Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Cemburu


__ADS_3

Jian bergerak keluar dari toko usai dia berhasil membawa satu buket bunga besar dari dalam. Tapi dia tidak menyangka sama sekali kalau gadis itu ternyata masih menunggunya di luar.


" Ah, tuan ??" ( menghalangi jalan Jian )


" Ya ?? Kenapa lagi ??" ( wajah jutek ).


" Tidak ada apa-apa, hanya ingin berterima kasih lebih dalam lagi pada anda.."


" Menurut saya, hal itu bukanlah masalah serius.."


" Uhm.. iya memang, tapi kalau kamu tidak langsung menangkap aku, mungkin aku bisa sangat malu ditertawakan orang lain.."


" Kamu ?? Maaf, saya tidak biasa bicara sedekat itu dengan orang asing.." ( pergi ).


" Eits.. tunggu dulu.." ( menghalau lagi ).


" Kenapa lagi ??"


" Sebagai ucapan terima kasih atas kebaikan tuan, bagaimana kalau saya traktir minum kopi ?? Di dekat sini ada kafe yang terkenal, aku yang akan traktir.."


" Sekali lagi, saya tidak bisa bicara dengan orang asing terlalu lama, permisi !!"


Jian semakin kesal dibuat oleh wanita itu. Maklum saja.. pria tampan dan kaya dimanapun akan menjadi target wanita matre.


" Huhhh.."


Dia berkeluh kesah sesampainya di dalam mobil.


" Kenapa tuan ?? Gadis itu mengganggu ya ?? Padahal dia sangat cantik, dan juga masih muda, oh iya.. sedari tadi, dia selalu melihat tuan dari luar, mungkin gadis itu menyukai tuan, tampaknya dia sengaja menunggu tuan keluar dari toko hanya untuk berkenalan dengan tuan, kenapa tuan menolak ??"


" Yuna !!"


Satu jawaban yang berhasil menjawab seribu pertanyaan cerewet dari si supir muda itu..


Mulutnya akhirnya diam juga. Dia mengaku kalah setiap kali berdebat dengan Jian untuk masalah harta dan wanita. Dia memangnya bisa apa ?? Dia hanya sopir, dan parahnya lagi, sopir yang sudah berusia dua puluh delapan tahun, yang masih setia untuk sendiri.. Menyedihkan..


" Sudah selesai bicara ??"


" Sudah tuan.."


" Kalau begitu, jalan !?" ( serius ), " satu lagi, kalau kamu menyukai gadis itu, kenapa tidak mengajaknya berkenalan ??"


" Benarkah ?? Apa tuan rela Memberikan gadis secantik itu untukku ??"


" Shizin ! Jangan menggodaku seperti itu, atau aku akan memecat kamu sekarang juga."


" Ba-baiklah, aku tidak berani lagi, aku akan turun minta nomor ponselnya dia.. permisi.."


Dia turun dari mobil Jian, dan mencoba mendekati gadis berperawakan seksi itu.


" Hemm.. sopir pria itu turun, mungkin dia berpikir ingin mengenalku, tapi merasa malu, dia sungguh pria yang polos.."


Gadis itu tersipu malu..


" Hai.." ( canggung ).


" Halo.."


" Bolehkah aku minta nomor ponselmu ??"


" Ah ??"


" Benar juga.."


" Baiklah, silahkan.."


Gadis itu memberikan ponselnya pada Shizin dengan sangat senang. Dia menyangka kalau laki-laki ini meminta nomornya untuk tuannya..


" Oh, jadi nama kamu Yufei ya ??"

__ADS_1


" Iya, memangnya namanya siapa ??"


" Aku Shizin.."


" Oh, kalau..."


" Baiklah, terima kasih, aku akan menghubungi kami lagi nanti.." ( memberikan ponsel si gadis usai mencatat nomornya ).


" Ah.. baiklah.."


" Sampai jumpa.." ( senang ).


" Bye.." ( tidak puas ).


' Siapa si nama pria itu ??'


...****************...


" Tuan.. akhirnya aku bisa mendapat nomornya, aku tidak akan jomblo lagi.." ( sangat senang ).


" Hhh.. jangan terlalu senang dulu, kamu tidak tahu siapa dan bagaimana latar belakang gadis itu, jadi lebih baik selidiki dulu.."


" Baik tuan, aku akan melaksanakan perintah tuan.."


" Sudahlah, cepat pergi, aku ingin memberikan kejutan untuk istriku, jangan sampai kamu mengacaukannya.."


" Baik tuan.."


Shizin melajukan mobil dengan kencang, meninggalkan tempat itu. Sementara gadis itu masih tegak berdiam diri di tempat semula sampai akhirnya matanya berhenti menatapi mobil Jian yang pergi menjauh.


...****************...


" Ah ?? Jadi begitu ya ?? Hahahaaa.. aku tidak menyangka kalau Jian ternyata bisa seperti itu, sepertinya tidak nyata.."


" Benar sekali, aku juga heran mengapa dia bisa memasang wajah selucu itu saat perlombaan.."


" Hemm... sedang membicarakan siapa ?? kedengarannya asik sekali.."


" Ah ?? Jian ??" ( mencoba melemaskan urat nadi Jian yang kencang ), " sejak kapan kamu datang ?? Waahh kebetulan sekali kamu datang kesini, kita bisainum kopi bertiga kalau begitu.."


" Sudah lama berdua ??" ( tatapan tidak senang ).


" Ah, kamu ini ?!! Kita hanya sedang bicara mengenai masa lalu kamu yang lucu itu.. iya kan Yuna ??"


" Kalau sudah selesai bicara, maka pulanglah.."


" Baik, baik.. aku akan pulang, sampai jumpa Yuna.."


" Sampai jumpa.."


Lu Zafier terlihat pergi meninggalkan mereka berdua di dalam kafe. Sekarang mendadak suasana menegang dengan sendirinya. Ada api yang berkobar di belakang tubuh Jian, hingga rasanya tubuh Yuna juga ikut memanas..


" Aahh... sayang, kenapa kamu datang ke sini ??" ( manja ).


" Kalau aku tidak datang, apa yang akan kamu lakukan dengan Casanova itu ??" ( menyeringai ).


" Kamu cemburu ??" ( manja lagi seperti anak kucing ).


" Tentu saja, aku sudah mencari kamu di kantor, untunglah Alishia berkata kalau kamu sedang duduk santai di cafe, aku langsung saja kesini, tidak menyangka kalau aku akan mendapati pemandangan sepahit ini.."


" Kalau begitu duduk dulu dengan tenang ya.. aku akan memesankan satu kopi untuk kamu.."


" Tidak perlu.."


" Jangan marah begitu, aku yakin kamu akan suka kopi yang aku traktir hari ini, tidak sering aku mentraktir kamu tahu.."


" Kalau mau menyenangkan hatiku, maka malam ini saja setelah acara ulang tahun.." ( menggoda lagi ).


" Baik, baik.. aku akan membuat kamu senang malam ini.." ( tersenyum ).

__ADS_1


" Aku membawa bunga ini untuk kamu.. kamu suka ??"


" Wahh, kamu membeli kejutan untukku lagi ?? Apa kamu begitu banyak uang, sampai tidak cukup membelikan aku hadiah yang ke sekian kali.." ( menerima ).


" Bagus tidak ??"


" Tentu saja, aku suka.." ( memeluk bunga ).


Wanita yang lucu.


" Terima kasih sayangku.."


Cup !?


Jian mencium pipi Yuna dengan mesra.


" Kalau begitu, belikan aku satu cangkir kopi.."


" Baik, aku akan memesannya.." ( mengangkat tangan ), " Pelayan, minta satu kopi lagi.."


" Bagaimana dengan rapat kamu barusan ?? Apa klien mau memberikan harga yang pas untuk produk kosmetik kamu ??"


" Tentu saja, aku tidak bisa dilawan oleh orang lain untuk soal mempertahankan harga.." ( bangga ).


" Huaaa.. mendadak aku ngantuk.."


" Hihihi... iya, aku senang karena mereka menawarkan harga yang cukup fantastis untuk produk kosmetik perusahaanku, jadi tidak perlu terlalu banyak menawar lagi.."


" Baguslah.."


Kopi mendadak datang..


" Minumlah dulu, baru kita bicara lagi.."


" Iya.."


Slurp !!


Menyeruput kopi..


" Soal acara malam ini, aku juga ingin mempertemukan kamu dengan desainer senior padamu, apa kamu mau ??"


" Memangnya kamu tahu kalau aku sedang berusaha membuka toko pakaian juga ??"


" Tentu saja aku tahu, aku melihat rancangan itu di meja kerja kamu, sudah pasti aku tahu, mau aku kenalkan tidak ??"


" Waaahhh, aku mau, tentu saja aku mau, kenalkan aku ya.. kamu memang sangat pengertian.."


" Tentu saja.."


Slurp !??


Menyeruput lagi..


" Uhm.. menurut kamu.."


" Ah ?? tuan yang tadi ya ??" ( menyeka ucapan Yuna ).


Gadis ini mengapa mendadak ada di tempat ini juga ??


Yuna menoleh, dan mulai curiga..


" Siapa dia ??" ( berbisik ).


" Orang asing.."


" Wah, tuan senangnya bisa bertemu lagi, kita belum sempat berkenalan tadi, namaku.. Yufei, nama tuan siapa ??"


Yuna berdiri menghadapi gadis ingusan itu dengan wajah percaya diri..

__ADS_1


" Perkenalkan, nama dia tuan Jian, dan aku istrinya, Yuna.."


' Ah ?? Jadi dia sudah punya istri ??"


__ADS_2