
Yuna sedang mengutak-atik ponselnya dengan jari jemarinya yang begitu mahir. Dia terlihat begitu serius dan tidak menghiraukan sekitar. Hhh.. Buat kesal saja..
Jian yang baru selesai dari mandi malamnya akhirnya keluar juga dari kamar mandi. Dia terlihat mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, tapi tatapannya selalu menyorot ke arah Yuna. Sebenarnya apa yang sedang wanita itu lakukan. Jadi penasaran..
" Apa yang sedang kamu lakukan ??"
" M ?? Main game.." ( tetap dalam posisi yang sama ).
" Ohh.. Ternyata hanya game.."
" Apa yang kamu pikirkan ??"
" Aku pikir ada urusan dengan pria lain.."
" Apa ???" ( berteriak ).
Jian terkejut..
" Ada apa ?? Kenapa ??"
" Aku kalah.." ( marah ).
Membanting ponsel..
Jian terkekeh.
" Dia mengalahkan aku.." ( mulai jadi sedih ).
" Hahaha.. itu artinya kamu tidak boleh bermain lagi.." ( mengambil ponsel ).
Duduk berdampingan..
" Sudah malam, waktunya untuk tidur.." ( membaringkan ).
Jian menutup seluruh tubuh Yuna dengan selimut, kecuali wajah.
" Apa harus serapat ini ??"
" Karena kalau tidak, sama saja kamu sedang berusaha menggodaku.."
" Um ?? Menggodamu ?? Apa yang kamu katakan ??"
" Sudah diam dan tidurlah !! Besok harus mulai wawancara kerja. Meskipun tuan Lu sudah pasti akan menerima kamu, tapi kamu juga harus memberikan yang terbaik dulu dalam wawancara kerja besok."
" Iya, aku tahu.." ( menutup wajah dengan selimut ), " jadi jangan ganggu tidur aku malam ini, ya.. Kamu tidur di sofa saja sana.."
" Apa ??" ( menyingkap selimut ), " tidur di sofa ???"
" Ah ?? Kenapa memangnya ? Tidak mau ??" ( wajah penguasa ), " kasur ini menjadi milikku malam ini, kalau kamu tidak mau tidur di sofa, maka tidur diluar saja sana !! Aku harus tidur dengan nyenyak malam ini.."
" Begitu, ya.. Bisakah Yunaku tidur pulas tanpa berolahraga dulu ?? Biasanya orang akan tidur nyenyak setelah berolahraga bukan ??" ( meraba ).
" Tadi menyuruh aku untuk tidak menggoda, tapi sekarang, kamu sendiri yang mulai.. kamu ini aneh.."
" Tidak aneh, malam ini, kamu tidak boleh menggodaku, tapi aku boleh tergoda padamu.." ( mencium kening ).
" Apa mau lagi ??"
" Bagaimana kalau berganti posisi ??"
" Aku belum setuju mau melakukannya atau tidak !!" ( berbalik ), " aku akan tidur.."
Srettt..
" Aaaaa.... Jian....."
Memeluk erat.
" Dasar tidak tahu diri !!"
" Seharusnya kamu tahu alasan kenapa aku membawa kamu ke villa. Jadi jangan memberontak lagi.. kamu sudah terlanjur ikut.."
" Kamu tidak memberiku kesempatan menjawab dulu tadi sore, lagipula sebenarnya aku ingin pulang ke rumah kak Azof, bukan ke villa.."
" Terserah, aku tidak butuh penolakan..
__ADS_1
"
Cup ?!
" Lagi ??? Hh.. Menyebalkan.."
" Jangan cerewet !!"
" Ji-Jian.." ( pasrah ).
Wahh..
Di sensor aja ya say..
Ini area dewasa, bukan area bocil.. 😁
......................
Esok harinya. Mereka bangun dengan wajah sumringah. Tapi sebenarnya tidak dengan Yuna. Dia merasa sakit di seluruh badan. Olahraga semalam bahkan melebihi senam aerobik. Begitu ganas. Kejam.
' Kamu sudah membuat seluruh tulang di tubuhku remuk, Jian..'
" Selamat pagi !!" ( menyiapkan sarapan di meja makan ).
" Ssshhh.. pagi.."
Jian terkekeh lagi..
" Saatnya sarapan, aku sudah menyiapkan sarapan untuk kamu.."
" Aku mau tanya.."
" Mau tanya soal apa ??"
" Kenapa saat di rumah kamu aku tidak merasa sesakit ini, tapi kalau kembali ke villa kamu selalu membantai aku sampai seperti ini.. Apa villa ini begitu dingin sampai-sampai kamu selalu ingin berkeringat denganku ??"
" Hahaha.. sejujurnya.. Iya.. Benar, aku selalu merasa dingin di Villa ini, jadi menghangatkan badan dengan kamu adalah cara terbaik.."
" Hhh.. Dasar kejam !!"
Duduk.
" Seharusnya kamu memujiku karena aku sudah bermain energik tadi malam.."
" Cih.. Kamu energik, aku hampir mati.."
" Hahaha.." ( entah apa yang lucu ), " makanlah, aku suapi kamu.."
Mereka makan satu piring berdua. Romantis kan... Tapi lebih asik lagi kalau mereka menikah. Ya.. Mungkin asik, mungkin juga tidak..
Kapan si Jian sama Yuna ini cepat nikah ?? Udah kebanyakan itunya kok belum nikah juga.. Gemes aku ini..
Hehe.. Iya juga si kalau dipikir-pikir, ntar di DP dulu baru nikah.. Bahaya nggak tuh..
...----------------...
" Nyonya, ini data yang anda minta.."
Pria muda itu menyerahkan sebuah berkas yang beberapa hari lalu diminta oleh Tiansha.
" Semuanya lengkap ??"
" Nyonya, sebenarnya dia seorang laki-laki yang sudah hidup sebatang kara sejak kecil. Tidak ada ayah dan tidak ada ibu, apalagi saudara kandung.."
" Apa ??"
" Ayahnya meninggal saat dia masih kecil, dan ibunya pergi meninggalkan dia sendirian di jalanan. Sepertinya kalau mendengar dia sukses karena usahanya sendiri, kisah itu memang benar adanya.."
Tiansha tergeletak. Dia menjatuhkan diri di atas sofa di dalam kamar. Tidak mungkin kan kalau laki-laki bernama Jian itu..
' Perlu tes DNA..'
" Aku mau kamu melakukan sesuatu untukku.."
" Apa yang bisa saya lakukan nyonya ??"
__ADS_1
" Tapi sebelum itu, aku minta jangan sampai ada yang tahu, termasuk Zumi dan Alishia.."
" Ah ?? Baik, nyonya.." ( menunduk ).
" Lakukan tes DNA antara aku dan Jianan, dan pastikan tidak ada yang curiga dan tidak ada yang tahu selain kamu dan aku.."
" Baik nyonya.. Sesuai perintah anda.."
Krebb !!
Pintu ditutup usai pria itu keluar dari kamar Tiansha di rumah Alishia..
' Jika dia memang benar anakku, seharusnya aku senang, akhirnya aku punya jalan lain yang lebih mudah.. Selain Alishia.. hehh..'
...
' Jangan-jangan, nyonya Tiansha punya hubungan antara ibu dan anak dengan tuan Jianan, kalau iya, maka nasib buruk akan segera menimpa Nona Alishia nantinya.. Hehh.. Apa yang harus dilakukan nanti ??'
Pergi dengan wajah kacau.
......
" Hari ini aku hanya bisa mengantar kamu saja, aku tidak bisa menunggu.. Aku punya jadwal pertemuan dengan investor asing pagi ini, aku akan minta pak Harry menjemput kamu setelah kamu selesai.."
Tangan Jian tidak bisa lepas dari tangan Yuna. Mereka sudah sampai di depan perusahaan besar milik tuan Lu Yuzeff untuk mengantar Yuna melakukan wawancara kerja.
" Iya, terima kasih sudah sangat perhatian.."
Cup !?
Mengecup telapak tangan.
" Apa badan kamu masih sakit ??"
" Sudah lumayan lebih baik.." ( tersenyum ).
" Jika masih sakit, aku akan bicara kepada tuan Lu supaya kamu bisa beristirahat nanti. Dia pasti akan mengerti.."
" Bicara apa kamu ini !! Jangan katakan pada tuan Lu, aku akan merasa malu nantinya.."
" Kenapa malu ?! Dia juga akan mengerti kalau tadi malam kamu sudah membuat aku puas.."
" Jangan katakan, Jian.. apa kamu mau aku ditertawakan oleh mereka ??"
" Iya, iya.. aku mengerti, aku hanya bercanda saja.." ( tersenyum ).
" Apa aku sudah boleh pergi ??"
Cup !?
Mengecup kening..
" Sudah.." ( tersenyum ).
" Kalau begitu, aku pergi, ya.."
" Iya.."
Membuka pintu mobil..
" Sampai jumpa.."
" Hati-hati.." ( melihat Yuna masuk ke dalam perusahaan ).
" Hh.. Jalan pak !!"
" Baik.."
Menjalankan mobil..
' Hhh.. Akhirnya aku bisa bebas dari pemandangan meresahkan ini, kenapa begitu sial nasibku, sampai-sampai di usia lima puluh lima tahun ini aku bahkan masih setia menjadi bujangan.. Sedih sekali setiap kali melihat kemesraan mereka berdua.. Hhh... Yang sabar.. Fiuh...'
Sepertinya Pak Harry mulai tertekan..
Sabar ya Pak Harry, pasangan ini sedang mengalami masa-masa romantis, jadi harap anda tidak merasa aneh ya.. Ini hanya ujian saja.. 😁😁
__ADS_1