
" Sudah sampai.."
Jian berkata kepada Yuna usai mereka sampai di sebuah rumah yang sangat besar. Yuna bahkan dibuat terbengong melihat betapa besarnya rumah yang Jian tempati. Bertahun-tahun dia mengenal Jian, tapi baru kali ini dia tahu kalau Jian memang sekaya itu.
" Kenapa diam ?? Tidak mau turun ??"
" Baiklah.."
Mereka berdua turun dari mobil dan mulai memasuki rumah itu. Seluruh penjaga dan pelayan seketika tertunduk disaat mereka mulai menapaki halaman rumah yang begitu luas.
" Selamat datang Nona.." ( seluruh pelayan wanita terlihat menunduk ).
" Terima kasih.."
Yuna dan Jian terus saja melangkahkan kaki mereka sampai akhirnya bisa masuk di aula tengah.
" Kamu tidak pernah bercerita soal rumah ini padaku.."
" Aku memang belum sempat menceritakannya.."
" Apa kamu membelinya setelah bangun dari koma ??"
" Ini rumah pertama yang aku beli dengan uangku sendiri.."
" Benarkah ?? Lalu kenapa kamu tinggal di apartemen ??"
" Awalnya aku hanya menyewa apartemen itu saja, dan setelah aku berhasil memiliki rumah ini, aku memilih membelinya untukku, rumah ini akan aku hadiahkan untuk orang yang paling penting dalam hidupku.."
Tersipu. Tunggu dulu, bisa jadi orang yang dia maksud adalah ibunya, atau orang lain, kan.. Yuna jangan terlalu percaya diri begitu..
" Oh, begitu ya.."
" Yuna, menikahlah denganku.. Hiduplah disini, dan wujudkan impian lima anak kita di rumah ini.. Aku hadiahkan rumah ini untuk kamu setelah kita menikah.." ( serius ).
Wajahnya memang terlihat sangat serius. Tapi Yuna malah melihat semua itu hanya sebatas lelucon.
" Hahahaha.. bisakah jangan melawak seperti itu ?? Aku sangat geli mendengarnya.."
" Aku serius.. Apa belum cukup pembuktianku selama ini ??"
" A ??"
" Menikahlah denganku, dan tinggallah disini.. Bagaimanapun juga, aku harus menyelamatkanmu.."
" Apa maksudmu ??"
" Bagaimana jika ada malaikat kecil dalam perutmu nanti, sedangkan kita masih belum menikah.."
" Pikiranmu ini terlalu runyam.."
" Tapi kita sudah sering melakukannya tanpa pengaman apapun, apa kamu tidak merasa was-was??"
" Jika mendadak hadir disaat seperti ini, maka dia tetap anakmu dan anakku.."
" Aku tahu itu, tapi bisakah kamu berpikir nantinya jika dia lahir sebelum kita menikah, maka kondisi psikisnya juga tidak terlalu baik.."
" Cihh.. Mengandung saja belum sudah berpikir sejauh itu.."
" Kita juga harus berencana bukan ??"
" Tunggu aku menyelesaikan misi ini, aku harus mendapatkan pekerjaan dulu sebelum menikah denganmu, kita lihat apakah lamaran pekerjaanku kali ini berhasil atau tidak.."
" Baiklah.."
__ADS_1
" Permisi, Tuan.. Ada seseorang yang ingin menemui anda."
" Siapa dia ??"
" Saya tidak tahu, dia seorang wanita. Katanya ingin menemui anda sebagai perkenalan pertama sebagai tetangga.."
" Orang tidak penting rupanya.."
" Sebentar saja Jian, tetangga baru juga harus punya teman baru di lingkungannya, tidak ada salahnya kalau ingin berteman dan bertetangga.."
" Baiklah, suruh dia masuk.."
Cklek..
" Hallo, Mr Jianan.." ( melambaikan tangan ).
Wanita itu berjalan dengan senyuman manis yang selalu dia tebarkan setiap kali bertemu lelaki tampan. Tapi dia bahkan belum pernah melihat lelaki setampan Jianan seumur hidupnya. Hatinya benar-benar meleleh. Laki-laki ini ternyata lebih tampan dari foto yang biasa dia lihat di internet. Bahkan berjuta-juta kali lipat lebih tampan dari siapapun. Apa dia makhluk mars atau vampir ?? Kenapa wajahnya bisa setampan itu..
Arkh !! Hatinya bertanya-tanya sendiri, dan bertengkar hebat dengan pikirannya.
" Hemm,, aku tidak mengenalimu.."
" Memang tidak, aku tetangga baru disini, dan tidak menyangka juga kalau ternyata rumah kita malah bersebelahan.."
" Oh, begitu, ya.."
Yuna melihat wanita itu dengan seksama, dan memutar memorinya cukup jauh. Dia memang tidak semudah itu melupakan seseorang meskipun dulu pertemuan mereka hanya pertemuan singkat saja. Tapi dia tahu betul wanita ini adalah Alishia, anak kandung dari Nyonya Tiansha..
' Hemm,, wanita ini ada disini, bukankah dia istri dari Demy..'
" Hemm, bisakah tuan menawarkan aku untuk duduk ??"
" Sofanya belum dibersihkan, takutnya akan mengotori badanmu.." ( jutek ).
" Begitu, ya.. Kalau begitu salam kenal saja, namaku Alishia, anda pasti tidak mengenaliku, tapi kalau ibuku, pasti anda mengetahuinya.."
" Hemm, begitu, ya.. Jika sudah selesai berkenalan, bisakah keluar dari sini, kami sedang membicarakan privasi tadinya, tapi kamu malah mengganggu waktu kami.." ( nada cemburu ).
' Yunaku sedang kesal rupanya..'
" Ngomong-ngomong, nona muda ini istrinya tuan Demy, bukan ?? Kenapa bisa ada disini dengan pria lain ?? Apa mungkin nona ini adalah seorang penggoda ??" ( meledek ).
" Siapa yang anda maksud istri ?? Hh. Maklum saja, orang ketiga tidak akan tahu permasalahan istri dan anak pertamanya.. Jadi sepertinya menjawab pertanyaan darimu hanya membuang waktuku saja.."
" Yuna, siapa wanita ini, kenapa bisa tahu masalah pribadimu.." ( berbisik ).
" Nanti kamu juga tahu.."
" Hemm, menarik juga, wanita yang dipenuhi rumor buruk sekarang mendadak mencoba menjatuhkan pihak suami.."
" Kita sudah bercerai.."
" Apa ??"
" Masih kurang jelas, aku dan Demy sudah resmi bercerai.."
' Dia dan Demy sudah bercerai? lalu apa maksud wanita ini tiba-tiba ada di rumah Jian ??'
" Kenapa ?? Apa kamu masih tidak dengar ?? Kakakku adalah dokter spesialis kanker darah, mungkin anda bisa datang untuk memeriksa pendengaranmu.."
" Cihh.." ( kesal ).
Jian terkekeh. Bualan konyol dari sang kekasih hampir saja meledakkan tawanya. Dia menyuruh Alishia untuk periksa pendengaran di dokter spesialis kanker darah, apa itu tidak terdengar konyol..
__ADS_1
" Owh, apa mungkin anda ingin menuruni sifat ibu kandung anda, menjadi orang ketiga dan merusak hubungan orang lain.."
" Dan pada akhirnya ibuku menang melawan Daniah.."
" Apa ??" ( terkejut ).
" Kenapa ?? Dia kan memang anak dari orang ketiga.."
" A ?? Memangnya siapa ibumu ?? Apa ibumu itu Nyonya Tiansha ??"
" Benar sekali, aku sudah menduga kalau Tuan Jianan ini memang masih mengingat ibuku.." ( senang ).
' Hehh.. Bagaimana aku bisa lupa, sedangkan dia yang sudah menggores luka padaku dalam seumur hidup..'
" Cihh.. Jian ini hanya ingat dengan ibumu saja, bukan dengan kamu.."
" Kenapa Nona ini begitu repot ?? Memangnya dia siapa ??"
" Dia calon istriku, Yuna.."
" Apa ?? Calon istri ??" ( terkejut ).
" Kenapa ?? Kenapa terkejut seperti itu ??"
" Anda tidak punya hak di rumah ini, jadi lebih baik anda pergi sekarang juga.."
" Baik, aku akan pergi, tapi aku tidak pernah tidak mendapatkan apa yang aku mau,, tuan Jianan yang terhormat, kamu harus menjadi milikku sepenuhnya.." ( merasa kalah ).
Wanita itu pada akhirnya pergi juga dari rumah Jian. Tentunya dengan perasaan kacau.
Bamm !!!
Pintu dibanting oleh Alishia..
Jian terduduk di atas sofa, dan terlihat mengusap keningnya.
' Ternyata dia adalah adikku..'
" Jian.." ( menyusul duduk ), " apa kamu baik-baik saja ??"
" Tidak.."
" Kenapa ??"
" Hhhh..."
" Bicara saja .."
"....." ( bingung ).
" Jangan pendam masalah sendirian, aku tahu ada yang kamu sembunyikan.."
" Wanita itu.."
" Wanita itu siapa ?? Apa jangan-jangan, kamu menyukai dia.."
" Tidak mungkin.. Mana mungkin aku menyukai dia.."
" Terus kenapa ??"
" Wanita itu.." ( mungkin sudah saatnya ), " adikku.."
" Apa ??"
__ADS_1