
" Manisnya anak ibu.." ( menggendong dengan penuh kasih sayang ).
" Katanya namanya Miff, tapi aku ingin mengganti namanya, soalnya nama Miff menurut aku terlalu lemah, aku tidak mau anak laki-laki kita menjadi anak yang lemah di masa depan nanti.."
Mereka berdua memang sudah keluar dari rumah sakit. Sudah beberapa hari semenjak kejadian yang benar-benar bodoh itu terjadi. Dan sekarang barulah Hani menyadari kalau semua yang dia lakukan sejujurnya bukanlah sebuah kesadaran.
Dan sekarang, putra hasil adopsi itu telah membuat jiwanya seakan kembali. Meskipun dia tidak akan pernah menjadi wanita yang sempurna, tapi memiliki putra yang begitu tampan mungkin bisa mengobati seluruh kesedihannya..
" Zio ?? Bagaimana kalau Zio ??" ( menatap Azof dengan berseri ).
" Zio ?? Nama yang bagus, juga terdengar sangat.. kuat, dia akan jadi anak yang kita dan tidak pantang menyerah di masa depannya dia nanti.."
" Kamu suka ??"
" Aku suka.."
Sementara sang ibu yang sudah tidak bisa melakukan apapun lagi hanya terdiam di pojok ruangan. Meski begitu, ada kebahagiaan yang dia rasakan dalam diamnya. Dia memang terlihat tidak bisa apa-apa, tapi dia bisa berdo'a dalam batinnya, agar Tuhan memberi menantunya ini seberkas kebahagiaan..
Dan sekarang, meski mungkin Hani tidak akan pernah tahu, tapi sejujurnya dari hati yang paling dalam, Almira selalu mendo'akan yang terbaik untuk keluarga kecil mereka.
Itulah bahagia yang sesungguhnya..
...****************...
" Sudah empat hari berlalu, tapi keberadaan Alishia belum di ketahui juga, sebenarnya dimana pria br*ngs*k itu menahan Alishia ?? Dia mencoba untuk bermain denganku rupanya.."
" Jian, bukankah kamu sendiri yang bilang kalau Fu Xuelan memiliki kekuatan yang cukup besar melebihi kamu, mungkin dia juga berpikir kamu tidak akan bisa menemukan adik kamu dengan mudah.."
" Tapi seharusnya aku tahu di mana tempat pribadi dia, mungkin Alishia di tahan di tempat itu, aku juga tidak tahu.."
Yuna mencari jawaban lain..
Tring !!
Ketemu !!
" Jian, aku punya rencana bagus.."
" Rencana apa ??"
" Kenapa tidak menggunakan Yu Fei untuk mengetahui di mana posisi Alishia ?? Mungkin saja gadis itu tahu tempat-tempat pribadi milik tuan Fu Xuelan, mereka kan pernah menjalin hubungan.."
" Tapi gadis kecil itu sendiri pernah bilang kalau dia hanya berhubungan selama empat bulan saja, Bagaimana mungkin dia bisa tahu sesuatu tentang tempat pribadi itu.."
" Tidak ada salahnya bertanya lebih dulu, lagipula dia juga berhutang budi pada kita berdua bukan.."
" Baiklah, " ( mengelus wajah Yuna ), " aku tahu istriku memang sangat pandai.."
Cup !?
" Ugh..."
" Ayah !!!!!!!!! Ibu !!!!!!!"
Keduanya melepas kecupan, dan menoleh ke arah putranya, dengan sangat terpaksa.
" Dia datang lagi.."
" Aku kira dia sudah tidur.."
" Apa dia akan mengacaukan malam ini lagi ??"
" Entahlah, tapi aku rasa, iya.."
Brukk !!
__ADS_1
Tubuh gempal itu dijatuhkan ke atas kasur, dan kemudian tersenyum menyeringai. Licik !!
" Shi Yuan akan tidur di sini lagi, kalian tidak bisa melarang anak kecil bukan.."
Kedua orang tuanya hanya saling menatap.
" Gagal lagi !!!"
" Aku rindu kamu sayang.." ( memeluk ).
" Bagaimana kalau kita cari alasan lain untuk menikmati waktu berdua ??" ( ide cerdas ).
" Maksud kamu ??"
" Mungkin dengan berganti kamar tidur saat dia sudah terlelap nanti.." ( berbisik ).
" Hehe.. baik, aku mengerti.."
Melepas pelukan..
" Kalian sudah selesai berdiskusi ??" ( rebahan santai ).
Keduanya tersenyum pahit. Pria kecil di depan mereka ini sungguh sangat menyebalkan.
" Kalau mau tidur di tempat tidur ayah dan ibu, boleh saja.."
Shi Yuan diam memperhatikan.
" Tapi harus ada sayaratnya.."
" Apa syaratnya ?? Shi Yuan pasti bisa memenuhinya.. tenang saja, Shi Yuan milik ayah dan ibu ini adalah anak yang sangat pintar.." ( membanggakan diri ).
" Syaratnya adalah.. ibu dan ayah akan tidur di kamar Shi Yuan.."
" Apa ???" ( terkejut yang berlebihan ), " tapi kan Shi Yuan pindah kesini karena ingin tidur dengan ayah dan ibu.." ( wajah memelas ).
Tega saja Yunaku.. aku tidak bisa lagi menahannya untuk malam ini, kita sudah berbulan-bulan tidak....
Tapi yang di samping mulai merasa kasihan terhadap putra kecilnya..
Wajah itu.. dan senyuman memohon itu ..
Mulai goyah !! Mulai goyah !!
Dan.....
" Baiklah, kita akan kembali tidur bertiga." ( senyum tanpa dosa ).
" Yeayyy, tidur dengan ibu lagi.."
Yuna naik ke atas kasur, dan bermain dengan putra kecilnya.
Si tuan hanya terdiam. Mendadak membeku dan tidak bisa bergerak lagi.
Adikku sudah tidak sabar, tapi anak ini mengacaukan segalanya.. bukankah itu artinya dia perusuh ??
Mematung..
Gubrak !!!
Menjatuhkan diri sendiri ke tempat tidur..
" Ayah, aku tidur di tengah, ayah samping kiri, ya, aku bisa jatuh nanti.. hihihi..." ( pria kecil yang licik ).
" Iya, ayah paham, kita kan sudah melakukan itu setiap malam selama hampir lima bulan terakhir.." ( wajah tanpa ekspresi ).
__ADS_1
" Bagaimana kalau kita pergi ke luar negeri ?? Shi Yuan suka saat bermain salju.."
" Ini belum musimnya, memangnya kenapa mendadak ingin bermain salju ??"
" Shi Yuan ingin mengajak dedek bayi bermain.."
" Wah, nanti dia bisa beku.."
" Ah ?? Jadi begitu, ya.. kalau begitu, aku akan menjadikan dia boneka salju nanti.."
Keduanya benar-benar terpaku.
Menjadikan seorang bayi sebagai boneka salju ?? Itu anak kakak, bagaimana kalau dia punya adik suatu hari nanti ?? Mungkinkah dia akan melakukan hal yang sama ?? Menakutkan !!
Lebih baik mengundur pemikiran tentang hal itu, atau.. tahu sendiri akibatnya..
" Sudah, ya, tidur dulu sekarang, baru memikirkan boneka salju besok,.."
" Iya, ibu.. aku tidur ya.."
Zzzzzzz..
" Anak ini sungguh mirip ayahnya.."
" Mungkin dia tahu kalau kita hendak bermain malam ini.." ( tatapan menggoda ).
" Lupa juga dengan adik kamu, memangnya kamu tidak mau bertindak sekarang ??"
" Bertindak bagaimana ?? Ini kan sudah malam, jadi saatnya.." ( meraba ).
Plak !!!
" Anak kamu bilang kalau adek bayinya akan di buat boneka salju ?? Bagaimana kalau nanti tiba-tiba dia punya adik ?? Apa kamu tidak takut dia akan benar-benar melakukannya ??"
Jian menarik kembali tangannya, dan menyembunyikannya di sebuah tempat, yang sudah terasa menegang..
Tapi..
Tidak tahan lagi..
Kratak !!!
Berubah posisi dan mengabaikan sang anak.
Memeluk.
" Arkh !! Jian !! Kamu ini !! Bisa-bisanya seperti itu.."
Memeluk semakin erat.
" Aku tidak peduli, mau jadi anak apa tidak, yang jelas, kamu harus membuat aku puas untuk malam ini.."
Mulai menciumi..
" Tapi Shi Yuan ??"
Keduanya melihat ke arah wajah Shi Yuan. Anak itu sudah tertidur dengan pulas.
" Kita pindah.."
...****************...
Dia sedang mondar-mandir di depan Alishia yang terduduk di sebuah kursi. Kedua tangan Alishia di ikat dengan sebuah tali, dan mulutnya di tutup dengan rapat menggunakan kain. Wanita itu benar-benar merasa tersiksa.
" Pria itu bahkan belum menemukan jejak gadis ini sejak beberapa hari yang lalu, " ( menoleh, menatap Alishia ), " kalau sampai tiga hari lagi dia tidak sampai, maka kamu harus memberiku keuntungan lewat tubuh kamu.."
__ADS_1
Tersenyum smirk.