Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Obat Perangsang


__ADS_3

" Tuan.. Tuan Jianan... Mohon maafkan aku.. Tuan.."


Namun sangat disayangkan karena lelaki yang dipanggilnya ternyata tidak menggubris sama sekali.. Jian malah semakin memperlihatkan kemesraannya dengan Yuna di depan Hannuri.


" Yunaku mau makan dulu, atau mau langsung pulang ??"


" Sayang, sudah cukup makan hidangan di atas meja, bukankah kamu ingin hidangan di atas ranjang ?" ( terkekeh ).


' Hhh.. Mereka sedang meledek aku rupanya.. Awas saja ?!!'


Dua pengawal Jian terlihat membawa Hannuri keluar bersama dengan ayahnya. Mereka membawa paksa mereka keluar dari perjamuan.


Brakk..


Melempar tepat di kursi luar gedung.


" Kalian tidak punya hak mengusir kami seperti ini ??!" ( Rashis sangat emosi ).


" Hehh.. masih berani menentang, sudah baik tuan kami mengampuni dan membiarkan kalian hidup, jika tidak, maka aku akan mengulitimu dengan kedua tanganku.." ( pergi ).


Rashis dan Hannuri bangun..


" Kurang ajar !!!"( marah ), " Semua ini karena kamu !!!"


" Kenapa ayah menyalahkan aku ?!! Bukankah semua ini gara-gara ayah ?? kalau ayah tidak memanfaatkan perasaan cintaku untuk Jian, seharusnya aku sudah bersama Jian dari dulu, dan situasinya tidak akan seburuk ini .."


" Anak tidak berguna sampai kapanpun juga tetap tidak berguna !! Mulai sekarang, kamu bukan lagi ahli waris seluruh harta ayah !!"


" Apa ?? Kenapa begitu ??" ( kaget dan marah ).


" Buat apa kamu menjadi pewaris kalau otak kamu tidak bisa berpikir ?? Ayah akan berusaha sendiri memakmurkan perusahaan ayah.. Kamu sudah buat malu ayah di muka umum, maka kamu sudah tidak berhak lagi tinggal di rumah ayah.."


" Apa ??? Apa Hannuri tidak salah dengar ?? Mana bisa ayah mengusirku, bagaimanapun, aku sudah berhasil melakukan rencana yang ayah berikan beberapa kali.."


" Cihh !! Hanya rencana bodoh seperti itu, kamu berhasil mendapat 500 triliyun itu karena sedang beruntung !" ( berkacak pinggang dan menghubungi seseorang ), " bawa mobilnya kemari, aku mau pulang saja !!"


" Ayah, seharusnya yang diusir dari rumah itu ayah, rumah itu sudah menjadi atas namaku semenjak ibu meninggal.."


" Hhh.. Jadi kamu kira begitu, ya.. maaf, anakku sayang, kamu sudah salah !! Ayahmu ini bukanlah laki-laki yang bisa kamu percaya !!"


" Ah ? Maksudnya ??"


" Memangnya kamu pikir tanda tangan ahli waris sewaktu ibumu mati semuanya atas nama kamu begitu ??" ( tertawa ), " yang benar saja !! Memangnya sejak awal menikahi ibumu, tujuanku apa kalau bukan merebut hartanya ?? Hahahaha.. Sayang sekali saat itu dia melahirkan seorang anak. Padahal sejak awal, dia bilang meskipun kita menikah juga tidak akan punya anak karena dia sendiri yang penyakitan !! Tapi tiba-tiba saja kamu lahir !! Dan kamu adalah malapetaka bagiku !! Cuihh.. Kalau saja bukan untuk menutupi misiku, aku sudah pasti membuangmu dari dulu !!!"

__ADS_1


Ciittttt.


Mobil akhirnya sampai, dan Rashis meninggalkan Hannuri sendirian di depan gedung yang sedang tertusuk-tusuk begitu sakit, perih, dan menyedihkan.


" Jalan !!"


Mobil melaju pergi.. Sekarang Hannuri adalah seorang diri dan tidak berteman siapapun..


Dia ambruk ke lantai. Air matanya menetes satu demi satu, lalu akhirnya membanjiri seluruh wajahnya. Begitu menyakitkan. Ayah yang baginya adalah penopang hidup, tapi ternyata orang itu hanya menganggap dirinya sebagai benalu dan pembawa sial !! Sungguh miris !! Lebih baik kiranya dia mati, daripada harus menanggung beban semacam ini.


Dia membantu dalam hal apapun. Bahkan saat dia mencintai Jian semenjak itu, dia selalu membantu ayahnya supaya berhubungan baik dengan Jianan. Apapun dia lakukan, asalkan ayah dan impian pernikahan dengan Jian bisa terwujud. Tapi betapa bodohnya dia, ditipu dan diacuhkan oleh ayahnya sendiri. Sekarang, semua mimpi sudah perlahan-lahan mulai terhapus. Dan itu sesekali membuatnya marah..


Matanya mendadak berubah menjadi merah dan terlihat dendam. Ada sepucuk rasa yang masih terbersit dalam ingatannya saat mendapat perlakuan kejam seperti ini. Dia mendadak berubah menjadi wanita yang ganas dan penuh ambisi.


Dia mengusap air matanya, dan mencoba untuk bangkit. Meskipun tertatih-tatih, dia akhirnya bisa bangkit juga. Dengan berpegangan pada kursi membuatnya menjadi lebih kokoh dan kuat. Dia ingin bangun dari kekacauan ini. Tangannya dikepalkan begitu erat, sementara, air matanya sudah kembali mengering.


" Harimu akan menjadi sangat buruk... Tuan Rashis...."


....


Fiuhh..


" Sampai ke rumah juga.." ( jatuh ke sofa ).


" Lelah, ya ?? Bagaimana kalau malam ini menginap ditempatku saja ??" ( Mendadak memeluk ).


" Tapi Yunaku, sudah beberapa hari ini kita tidak tidur bersama, apa kamu tidak merindukan aku ??" ( manja ).


" Cih.. Siapa juga yang mau seperti itu.." ( jual mahal ).


" Hemm.. Benarkah ??" ( meledek ), " kamu tidak rindu ??"


" Rindu yang kamu maksud itu selalu hal yang seperti itu.."


" Bagaimana menurut kamu ??"


" Kenapa tadi saat aku bicara, kamu hanya diam ?? Apalagi saat semua orang memojokkan aku dan membuka semua kejadian itu, apa kamu sejujurnya merasa kesal dan curiga terhadap aku ??"


" Curiga ?? Untuk apa ?? Aku tahu Yunaku selalu bisa dipercaya.."


" Lalu kenapa saat semua orang mengatakan kalau wanita yang berada di dalam adalah aku, kamu langsung pergi ke atas dan memastikan ??"


" Yang aku takutkan hanyalah, kamu masuk dalam jebakan, itu saja.. Selebihnya, aku benar-benar tidak percaya kalau kamu akan mengkhianati aku.."

__ADS_1


Yuna tersenyum..


" Jangan tersenyum.." ( mencubit pipi ).


" Aww.. sakit tahu.." ( mengusap ).


" Kenapa kamu tidak merasa terangsang saat minum bir yang dicampur itu ?? Apa kamu memang hanya akan tergoda oleh pesonaku saja ??"


" Sebenarnya, aku juga merasa tersiksa oleh obat itu ." ( wajah berubah ).


" M ?" ( mengelus rambut Yuna ).


" Aku memutuskan untuk mandi dan menghubungi kakak untuk lepas dari pengaruh obat itu, dan akhirnya aku berdiam diri di kamar mandi untuk memastikan aku sudah bisa mengendalikan diri atau belum.."


" Begitu, ya.."


" Aku merasa curiga dengan obat itu, sepertinya bukanlah obat perangsang biasa. Aku tidak seperti dulu saat bersama Demy, meskipun hal yang sama terjadi, tapi aku dan dia masih bisa sadar meskipun berada dalam pengaruh.. Apa kamu ingat ucapan tuan muda Lu saat dia berkata tentang kejadian satu tahun yang lalu ??"


" Yang mana ??"


" Dia mengaku setelah diberi obat perangsang oleh Hannuri pada malam itu, akhirnya sampai sekarang dia menjadi kecanduan berhubungan dengan wanita, dan kalau tidak bisa terlampiaskan, maka dia akan depresi bukan.. apa kamu lupa ??"


" Hemm, aku ingat, apa mungkin obat yang diberikan kepada Yunaku adalah obat yang sama ??"


Mereka malah menjadi semakin rumit.


" Hahaha... mana mungkin.. Obat seperti itu, memangnya ada ?? Hahahaha.." ( tertawa dengan puas ).


" Tapi bagaimana kalau iya ?? Apa aku akan mengalami hal yang sama dengan tuan muda Lu ??"


" Tidak, tidak mungkin.. Yunaku tenang saja, kamu adalah tipe wanita yang tidak bisa tergoda oleh apapun kecuali aku, maka jangan terlalu dipikirkan.."


" Tapi Jian.. Bukankah perkataan tuan muda Lu terkesan jujur ??"


" Kalau memang begitu..." ( mendekat ).


Yuna mundur..


" Kenapa menjauh ?? Bukankah kamu harus melampiaskan hasratmu dulu ??"


" Apa ?? Dasar tidak tahu diri !!!"


Plak !!!

__ADS_1


Muka Jian langsung memerah.. Sakit sekali..


" Fiuhh.. ternyata pipimu lembut juga.."


__ADS_2