Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Hadiah Terburuk


__ADS_3

" Maaf, Tuan Jian yang terhormat, aku tidak bisa keluar rumah untuk menjemputmu.. Kondisiku belum pulih benar dari sakit.. Aku akan menyuruh seseorang untuk mengantarmu ke rumahku, aku tunggu jam dua belas siang ini.."


Demy terlihat menghubungi Jian lewat ponselnya, dari seberang Jian terdengar mengiyakannya saja dengan sederhana.


" Bagaimana ??"


" Aku sudah menghubunginya.."


" Apa kau yakin akan melakukan ini ??"


Demy membuang puntung rokoknya sembarang tempat. Dia sedang bersama Lucky, sahabat setianya di sebuah tempat tongkrongan di pinggir jalan.


" Dia sudah terlalu menderita semenjak kejadian saat itu karena ibuku.. Aku tidak bisa terus-terusan memenjarakan dia dalam pernikahan ini hanya karena prinsip yang dia pegang.. Aku akan sangat merasa bersalah karena itu.."


Lucky menghisap rokoknya dengan nikmat.


" Kau sudah sangat jahat kepadanya akhir-akhir ini.."


" Apalagi yang harus aku lakukan selain itu ?? Jika aku tidak melakukannya, maka dia akan terus mencoba bertahan di sisiku.. Itu akan menjadi semakin buruk untuk Yuna.."


" Ini terakhir kali kamu berkorban untuk dia, setelahnya, kau harus lebih bahagia untuk dirimu sendiri.."


" Entahlah.. Aku tidak akan tahu masa depanku.."


Lucky bangun dari duduknya, lalu membenarkan jas hitamnya. Wakil CEO dalam perusahaan Demy itu terlihat juga membuang puntung rokoknya ke tempat sampah.


" Aku sudah menghubungi dia, dia akan segera sampai.. Setelah itu, aku tidak mau lagi punya urusan dengan pernikahanmu.."


" Tenang saja, ini akan menjadi yang terakhir.. Aku janji !!"


..........


' Hemm.. laki-laki ini mendadak ingin menemuiku, aku ingin melihat pertunjukan apa yang sengaja dia siapkan untukku..'


" Apa anda sudah berhasil menghubungi Tuan Demy ?"


" Dia hanya mengatakan akan mengirim orang untuk menjemputku.."


" Mr.. apa anda yakin akan tetap pergi kesana ?"


" Aku ingin tahu apa yang akan dia mainkan.. Apa dia hanya ingin membuatku cemburu, atau masih ada maksud lainnya lagi.."


" Baiklah.. Kalau begitu, kita tunggu mereka datang.."


Sebenarnya tanpa harus mengirim orang, Jian sudah bisa pergi langsung ke rumah itu. Tapi entahlah. Sepertinya ada yang sedang Demy rencanakan kali ini. Melihat waktu yang sudah diatur dan tempat pertemuan yang dipilih olehnya, membuat Jian penasaran saja ingin mengetahui semua yang Demy persiapkan.


Ciitttt..


Tak berapa lama setelah itu, sebuah mobil keluaran terbaru berwarna hitam mengkilat terlihat berhenti tepat di samping mobil yang Jian tumpangi. Sepertinya Demy baru saja membeli mobil mewah itu setelah dia kalah dari taruhan di klub nya waktu itu.


Dua orang pria keluar dari mobil, dan mengetuk pintu mobil Jian.


Jian membuka kaca mobilnya..


" Tuan.. Tuan Demy menyuruh kami untuk menjemput anda.."


Jian mengangkat tangannya pertanda dia sudah mengerti..


" Kita berangkat sekarang ??"


" Baiklah.."


Jian menutup kembali kaca mobilnya setelah memastikan pria itu pergi dari sana.


" Jalan.."


Jian mengisyaratkan sopirnya untuk melanjutkan perjalanan setelah mobil Demy lebih dulu berjalan didepannya.


.....

__ADS_1


' Tok! Tok! Tok!'


" Sebentar.."


Yuna sudah berpakaian rapi dan terlihat begitu anggun saat itu. Sesuai permintaan suaminya, Demy, dia sengaja membereskan rumah sebersih mungkin dan memasak aneka makanan enak lebih awal. Dia juga berdandan cantik karena takut akan mempermalukan suaminya nanti di depan kliennya.


Cklek.


Pintu dibuka.


" Silahkan ma..."


Yuna terbelalak. Dia tidak mendapati seorang klien atau rekan kerja Demy saat itu. Yang ia dapati hanya.. Demy dan seorang wanita.. cantik..


" Demy, siapa dia ??"


Demy tidak menjawabnya. Dia hanya berusaha merangkul si wanita itu dengan mesum, dan membawanya masuk ke dalam rumah.


Mereka tidak menghiraukan adanya Yuna di muka pintu. Sepertinya mereka sengaja membuat Yuna merasa tidak nyaman.


" Demy, dia siapa ?? Katanya mau ketemu sama klien.. Tapi kamu malah datang sama wanita ini ."


" Klien ?? Apa aku pernah bilang mau ketemu klien kerja sama kamu ??"


" Tapi.. "


" Perkenalkan, ini Sheryl.. pacar baruku.."


Degg !!!! Perasaannya hancur lebur saat itu.


" Apa ?? Kamu.."


" Iya.. Dia pacar aku.. Kenapa ??"


" Aku tidak percaya.."


Plak !!!


Dengan keras Yuna menampar wajah suaminya tanpa ampun. Sudah tidak ada lagi kata maaf untuk Demy sekarang. Dia sudah sangat keterlaluan..


" Keterlaluan kamu !!" ( Yuna nampak begitu murka ).


Demy melepas tangannya dari pundak wanita bernama Sheryl itu. Matanya melotot tajam dan amarahnya terlihat memuncak menghadapi istrinya.


" Apa.. Kenapa jika aku sudah keterlaluan ?? Kamu mau apa ??? Hahh ???"


Yuna menitihkan air matanya untuk yang kesekian kalinya.


" Kamu pikir hidup sama kamu enak ?? Aku harus mengorbankan segalanya, mulai dari perasaan, keluarga, dan harta.."


" Demy.."


" Sudah cukup aku bersandiwara.. Sekarang saatnya kamu tahu kebenarannya.. aku tidak pernah mencintai kamu !!! Sejak dulu, saat aku selalu memaksa kamu untuk menikah denganku sementara kamu masih setia menunggu Jian bangun dari koma, aku tidak pernah cinta sama kamu !!"


" Bohong !!"


" Aku hanya memanfaatkan kamu supaya aku bisa terkenal, dan otomatis keuangan keluargaku juga akan bangkit.."


" Kamu bohong !!"


" Terserah !! Yang jelas, aku sudah kasih tahu kamu, mau percaya atau tidak, terserah kamu saja !!"


Yuna beralih menatap wanita di samping Demy. Geram sekali mendapati wanita itu tiba-tiba masuk dan seketika membuat kericuhan di dalam rumahnya.


" Kamu !!! Dasar wanita tidak tahu diri !!!"


Yuna tidak mau bertindak gegabah. Toh. Dia tidak pernah cemburu jika Demy didekati siapapun. Dia hanya merasa mereka sama sekali tidak menghargai keberadaan Yuna. Tidak ada lagi yang bisa Yuna lakukan sekarang, selain mengingatkan satu hal pada wanita itu mengenai Demy..


" Aku juga tidak pernah mencintai Demy.. Aku mau bertahan hanya karena prinsip !! Tapi asal kamu tahu !! Sedalam apapun kamu menjatuhkan Prinsipku, maka seperti itulah kamu akan jatuh nantinya.." ( Tersenyum ), " akhirnya aku sudah bisa pergi tanpa beban ! Kau hanya benalu yang menjadi masalah dalam hubunganku dengan Jian.. Aku muak menjadi istri yang pura-pura baik selama ini !! Aku benci pernah menikah dengan kamu !! Andai kamu tahu, dibandingkan dengan kamu, binatang kotor pun jauh lebih suci !!"

__ADS_1


Plak !!!!


Demy menampar Yuna dengan keras. Wanita itu jatuh tersungkur di ambang pintu..


" Dasar wanita j****g !!!"


" Aku tidak tahu kenapa kau mengundangku hari ini.."


Jian mendadak datang dari luar. Dengan segera dia membangunkan Yuna dari lantai.


" Maaf, sayang.. Aku terlambat datang.."


" Jian.." ( Wajahnya terlihat agak lebam ).


" Rupanya kau ingin memberiku pertunjukan ini dihadapanku, Tuan Demy.."


" Hhhh. Akhirnya kau datang juga.. Aku hanya ingin menyerahkan wanitamu ini kembali. Aku sudah bosan menjalani permainan ini bersamanya.."


" Berani menyentuh wanitaku, padahal aku sudah menitipkannya baik-baik padamu.. Kau sangat mengecewakanku, Tuan Demy.."


" Bagiku dia hanya barang rongsokan yang sudah tidak bisa dipakai lagi olehku.. Jadi sengaja kau kusuruh datang kemari untuk mengambilnya.."


" Cihhh. Setelah semua yang Yuna lakukan untukmu, ini caramu berterima kasih ??"


" Jian.. Diamlah.. Ini urusan rumah tanggaku.."


" Ingat, Yuna.. Kau bahkan belum pernah memutuskan hubungan kita.. "


" Jian.."


" Bawa saja wanitamu keluar dari rumahku !! Urus barang rongsokan itu dengan baik !! Aku sudah tidak mau lagi direpotkan olehnya.."


" Jika itu maumu, maka aku akan menurutinya.. Satu hal lagi yang harus kamu tahu, Yuna bukanlah barang rongsokan seperti yang kau katakan.."


Jian mengangkat tubuh Yuna yang lemah dan membawanya pergi dari rumah itu. Ingin sekali Jian menyuruh pengawalnya untuk memukuli Demy sampai mati, tapi lagi-lagi dia tidak ingin bertindak gegabah. Membunuhnya bukanlah hal yang sulit. Tapi akan lebih baik jika Demy mendapatkan balasan secara perlahan.


Seorang pengawal membukakan pintu mobil Jian. Jian yang sedang membawa Yuna juga dalam dekapannya terlihat memasuki mobil tersebut, dan akhirnya melesat pergi.


Vroooooommmmmm...


Sementara di dalam rumah Demy..


" Apa kau baik-baik saja ??"


Wanita itu mengusap bahu Demy, namun Demy sengaja menepisnya.


" Tinggalkan aku sendiri !!"


Wanita itu hanya menurut saja. Dia pergi meninggalkan Demy sendirian di ruang tamu.


Krebb !!!


Pintu ditutup rapat. Demy terjatuh di atas lantai, dan menangis sejadinya. Kali ini hatinya benar-benar hancur berkeping-keping. Dia sukses menjalankan rencananya, tapi dia sendiri yang merasa dihancurkan oleh rencananya itu.


' Apalah daya, Yuna.. Aku hanya manusia yang terlahir dari rahim Daniah.. Dan wanita itu yang sudah menghancurkan hidupmu.. Hidup denganku hanya akan membuat kamu tersiksa.. Hanya ini hadiah yang bisa aku berikan untukmu.. Semoga kamu bisa bahagia dengan cinta sejatimu, Yuna..'


Rupanya kamu dengan sengaja melakukan semua ini karena merasa kasihan dengan Yuna. Kamu ingin membuat Yuna kembali pada Jian dengan cara seperti ini. Caramu sungguh tidak masuk akal. Tapi karena itulah, akhirnya Yuna bisa kembali dengan cintanya.


.........


" Sanni.."


" Iya, Mr.." ( Dari depan, Sanni menoleh ke belakang ).


" Hubungi semua perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Demy.. Siarkan berita buruk ini ke seluruh media, supaya mereka tidak mau lagi bekerja sama dengannya.."


" Baik Mr.."


Jian menatapi wajah gadis dalam pelukannya itu. Wajah yang polos dan begitu banyak memendam masalah. Gadis yang tangguh dan kuat. Seharusnya saat itu dia memaksanya saja untuk kembali. Dengan begitu, kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Maafkan Jian, Yuna.. Dia yang sangat merasa bersalah karena insiden ini..

__ADS_1


__ADS_2