Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Perasaan yang Masih Sama


__ADS_3

" Mr. Saya baru mendapat kabar tentang Daniah.."


Jian penasaran.


" Apa itu ?"


" Begini Mr. Rupanya dia meninggalkan rumah dan semua asetnya disini. Kami pikir dia punya rencana lain, Mr."


" Rencana lain bagaimana maksud kamu ?"


" Mungkin saja dia sengaja meninggalkan kota ini untuk melindungi Nona Yuna darimu.. Dia mungkin menyadari pernikahan putranya akan terancam kalau sampai anda menemukan mereka.."


Jian mengangguk. Di sambarlah tirai panjang di samping jendela hingga menutupi seluruh permukaan kaca. Dia mengerti akan suatu hal. Rupanya Daniah sendiri yang menginginkan Yuna menjadi menantunya. Apa mungkin wanita itu juga melibatkan Demy dalam masalah ini ? Mengingat betapa Demy yang sedari dulu mencintai Yuna meskipun Jian sudah lebih dulu memilikinya. Mungkin saja Demy ikut campur juga dalam hal ini.


" Apa kalian sudah mengetahui tujuan pesawat yang ditumpanginya tadi malam ?"


" Itu yang ingin saya sampaikan Mr. Rupanya pesawat itu menuju kota M, yang seperti kita ketahui, kota itu hanya ditinggali beberapa penduduk lokal saja. Kebanyakan yang datang kesana hanyalah para wisatawan yang ingin berekreasi di tempat wisata terkenal di area tersebut.."


" Kau tahu siapa pemilik wisata tersebut ?"


" Tidak Mr.."


" Kalau begitu cari tahu !" ( Duduk di kursi ), " kita akan menemukan jawabannya setelah kita tahu siapa yang berkuasa di kota tersebut.."


" Baik Mr !"


Setelah itu, lelaki itu pergi meninggalkan Jian sendirian di ruang kerja. Langkah kakinya semakin lama semakin jauh dan kemudian tidak lagi terdengar sama sekali.


Jian mengambil sebuah foto. Melihat betapa cantiknya Yuna dengan gaun putih mempelai wanita yang dia pakai saat acara pernikahan itu. Tapi Jian sama sekali tidak melihat raut wajah yang bahagia disana. Dia hanya melihat wajah itu terlihat sendu dan bagaikan awan hitam yang menggelayut di langit biru.


Apa dia harus senang ? Melihat kesedihan Yuna saat melangsungkan pernikahan dengan orang yang selama ini berusaha keras menggapai cintanya. Ataukah ia harus sedih karena kasihnya yang tidak pernah merasa bahagia tatkala dia meninggalkan Yuna beberapa tahun belakangan.


Sekali lagi dia memandang potret cantik di tangannya. Terlihat senyum yang memaksanya untuk bersandiwara. Dia lalu memutar beberapa video pernikahan itu berlangsung di laptop nya. Berharap dia dapat merasakan kesedihan Yuna kala itu. Wajah itu sangat manis. Andai kau sendiri yang menjadi mempelai pria di sampingnya saat itu, mungkin matanya tidak akan terlihat sembab seperti itu. Dia akan sangat gembira dan berterima kasih padamu karena telah menjadi laki-laki yang akan selalu mendampinginya seumur hidup. Sayang.. Lelaki itu rupanya Demy.


Tak terasa air mata menetes. Membasahi pipi, lalu jatuhlah menimpa wajah cantik Yuna dalam foto. Dia tak mampu menahan kesedihan, juga penyesalan.. Apa yang harus di sesali ? Entahlah. Tidak ada kata selain itu untuk melukiskan perasaannya. Menyesal karena terlambat, menyesal karena tidak mampu menjaga wanitanya.. Huhh.. Hal itu selalu menjadi cambuk yang berhasil menghancurkan hatinya tiap waktu.


.......


" Sayang !! Hari ini ibu akan mengajak kalian pergi ke tempat wisata.. Kau harus berdandan yang cantik, ya.. Ibu akan membuat kamu senang.. Jadi kamu harus mau ikut sama ibu.."


" Iya ibu.. Yuna ikut saja.." ( Tersenyum ).


" Oh iya.. Kemana laki-laki itu ? Jangan sampai dia mengacaukan hari libur kita ini.. Ibu akan memukul kepalanya nanti jika dia sampai berulah lagi.." ( Melihat sekeliling ), " Demy !!! Kamu dimana ??? Ayo cepat !! Ibu dan Yuna harus pergi sekarang.." ( Berteriak dengan lantang ).


Demy datang dari dalam. Wajahnya terlihat biasa saja.


" Dasar kamu ini !! Apa kamu seorang perempuan ? Ayo cepat !! Kita pergi !! Mumpung hari libur.. Pasti tempat wisata itu sangat ramai.."


" Ibu ini aneh. Kenapa memilih liburan saat tempat wisata ramai ? Biasanya orang lain akan menyempatkan liburan saat tempat wisatanya sepi. Hhh. Ibu ini !!"


" Memangnya kenapa ? Ibu lebih suka saat liburan dengan banyak orang.. Oh iya !! Ibu ada kabar bagus buat kalian.."


" Apa Bu ?" ( Tanya Yuna penasaran ).


" Ayah sudah mengizinkan ibu untuk pindah kesini.."


" Jadi ayah sudah setuju ? Terus aset ibu di kota yang lama gimana nasibnya ?"


" Tentu saja akan dijual. Ayah kamu akan menjual semua aset kita di kota itu, terus dia akan menggantinya disini.."


Aneh sekali. Begitulah pikir Yuna. Seharusnya tidak semudah itu wanita ini menjual asetnya dan kemudian mengganti semuanya disini.. Jika alasannya hanya ingin dekat dengan mereka, tentunya tidak akan sampai bertindak sejauh ini bukan ?


" Apa ?? Apa ibu serius ?? Menjual semua aset disana, dan membangun semuanya dari awal lagi di kota ini ?? Sebenarnya apa yang terjadi dengan ibu ??"

__ADS_1


" Ibu hanya ingin tinggal disini dengan kalian berdua, apa itu salah ?"


" Tidak mungkin hanya itu alasanmu !! Jika hanya ingin tinggal dengan kami, ibu tidak perlu menjual semua aset kita di kota itu bukan ? Demy merasa kehadiran ibu kesini sangat tidak wajar.. Apa yang sebenarnya ibu sembunyikan dari kami ??"


" Apa yang kau maksud ? Ibu menyembunyikan apa ? Ibu datang karena ingin bersama kalian.. Kenapa kau ini ??" ( Memasang wajah sedih ).


" Ibu.. Jangan di ambil hati.. Demy memang orang yang seperti itu.. Ibu maklumi saja dia.." ( Mengelus pundak Daniah dengan iba ).


" Tapi kau lihat sendiri, Yuna !! Anak ibu ini selalu mencurigai ibu.. Ibu sangat sedih.." ( Menangis ).


Yuna yang merasa kasihan melihat ibu mertuanya yang sedang menangis, mencoba membujuk Demy untuk minta maaf. Asal kau tahu saja Yuna, wanita yang satu ini terkenal licik dan pandai berakting. Bisa saja tangisannya itu tidak lebih dari air mata buaya.


" Demy !!!" ( Wajah penuh amarah ).


Demy menoleh menatap Yuna dengan kesal.


" Apa ??"


" Kamu harus minta maaf !!"


Awalnya laki-laki itu enggan. Tapi setelah melihat istrinya yang mencoba membujuknya, akhirnya dia mengalah juga.


" Ibu.. Demy minta maaf !!"


Daniah masih menangis, cihh !! Wanita ini !!


" Iya sayang.. Bagaimanapun juga kamu adalah anak ibu.. Mana mungkin ibu akan membencimu.. Hu hu hu.."


( Hi hi hi.. Aku sudah mendapat simpati dari Yuna ).


Akhirnya mereka berbaikan.


" Ya sudah.. Bukankah ibu bilang akan mengajak kami liburan ? Ayo kita berangkat sekarang !!"


" Iya sayang.. Kau memang menantu ibu yang paling baik.."


Skip..


Tempat wisata..


" Ibu.. Kau tidak mau turun ? Bukankah kau yang bersikeras ingin datang kemari ??"


' Dasar wanita ini. Aku sengaja mengajak kalian kemari untuk membuat kalian lebih dekat saja..'


" Ibu ??"


( Terbangun dari lamunan ), " ah !! Yuna.. Mendadak ibu merasa tidak enak badan.. Sepertinya ibu sakit.."


" Benarkah ? Kalau begitu, kita pulang saja, ya !"


" Oh !! Tidak !! Kau tidak perlu khawatir !! Ibu akan pergi ke dokter sekarang.. Kau bersenang-senanglah dengan Demy.."


" Tapi apa ibu yakin ?"


Daniah mengangguk saja, " kalian jangan cemaskan ibu.. Nikmati saja waktu kalian.. Ibu pergi dulu.. Bye..!!"


" Baiklah !! Hati-hati di jalan !!"


Mobil melaju meninggalkan mereka berdua di tempat wisata. Rupanya ini rencana kamu Daniah ? Mari kita lihat, apakah Yuna akan masuk dalam jebakanmu, atau kau hanya akan melihat kegagalan saja nantinya..


" Huhh. Kau mau masuk ?"


" Baiklah. Aku akan mengikutimu dari belakang.."

__ADS_1


Demy mengangguk saja. Sebenarnya Yuna juga butuh hiburan seperti ini. Mengingat betapa dia sudah menghadapi beratnya hidup yang dia alami beberapa tahun ini. Tapi entahlah. Setiap kali Demy ingin mengajaknya pergi, rasanya ia selalu merasa canggung saja dengan istrinya ini. Dia merasa ada jarak yang menghalangi mereka berdua.


Tapi kali ini, dia sedang mendapat kesempatan. Dia akan menggunakan kesempatan ini untuk membahagiakan Yuna. Siapa tahu Yuna akan merasa lebih tenang dan bisa melupakan semua masalahnya.


" Kau mau bermain air ?"


" Tidak.. Kau kan tahu aku baru saja pulih dari demam.. Kalau aku bermain air, mungkin saja aku akan kembali sakit.."


Demy mengangguk, " kau benar !! Lalu apa yang akan kita lakukan disini ?"


Yuna membuang nafasnya kasar. Malas juga rasanya berada di tempat ini.


" Aku hanya ingin berjalan-jalan saja.."


" Oh.. Baiklah.."


Mereka terus berjalan menyusuri jalanan di taman wisata tersebut. Ada bermacam-macam wahana di tempat ini. Sepertinya tempat ini sangat bagus untuk liburan musim semi. Tapi sayang. Yuna sama sekali tidak menikmati itu..


Dia hanya terus berjalan sembari melihat-lihat di sekelilingnya. Ya.. Lumayan juga bisa mengobati sedikit kesedihannya.


" Umm.. Ada gulali disana.. Apa kau mau ?"


Yuna melihat di sekeliling, dan menemukan penjual gulali di sana. Tapi sepertinya dia tidak tertarik sama sekali.


" Tidak perlu.. Aku hanya ingin duduk saja.."


" Kalau begitu kita duduk di sana.." ( Menunjuk sebuah kursi kosong di depan ).


" Ayo !!"


Mereka duduk berdampingan. Namun saling diam. Tiada satu kata yang terucap dari mulut mereka. Hal itu biasa terjadi. Mereka malah semakin jauh ketika sudah menikah. Karena itulah Demy merasa kehadirannya tidak berarti apapun. Dia sama sekali tidak ada ruang di hati Yuna. Itu membuatnya semakin sedih.


" Huhh. Kau tahu Yuna ?? Pemilik tempat wisata ini adalah seorang wanita.."


' Apa peduliku ?'


" Iya.. Sekedar untuk motivasi saja.. Meskipun dia seorang wanita, tapi dia memiliki aset terbesar di kota ini.."


Yuna tersenyum. Dia tahu laki-laki ini tengah berusaha untuk membuatnya berbicara.


" Aku tahu kamu masih sedih karena pernikahan itu.. Tapi setidaknya kau bisa melangkah lebih jauh dan terbang ke langit dengan gembira meski itu tidak bersama Jian.."


" Apa yang kau tahu dariku ? Kau sama sekali tidak pernah mengerti perasaan yang tidak bisa aku paksakan.."


Demy menunduk.


" Yuna.. Berhenti untuk mengharapkan Jian !! Lihat aku !! Ada aku disini, yang sudah sah menjadi suamimu !! Aku juga berhak mendapat cintamu.." ( Memegang tangan Yuna ).


Yuna melepaskan tangannya, lalu memalingkan muka.


" Kau bahkan tak tahu sedalam apa aku mencintai Jian.." ( Air mata itu menetes ), " jangan sia-siakan ragamu hanya untuk menjagaku.. Pernikahan kita tidak lebih dari sekedar keterpaksaan. Andai dulu Jian terbangun dan bisa membawaku lari dari pernikahan itu, aku akan sangat bersyukur.."


" Apa aku tidak pernah terlihat dimatamu ? Bahkan setelah semua pengorbanan yang aku berikan selama ini ?"


" Kau tidak ada sebandingnya dengan dia.. Dari segi manapun.." ( Beralih menatap Demy ), " dulu aku merasa menikah denganmu bukanlah suatu masalah.. Tapi selama tujuh bulan lebih menjadi istrimu, aku malah semakin membencimu !! Kau bukan Demy yang aku kenal sedari SMA. Kau bahkan selalu memaksaku untuk mencintai kamu.. Kau pikir itu mudah ? Aku sangat membencimu saat ini.. Setiap kali kamu memintaku untuk melepaskan masa lalu dan hidup selamanya denganmu.. Aku benci saat kau mengatakan itu.."


" Hhh. Aku pikir aku bisa memilikimu, tapi nyatanya aku hanya pungguk yang merindukan rembulan.. Kau sama sekali tidak melihat aku di matamu.."


Yuna terdiam. Wajahnya terlihat semakin kesal. Demy sudah berhasil menghancurkan hidupnya.


" Aku tidak akan melepaskan kamu sampai kapanpun. Bahkan jika Jian sadar dan menjemputmu sekalipun, aku tidak akan menyerah."


" Lakukan saja apa yang kau mau !! Selebihnya, kau tak perlu lagi menanyakan padaku, sudah pasti aku akan memilih Jian daripada kamu.." ( Berlalu pergi ).

__ADS_1


Hhh.


Wanita yang keras kepala. Bahkan semua yang Demy lakukan kepadanya, rupanya hanyalah sebuah bunga kapas yang terbang dan kemudian menghilang begitu saja. Kau sungguh kejam Yuna !! Menyakiti seorang lelaki yang sangat tulus mencintaimu. Tapi apa boleh dikata, hanya Jian laki-laki yang dia cintai. Tidak ada orang lain selain dia. Dan Yuna sudah membuktikan bahwa dia memang setia dengan kekasihnya..


__ADS_2