Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Kenapa dengan Nyonya Yuna ??


__ADS_3

' Katakan !!'


" Tuan, sepertinya ada yang aneh dengan nyonya Yuna.."


' Aneh bagaimana ?? katakan lah dengan jelas, jangan membuat aku marah begini..'


" Dia.. begitu mesra dengan tuan Demy.."


Iya.. David memang melihatnya sendiri dari teropong yang selalu dia bawa untuk melihat kondisi dan situasi. Mana tahu ada musuh dari jauh, kan bisa kita lihat..


' Apa ?? Dia begitu mesra katamu ??'


" Iya, mereka bermesraan di depan tv, dan.. aku tidak tahu apa yang terjadi pada mereka berdua.."


" Apa ?? Terus selidiki mereka berdua, cari tahu juga apa yang terjadi pada nyonya Yuna sebenarnya.."


" Baik, tuan !!"


David memutuskan sambungan beberapa saat kemudian, lalu beralih mengawasi pergerakan dari jauh. Kali ini, dia tidak memilih pepohonan di area rumah Demy untuk pelindung, dia langsung masuk ke pelataran rumah Demy yang lebih dekat. Karena itulah dia berhasil melihat Yuna di sana.


Tapi..


Beberapa saat setelah itu..


Puk puk !?


David merasa ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang. Oh tidak.. Mungkin kah dia ketahuan ??


David menoleh, dan mendapati dua orang bertubuh kekar menatapi dirinya dengan sangat sangar.


" Mata-mata yang bodoh !!"


Hap !?


Dua pria itu dengan lihainya, menangkap David secepat kilat, dan membawa pemuda yang usianya mungkin barulah menginjak angka dua puluh enam tahunan itu masuk ke dalam sebuah ruangan yang sangat gelap.


Mereka mengikat tubuh David dengan erat agar dia tidak bisa kabur dari sana.


" Sayang sekali Jian mengirim orang yang begitu lemah.."


Ucap salah seorang di antara mereka, sesaat sebelum akhirnya mereka berdua pergi dari tempat itu.


" Sial !!! Bagaimana mereka bisa menemukan aku... Di mana ponselku ??"


Dia mencoba mencari keberadaan ponselnya, tapi sayang, ponselnya terjatuh di halaman rumah saat dia berusaha memberontak dari tangkapan dua orang itu.


" Arkh !! Br*ngs*k !!!"


...****************...


Sementara, Jian sedang asik bergelut dengan hati dan pikirannya. Ucapan David barusan membuat hatinya mendadak merasa begitu kacau. Dia menyandarkan tubuhnya ke sofa, lalu setelah itu, berpikir kemungkinan apa yang terjadi pada Yuna hingga dia berani bermesraan dengan Demy..

__ADS_1


' Apa mungkin dia amnesia ??'


...****************...


Tap tap tap tap tap tap tap.


Dengan langkah kaki yang semakin cepat, Azof berusaha menyusul seorang wanita yang dia yakini adalah istrinya. Sudah beberapa hari dia tidak menemukan istrinya dimana pun. Hari itu dia memilih untuk menjenguk Jian di rumah sakit, meskipun hanya sebentar saja, untuk memastikan apakah Jian baik-baik saja atau tidak, lalu setelah itu dengan terpaksa dia meninggalkan Jian di kota M dan kembali pulang ke kota K.


Iya..


Dia bisa apa ?? Saat ini bukan hanya Yuna dan Jian yang mengalami masalah, tapi rumah tangganya dengan Hani juga sedang terguncang. Tidak ada yang bisa dia lakukan untuk adiknya, selain memasrahkan semuanya pada pihak Jian yang jauh lebih kuat. Lagi pula, dia juga tidak mau mengulangi kesalahan yang sama beberapa tahun yang lalu.


Dia terus berlari mengejar wanita itu di sebuah taman hiburan. Keringatnya deras membasahi seluruh tubuhnya. Tapi meskipun begitu, dia tidak mau kehilangan jejak seorang Hani..


Wanita itu berjalan di kerumunan orang banyak, sembari menggendong seorang bayi. Dia terlihat memakai mini dress berwarna oranye, dengan rambut yang di kuncir ala kadarnya saja, hingga membentuk sosok yang mirip sekali dengan Hani.


Dan setelah perjuangan panjangnya melalui beberapa kerumunan orang di sana, akhirnya..


Hap !?


Azof berhasil mencekal tangan wanita itu.


" Hani ??"


Wanita itu menoleh..


" Maaf ?? Siapa ya ??"


Azof terkejut saat melihat wajah siapa yang ada di depannya. Wanita itu bahkan tidak sama seperti Hani sedikitpun.


Wanita itu tersenyum kecut kepadanya sambil membawa anaknya pergi dari tempat itu.


Oh Azof !!


Betapa depresi otakmu hingga wanita Lin Lin kamu kira itu Hani. Huhh.. sampai kapan dia akan terus seperti ini ?? Menjadi orang gila, yang selalu teringat wajah Hani yang manis.


Dia memutuskan untuk pergi dari sana setelah memastikan kalau Hani memang tidak ada di sana. Iya, lagi pula mana mungkin Hani mengajak Zio untuk datang ke tempat seperti ini ?? Zio kan masih terlalu kecil untuk menaiki wahana di tempat ini.


Tapi sejujurnya di balik tembok sebuah bangunan di tempat bermain itu..


Hani bisa menarik nafasnya yang terpenggal-penggal karena begitu penat mencoba berlari jauh dari Azof. Dia memang sedari tadi ada di tempat itu. Seorang kawan mengajaknya untuk beristirahat sejenak melupakan beragam masalahnya.


Dan Zio.. dia juga ada di sana..


" Untunglah.. dia sudah pergi, kau mau pergi dari sini ??"


" Iya, bawa aku pergi Visha.."


Visha dan Hani pergi dari tempat itu dan mencoba menyelamatkan diri dari orang itu. Ini memang bukan waktu yang tepat untuk mereka bertemu. Terlebih lagi, Hani memang sudah tidak mau lagi menemui Azof. Mungkin lebih tepatnya.. dia merasa muak pada pria itu.


Awalnya Azof sedang memberitahu pada Jian kalau dia dan petugas bandara berhasil menemukan sebuah bukti akurat untuk menunjukkan beberapa pelaku penculikan Yuna. Dia mengirim rekaman video cctv bandara yang memperlihatkan enam orang membawa seorang pasien dengan kursi roda, dan memasuki sebuah pesawat. Tapi pesawat itu mungkin saja sudah di sewa oleh mereka.

__ADS_1


Tapi saat dia baru saja selesai mengirim bukti itu pada Jian, mendadak sekilas dia melihat bayangan sesosok wanita yang tidak bisa dia lupakan. Sosok yang begitu cantik dan dengan bayi yang di gendong di dalam dekapannya. Wanita itu berjalan dengan santai dengan satu orang lainnya, dan menuju sebuah taman hiburan.


Sesekali dia wanita itu berhenti untuk sekedar memberikan susu pada buah hati yang ada dalam dekapan wanita satunya. Dan saat wanita itu menoleh...


Wajah itu..


Benar-benar Hani..


Azof tidak salah lihat !!


Wanita itu memang Hani..


Bergegas dia meninggalkan uang di atas meja restoran dan berlari ke arah Hani dengan sesegera mungkin, mencoba melewati batas yang sudah di gariskan sendiri oleh Hani untuknya.


' Hani, jangan pergi dariku lagi.. jangan tinggalkan aku lagi, Hani..'


Dengan tapak kaki yang begitu cepat mengejar dan akhirnya sampailah dua wanita itu di antara para pengunjung taman hiburan yang sangat ramai. Hingga akhirnya dia menemukan seorang wanita yang sayang sekali, kalau dia ternyata bukan Hani yang ada dalam pikirannya.


Dia merasa sangat kacau !!


...****************...


Demy mencoba menenangkan si wanita dan mencoba mengalihkan pembicaraan mereka berdua menjadi topik yang lain. Sementara Yuna hanya terpaku saja melihat semua fakta yang ada di tubuhnya, dengan ucapan Demy yang sangat berbanding terbalik. Kenapa semuanya terasa tidak baik..


" Sudahlah, pelayan sudah membuatkan makanan untuk kita, sekarang pergilah ke meja makan, dan tunggu aku di sana.."


" Baik.."


Dengan keadaan ingatan yang sangat buruk, membuat Yuna hanya bisa mengiyakan setiap perkataan Demy padanya, lalu berusaha mencernanya sendiri. Lebih baik dia menurut dulu untuk sementara waktu, dan jangan bicara apapun tentang luka bekas operasi di perutnya.


Demy kembali bersandar di sofa, sambil menikmati indahnya suguhan manja yang barusan di berikan Yuan olehnya. Dia memejamkan mata, namun tidak berlangsung lama. Seorang pria berusaha mendekati tuan Demy yang licik.


" Tuan.."


" Hum ??" ( membuka mata ), " ada apa ???"


" Kami menangkap seorang mata-mata di halaman rumah anda.."


Kali ini matanya harus terbuka lebar kala mendengar pria itu mengatakan hal yang membuatnya terkejut.


" Benarkah ??" ( beranjak dari duduknya ).


" Iya, benar tuan.. kami sudah menempatkan dia di dalam ruangan yang khusus."


" Hemm.. bagus sekali, dia bisa aku manfaatkan untuk situasi seperti ini.."


Pria itu masih berdiri tegak dan menunggu aba-aba dari Demy untuk bergerak.


" Awasi terus tahanan kita, dia bisa kita jadikan umpan untuk melawan Jian.."


" Baik tuan.."

__ADS_1


Setelah mendapat perintah dari atasannya, pria itu memilih untu pergi dengan langkah kaki yang begitu sangar. Memang semua orang di sini punya tatapan dan gaya tubuh yang sangat menyeramkan. Termasuk Demy sendiri.


' Itu artinya.. mungkin saja Jian akan bergerak malam ini..'


__ADS_2