Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Aku Mencintai Kamu Yuna


__ADS_3

"Angkat tangan kamu!!" ( teriak seorang Demy dari atas sana ).


Jian dengan lemah mengiyakan permintaan Demy, dan meletakkan senjata besar yang ada dalam pelukannya.


Jian berjongkok, dan entah dari mana datangnya beberapa orang yang kemudian berhasil mengepung Jian di sisinya. Sekarang hidup matinya sedang di pertaruhkan di sini.


Demy bergegas keluar dari balkon lantai dua, dan turun dari lantai dua menuju ke bawah. Tapi sayang, di ujung tangga, dia menemui rombongan James yang membawa beberapa orang bersamanya. Secepat kilat dia bersembunyi ke dalam sebuah kamar yang kosong, dan mengetahui kalau mereka mungkin saja akan segera kalah.


"Jumlah mereka masih banyak, kalau begini, aku bisa kalah, aku harus buat rencana baru!!"


...****************...


Di luar, Jian menyadari kalau ternyata Demy tidak ada di atas sana!! Dan semua orang di sekitar sini, tidak sedang dalam pengendalian. Ini adalah kesempatan bagus untuknya melarikan diri. Dan saat semuanya tercengang, dia mencoba mengambil senjata yang letaknya agak sedikit jauh di belakang pada anggota tim Fu Xuelan yang sedang mengepungnya.


Sementara, di atas sana, rombongan James sudah terlihat mulai menyergap. Dengan kondisi tim lawan yang memang tempatnya sangat mudah untuk di serang, di atas balkon, dengan barisan yang berjejer, mereka dengan sangat mudah dihabisi.


Beberapa orang di bawah yang sedang mengepung Jian akhirnya mulai terelakkan. Mereka ikut terkecoh dengan kejadian di lantai dua, dan akhirnya mulai membuat peluang besar bagi Jian untuk segera mengambil senjata dan kabur.


Dor!


Dor!


Dor!


Suara tembakan yang khas itu terdengar beberapa kali di telinga Jian, membuat seluruh tubuhnya serasa bangkit dan ingin segera keluar dari sarang penjahat itu.


Sreeeeetttt!!


Mengambil Senjata kebanggaannya, dan..


Dor!


Dor!


Dor!!


Menembaki beberapa orang yang mengepungnya di sana. Yang di atas, beberapa mayat mulai berjatuhan ke dasar kolam, dan akhirnya membuat kolam itu penuh dengan warna merah darah. Mereka semua berhasil di lumpuhkan, termasuk para pasukan yang berada di bawah.


Huhh Huhhh!!


Nafasnya terdengar begitu memburu usai berhasil menghabisi beberapa orang di bawah.


Sementara Demy, orang itu tahu rencananya benar-benar gagal total tatkala melihat semua orang di tim Jian berdiri di atas balkon dan menguasai tempat itu.


"Sial!!!"


Umpatnya begitu lirih, seakan mewakili hatinya yang kesal, namun juga ketakutan. Dia mengambil inisiatif untuk segera pergi dari sana, menyambar kunci mobil, dan akhirnya melesat pergi meninggalkan tempat neraka itu.


"Sial!!!"

__ADS_1


James dan beberapa rombongannya turun ke bawah, dengan membawa sebujur bangkai David yang begitu malang. Jian mengusap wajah David yang sudah pucat pasi itu dan meminta maaf.


"Maafkan aku David.. Dia yang sudah menyelamatkan nyawa istriku.."


Dengan segera, mereka membawa David ke sebuah mobil, dan membawa mayat itu pulang.


"Di mana Demy??"


"Aku tidak tahu, kami tidak melihatnya di lantai atas." ( jawab James apa adanya ).


"Sial!! Kali ini aku gagal lagi, dia pasti sudah kabur saat mengetahui kalau kita berhasil menjatuhkan bentengnya."


Jian merasa sangat kesal. Baru kali ini dia merasa di permainkan oleh seorang Demy, sahabat yang telah mengkhianati segalanya dari dia. Tidak bisa di maafkan!!


"Aku akan mencarinya lain kali, sekarang aku harus pergi, tapi sebelum itu, harus ada yang membersihkan semua mayat ini, jangan sampai mereka di biarkan sampai pagi."


"Baik, tuan!!"


Jian pergi meninggalkan rombongan James di sana, dan bergerak menuju mobilnya.


"Ayo jalan!!"


Vrooommmmm..


'Aku kehilangan dia lagi, sial!!!'


Hatinya terus saja mengumpat dan mengumpat. Dia tak tahan dengan kegagalan ini, ingin sekali membunuh dan menyingkirkan pria itu dengan brutal. Arkh!! Begitu sialnya aku, mungkin pertarungan ini adalah pertarungan paling bodoh yang pernah ada.


Wanita itu benar-benar menangis sejadinya. Air matanya terlihat bercucuran membasahi pipi kanan dan kirinya, yang kemudian dia tumpahkan lagi di saat Jian sudah tiba di sisinya.


"Jian??"


Wanita itu berlari memeluk dan menumpahkan segalanya di sana.


Hap!!


Jian menangkap tubuh kecil yang sangat dia rindukan akhir-akhir ini, dan menghujaninya dengan kecupan bertubi-tubi.


"Aku tahu kamu adalah suamiku, maaf telah membuat kamu dalam bahaya.."


"Aku mencintai kamu Yuna.. Kembalilah, anak kita pasti sangat merindukan kamu.."


...****************...


Jam delapan pagi, mereka semua sudah bersiap untuk melakukan penerbangan kembali ke negara asal. Jian menggandeng tangan Yuna yang begitu kecil dan terus menggandengnya sampai memasuki kabin pesawat. Beberapa orang yang berhasil selamat akhirnya bisa ikut dalam penerbangan, sementara yang tumbang pun tidak kalah banyaknya.


"Mau makan?? Kesukaan kamu bakmi, tapi aku lupa membelinya tadi."


"Apa itu benar?? Apa aku suka makan bakmi??"

__ADS_1


"Iya, kamu sangat menyukainya, kamu sering makan di restoran bakmi, dan menghabiskan beberapa mangkuk bakmi dengan varian berbeda. Karena itulah aku mendirikan restoran khusus bakmi untuk kamu kelola, dan sekarang, restoran itu sudah menampilkan berbagai menu bakmi yang bervariasi.."


"Begitu, ya. Aku jadi penasaran, ingin mencicipi rasa bakmi di restoran itu."


"Semua resep bakmi kamu ada di sana, dan kamu harus mencicipi semuanya.."


"Baik, akan aku coba.."


Keduanya tersenyum.


Ini baru nyaman..


"Heyy!! Tuan, apa kau melupakan aku?? Bisakah jangan terlalu mesra di dalam pesawat?? Aku masih jomblo, karena terlalu sibuk mengurus urusan kamu, jadi aku mohon, sekali saja.. jangan bermesraan di depanku.. ya??"


"Heii, kau James, kenapa mengeluh?? Yang seharusnya mengeluh itu aku, " Shizin menimbali, " aku ini masih jomblo, tapi setiap hari di dalam mobil, mereka selalu menguras pikiranku dan ......"


"Shutttt!!!" ( James membekap mulut Shizin dengan cepat ).


"Umh.. umhh"


"Jangan lanjutkan, perkataan kamu sungguh akan mengerikan, diamlah!!!"


Melepas!!


"Hai, coba cium dulu tanganmu, nikmati bau apa yang ada di tangan kamu itu!!"


"Oh, aku baru keluar dari kamar mandi."


Shizin muntah dan pergi juga ke kamar mandi akibat ulah dari James yang keterlaluan. Tapi sikap mereka berhasil mengundang gelak tawa mereka semua.


"Yuna.."


Panggilnya saat menatapi Yuna yang sedang asik tertawa.


"Ya??"


"Aku mencintai kamu.."


Yuna melongo saja, mendengar pernyataan yang barusan di lontarkan oleh Jian padanya.


"Kau pun mencintai aku kan??"


"Aku harus mengingat dulu hari pernikahan kita.."


"Tapi aku yakin, kau sangat mencintai aku.."


Cup!?


Mencium bibir Yuna dengan begitu lembut di dalam pesawat. Jian memaksa wanita itu untuk membalas l*matanya yang serasa menyesakkan. Dan di atas ketinggian 30.000 kaki ini, aku katakan..

__ADS_1


"Aku mencintai kamu Yuna...."


The end..


__ADS_2