
" Apa ?? Dia bicara begitu pada Kaka ?? Bagaimana dia bisa berpikir begitu.."
" Sudahlah, pikiran kakak kamu sedang kacau, tidak baik juga jika membuat dia lebih kesal saat seperti ini.. karena itulah aku hanya memilih keluar saja dari sana.."
" Lalu apa yang akan kakak lakukan ??"
Azof terlihat sedang berpikir dengan keras. Jari jemarinya di ketuk-ketukan ke muka meja dan membuat bunyi yang terdengar berirama bingung.
Tak tak !!
" Carikan aku bayi untuk di adopsi.."
" Apa ?? Benarkah kakak ingin mengasuh bayi adopsi ??"
" Tantu saja, memaksa Hani untuk bisa hamil pastilah sangat mustahil, tapi mungkin dengan mencarikan dia bayi yang masih lucu, mungkin bisa membuat hatinya sedikit senang, daripada aku harus menikah lagi ?? Kau kan tahu aku tidak bisa mengkhianati Hani.."
Kali ini gantian Yuna yang sedang berpikir.
" Baiklah, kalau begitu.. aku akan mencoba membantu kamu.."
...****************...
Tok tok tok
" Masuk." ( sedang serius membaca file ).
" Halo, kakakku yang tampan.." ( senyuman manis ).
Jian melirik sekilas. Wajah Adik cantiknya ini begitu manis, dan senyuman itu.. terlihat mirip seperti saat dia hendak memohon sesuatu padanya..
" Kenapa menyempatkan datang ke sini ?? Ada hal penting apa ??" ( mata masih tertuju pada file di tangan ).
" Uhmm.. kakak.. hari ini.. kekasihku ingin pergi menemui kakak, dia ingin minta restu dari kakak untuk menikahi aku, apa kakak akan setuju ??" ( ekspresi memohon ).
" Bertemu orangnya saja belum sudah memutuskan setuju atau tidak.." ( tanda tangan ).
Di depan Jian terlihat agak kecewa. Pikiran kakaknya tidak bisa di tebak kalau untuk soalan selain kak Yuna. Jadi tugas utama Alishia kali ini adalah, membuat kakaknya bisa menerima kekasihnya tanpa berpikir panjang.
" Dia orangnya sangat baik, dan juga sering berinvestasi dalam jumlah besar pada perusahaan yang besar juga, kemarin perusahaan kakak ipar juga mendapat investasi dari dia.. dia itu.. juga sangat tampan.." ( berkhayal wajah Fu Xuelan ).
" Hhh..." ( kesal melihat bucin ), " baik, aku akan menemui dia saat makan malam, katakan padanya kalau aku akan menemui dia di restoran milik Yuna nanti.."
" Baik.. aku mengerti.." ( Berlendot bak anak kucing ), " terima kasih kakak yang tampan.." ( memuji ).
" Sudah sana !! Kalau urusan kamu sudah selesai, langsung pergi saja !! Aku tidak mau di ganggu.."
__ADS_1
" Baiklah, aku pergi ya.. sampai jumpa.. ingat untuk memberi persetujuan pada hubungan kami, kalau tidak, aku akan mogok makan selama satu Minggu.."
" Baguslah, jadi kamu bisa menurunkan berat badan kamu yang berlebihan itu.."
" Iya, benar juga.. kekasihku menyukai wanita yang suka menjaga bentuk badan, kakak telah memberi aku saran yang bagus.." ( polos ).
" Hhh.. mau pergi tidak ?? Kalau tidak mau pergi, maka aku tendang kau ke laut !!"
" Baik, baik, aku akan segera pergi.. sampai jumpa.."
Bam !!!
" Hhh.. gadis bucin itu.. ngomong-ngomong siapa yang berhasil menaklukkan dia ya.. aku jadi penasaran.."
Cklek.
" Tuan.." ( mendadak datang ).
" Kenapa ??"
" Cara tuan berhasil.."
" Benarkah ??" ( menutup file ).
...****************...
" Hhh.. mengaku juga kamu.."
" Apa ?? Apa yang kamu maksud ??" ( tidak tahu ).
" Jangan mencoba bermain-main dengan tuan kami, atau kamu tidak akan mendapat ampunan karena telah membuat fitnah padanya.."
" Apa ?? Kenapa kamu bicara begitu ?? Aku tidak tahu apa yang kamu maksud.."
" Anak dalam kandungan kamu itu bukanlah anak dari tuan Jian, melainkan anak hasil hubungan kamu dengan pria bernama Fu Xuelan, Presdir dan investor yang baru saja mengenal kota ini sejak beberapa bulan yang lalu.."
Yu Fei terpaku. Dia begitu terkejut dengan perkataan laki-laki yang dilihatnya begitu polos tersebut. Tapi ini.. bagaimana Shizin tahu ?? Apa mungkin Jian punya kuasa yang sangat tinggi, sampai masalah seperti ini pun bisa diketahui Jian dengan begitu mudah..
" Sudah kena kamu !! Dari awal kamu mengaku kalau anak dalam perut kamu itu anak tuan Jian, tapi sejak awal, aku sudah tidak percaya sama sekali, bukan karena apa, tapi karena aku yang selalu mendampingi tuan Jian kemanapun dia pergi, dan sekarang, kamu tidak bisa mengelak lagi.." ( hendak bangun ).
" Shizin, aku mohon.. bantu aku untuk mendapatkan ayah dari bayi ini, aku tidak bisa menanggung malu seumur hidup aku hanya karena bayi ini.." ( memegang tangan Shizin begitu erat ).
" Aku tidak bisa membantu kamu !!" ( menepis ), " minta saja tanggung jawab pada tuan Fu Xuelan, jangan libatkan tuan kami, atau kamu akan menyesal akhirnya.."
" Tapi, Shizin.. aku.. aku tidak tahu harus berbuat apa, Fu Xuelan juga tidak mau mengakui kalau anak ini adalah anaknya.."
__ADS_1
" Sudah tahu dia suka bermain wanita, mengapa tidak memakai pelindung saat melakukannya.."
" Shizin, tolong bantu aku, aku tidak mau mengecewakan orang tuaku.."
" Aku tidak peduli !!" ( pergi dengan acuh ).
" Shizin !!! Shizin !!! Tolong aku.. bantu aku.. Shizin jangan pergi..."
Shizin tetap saja pergi tanpa pamit. Di hatinya sekarang tidak ada lagi perasaan ingin memiliki terhadap gadis ini, justru sebaliknya, dia merasa jijik dengan perbuatan kotor gadis muda ini..
" Hhh.. ingin mengelabui tuan Jian ?? Pikir dulu seberapa mampu otak kamu untuk berbohong.."
Tak tak tak tak tak..
" Hhhhh... aku tidak bisa membiarkan bayi ini membuat aku malu !!! Jika Shizin tidak bisa membantu aku, dan Fu Xuelan pun tidak bisa lagi aku bujuk, maka aku akan turun tangan langsung ke rumah Jian.."
...****************...
" Lihat sendiri Nyonya.. bayi malang ini di buang oleh ibunya sendiri saat usianya baru dua hari, dan beruntung sekali ada seseorang yang menemukan dan langsung membawanya ke rumah sakit. Pihak rumah sakit kemudian menyerahkan anak ini pada kami, entahlah.. di antara beberapa anak yang berada di sini, hanya dia anak yang memiliki nasib memilukan.."
Yuna mengangguk, menatapi sekeliling dia yang di isi penuh oleh suara gelak tawa anak-anak tidak berdosa. Mendadak dia ingat putranya Shi Yuan, untunglah ayahnya adalah orang yang bertanggung jawab, jika tidak, mungkin nasibnya sama seperti anak-anak ini.
Huhh..
Sungguh membuat dadanya merasa sesak.
" Bagaimana nyonya ?! Apa anda ingin bicara sesuatu ??"
" Sebenarnya, saya ingin mencari anak adopsi untuk Kakak saya, tapi saya belum mengkonfirmasi pada mereka berdua, jadi.. sebentar ya suster, saya harus bertanya dulu pada kakak saya.."
" Baiklah, silahkan.."
Yuna bangkit dari sana dan berniat menghubungi Azof..
...****************...
" Hani.." ( sambil menyuapi bubur ).
" Kenapa ??" ( masih agak dingin ).
" Aku punya solusi yang bagus untuk kita berdua.."
" Solusi yang bagus itu kalau kamu menikah lagi.."
" Bukan, aku punya jalan lain yang lebih baik dari pada keputusan kamu.."
__ADS_1
" Katakan padaku jalan mana yang lebih baik, selain wanita lain yang bisa melahirkan anak untuk kamu.."
" Adopsi anak !!"