini beritanya sungguh menarik..", ( mengambil ponsel, dan membuka artikel ), " anda lihat sendiri saja.. ini.." ( Menunjukkan pada Yuna ).


Yuna membaca artikel itu secara seksama. Wajahnya menandakan keterkejutan yang tidak bisa diungkapkan.


" Apa ?? Kak Azof masuk penjara ???"


Yuna memberikan ponsel Alson ke pemiliknya itu.


" Apa anda kenal dokter tampan ini, Nona ?"


" Tentu saja.. Ini adalah kakakku." ( Wajah cemas ).


" Terus apa yang harus kita lakukan ?"


Yuna sedang berpikir. Sepertinya tidak ada jalan lain disini.


" Aku akan meminta izin pada suamiku untuk terbang kesana. Bagaimanapun aku harus mendengar penjelasan darinya. Lagipula, aku juga ingin melihat kondisi ibuku.."


" Baiklah.."


Yuna mengambil ponselnya dari dalam tas, dan kemudian menghubungi Demy..


" Hallo.."


' Kenapa ?'


" Demy, kau sudah mendengar pemberitaan tentang kakakku ?"


' Sudah !! Ternyata dia seorang penjahat, ya ?? Apa bedanya dengan ibuku..'


Wajah Yuna mendadak merah padam. Lagi-lagi pria ini ingin mengajaknya bertarung..


" Apa kau tidak bisa bicara baik-baik?"


' Memangnya aku salah ?? Membunuh, kan, tindakan kriminal.. Jadi sudah jelas kalau kakakmu ternyata seorang penjahat, bukan ??'


Makin hari, kelakuan Demy semakin membuat Yuna kesal.


" Tidak ada gunanya aku menghubungimu.."


" Katakan apa yang ingin kau bicarakan !!"


" Aku akan terbang kesana untuk menemui keluargaku, aku mencemaskan mereka semua.. Apa kau mengizinkan aku ??"


Dari seberang terdengar gaduh. Suara menjijikan dari mulut perempuan-perempuan penggoda juga terdengar.


' Pergi saja jika kau mau.. Semakin lama semakin baik..'


" Apa ?? Demy, katakan padaku. Sedang dimana kau sekarang ?"


' Apa itu penting ?'


" Demy, jangan membohongiku !!"


' Baiklah, aku tidak akan berbohong. Aku sedang.. bersama wanita cantik disini..'


Deg !!! Dia berhenti bicara.

__ADS_1


Apa ini yang dirasakan Jian saat mengetahui Yuna berkhianat darinya ? Sakit sekali.. Meski secara perasaan, Yuna memang masih mencintai Jian. Tapi apa hal yang Demy lakukan ini pantas dia terima ? Apa ini hukuman bagi Yuna ?


__ADS_2