
" Bagaimana ?? Tertarik untuk menjadi sekretaris ?? Saya bisa beri gaji yang lumayan untuk kamu.."
" Humm.. Rumit sekali, saya pikir, saya tidak akan langsung mendapat jabatan itu, mengingat pengalaman kerja saya yang masih sangat kurang.. Tapi.."
" Tapi apa ??"
" Saya bisa mencobanya.."
" Baguslah, jika kamu setuju, saya akan membimbing kamu sampai kamu bisa, dan jika kamu sesuai dengan harapan saya, maka saya bisa memberi kamu gaji yang lebih besar.."
" Baik, kapan saya bisa mulai bekerja ??"
" Besok !! Siapkan semua perpindahan besok.."
" Kalau begitu, saya permisi dulu.."
" Silahkan Nona Yuna.." ( tersenyum ).
Yuna pergi dari sana..
" Hehh.. Tentu saja aku harus membimbing kamu, sampai pada akhirnya kamu bisa, dan pada saat itu, aku pun sudah bosan.."
.....
Krebb !!!?
Fiuhh..
" CEO ini benar-benar pria yang kotor, aku bisa lihat wajahnya yang menjijikan itu sesekali memberiku kode, hehh.. lihat saja nanti, kamu mau menjadikan aku mainanmu, maka sebelum itu aku yang harus memberimu pelajaran.."
Yuna melangkah keluar perusahaan usai turun dari lantai 25 dengan menggunakan lift. Dia terlihat sangat santai dan bagaikan tidak punya masalah sedikitpun.
Drrrttt Drrrttt
Ponselnya mendadak berdering. Ponsel yang Jian berikan khusus untuknya saat berhasil sampai di kota M waktu itu. Dan yang menghubungi dia sekarang juga orang yang sama.
" Hallo.."
' Hallo, Yunaku sayang, dimana kamu ??'
" Wawancara kerja."
' Apa sudah selesai ??'
" Sudah, ada apa memangnya ?"
' Apa kamu lupa ?? Kemarin kita tidak jadi dinner karena terlalu asik bermain, aku ingin mewujudkannya malam ini..'
" Cihh.. Siapa yang mau malam tadi ?! Bukankah kamu yang menginginkannya lebih dulu ??"
' Aku tahu, kamu terlalu menggoda, jadi kamu juga salah.. Pemilik restoran untungnya sangat baik, dia mau membatalkan acara dinner istimewa kita.."
" Dia baik, atau merasa takut denganmu ??"
' Mungkin dua-duanya..'
" Kalau begitu, tunggu aku, aku akan sampai sekitar satu jam lagi.."
__ADS_1
' Baiklah.. aku tunggu..'
Ponsel dimatikan segera. Kemudian Yuna menghampiri mobil milik Jian yang memang sengaja mengantar Yuna untuk wawancara. Didalamnya, ada pak Harry juga..
" Sudah selesai, ya.."
" Sudah, pak.. Maaf ya menunggu lama.."
" Tidak masalah.. Apa nona diterima ??"
" Iya, tapi.. Aku punya sedikit masalah, apa pak Harry mau membantu saya menyembunyikannya dari Jian ??"
" Katakan saja apa masalah Nona.."
" Dia orang kaya yang sangat menjijikan.."
" Apa ?? Maksud nona.."
" Baru juga melamar, dan pengalaman kerjaku juga masih awam, tapi dia langsung mengangkat aku sebagai sekretaris. Apa itu masuk akal ?"
" Begitu, ya.. anda sudah tahu maksud pria itu bukan ??"
" Tentu saja aku tahu, dia hanya mencari wanita polos yang bisa dipermainkan sesuka hati.."
" Lalu bagaimana mengatasinya ??"
" Biarkan aku masuk dulu dalam perangkap, asal Jian tidak tahu, maka tidak ada yang namanya kecurigaan.. Aku juga agak mengenal orang ini sebelumnya, dia sering dikabarkan media suka bermain wanita, dan jika wanita itu sampai melawan, maka dia tidak segan untuk membunuhnya.."
" Apa anda yakin ingin mengusut kasus ini ??"
" Kenapa tidak berkata kepada Mr Jian dulu ??"
" Aku tidak mau membebani pikirannya, dia sudah sangat lelah dengan permasalahan akhir-akhir ini.." ( agak risau ).
Dia tahu untuk melibatkan Jianan dalam masalah kali ini akan sangat membebani pikirannya. Terlebih lagi, dia sudah mengetahui semuanya tentang ibu kandungnya.
" Begitu, ya.."
" Ya sudah, kalau bapak mau, maka aku akan sangat senang, tapi kalau tidak, juga bukan masalah.."
" Tugas baruku adalah menjaga nona dari bahaya apapun. Semenjak bekerja dengan Mr Jian, aku dipercaya untuk memegang satu tim rahasia miliknya, aku bisa menggunakan orang-orang itu untuk melindungi nona jika nanti dalam bahaya.."
" Benarkah ??"
" Percayakan semuanya saja padaku, nona.. Aku akan mengurus semuanya dengan baik.."
" Kalau begitu, terima kasih.."
" Sekarang kita kemana ??"
" Beli hadiah untuk calon suamiku, aku sudah menyesal menolak lamaran keduanya waktu itu, dia harus mendapat hadiah permintaan maaf dariku, pak.."
" Baiklah, aku mengerti.."
.......
" Hari ini, aku harus beraksi lebih dulu, kalau bukan sekarang, maka sudah tidak bisa menunda lagi.."
__ADS_1
" Jangan terlalu gegabah, kita akan menyelesaikan wanita itu saat waktunya tiba.. Aku mengundang nyonya bukan untuk memberikan perintah membunuh, tapi untuk membicarakan peran apa yang akan kamu mainkan nantinya.."
" Memangnya aku harus berkata apa ??"
" Katakan saja semuanya, katakan apa yang sudah dia perbuat pada nyonya, dengan begitu, masyarakat akan dengan mudah memberinya cap sebagai penyelamat seorang pembunuh.."
" Hehh.. Aku mengerti.."
........
Malam harinya, Yuna sedang terlihat sibuk merias dirinya di depan cermin. Acara dinner romantisnya masih satu jam lagi, dan dia bahkan sudah tidak bisa mengatur nafasnya lebih baik. Baginya, acara dinner kali ini benar-benar kesempatan terbaik baginya untuk mempertanggung jawabkan semua kesalahannya di masa lalu..
" Huhh.. Bagaimana ?? Sudah cantik ??" ( tanyanya pada kakak ipar ).
" Kamu ini seperti baru melakukan dinner pertama saja.."
" Aku harus totalitas malam ini, dia sudah aku kecewakan untuk kesekian kalinya, bagaimana bisa aku diam saja tidak memberikan apapun.. kakak, maaf, ya aku harus meminjam uangmu dulu untuk memberi hadiah kepada Jian, aku benar-benar tidak punya uang untuk saat ini.."
" Aku tahu, pakai saja seperlu kamu, jangan pusing ingin menggantinya, aku masih belum membutuhkannya saat ini.." ( padahal sejujurnya dia sangat butuh ).
Tapi ini tentang kisah cinta adiknya, meski uang yang dipinjam agak besar jumlahnya, dia tidak merasa bersalah sama sekali sudah meminjamkan uangnya untuk Yuna..
" Aku akan menggantinya jika sudah mendapat pekerjaan.."
" Tidak perlu khawatir.. Sekarang bersiaplah, mobil Jian sudah menjemput kamu di depan.. Buat malam ini menjadi malam yang terbaik untuk kalian.."
" Hemm. Jujur saja, malam terbaik kami adalah malam sebelum kami pergi dari kota K..." ( tersenyum ).
" Jadi kalian sudah..."
" Kenapa kakak terkejut ?? Aku yakin kakak ipar juga begitu.."
" Jujur saja, hubungan rumit yang tidak direstui oleh kedua orang tua memang sangat memaksaku dan Azof untuk menentang takdir.."
" Ya sudah, kita sudah sama-sama tahu, bagaimana kita bisa menyembunyikannya lagi .."
" Iya, kamu benar.."
" Oke, aku akan berangkat.. Apa benar sudah cantik ??"
" Yunaku memang sangat cantik.."
" Jangan Yunaku, Jian biasa memanggil ku seperti itu.."
" Kalau begitu, adik iparku sudah sangat cantik.."
" Hehe... terima kasih kakak ipar.. aku pergi dulu.. bye.."
" Iya, hati-hati..."
Yuna memastikan tidak ada yang dia tinggal untuk dinnernya malam ini. Dia memeriksa semua isi tasnya, dan tidak menemukan sesuatu yang tertinggal. Sudah semuanya.. Sekarang dia akhirnya memasuki mobil yang Jian kirim untuk menjemputnya, dan akhirnya melaju menuju tempat tujuan.
...
Jian sudah menunggu disana sedari tadi. Dia sesekali membenarkan posisi jas hitamnya yang sudah agak bergeser. Entah kenapa dia merasa grogi. Dia juga mulai mengeluarkan getaran-getaran hebat di seluruh tubuhnya.
Dan beberapa saat setelah itu, dia melihat mobil yang dia kirimkan untuk menjemput Yuna akhirnya sampai.. Kira-kira bagaimana perasaan kaum pria jika sedang dalam posisi seperti itu ?? Apa dia akan biasa saja, atau bahkan dia hanya mematung tidak sanggup mengendalikan diri ??
__ADS_1