
" Bagaimana dia bisa disini ??" ( Hannuri terlihat sangat bingung ).
" Sudah aku bilang, di dalam sana bukanlah Yuna.."
" Jadi, kalian sudah bekerja sama untuk menjebak Yunaku rupanya.."
" Tidak, tuan Jianan.. Ini semua kemauan tuan muda Lu Zafier.." ( melempar kesalahan ).
" Sudah sama-sama salah, tapi wajah kalian malah semakin tebal.. Satunya sudah ketahuan bejad, dan satunya ketahuan menebar fitnah, apa hukuman yang pantas diberikan kepada dua orang ini nanti.."
" Dasar anak tidak tahu malu ??!!!! Keterlaluan !!!!" ( wajah marah ), " kamu sudah membuat malu ayah.."
" Aku tidak peduli.."
" Ba-bagaimana bisa kamu.. Disini.."
" Heran, ya.. Biar aku jelaskan satu persatu.." ( mendekat ke arah Jian ), " kamu menjebak aku supaya kenal dengan tuan muda Lu.. Dan dia berhasil masuk juga dalam perangkap mu, karena dia adalah pria yang suka melihat wanita cantik.."
" Apa ?? Jadi, kamu juga menjebakku ???"
" Tu-tuan.. Biar aku jelaskan.."
" Diam !!! Biar Yuna yang bicara.."
" Sepertinya dia punya dendam kepada tuan muda Lu akibat masa lalu yang kelam.."
" Maksudnya ??"
" Siapa yang sudah ditiduri oleh tuan muda Lu Zafier sampai akhirnya kecanduan obat-obatan terlarang dan tidak bisa lepas sampai sekarang.."
" Apa ?? Apa.. Itu kamu ??" ( terkejut ).
Hannuri bergidik. Dia kembali mengingat malam kelam yang akhirnya sukses membuat seluruh harga dirinya hancur..
" Itu bukan urusan kamu.."
" Bagaimana bisa bukan urusanku ?? Gara-gara kamu aku harus selalu melampiaskan hasrat ku pada banyak wanita, aku selalu merasa depresi tiap kali tidak melakukannya ?! Saat diperiksa oleh dokter pribadiku, dia bilang karena obat perangsang yang dosisnya cukup besar sudah aku minum malam itu, meskipun hanya satu kali aku meminumnya, tapi sampai sekarang, setelah beberapa bulan kemudian, aku harus selalu menyiksa diriku dan para wanita diluar sana.."
" Yuna !!! Darimana kamu tahu hal itu ??"
" Ada apa ini ??" ( mendadak datang ).
" Tuan Rashis ?? Ingin membela putri anda ya ??"
" Putri saya memang tidak pernah salah ?! Kalian yang sudah menjatuhkan harga diri anakku demi kesalahan kalian.."
" Maksud anda ??"
" Saya punya bukti perselingkuhan nona Yuna dengan laki-laki lain.. Saya punya banyak buktinya.."
" Mau sandiwara lagi, ya ?? Tunjukkan saja bukti curang apa yang ingin kamu perlihatkan.."
" Kamu tidak takut rupanya.. Lihat saja, bukan hanya nama kamu yang akan hancur, selamanya kamu tidak akan bisa terjun dalam dunia bisnis lagi.."
" Kalau begitu, tunjukkan sekarang.."
Sebuah layar besar mendadak terurai dari lantai dua. Sebuah cuplikan foto di unggah kesana, dan dilihat oleh semua orang. Mereka terkejut setengah mati.
" Ah ?? Apa itu Yuna ??"
" Apa dia selingkuh dengan pria lain ??"
" Pengusaha mana lagi yang dia gait ??"
" Dasar wanita murahan !!!"
Yuna menanggapinya dengan santai. Dia tahu pasti hal itu yang akan dia lihat. Sejak awal dia memang sudah curiga.
__ADS_1
" Jadi foto itu, ya.. Aku sudah tahu sejak awal kalau saat itu aku sedang dijebak.."
" Dijebak ?? jadi kamu bilang ayahku mengarang cerita ?? Dasar ja*lang.. Bagaimanapun kamu mengelak, tetap saja kesalahan kamu sudah dilihat banyak orang, termasuk Jian.." ( Hannuri emosi ).
Sementara Alishia dan Jianan hanya terus diam dan tidak berkutik sama sekali.
" Aku tahu, kamu pasti akan mengelak mengakuinya.. Tapi aku punya bukti yang cukup akurat untuk masalah ini.." ( tersenyum ).
" Apa ??"
' Untung saja, pak Harry selalu siaga membantuku menyelesaikan masalah ini..'
Beberapa saat kemudian, layar besar berisi berbagai cuplikan foto tersebut beralih tayangan menjadi rekaman cctv. Untung saja waktu itu kejadiannya tepat di klub pribadi milik Jian, jadi akan sangat mudah membuka kedok para pelaku ini dengan mengambil rekaman cctv disana.
" Itu buktinya.."
" Ternyata tidak terjadi apapun.."
" Wanita itu hanya mengoceh.."
" Laki-laki itu hanya sedang mabuk, bagaimana bisa disebut pelecehan ?? Lagipula mereka tidak melakukan apapun..."
Akhirnya semua orang yang berada di dalam sana semuanya mengerti siapa yang salah dan siapa yang benar.
" Sial !!! Anak bodoh !!!! Dasar tidak berguna !!!"
" Ngomong-ngomong, tuan Rashis, mengatakan anakmu tidak berguna, sebenarnya anda sudah sangat salah.."
" Apalagi yang akan terjadi disini ??"
" Jika anda bertanya padaku, maka aku akan dengan lugas menjawab semua pertanyaan tuan.." ( maju satu langkah ), " menyerahkan keperawanan pada tuan muda Lu Zafier adalah caranya mengambil perhatian dan campur tangan tuan muda supaya perusahaan tuan Rashis bisa segera bangkit dari keterpurukan kala itu.."
" Apa ??" ( Tuan Lu Yuzeff agak terkejut mendengarnya ), " apa maksud nona Yuna ini ??"
" Saya tahu, perusahaan Tuan Lu Yuzeff sudah sangat mengalami pemerosotan satu tahu terakhir dalam jumlah yang sangat besar, bukan.."
" Itu, karena, Tuan muda Lu Zafier memberikan setengah saham kalian yang seharga 500 triliyun itu kepada perusahaan Tuan Rashis secara percuma. Dan karena itulah, perusahaan tuan Rashis mengalami kenaikan sampai berada dalam posisi terbesar kedua setelah perusahaan Tuan Jianan, tapi perusahaan Tuan Lu Yuzeff turun diperingkat tiga karena mengalami pemerosotan tersebut.."
" Benarkah ?? Mana buktinya ??"
" Mau semua bukti ?? Atau separuhnya saja ?? Aku kira, kalau memberi semua buktinya disini, kalian akan pulang dengan peti mati.."
" Kurang ajar !!! Kalau tidak punya bukti, maka jangan bicara lagi !!"
" Apa anda sudah tidak takut mati ??"
" Orang yang tidak punya bukti memang selalu berkata berbelit-belit.."
" Aku hanya sedang melakukan penawaran saja, lebih baik tidak melihat semua bukti, atau melihat semuanya tapi mati.."
" Yuna ,tunjukkan saja apa yang kamu punya, kami semua berhak tahu apa yang kamu dapat dibelakang kami.."
" Kalau begitu, bawa buktinya kemari.." ( memerintah kepada seorang pria ).
Tentu saja pria itu pengawal Jian. Dia menyodorkan beberapa kertas yang berisi bukti atas transaksi dari rekening milik Lu Zafier kepada Hannuri.
" Biar saya lihat !!" ( Tuan Lu Yuzeff merebutnya ).
Membaca.
Terkejut.
" Keterlaluan.."
" Masih ada satu bukti lagi, yang memperkuat tuduhan saya.." ( memberi isyarat ).
" Baik, nona.."
__ADS_1
Beberapa detik kemudian, sebuah video menjijikan diputar. Wajah Hannuri dan tubuh yang polos itu dengan jelas menghiasi layar berukuran jumbo di depan semua orang. Sambil sesekali mengeluarkan suara menjijikan, dia terus melakukan aksinya dengan Lu Zafier malam kemarin. Untung saja Yuna adalah wanita yang sangat cerdik. Mampu menelisik masalah sampai bisa sejauh ini..
" Apa ?? Apa itu wanita yang bergaun merah itu ?? Murahan sekali.."
" Dia yang menuduh, malah dia sendiri pelakunya.."
Hannuri semakin geram dan tidak bisa menahan malu..
Bukan hanya video yang terekam dengan sengaja oleh pihak Yuna, semua percakapan mereka juga terekam dengan jelas dan bisa didengar oleh semua orang ditempat itu. Rekaman cctv di sebuah hotel satu tahun lalu saat kejadian memalukan itu terjadi pun tidak luput dari tangan Yuna. Sepertinya dia sudah semakin berani.
" Anak kurang ajar !!!"
Plak !!!?
Tamparan kembali dilayangkan.
" Rupanya kamu yang begitu buruk dan menjijikan.."
Lu Zafier hanya diam saja mendengar hardikan dari ayahnya itu.
" Tuan Jianan, maafkan aku.."
Brukk !!
Berlutut di depan Jian, dan menangis.
" Semua yang aku lakukan adalah karena paksaan dari ayahku, aku sangat mencintai tuan, dan ayahku memanfaatkan hal tersebut untuk mengambil keuntungan.." ( menangis ).
" Apa maksud kamu ?? Bukankah kamu bilang kita akan saling mendapat keuntungan ???"
' Laki-laki ini.. benar-benar bodoh..'
" Hemm.. Orang busuk, selamanya akan tetap seperti itu dimataku.."
" Tuan maafkan aku.."
" Jika calon istriku memaafkan kalian, maka aku juga akan melakukan hal yang sama.." ( menatap dengan tajam ), " berlututlah di kaki Yunaku.."
" Apa ??"
" Berlutut !!"
" Ba-baik.. Sesuai kemauan tuan, tapi mohon maafkan aku, aku tidak bermaksud melakukannya.."
" Berlutut.."
Hannuri menurut saja. Dia menggeser tubuhnya, dan kemudian berlutut di kaki Yuna.
' Jian . Kamu terlalu berlebihan, maksud aku bukan begini..'
' Hhh.. Kalau bukan untuk menyelamatkan harga diriku, aku akan mengambil pisau dan menusuknya keperutmu sampai mati !!!'
" Maafkan aku nona Yuna.."
" Aku perlu waktu untuk memikirkannya.." ( mundur ), " sayangku, sepertinya malam ini sudah terlalu melelahkan, aku ingin segera pulang dan beristirahat.." ( tersenyum menatap Jian ).
" Kalau begitu, Yunaku, ayo kita pulang.."
Jian merangkul pundak Yuna dengan romantis dan meninggalkan mereka semua disana..
" Tuan !!!! Apa tuan sudah memaafkan aku !!!!"
" Sesuai perkataan Yuna, aku perlu memikirkannya dulu.. Urus mereka berdua, dua orang ini sudah mengacaukan dua perusahaan sekaligus, Pastikan mereka tidak bisa bertindak apapun lagi.."
" Baik, tuan.."
" Yunaku wanita yang sangat pintar.."
__ADS_1