Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Pria Misterius 2


__ADS_3

" Apa yang terjadi ?? Bagaimana bisa ibu masuk rumah sakit ?? Apa terjadi sesuatu pada ibu ??"


' Dia tidak bisa menelan makanan sejak kemarin, aku pikir mungkin karena aku membuat bubur yang tidak terlalu lembek, tapi mendadak, ibu jadi kejang, dan demam, aku tidak tahu harus bagaimana, hanya Azof yang ada di sana dan menemani ibu, aku berada di rumah karena tidak bisa meninggalkan Zio sendirian.."


" Baiklah, kakak ipar tenang saja, aku akan segera ke rumah sakit, kakak jangan cemas di rumah, biar aku yang mengurus semuanya.."


' Iya, tolong jaga ibu ya.."


" Pasti.."


Bip !?


Dia buru-buru berjalan ke lantai atas dan kemudian secepat kilat menyambar jaket yang akan dia kenakan. Dia menghubungi Pak Harry untuk menyiapkan mobil dengan segera. Setelah itu, akhirnya Yuna berhasil keluar dari rumah.


Vrooommmmm .


Pak Harry mencoba melajukan kendaraan lebih cepat dan akhirnya sampailah dia di sebuah tikungan yang tajam.


Di samping tikungan itu persis jurang yang mungkin jika jatuh bisa membuat nyawa melayang dengan seketika. Karena terlalu terburu-buru, akhirnya mobil tidak bisa di kendalikan.


" Nyonya ?? Saya tidak bisa mengendalikan mobil.."


" Apa ??" ( terkejut ).


" Rem nya.. rem nya blong.."


" Apa ?? Di depan jurang yang dalam.."


" Awas nyonya !!! Pegangan yang erat !!!!!"


Harry membanting setir sebisa mungkin, namun kecelakaan tidak bisa di hindari..


" Aaaaaaaa."


Brakk !!!?


Sreeeettt..


Mobil menabrak pembatas jalan dan terbang ke dalam jurang setinggi beberapa kaki itu. Keduanya masih berada di dalam mobil dan terbalik bersama ke dalam jurang tersebut.


...****************...


Pukul 22.30.


Suara ambulan terdengar memekakkan telinga. Mereka berhasil membawa Yuna ke rumah sakit setelah beberapa saat kejadian tersebut terjadi. Sementara, Pak Harry tewas seketika di tempat kejadian itu. Kecelakaan yang begitu mengejutkan, dan tentunya, Yuna selamat adalah hal yang paling membahagiakan.


Tapi di sudut rumah sakit, Azof tengah bergelut dengan perasaan dan pikirannya. Dia menghadap pada sebujur mayat yang kaku, dengan kaki yang pucat dan membiru. Wanita itu berhasil meregang nyawa usai beberapa saat mendapat perawatan dari rumah sakit. Dia di diagnosa mengalami keracunan makanan yang membuat ada hawa yang tidak nyaman dalam perutnya, dan membunuh secara perlahan-lahan. Entahlah, mendadak yang Azof ingat adalah, istri tercintanya yang senantiasa membuatkan makanan untuk sang ibu. Dan mengapa sekarang dia malah mencurigai Hani ??


Tangisannya terdengar menyayat, dan bahkan membuat semua orang yang ada di rumah sakit itu terlihat begitu pilu. Tapi dia harus menahan tangisnya, usai kembali mendapat kabar yang mengejutkan.


" Dokter Azof, adik anda mengalami kecelakaan saat menuju kemari, mobilnya masuk jurang dan sopirnya tewas seketika di tempat itu.."

__ADS_1


" Apa ??"


Belum juga luka di hatinya usai, sekarang kembali lagi, mendapat permasalahan yang begitu membuat dirinya hampir memecahkan kepala.


Tap tap tap tap tap tap tap..


Langkah kakinya di percepat, dan kemudian akhirnya memilih berlari untuk sampai di tempat Yuna berada.


Dia masuk dan ikut menimbrung seorang dokter muda, dokter Alta yang baru saja beberapa hari lalu berhasil mempersunting mantan asisten Yuna, Kalina.


" Bagaimana ?? Apa dia baik-baik saja ??"


" Dia sungguh tidak baik-baik saja, kepalanya kembali terbentur, dan ini akan memerlukan operasi kembali untuk memperbaiki tulangnya yang retak.."


" Lagi ?"


" Tidak ada cara lain dokter, hanya itu jalan satu-satunya, selain operasi di bagian kepala, bagian rusuknya juga mengalami keretakan, meskipun tidak terlalu parah, tapi harus segera ditangani.."


" Lakukan yang terbaik, maaf, dokter Alta, aku harus menyerahkan semua ini padamu, aku tidak bisa mengatasi Yuna untuk sekarang, ibuku.." ( sedih ), " mendiang ibuku harus segera di urus.."


" Iya, aku mengerti.. pergilah, dia akan aman bersamaku.."


" Terima kasih dokter.."


Puk puk !?


" Semoga ini yang terakhir.."


" Aku harap." ( berlari menjauh ).


Dan soal racun itu, racun yang di perkirakan masuk melalui makanan, mungkinkah, istrinya yang begitu tega menghabisi ibunya dengan cara yang begitu kejam ?? Begitukah ?? Tapi mengapa selama ini Hani begitu baik ?? Begitu menyayangi ibunya ?? Mengapa selama ini dia tidak pernah menunjukkan kebencian sedikitpun terhadap ibunya ?? Mungkinkah semua ini, ada yang mengendalikan ??


Dia akhirnya mulai berpikir dengan tenang. Ponsel yang sedari tadi dia genggam, akhirnya dia ambil dan dia gunakan untuk menghubungi Jian, dan berharap pria itu tahu mengenai Yuna dan ibunya.


Tapi beberapa kali dia mencoba menghubungi, nyatanya tidak ada reaksi apapun dari seorang Jian. Entah kemana pria itu pergi, tapi yang jelas, dia tidak bisa menghubungi Jian sama sekali.


" Arkh !!!!"


...****************...


" Tuan, bagaimana ini ?? Bagaimana jika nanti Jian tidak datang juga ?! Apa yang akan kita lakukan ??"


" Apa yang akan kita lakukan ?? Kenapa cemas ? Dia sudah datang di kota sore ini, dan sekarang, dia mungkin sedang menyusun pergerakan.."


" Bagaimana tuan bisa tahu ??"


" Bahkan aku tahu dia mencurigai aku... untunglah, aku punya ide brilian untuk masalah ini.."


" Ide brilian ??"


" Kamu mau gadis itu ??"

__ADS_1


" Apa ??"


" Lakukan sebelum dia datang, atau kamu tidak akan pernah mendapat kesempatan itu lagi.."


" Be-benarkah ??" ( wajah berbinar ).


" Bukankah dari awal kamu hanya ingin hal itu ??"


" Iya, tapi... apa tidak akan jadi masalah kalau..."


" Tenang saja, nikmati dia, aku punya kamar yang nyaman di gedung ini, gunakan jika kamu mau.."


" Baik, aku bersedia.."


Tugas seperti itu mana mungkin dia tidak bersedia.


Fu Xuelan membawa gadis itu ke dalam kamar yang di maksud pria misterius itu, dan mulai melucuti pakaian Alishia satu demi satu. Dia melihat kemolekan tubuh yang setengah polos itu dan tidak berhenti membuat hasratnya naik. Tubuhnya panas, dan seketika terbius oleh keindahan tubuh gadis yang begitu membuat dia mabuk.


" Ugh.. kamu lebih baik dari pada dua puluh empat gadis yang lain, aku tidak sabar lagi.."


Mulai menaiki Alishia, dengan senyuman memabukkan. Alishia yang sedang lemah tak berdaya hanya bisa pasrah saat pria itu ingin merenggut kesuciannya.


Hendak mencium leher.


Tapi.


Dorrrr!!?


Sebuah tembakan melesat dan tepat mengenai bagian jantungnya. Pria itu tergeletak dan tewas di tempat.


Brukk !!


" Arkh !?"


Pria itu tersungkur tepat di atas tubuh Alishia yang lemah. Darah muncrat dengan cepatnya, mengguyur wajah Alishia yang kelelahan.


" Enak saja mau menodai adikku !! Kamu pikir kamu ini siapa ??"


Jian mendekati Alishia dengan beberapa pengawal yang siap berjaga di belakangnya.


" Kamu baik-baik saja ??"


" Kakak, aku baik-baik saja.. tapi.. dia tidak sendirian, dia bersama seseorang.." ( berkata dengan lemah ).


" Seseorang ?? Siapa ??"


" Yang melakukan semua ini, sebenarnya, bukan hanya Fu Xuelan.. tapi pria itu.."


" Pria ?? Siapa dia ??" ( merengkuh tubuh Alishia ).


" Hehehe.. rupanya dia mendengar semua perkataanku.." ( muncul dari balik kegelapan ).

__ADS_1


Perlahan wajah itu akhirnya terlihat jelas karena sinar rembulan yang menyorot dengan terang di dalam kamar tersebut. Dan Jian tidak terlalu terkejut melihat siapa yang sedang berdiri di depannya itu. Mendadak, semua orang akhirnya muncul dari berbagai sisi, dan berhasil mengepung rombongan Jian.


" Kenapa ?? Terkejut melihatku tuan Jian ??"


__ADS_2