Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Cinta yang Kembali


__ADS_3

" Aku bingung dengan perasaanku sekarang.."


" Apa yang masih kamu pikirkan ??"


" Hhh. Aku tidak tahu. Aku merasa bersalah dengan semua ini.."


" Yuna, Demy tahu kamu tidak pernah mencintai dia. Bagaimana mungkin dia bisa memaksamu untuk terus bersamanya.."


" Tapi, Jian.. Aku memang ingin berpisah dengan Demy, tapi menurutku cara ini sungguh merugikan dirinya.."


" Harus bagaimana lagi, kamu sendiri yang tidak mau berpisah dari Demy. Mungkin saja laki-laki itu sudah muak dengan keras kepalamu.."


" Kau ini.." ( Menepis tangan Jian ).


" Tunggu sebentar lagi, masih belum selesai.."


" Apa kamu tidak merasa kasihan ?? Dia mengorbankan dirinya untukku. Dia bahkan harus mendekam dipenjara hanya untuk menceraikan aku.."


" Ehemm.. Apa kamu sedang mengkhawatirkan Demy ?"


" Tentu saja. Dia bahkan sengaja membuat aku benci supaya aku tidak bisa bertahan. Bagiku itu tidak adil.."


" Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan sekarang ??"


" Aku ingin membebaskan dia.."


" Bukankah dia tidak mau kamu membantunya untuk bebas ?" ( Masih terus menyisir ).


" Tapi Jian.. Dia tidak sepenuhnya salah. Tidak seharusnya dia mendapat hukuman ini bukan.."


" Bukti mengalahkan segalanya Yuna. Meskipun kamu membela dia sampai mati, jika dia sudah menyerahkan diri dan polisi sudah punya buktinya, pembelaanmu hanya akan di anggap sebagai sampah."


" Huhh. Aku tidak bisa membiarkan dia melalui ini." ( Wajah murung ).


Jian selesai menyisir rambut Yuna. Dia beralih untuk duduk di samping Yuna, dan merangkul wanita itu dari belakang.


" Sejujurnya aku merasa cemburu tiap kali kamu mengkhawatirkan Demy.."


Cup !! ( Mengecup tangan Yuna ), " apa kamu masih belum bisa melepas Demy ?"


" Apa yang kamu katakan ?" ( melepas tangan Jian ), " aku hanya merasa bersalah saja.."


' Hemm.. sikapmu berubah menjadi acuh seperti ini.. Apa kamu...'


" Kau jangan berpikir macam-macam, ini semua adalah kesalahanku. Jika mau menghukum seharusnya hukum saja aku. Dia hanya ikut aku terjun ke dalam jurang. Seharusnya dia tidak mati, dan aku saja yang mati.."


" Apa yang kamu katakan ? Wanitaku tidak pernah salah.. Aku yang bersalah dulunya. Kenapa aku tidak mendengar kata-katamu. Kalau saja aku menurut, aku tidak akan jatuh koma, dan para pelaku itu tidak akan menggunakan kesempatan untuk mengancammu.. Karena itulah kamu terpaksa menikahi Demy.. Maafkan aku Yuna.."


Cup !!


Sekali lagi Jian mengecup tangan Yuna.


" Kenapa semua orang jadi menyalahkan diri sendiri ?? Huhh.. Aku benar-benar tidak mengerti.."


" Yang jelas, kamu hanya seorang wanita yang punya rasa iba.. Kalau aku diposisimu, aku juga pasti akan melakukan hal yang sama.. Tapi tentunya dengan menggunakan kecerdasanku.."


" Cihh. Motivator ini sedang membanggakan dirinya.."


Jian terkekeh. Dia terlihat sangat tampan saat tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang putih dan rata. Tampang yang seperti artis Korea yang berhasil membius mata setiap wanita yang menatapnya. Kalian bisa bayangkan seperti apa wajah itu.


Tapi ini bukan komik !! Tentu saja tidak bergambar. Kalian harus berangan-angan sendiri saja. Arkh !! Sudah berlari cukup jauh, kembali lagi pada novel..


" Sore ini kamu harus bertemu dengan dokter Widya untuk memeriksa kondisi psikis.."


" Apa itu perlu ? Rasanya aku baik-baik saja."


" Itu belum pasti, kamu harus memeriksanya dulu. Lagipula tidak akan menyita waktu lama.."


" Terserah kamu saja.. Aku akan ikut.."


" Bagus, anak pintar !!" ( Mengusap kepala Yuna ).


" Apa kamu pikir aku masih anak-anak? Aku ini sudah tiga puluh satu tahun, tidak perlu seperti itu ."


" Aku lihat kamu menjadi semakin dewasa.. Aku senang, setidaknya, Demy sudah melakukan sesuatu yang membuatmu lebih baik.."


" Apa kamu pikir semuanya karena Demy ??"


" Um ?? Bukankah memang seperti itu ??"


" Tidak juga.."


" Lalu, apa kamu mau bilang, kalau kamu berubah karena aku ??"


" Tidak !! Siapa yang berkata seperti itu ?? Huhh. Kamu punya tingkat percaya diri yang sangat tinggi.."


" Kamu terlihat sangat cantik.."


" Tunggu dulu !!" ( Menatap mata Jian ), " aku merasa kamu banyak mengalami perubahan sekarang.."

__ADS_1


" Kamu pikir begitu, ya ??"


" Kamu yang dulu itu sangat cuek dan arogan.. Cihh.. Saat aku minta kenalan saja, kamu bilang aku tidak perlu mengenalmu.. Jika kamu mau, lihat saja di majalah atau koran.. Tapi sekarang, kamu bahkan tidak mau pergi dari sisiku. Kamu sangat lengket. Apa kamu lem perekat ??"


" Kalau denganmu, lem perekat juga bukan apa-apa.."


" Kata-kata itu terlalu romantis. Dimana kamu mempelajarinya ??"


" Kata-kata itu keluar dengan sendirinya saat orang sudah jatuh cinta dan terlalu rindu.."


" Huhhh.. Sepertinya hidup sendirian terlalu lama membuat otakmu sedikit rusak.."


" Aku bahkan hampir gila Yuna. Semua ini gara-gara kamu.."


" Aku ?? Kenapa aku ??"


" Bayangkan saja, aku baru saja bangun setelah beberapa tahun koma, dan tiba-tiba mendengar kabar pernikahanmu dengan Demy.. menurutmu bagaimana perasaanku saat itu.."


" Huhh. Apa kau juga memikirkan saat aku mendapat ancaman itu ?? Kamu tidak tahu bagaimana kacaunya pikiranku saat itu.."


" Maaf, kalau saja aku tidak koma, kamu tidak akan merasa kesulitan seperti sekarang.."


" Jangan selalu menyalahkan diri.. Bagaimanapun penyesalan selalu datang terlambat.."


Yuna hendak turun dari ranjang..


" Kau mau kemana ?"


" Aku ingin buang air.. Kau tidak perlu mengantarku, aku bisa sendiri.."


" Bagaimana bisa, luka dikepalamu masih belum membaik, aku akan menjagamu.."


" Ini luka di kepala, tidak ada hubungannya dengan buang air.. Jangan cari kesempatan. Tetap duduk disini, dan jangan ikut !!!"


" Aku antar sampai depan toilet, aku harus memastikan kamu baik-baik saja.."


" Ini hanya melewati dua kamar, dan kau bahkan secemas itu.. Bagaimana jika harus melewati jalan raya.. Kau ini sangat berlebihan.."


" Tidak, jika untuk wanitaku.. Aku tidak akan membiarkan orang lain melihat wajahmu, apalagi sampai menyentuhmu.."


" Haha.. Aku tidak menyangka kalau kamu yang sekarang sangat bucin !!"


" Sudah diam !! Ayo aku antar.."


" Baiklah.."


" Sebenarnya kamu sangat senang saat bertemu denganku lagi hari itu, iya kan.. mengaku saja.. aku bahkan melihat kamu sangat berharap kalau aku bisa menyelamatkanmu dari pernikahan itu.."


" Apa kamu melihatnya seperti itu ?"


Sambil terus berjalan.


" Tentu saja, kamu bahkan mengatakan padaku, kalau kamu sangat merindukan aku.." ( Tersenyum ).


" Sepertinya aku lupa." ( Berpura-pura ).


" Kamu hanya pura-pura lupa.."


" Sudah sampai. Tunggulah diluar, aku akan sedikit lama.." ( Melepas pegangan tangan Jian ).


" Kau membiarkan aku menunggu diluar dengan waktu yang lama?"


" Apa kau mau masuk juga ??"


" Apa kau sedang menawarkannya padaku ??" ( Mendekat ).


" Jian.. Disini sedang banyak orang, jangan macam-macam.."


" Memangnya kenapa ? Seluruh dunia juga tahu kalau Jian yang sudah lebih dulu memiliki Yuna dibandingkan Demy.."


" Iya, tapi rasanya tidak nyaman juga bermesraan di tempat umum.."


" Baiklah, kalau begitu kita masuk ke dalam saja, dengan begitu, tidak akan ada yang melihat kita berdua.."


" Apa ??"


Plak !!!


Tamparan yang keras..


" Fiuhh.. Aku sangat puas bisa memukulmu sekeras itu.."


" Tega sekali ." ( Mengelus pipi kanannya ).


" Tunggu disini, dan jangan berbuat macam-macam.."


Yuna masuk, dan menutup pintu.


Krebb !! Dikunci.

__ADS_1


" Huhhh... Pria itu..." ( Senyum mengembang di bibirnya ).


Apa itu salah ?? Merasa bahagia saat berjumpa dan memadu kasih kembali dengan cinta kita yang sebenarnya ?? Walaupun statusnya yang masih baru bercerai.. Arkh !! Yuna, bagaimanpun kamu sudah terlalu banyak mengorbankan perasaanmu. Memang sudah seharusnya Demy mendapat balasan untuk semua perbuatan keluarganya.. Kini tinggal kamu saja yang berusaha untuk membahagiakan diri sendiri.. Sudah tidak ada waktu untuk mengingat masa lalu yang terlalu kelam..


" Apa sudah seharusnya aku lepaskan perasaan iba ini ?? Bagaimanapun, aku juga harus bahagia.. Huhhh. Rasanya sesak sekali. Disisi lain, aku senang karena pada akhirnya aku bisa lepas dari pernikahan tanpa cinta ini, tapi rasanya berat juga harus mengorbankan Demy untuk itu.. Huhh. Aku sangat berterima kasih padamu, Demy.. Jika bukan karena kamu, aku tidak akan mungkin kembali dengan Jian.. Hanya saja, caramu yang aku tidak suka.."


Yuna melihat wajah lebamnya di muka kaca. Terlihat merah dan bengkak. Sepertinya Demy sangat mendalami perannya saat itu. Yuna masih merasakan sakit diarea pipinya. Huhh. Karena luka inilah yang membuat dia lepas dari jeratan. Terima kasih Demy..


' Tok! Tok! Tok!'


" Apa sudah selesai ??"


" Pria ini !! Mendadak menjadi sangat perhatian, tidak seperti dulu sewaktu belum koma. Sepertinya dia memang sangat merindukan aku.." ( Menyunggingkan senyuman tipis ).


" Tunggu sebentar.."


" Hh. Sepertinya itu wanita yang baru-baru ini ramai diberitakan."


" Kamu benar, wanita seperti dia memang sudah seharusnya ditendang keluar dari rumah suaminya. Sudah menjatuhkan ibu mertua, sekarang malah membuat geger karena masalah kekerasan. Sepertinya dia hanya sedang menaikkan popularitas saja.."


Yuna memicingkan matanya. Tatapannya berubah sinis didepan dua wanita yang sedang menghinanya di kamar mandi.


" Hallo, Nona-nona.. Apa kalian sedang menganggur ? Bisa-bisanya membuat gosip di depan orangnya langsung.. Jika tidak keberatan, bolehkah mengulangi satu kali lagi ??"


" Hehhh. Perempuan ini memang tidak tahu malu.. Dulu kabarnya dia menikah dengan suaminya karena kontrak. Dan sekarang dia malah menjatuhkan keluarga suami kontraknya itu.. Kamu pikir seluruh dunia mendukung kamu.."


" Mungkin hanya anda saja manusia yang tidak punya kuping dan tidak punya pikiran.. Anda mendapat kabar darimana memangnya ?? Sampai-sampai dengan percaya diri mengatakan hal seperti itu padaku.."


" Memang benar, kan ?? Kamu ini hanya aktris yang mengandalkan kecantikan saja.. Sekarang bagaimana kamu akan sombong, uang saja sudah tidak punya. Selama ini kamu hanya mengandalkan keuangan suami kontrak kamu itu setelah ditendang secara paksa dari dunia hiburan, apalagi yang akan kamu banggakan ??"


" Asal anda tahu saja, Nona-Nona yang terhormat, saya tidak seperti yang kalian katakan.. Sepertinya orang yang berkata seperti itu, dialah yang sedang merasakannya.. Menurutmu, bagaimana jika kamu sendiri yang sedang melakukannya ?? Bukan tidak mungkin juga kurasa.."


" Dasar kamu ini !! Berani-beraninya berkata seperti itu, kamu pikir kamu siapa ??"


" Kamu yang seharusnya berpikir !! Menghina orang dimuka umum. Bahkan jika kamu adalah seorang artis, dunia hiburan mungkin akan berpikir dua kali untuk menerima perbuatanmu.."


" Dasar tidak tahu diri !!!!"


" Kalau begitu, Nona.. Saya permisi, oh ya.. satu hal lagi, sepertinya anda salah memasuki Rumah Sakit. Seharusnya kamu masuk di Rumah Sakit Jiwa, bukan disini.. Pasien disini hanya badannya saja yang sakit, tapi anda, sepertinya juga punya gangguan jiwa.."


" Hhhhh... Dasar !!! Awas saja kamu !!! Aku akan balas dendam kalau kita bertemu lagi !!!" ( Berteriak dengan lantang ).


" Sudah, sudah.. Jangan melawan lagi.." ( Satu orang lainnya menahan ).


Yuna akhirnya keluar juga dari kamar mandi.


" Fiuhhh.."


" Ada apa ?" ( wajah cemas dan penasaran ).


" Tidak perlu khawatir.. Hanya mulut orang-orang yang tidak begitu penting.. Lagipula sepertinya pasien yang satu ini sedang membutuhkan perawatan serius. Hihihi.."


Jian dan Yuna terkekeh sembari meninggalkan tempat itu, membuat seseorang di belakang sana terlihat merah padam sambil menahan amarahnya yang bergejolak.


" Wanita itu rupanya punya hubungan juga dengan pengusaha Jian !!! Aku harus menjatuhkannya !!"


......


" Ibu, lihat ini, ibu.."


Hani berusaha memanggil ibu mertuanya yang sedang asik memasak di dapur.. Memang sejak Hani dikabarkan hamil, Almira begitu antusias dan menjadi begitu sayang terhadap menantunya itu. Bahkan urusan rumah, dia tidak mau Hani turun tangan langsung menanganinya.


" Kenapa sayang ?? Apa ada hal yang sangat penting ??"


" Ibu, lihatlah berita itu.. Sepertinya Yuna punya masalah baru.."


" Kenapa ??"


Almira dan Hani menonton berita di televisi dengan seksama.


" Apa ? Demy terbukti melakukan kekerasan fisik terhadap Yuna ?? Anak itu ?!!"


" Bagaimana keadaan Yuna sekarang ?? Apa dia baik-baik saja.." ( Hani begitu cemas ).


" Ibu harus memastikan semuanya. Berikan ponselmu ?!"


Hani memberikan ponselnya kepada ibu mertuanya.


" Dimana nomor ponsel Yuna ?? Kenapa tidak ada ??"


" Yang namanya adik ipar.."


" Ooh.. Ini rupanya.."


' Jadi, Hani sudah merubah nama diponselnya.. Dari Yuna, jadi adik ipar..'


Arkh !! Masa Bodoh !!


Almira berusaha menghubungi Yuna..

__ADS_1


__ADS_2