Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Hanya Demi Yuna


__ADS_3

" Kenapa kamu berkata seperti itu ?? Aku bukan laki-laki bodoh seperti yang kamu kira, adik kecil.." ( mengelus rambut Yuna ), " tanpa kamu suruh pun aku memang tidak sudi melihat wajah itu lagi.."


" Jian, cukup !! Jangan seperti itu.."


" Yuna.." ( bingung ).


" Alishia, keadaan emosi Jian sedang tidak stabil. Jadi sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum terjadi masalah yang lebih besar."


" Kau mengusirku ?? Punya hak apa kamu ??"


" Kamu yang tidak punya hak disini !!!" ( mulai terpancing ), " mengaku atau tidak, itu terserah padaku, jangan cari masalah atau harus aku panggil keamanan sekarang juga.."


" Jian, aku kesini hanya untuk memberi kamu peringatan. Kamu jangan pernah membuat ibu kita bangkrut. Dan jika kamu memang tidak mau berbakti pada ibu, maka jangan sekali-kali kamu menunjukkan wajah kamu lagi di depan kami.."


Brakk !!!


" Bicara apa kamu ??"


Seseorang datang.


" Ibu ??"


Jian dan Yuna bangkit dari duduknya..


" Menyingkir.."


Dalam keadaan yang masih lemah.


" Ibu, kenapa keluar dari rumah sakit ?? Ibu harus istirahat.." ( mencoba memapah ).


" Minggir kamu !! Tidak seharusnya bicara kasar pada kakak kamu sendiri. Alishia, dia juga anak ibu.."


' Keluarga macam apa ini ??'


" Jian.." ( terjatuh ), " Arkh !!"


" Ibu.." ( menopang ).


" Lepas !!!" ( menepis ).


" Arkh !! Ibu.." ( jatuh ).


" Kalau kamu belum bisa menghargai kakak kamu, maka jangan harap ibu akan menghargai kamu juga.."


" Tapi ibu..."


" Jian.." ( wajah bersalah ), " kamu masih ingat ibu ??"


Jian memalingkan muka. Ada rasa amarah tersendiri yang tumbuh dihati kecilnya kepada wanita tua ini.


" Jian.. Maafkan ibu, nak.. Ibu tidak bermaksud..", ( menangis ), " Jian.. lunakkan hatimu untuk sebentar saja.." ( mencoba membujuk ), " tolong, maafkan ibu.."


" Sudah aku maafkan, jika sudah tidak berkepentingan, maka silahkan pergi dari kantor saya.."


" Jian, biarkan ibu memeluk kamu sebentar saja.." ( mencoba memeluk ).


" Tidak perlu !!"


" Ibu.." ( Alishia merasa iba ).


" Jian.. Jangan begitu.." ( Yuna berbisik ).


" Yunaku.."


" Biarkan dia memeluk kamu sebentar saja.."


" Tidak !! Jangan memaksa.."


" Ayolah.. jangan begitu pada ibu kamu.." ( merasa kasihan ), " ibu mana yang tidak merindukan anaknya setelah berpisah cukup lama.. peluk dia.. untuk kali ini saja.."


" Hhh.. Ini hanya demi kamu." ( tidak senang ).


" Tidak masalah.." ( tersenyum ).


" Boleh ibu memeluk kamu ??"


" Hanya sebentar, itu pun demi Yunaku.." ( masih tidak suka ).


Memeluk dan menangis.

__ADS_1


" Terima kasih sayang, ibu sangat senang.."


' Walaupun harus begini pada awalnya.. Tapi lihat saja nanti, cepat atau lambat, aku akan segera menyingkirkan Yunamu itu.. anakku..'


" Cukup !! Sudah cukup !!" ( melepas ).


" Tidak apa-apa, ibu mengerti, ibu sudah terlalu membuat kesalahan yang besar padamu, anakku.. Tapi ibu mohon, jangan membenci ibu untuk kedepannya, biarkan ibu menebus seluruh kesalahan ibu di masa lalu, dan biarkan ibu mengakui kamu sebagai putra kebanggaan ibu.."


" Tidak perlu.. Aku sudah memutuskan untuk hidup berdua saja dengan calon istriku, jadi anda tidak perlu repot."


" Baiklah, ibu mengerti.."


" Jika anda sudah mengerti, maka silahkan keluar dari ruangan saya.."


" Ibu, kita keluar saja dari sini !! Laki-laki ini tidak pantas dihormati.."


" Diam kamu ?!! Dia ini anakku, juga kakak kandung kamu, jadi jangan pernah menghina dia di depan ibu.."


" Ibu.." ( sedih ).


" Jian, kalau begitu, ibu akan pergi dari sini.."


" Silahkan.."


Tiansha segera pergi dari tempat itu, disusul juga oleh putrinya Alishia yang keluar dengan berderai air mata.


Mereka berdua memasuki lift bersama.


" Fiuhh.."


" A ??"


Melihat ibunya menghapus air mata, Alishia mulai berpikir aneh..


" Ibu.."


" Kenapa ? Kamu terkejut ?? Akting ibu kali ini cukup bagus kan ??"


" Apa ??"


" Hhh.. Awalnya ibu tidak mau memberitahu kamu dulu sebelum semuanya selesai dibereskan, tapi kamu malah bertindak gegabah.."


" Dia memang anak yang ibu tinggalkan puluhan tahun yang lalu, pada awalnya ibu mengira dia sudah mati, tapi ibu bahkan tidak menduga kalau dia malah hidup dengan sukses melebihi ayah kamu.."


" Ibu.."


" Ibu hanya pura-pura baik saja di depan dia, kita harus mendapatkan separuh harta Jian untuk kita nikmati.."


Tring..


Mereka keluar dari sana..


" Lumayan bukan ?? Bisa mendapat ganti rugi atas semua yang terjadi pada ibu.."


" Tapi ibu.."


" Kamu ini kenapa si ?? Tidak suka ??"


Masuk ke dalam mobil..


Krebb !!


" Maksud ibu tadi itu apa ??"


" Ibu ini hanya sedang berpura-pura baik saja pada Jian, sebenarnya ibu ingin mendapat ganti rugi atas apa yang terjadi tentang proyek kemarin. Tidak ada gunanya juga punya anak kaya raya kalau masalah uang saja dipersulit. Mulai sekarang tidak perlu pusing untuk menikahkan kamu dengan laki-laki itu lagi, karena sudah ada jalan pintas lain yang lebih mudah dibandingkan harus menikahkan kalian berdua.." ( senang ).


' Jadi... Selama ini, dia hanya ingin hartanya Jian saja, bukan karena menyayangi aku dan mewujudkan mimpiku menikah dengan Jian..'


......................


" Hehh. Bagiamana mereka bisa tahu semua ini ??" ( terduduk ).


" Sepertinya mereka sudah melakukan tes DNA dan mengetahui kalau kamu punya hubungan darah dengan nyonya Tiansha.."


" Apa yang harus aku lakukan sekarang ??"


" Boleh aku beri saran ??"


Jian menoleh. Memandang wajah wanita itu yang sedang tersenyum begitu manisnya. Dia tahu wanita ini sedang berusaha merayu..

__ADS_1


Jian memangku lagi kekasihnya itu. Dia membiarkan beban empat puluh sembilan kilo itu duduk di kedua pahanya. Rasanya ingin sekali membuat wanita ini menjadi gulungan adonan kue dan kemudian memakannya sampai habis.


" Apa saran dari Yunaku ??"


" Bagaimana kalau kamu berusaha baik kepada nyonya ?? Ya... meskipun kamu masih benci, tapi setidaknya, kamu tidak akan memperlihatkan kebencian kamu saat di depan nyonya..."


" Hanya pura-pura saja begitu ??"


" Iya. Mungkin saja dia memang sudah berubah. Mungkin dia merasa bersalah padamu jadi dia ingin menebus semua kesalahannya di masa lalu.."


" Apa aku bisa percaya dengan dia ??"


" Coba saja dulu, lagipula kalian ini kan tidak tinggal satu rumah, jadi tidak masalah juga kalau harus pura-pura. Kalian pasti akan jarang bertemu, kan.."


" Bagaimana kalau lebih sering ??"


" Berarti kamu memang harus berusaha menerima dia.."


" Tapi aku tetap tidak mau.. Setelah kita menikah, aku mau kita tinggal di kota yang jauh dari mereka semua, supaya tidak ada yang mengganggu kehidupan kita lagi.."


" Mau pindah ke penjuru dunia manapun juga tetap akan punya masalah..."


" Tapi setidaknya kita bisa jauh dari masa lalu yang kelam itu kan.."


" Aku mau pulang sekarang.."


" Mau apa ??"


" Mau istirahat. Lagipula calon pengantin memang seharusnya memperbanyak istirahat kan ?"


" Ya sudah kalau begitu.. Maaf aku tidak bisa mengantar kamu pulang. Tapi aku sudah minta pak Harry untuk mengantarmu, mulai hari ini, dia adalah sopir pribadi kamu.."


" Seharusnya tidak perlu serepot ini melayani aku.."


Yuna bangun dari pangkuan dan mengambil tas..


" Tapi aku juga berterima kasih padamu karena sudah memberiku pelayanan sebagai calon istri yang baik.." ( hendak pergi ), " aku pergi ya.."


" Katanya terima kasih ??"


" Kan sudah ??"


Menatap dengan tatapan aneh..


" Kamu kan tahu caraku berterima kasih padamu bukan seperti itu.."


" Jian !! Ini di kantor.. Jangan buat ulah..."


" Memangnya kenapa ?? Salah sendiri waktu itu memulainya, jadi harus terima akibatnya.."


" Jian.."


Menarik tangan Yuna..


" Aaaa.."


Jatuh lagi dalam pangkuan..


Cup !?


Yuna pasrah. Memang sudah beberapa hari terakhir mereka lebih sering sibuk dengan aktivitas masing-masing. Jadi tidak ada waktu menikmati masa berdua.


Jian melepas.


" Itu saja." ( tersenyum ).


" Ah ?? Tidak mau lebih ??"


" Simpan saja untuk malam pertama kita nanti.."


" Benarkah ??" ( senang ).


Jian mengangguk.


" Kalau begitu, maaf ya.."


" Aku yang minta maaf.."


" Ya sudah, aku pergi dulu.. sampai jumpa.."

__ADS_1


Jian menatapi wanita itu dengan senyuman yang mengembang begitu lebar. Lucu sekali. Gadis konyol itu beberapa hari lagi akan menjadi istrinya. Hahahaha... dia bahkan hampir mati karena harus menanggung kehilangan yang begitu menyedihkan kala itu.. Cerita cinta ini memang terlalu sadis, pun terlalu menyenangkan untuk di simak.


__ADS_2