
Yuna merapikan kembali bajunya sore hari kemudian. Dia berharap usahanya kali ini akan membuahkan hasil yang cukup membuatnya puas. Dia harus memberanikan diri untuk bertanya semua tentang dirinya beberapa saat sebelum dia hilang ingatan. Semuanya harus jelas.
Jika memang Demy adalah pria yang bertunangan dengannya, seharusnya dia akan merasa kalau mereka berdua begitu dekat, dan tidak ada jarak sedikitpun. Tapi coba kita lihat saja nanti. Dia tahu otak boleh saja kehilangan segalanya, tapi untuk urusan hati, seharusnya dia bisa mengetahui sendiri siapa yang menjadi tuannya di sana. Demy atau bukan..
" Huhh.."
Wanita itu mulai berjalan dengan lihainya menuruni tangga, dengan pakaian yang nampak menawan, meski harus menutup sebagian besar tubuhnya.
Tak tak tak tak.
Langkah kakinya terdengar perlahan, namun sudah pasti membuat siapapun yang melihat kemolekan tubuhnya dan gaya berjalannya terkesima. Mantan model dan juga aktris terkenal karena kecantikannya tentu saja semua itu masih setia melekat pada tubuh Yuna yang manis.
" Wow.."
Itulah satu kata yang berhasil lepas dari mulut kotor Demy saat pertama kali dia melihat wanita itu berjalan menuruni tangga. Dia terperangah, dan sebenarnya, ada yang tidak bisa dia kendalikan saat itu. Iya.. adik kecil yang nakal dan tidak penurut itu..
" Hallo, sayang..." ( tersenyum begitu manis ).
' Dia memanggil aku dengan sebutan sayang ?? Mungkinkah dia sudah menganggap aku memang tunangannya ??'
" Oh, Luna.. aku sungguh merindukan kamu, sayangku..."
" Kamu merindukan aku ??"
Hap !?
Yuna terduduk dengan manisnya di pangkuan Demy, dan mencoba berbaur dengan lingkungan yang sebenarnya, dia sangat tidak mengenalinya..
Lalu apa ini pertanda kalau dia memang tidak memiliki hubungan apapun dengan pria bernama Demy ini ??
Entahlah.. Bahkan saat dia mencoba untuk tersenyum semanis mungkin di depan pria ini, mengapa tidak ada sedikitpun rasa nyaman atau mungkin perasaan lainnya yang lebih menggambarkan suasana hati pasangan yang sedang jatuh cinta. Apa mungkin.. dia bertunangan dengan pria ini memang bukan karena cinta ??
Arkh !! Yuna.. cepatlah sadar, dan jangan membuat kami semua pusing dengan keadaan kamu yang tidak baik seperti ini. Kami merindukan semua tingkah konyol kamu pada Jian, pada putra kecilmu, Shi Yuan, dan pada semua orang yang terlibat dalam hidup kamu..
Bisakah cepat ingat masa lalu kamu dan kemudian kembali melawan Demy untuk pulang ke sisi Jian ??
Ohohoo..
Tidak semudah itu kawan, kami juga harus menjelaskan secara detail tentang permasalahan hilang ingatan yang rumit ini sebelum Yuna akhirnya kembali sadar.
" Kenapa diam ?? Tadi sepertinya kamu datang kemari berniat ingin menggodaku.. tapi kenapa sekarang hanya bisa diam ??" ( memeluk pinggang Yuna ).
__ADS_1
' Karena aku merasa tidak nyaman..'
" Oh iya.. aku sudah menyuruh pelayan untuk membuatkan kamu minum, kamu harus meminum obatmu supaya luka di kepala kamu cepat sembuh.."
' Tapi dia sungguh sangat perhatian.. mungkinkah, aku memang punya hubungan khusus dengan pria ini ??'
Arkh !!
Kenapa tidak ada satu momen pun yang melintas di otaknya, selain pria bertubuh tinggi ideal dan rambut yang di tata bak artis Korea yang selalu hadir dalam ingatannya. Dan masalahnya adalah.. Yuna tidak bisa mengingat dengan jelas bagaimana wajah pria yang ada di kepalanya itu.
Entah !!
" Demy.. aku.. entahlah.." ( meraba dada Demy ).
Si pria sangat tersentuh..
Dan yang ada di bawah pun tidak mau di ajak bekerja sama..
' Ayolah, si jantan kecilku, aku tidak mau kau menolakku, aku harus membalas dendamku dulu pada pria Itu, lalu kembali memikirkan rencana pernikahan.. Jadi tolong, ya.. berkompromi lah dengan otakku..'
Pria itu mencoba menenangkan diri.
" Kamu mau apa dariku ??" ( menyentuh area leher ).
Mendadak seluruh tubuh Yuna gemetar. Bukan karena rasa yang sama dengan hal itu, lebih tepatnya, dia merasa takut dan merasa dalam ancaman yang sangat berbahaya. Tapi.. bagaimana bisa ?? Bukankah kata Demy mereka sudah bertunangan ?? Lalu apa maksudnya hawa takut yang menjalar dengan begitu cepat ini ?? Apa mungkin ini semua karena dia memang melupakan semua hal ??
Termasuk perasaanya pada seseorang..
" Aku.. aku hanya.. aku hanya ingin bertanya tentang suatu hal padamu.." ( penuh keraguan ).
" Tanyakan saja, aku tidak akan sungkan untuk menjawab semua keraguan di hatimu.."
Pria itu semakin bergerak dengan liar, mencoba membawa Yuna dalam alam bawah sadar yang sangat menakutkan, bisa membuat seseorang begitu candu, dan parahnya lagi.. tidak akan mengingat kejadian sebelum kecelakaan.
Iya..
Itu semua ulah dari si Demy yang terkenal dengan julukan licik sejak episode pertama bukan. Si muka dua yang berpura-pura lugu, padahal sejujurnya dia lah dalang di balik semua yang terjadi pada Yuna.
Iya.. hanya sekedar mengingatkan..
Kalau Demy bukan contoh rekan hidup yang baik..
__ADS_1
" Aku dan kamu... apa kita.. pernah menikah ??"
Demy mendongak, menghentikan aktifitas liarnya yang membuat Yuna malah merasa takut dan juga jijik.
" Iya.. "
Demy memeluk pinggang Yuna kembali dengan begitu mesranya..
Cup !?
Lalu mengecup leher Yuna yang jenjang. Ugh.. bagaimana rasanya ?? Jujur saja... Yuna tidak begitu mengenal cara mencium leher yang seperti itu..
" Oo.. jadi kita berdua sudah pernah menikah ?? Lalu.. apa kita punya seorang anak ??"
Kali ini Demy benar-benar menghentikan aktifitasnya secara total. Dia merasa kalau wanita dalam pangkuannya ini sedang berusaha mengulik seluruh kehidupan masa lalunya. Huhh.. Tenang Demy..
Jangan bertindak terlalu gegabah. Itu sangatlah tidak baik. Lebih baik.. diam dan jangan bicara apapun mengenai anak. Yuna tidak boleh tahu kalau sebenarnya dia punya anak dari pernikahannya. Karena jika dia tahu, hancur sudah seluruh rencana Demy..
" Tidak..."
" Tapi..."
" Aku tahu kamu sangat ingin memiliki anak bukan.. Tapi sayang seribu sayang, kita berpisah sebelum memiliki anak, kamu mengkhianati aku dan menikah dengan pria lain, dan setelah itu, kamu kembali bercerai dengan dia.."
" Apa ?? Apa aku seburuk itu, sampai-sampai tidak cukup menikah satu kali saja ??"
" Entah, kamu sendiri yang memutuskan hubungan kita demi pria baj*ngan seperti itu.."
" Lalu siapa yang sudah menjadi suami keduaku ??"
" Mr. JA," ( singkatan Jianan Arkana ).
Tentu saja harus dengan cara seperti itu. Yuna tidak boleh tahu siapa nama asli orang itu, dan bagaimana identitasnya..
" Lalu.. apakah dari pernikahanku dengan Mr. JA itu kami punya seorang anak ??"
" Luna.. kamu pernah pergi ke dokter kandungan saat masih dalam genggaman tanganku, tapi dokter mengatakan kalau kamu tidak bisa hamil lagi, karena itulah kamu begitu depresi, dan tidak berpikir panjang untuk mengkhianati aku, lalu pergi dengan pria itu.."
" Apa itu benar ??"
" Apa kamu tidak percaya padaku, Luna.. Kamu hanya belum mengingat aku dengan jelas, lain kali, aku akan ceritakan semuanya padamu, aku janji.."
__ADS_1
' Tapi... luka bekas operasi ini.. apakah ini bukan akibat persalinan ??'
" Tuan.. ada pergerakan aneh dari nyonya Yuna.." ( David melapor ).