
" Aku akan segera mengurusnya nanti, sekarang tidak bisa pulang.."
' Tapi dia berani mengamuk di rumah nyonya..'
" Apa ??"
Yuna mengigit bibir, sampai bergetar seluruh tubuh. Wanita, yang mengaku mengandung anak dari Jian ?? Mungkinkah hal itu benar ?? Tapi ini sudah begitu larut, bagaimana wanita itu sampai membela diri untuk datang di jam selarut ini hanya untuk menunjukkan beberapa hal ??
" Baiklah, aku akan segera pulang.."
Bip !?
" Tolong antar pria kecil ini ke rumah sakit, sebelum resmi di bawa pulang, bayi ini harus melalui pemeriksaan kesehatan.."
" Baik nyonya.."
Seorang pelayan wanita terlihat menggendong bayi berusia sekitar tiga bulanan lebih keluar dari panti asuhan, sementara dia harus segera mengetahui apa yang terjadi di rumah.
" Hamil anak Jian ?? Hhh.. wanita seperti apa yang hendak menyaingi aku.."
Agak kesal.
...****************...
" Tuan, apa yang terjadi ??"
Tanya Shizin untuk pertama kalinya setelah mereka memasuki mobil.
" Fu Xuelan, pria itu yang menjadi kekasih Alishia malam ini.."
" Apa ??" ( terkejut setengah mati ).
Apa ini sebuah kebetulan ?? Bagaimana bisa mendapat dua kasus yang melibatkan satu orang yang sama..
" Lalu, apa yang di lakukan tuan ??"
" Aku tidak tahu kalau ternyata bukti-bukti yang kita kumpulkan sejak awal akan lebih berguna dari yang aku kira. Aku harus membuat Alishia menjauhi pria itu.."
Drrrttt Drrrttt
Bip !?
" Hallo.. sayang ??"
' Cepatlah pulang !! Dan beri kami penjelasan tentang anak dalam kandungan gadis itu !!!'
Tut Tut Tut..
Sambungan mendadak di matikan oleh Yuna.
" Halo, halo.. Yuna ?" ( cemas ).
" Ada apa tuan ??"
" Gadis itu berani masuk ke dalam rumahku !!!"
" Apa ??"
" Percepat jalannya, jangan sampai dia membuat pernyataan palsu di depan nyonya."
" Baik tuan.."
Shizin melajukan mobil dengan kecepatan yang lebih tinggi. Dia juga tidak ingin semuanya terlambat.
...****************...
" Aku tidak mau keluar !!! Pria itu harus bertanggung jawab atas anak ini !!!"
Prang !!
Membanting vas bunga dengan begitu gila.
Huhhh.. Mengusap jidat dengan kasar.
" Gadis ini benar-benar temperamen.."
" Berhenti nona, jangan sembarangan membanting benda-benda milik tuan dan nyonya.." ( pelayan mencoba menghentikan aksi Yu Fei ).
" Aku tidak mau !!! Jangan menghentikan aku !!! Sebelum istri tuan Jian menyetujui aku untuk menikah dengan tuan Jian, maka aku akan terus menghancurkan barang-barang di rumah ini !!!"
__ADS_1
Prang !!!
Kali ini sebuah guci mahal dengan harga milyaran yang menjadi korban.
" Temperamen !!" ( gumamnya ).
Tidak lama setelah itu, seorang pria yang sedari tadi mereka tunggu kehadirannya mendadak akhirnya datang.
" Ada apa ini ?? Mengapa mencari keributan di rumah kami ?"
Tak tak tak tak.
Menoleh.
Dua orang langsung mendekat.
" Tuan..."
Brukk !!
Ambruk.
" Tuan, nikahi aku, anak ini harus ada yang bertanggung jawab, tolong nikahi aku tuan..."
" Aku bahkan tidak tertarik pada daun muda seperti kamu.."
" Selesaikan urusan kamu dengan gadis ini, aku mau kamu menemui aku setelah selesai mengurus semuanya.." ( pura-pura marah ).
" Kamu mau kemana sayang ?? Temani aku menghukum ya.." ( memeluk ).
" Tidak !! Jangan menggodaku sebelum kalian menyelesaikan urusan kalian.."
' Hehe.. sepertinya istri penyabar ini mulai terpengaruh..'
" Sayang, jangan begitu, ya.. aku tidak salah, biar aku tunjukkan buktinya di depan kamu, bagaimana ??"
Cup !?
" Baiklah, aku akan lihat pertunjukkan sebentar.."
" Tapi, aku juga perlu Alishia, sedangkan dia sedang asik mengobrol dengan pria baj*ngan itu di kafe.."
" Shizin, bisakah menghubungi nona Alishia sekarang ?? Mumpung dia masih berdua dengan prianya.."
" Baik, tuan !!"
Video Call..
" Hallo, Shizin ?? Untuk apa menghubungi aku ??"
" Kemari Shizin, berikan ponsel itu padaku.."
Shizin menurut. Dia memberikan ponsel dalam genggaman tangannya kepada Jian.
" Hallo, Alishia.. bisakah menunjukkan wajah pria kamu di depan kamera ?? Ada seseorang yang ingin melihat wajahnya.."
" Begitu ?? Baiklah.."
Alishia memutar arah kameranya, dan seketika langsung menyorot wajah tampan Fu Xuelan yang sedang asik menyantap hidangan makan malam di restoran Yuna.
" Hallo, tuan, apa anda sudah menerima aku sebagai calon adik iparmu ??"
" Suara itu ??" ( gemetar ), " Fu Xuelan ??? Kamu !???"
" Yu Fei ?? Matikan sambungannya !! Matikan !!"
Tut Tut Tut Tut Tut..
" Ah ?? Apa kalian berdua saling mengenal ??" ( tanya Yuna kebingungan ).
" Jelaskan pada nyonya apa yang sebenarnya terjadi.. atau aku sendiri yang membukanya..."
" Tidak !! Tuan.. aku akan bicara..." ( gemetar dan ketakutan ).
" Ada apa ini ?? Aku tidak mengerti.."
Jian menyeka perkataan Yuna dan meminta dia untuk mendengar penjelasan langsung dari mulut Yu Fei.
" Pria itu.. aku.. anak ini.. anak dalam kandungan ini.. anak Tuan Fu..."
__ADS_1
" Apa ????" ( terkejut setengah mati ), " maksud kamu ?? Pria kekasih Alishia itu... yang sudah membuat kamu hamil ??"
Yu Fei mengangguk. Air matanya mengalir bercucuran dengan deras membasahi pipinya yang masih mungil. Usianya masih begitu muda, sayang sekali harus menanggung nasib yang begitu buruk. Tentu saja gara-gara Fu Xuelan..
" Huhuhu.... aku tidak tahu harus bagaimana," ( tertunduk ), " dia sudah.. membuat hidupku hancur seperti ini.. dan anak ini, dia bahkan tidak mau mengakuinya.. Huhuhu.. aku sudah kehilangan akal, mau bagaimana lagi mencari seorang ayah untuk bayiku ini, tuan, selamatkan aku, nikahi aku, demi kehormatanku dan anak dalam kandunganku, tuan.." ( memohon ).
Memegang kaki Jian begitu erat.
Yang di samping terlihat begitu marah.
" Lepaskan !!!"
Menepis !!
" Aahh..."
" Kenapa tidak mencari laki-laki lain untuk menanggung kebodohan kamu itu !! Mengapa masih berharap pada suamiku ?? Apa karena dia kaya ?? Ingat, masih ada istrinya di sini, sungguh tidak pantas meminta hal memalukan seperti itu di depan istri sah !!!"
" Nyonya, aku juga tidak mau jadi seperti ini, tapi mau bagaimana lagi, aku juga bingung harus berbuat apa.. Huhuhu..."
" Kalau begitu, kamu harus buat Fu Xuelan menikahi kamu !!!" ( ucap Jian mantap ).
Semua orang memandang tuan besar itu dengan tatapan tidak mengerti.
" Shizin, aku sudah merekam semua ucapan dia, kirim langsung pada nona Alishia, dia harus tahu tentang semua ini.."
" Baik, tuan.."
...****************...
" Apa yang kamu lakukan Fu Xuelan ?? Kamu mengenal gadis itu ?? Kamu mengenalnya ??"
" Tidak, mana mungkin aku mengenal gadis seperti itu ?? Aku.. aku tidak mengenalnya.." ( gugup dan gemetar ).
Tring !
Sebuah pesan mendadak masuk, dan membuat Alishia harus melihat dan mendengar sebuah rekaman yang begitu mengejutkan.
' Pria itu.. aku.. anak ini.. anak dalam kandungan ini.. anak tuan Fu..'
Alishia mendadak lemas usai mendengar sebuah pernyataan yang sangat mengejutkan dirinya. Mungkinkah ini yang di maksud kakak kalau yang baik belum tentu setia ?? Fu Xuelan, pria ini.. sudah membuat gadis itu hamil ?? Mungkinkah ??
" Fu Xuelan ???"
" Tidak, aku bisa jelaskan, gadis itu.."
" Apa lagi yang harus kamu jelaskan ??" ( marah ), " kamu membuat gadis itu mengandung anak kamu, kamu pikir.. apa yang sedang kamu lakukan ??"
" Alishia, dengarkan aku..."
" Dia harus menanggung malu akibat ulah kamu, dan kamu malah.. ingin menikahi aku ?? Benarkah ?? Sungguh memalukan !!!" ( berdiri ).
" Alishia tunggu !!"
Grep !!?
" Lepaskan !!!" ( menepis ), " aku tidak menyangka bisa menyukai pria seperti kamu !!!" ( berbalik dan hendak pergi ).
Tersenyum smirk.
Dorrrr !!!!
" Arkh !!!"
Mendadak ada suara tembakan yang datang dari arah Fu Xuelan, yang kemudian berhasil membuat semua pengunjung di restoran itu ketakutan dan lari berhamburan, tapi tidak dengan Alishia. Dia tahu kalau pria itu yang membuat tingkah bodoh ini.
Berbalik.
" Mau apa kamu ??"
" Aku tidak bisa membiarkan kamu pergi, sebelum aku mendapat keuntungan darimu.."
Mendadak !!
Hap !!
" Umh.. umh.. umh..."
Seseorang di belakang mendekap gadis itu sampai akhirnya tidak sadarkan diri. Dengan bangganya, Fu Xuelan tertawa dalam hatinya dengan kemenangan yang begitu mengesankan ini..
__ADS_1
" Bawa dia !! Jian harus membayar semua hutangnya padaku !!!"