
" Yang aku ingat orangku bilang kalau nyonya begitu pasrah jika harus membebaskan tuan Azof dari penjara, asalkan semua hutang Aldi lunas, ditambah biaya kompensasi yang tinggi, jadi kita akhirnya sepakat.."
" Tapi aku terpaksa.. Aku terpaksa melakukannya, aku hanya tidak mau terlilit hutang anakku.. tuan, jangan memperkeruh keadaan, tuan.."
" Sekarang kamu memohon ?? heh.. Dari awal kamu sendiri yang memperkeruh, bukan aku.."
Semua orang disana terlihat mulai mengerti keadaannya. Rupanya tuan Jianan ini tidak bisa disalahkan juga.
" Aku hanya di ajak bekerja sama dengan wanita ini untuk menjatuhkan tuan.."
" Apa ? Kamu !!! Beraninya kamu ??"
" Sudah aku duga, nyonya ini hanya sedang dijadikan umpan saja.. untunglah wanita ini segera ditangkap.."
" Tuan, saya tidak bermaksud seperti itu, tuan.."
" Terakhir kali membuat kesalahan dengan memfitnah calon istriku, dan merugikan perusahaan tuan Lu, kamu juga berkata hal yang sama, dan sekarang, urusan pribadiku, juga berkata hal yang sama.."
" Jadi sebelumnya, mereka juga sudah pernah membuat masalah ?"
Semua orang disana terlihat berbisik-bisik ria..
" Tuan, aku hanya, aku hanya tidak bisa kehilangan tuan, aku sangat mencintai tuan Jianan.."
" Hina sekali menyatakan cinta pada calon suami orang !!" ( berteriak memecah suasana ).
" Itu nona Yuna ?! Artis itu.."
" Iya, benar.. Kebetulan sekali. Tidak sia-sia duduk berlama-lama di kafe ini, bisa mendapatkan momen baik seperti ini.."
" Yuna ?" ( menyatukan gigi dengan geram ).
" Kenapa memangnya ??" ( menatap Hannuri tajam ), " tidak suka ??"
" Dasar jal*ng.."
" Yang jal*ng itu kamu, bukan aku !!"
" Nona Yuna, saya tidak tahu apapun tentang masalah kalian, saya hanya dibujuk wanita ini untuk ikut membalas dendam pada kalian berdua.. " ( Munnia memohon ).
" Saya bahkan tidak mengenal anda, nyonya.."
" Hemm, nyonya, kami punya penawaran bagus, jika anda setuju, maka anda bisa memilih antara dua pilihan.."
__ADS_1
" Tuan ??"
" Jika anda ingin dokter itu kembali ke dalam sel, maka kembalikan hutang kamu padaku sebesar enam belas milyar itu dalam waktu satu Minggu, tapi kalau kamu tidak bisa mengembalikan semua uang kamu, maka permintaan kamu untuk menjebloskan tuan Azof lagi ke dalam penjara, tidak bisa dilakukan.."
" Apa ?? enam belas milyar ?? Satu Minggu ??" ( keringat dingin mulai keluar ).
' Lebih baik mengalah saja kalau begini..'
" Bagaimana ??"
' Jian sungguh memberikan dua pilihan yang rumit untuk wanita miskin ini..'
" Tidak mungkin ,tuan.. Saya hanya mendapat bujukan dari nona jahat ini untuk ikut membalas dendam, jadi, kedepannya, saya tidak ingin berurusan lagi dengan kalian.."
' Wanita brengsek !! Dibelakang dia sangat tangguh, tapi saat di depan Jian, dia mendadak lumpuh seperti ini.. Tidak bisa diandalkan..'
" Bagaimana Yunaku ?? Apa menurut kamu persetujuan ini diterima ??"
" Terserah kamu saja, wanita ini telah mengingkari janji, jadi buat satu peringatan untuk dia kalau sampai melakukan hal yang sama lagi.."
" Baik, sesuai perintah dari calon istriku, aku akan menghukum nyonya kalau atas tuduhan tidak membayar hutang jika anda berani melakukan hal yang sama lagi.."
" Ba-baiklah, tuan Jian, mohon maafkan saya, saya sudah salah .."
Hannuri mendongak.
" Kamu sudah membuat keluarga malu, menghancurkan bisnis orang lain, memfitnah calon istri orang lain, dan sekarang berusaha menjatuhkan saya di depan investor, maka kamu harus mendapat hukuman setimpal. Bawa dia ke tempat tahanan pribadi saya !!!"
" Baik tuan.."
Dua orang menyeret Hannuri keluar dari Kafe. Fiuhh.. Masalah yang begitu berat.
" Jian !! Tolong jangan perlakukan aku seperti ini !! Jian ,kamu akan menyesal nantinya !! Tunggu saja pembalasan dariku.."
Fiuhh..
Wanita itu akhirnya keluar dari sana.
" Bagaimana ?? Apa kamu baik-baik saja ??" ( mencemaskan Jian ).
" Jangan cemas, ada banyak tangan yang mendukung aku termasuk kamu.."
Sementara, semua orang terlihat bubar dan satu persatu mulai meninggalkan kafe. Sekarang, investor itu pun mulai pamit dari sana..
__ADS_1
Dan di tempat itu, tinggal Yuna, Jian, dan Munnia saja..
" Tuan, sebenarnya, ada yang ingin saya sampaikan pada tuan, sebagai tanda terima kasih karena sudah memaafkan saya, saya akan membukanya pada tuan.."
" Soal apa ??"
" Soal kematian anak saya.."
........
" Bagaimana hasilnya ??"
" Rumah sakit di kota ini belum sehebat rumah sakit di Amerika. Masih perlu waktu satu Minggu untuk mengetahui hasilnya, Nyonya.."
" Kalau begitu, maka tugas kamu adalah membuat semua orang tidak curiga.." ( duduk ), " ingat, jangan sampai ada orang yang tahu tentang masalah ini.."
" Maaf Nyonya, sebenarnya, apa yang terjadi di masa lalu nyonya ?? Maaf sekali, bukan maksud saya untuk mencampuri urusan pribadi Nyonya.."
" Hhh.." ( Bangun lagi ), " hanya satu kali ini aku akan bercerita, itu pun karena aku percaya padamu.. Jadi jangan pernah katakan semuanya pada siapapun.."
Tiansha berhenti di muka jendela. Dia mendadak menatapi puluhan burung yang terbang menikmati indahnya alam. Tanpa sadar..
" Aku adalah wanita yang sangat miskin dengan kehidupan pernikahan penuh penyesalan.." ( berhenti ), " saat itu Zumi datang melamarku, dan berkata ingin mengenalkan aku kepada keluarganya. Tentu saja aku sangat setuju, yang aku lihat, adalah uangnya, orangnya sama sekali tidak penting bagiku.."
Tiansha masih sama, terpaku di sisi jendela.
" Tapi sayang sekali, aku datang terlambat. Wanita itu lebih dulu mendapat posisi unggul dalam keluarga Zumi, dan aku, wanita miskin seperti aku hanya bisa diam dan mundur.." ( menghela nafas ), " aku menikahi seorang pemuda yang penyakitan, dan tidak punya pekerjaan sama sekali. Jika tahu dia hanya akan menjadi beban, lebih baik aku tidak menerima lamaran dia waktu itu. Kami menikah, dan dikaruniai seorang putra yang sangat tampan. Tapi baru dua tahun anak kami tumbuh, laki-laki itu malah meninggalkan kami untuk seumur hidup. Aku sangat stres. Bukan apa-apa, jika selama ini aku bekerja dan meninggalkan anak kami bersamanya, maka lain lagi setelah dia mati, aku harus mengasuh anak dan bekerja di waktu yang bersamaan. Untunglah aku bisa bertahan sampai tujuh tahun.." ( kembali berhenti ), " saat itu, aku bekerja di pabrik pembuatan roti yang tidak aku ketahui adalah milik Zumi, kami kembali bertemu dan kemudian jatuh cinta lagi setelah sekian lama. Tapi dia sudah punya seorang anak, dan dia juga punya istri yang selalu membuat dia tidak betah di rumah.."
Sang asisten terlihat mendengarnya dengan begitu cermat.
" Aku bahkan sampai lupa diri karena dia menawarkan uang di depan mataku, sedangkan saat itu, aku bahkan tidak bisa membiayai sekolah anakku.. Dia memberiku harapan, tapi dengan satu syarat, dia tidak ingin aku membawa anakku bersamanya.."
" Apa ??"
" Begitu kejamnya aku, meninggalkan seorang anak yang tidak berdosa, aku pikir mungkin saja anak itu sudah mati karena aku sengaja meninggalkan dia di rel kereta api.. Aku ingin membunuhnya.." ( menangis ), " aku tidak bermaksud begitu, aku hanya tidak ingin seumur hidup menjadi wanita miskin, aku harap dia senang dan masih hidup sampai sekarang.." ( menangis ).
" Jika benar anak itu adalah tuan Jianan, apa yang ingin Nyonya lakukan ??"
Tiansha menghapus air mata dipipinya, lalu bertindak tegar.
" Aku akan minta maaf.."
' Karena dia lebih berguna daripada Alishia dan Zumi.. Hehhh...'
__ADS_1