
" Kamu ??" ( Matanya membulat sempurna ).
" Kenapa Nyonya ?? Wajahmu terlihat sangat cemas !!"
" Kenapa kamu bisa disini ??" ( Mundur beberapa langkah ).
" Kau sudah tahu jawabanku, mengapa masih bertanya ??"
" Jangan macam-macam dengan saya.. Tolong !!! Ada yang mencoba membunuhku !!!" ( Sengaja berteriak untuk mengundang simpati dari para bawahannya ).
" Kau minta tolong pada siapa ?? Sudah tidak ada orang lagi disini selain kamu dan aku."
" Dimana semua pengawalku ? Kau sudah membawa mereka kemana ??"
" Kenapa aku harus membawa mereka ?? Kalau dengan obat ini saja, mereka sudah tidak bisa apa-apa.." ( menunjukkan obat di tangannya ).
" Dasar laki-laki licik !!"
" Lebih licik kamu atau aku ?? Aku hanya bermain sebentar karena kau telah memulainya lebih dulu.. Sekarang, aku akan buat kamu mengakhiri sandiwaramu.." ( Duduk di sofa ).
" Apa yang akan kau lakukan ? Mengancam ku dengan cara itu tidak akan membuatku menyerah !!"
" Jadi kau sudah tidak sayang nyawamu, rupanya.."
" Chh. Kalau mau bunuh aku, lakukan saja sekarang! Lagipula aku sudah bosan hidup. Aku ingin segera mengakhiri penderitaan ini.."
" Sayang sekali aku tidak punya niat untuk membunuhmu. Aku akan merasa bersalah kalau melenyapkan nyawamu. Seharusnya kau dibiarkan hidup seratus tahun lagi untuk merasakan kesengsaraan yang Yuna rasakan.."
" Aku tidak akan membiarkanmu meludahiku !! Bahkan menyentuh pun tidak akan aku biarkan.."
" Siapa yang ingin menyentuhmu !! Aku merasa muak tiap kali melihat sandiwaramu, bahkan aku merasa malas saat melihat wajahmu itu.."
" Sombong !!!"
" Tenang saja Nyonya.. Aku datang bukan untuk memprovokasi anda.. Aku hanya ingin bekerja sama dengan anda.."
" Kerja sama apa ?? Untuk menghancurkan pernikahan putraku ? Hh. Bukannya kau punya banyak tangan ? Kenapa kau tidak mengeluarkan satu untuk itu ??"
" Apa kau pikir aku datang untuk merebut istri orang ? Aku tidak serendah itu, Nyonya. Aku tahu.. Tanpa aku merebutnya, dia pasti akan datang kepadaku dengan sendirinya.."
" Dasar pria sombong !!! Sampai kapanpun, aku tidak akan membiarkan mereka bercerai."
" Lagipula bukan itu tujuan utamaku datang.."
" Katakan saja apa yang kau mau !! Setelah itu kau boleh pergi !!"
Jian bangun dari duduknya, lalu membenarkan Jaz abu-abu miliknya.
" Aku minta kamu mengakui seluruh kejahatanmu di depan media. Dengan begitu, aku tidak perlu mengotori tanganku untuk menjebloskan kamu ke dalam penjara secara paksa."
" Apa ?? Mimpi saja kamu !! Aku tidak akan pernah mengakuinya sampai kapanpun."
" Terserah saja.. Asal kau mau kehilangan seluruh perusahaan yang anakmu kelola saat ini.."
" Apa ??" ( Mulai cemas ), " kau mengancam ku dengan uang ?"
" Aku tidak mengancammu dengan uang.. Tapi aku akan menambahkan sahamku untuk perusahaan itu jika kau mau mengakuinya.."
" Huhh. Aku tidak sebodoh itu !! Aku tahu kau akan tetap memenjarakan aku setelah aku mengakui semuanya di depan media.."
" Itu sudah pasti. Hutang tetap harus dibayar. Tapi mungkin aku bisa memberikan sedikit keringanan untukmu nanti.."
" Aku tidak mau !!"
" Baiklah kalau begitu.."
'Prok !! Prok !!'
Seorang wanita datang membawa sesuatu di tangannya.
" Jika kau masih tidak mau setuju, aku akan membuka rahasiamu secara paksa.."
Jian menerima laptop dari tangan Sanni. Dia kemudian dengan cekatan membuka sebuah video dan beberapa foto bukti perbuatan Daniah terhadap semua korbannya disana. Daniah tercengang melihat semua itu.
" Apa ??"
Dia melihat puluhan kejadian yang dia lakukan terhadap semua orang yang mati ditangannya. Termasuk seorang pria yang dia bunuh dengan tangannya sendiri sesaat setelah mereka berhubungan di dalam kamar hotel. Dia melihat deretan perbuatan keji itu tanpa berkedip. Wajahnya menjadi merah padam.
" Dasar pria licik !!!"
" Kau akan mendapat beberapa pasal karena perbuatan yang kau lakukan ini.."
" Bagaimana kau bisa mendapatkan semua itu ?? Kejadian itu sudah sangat lama.."
" Apa kau lupa ?? Kau sendiri yang mengatakan padaku kalau aku punya banyak tangan."
" Hhhh ." ( Merasa terpojok ), " apa yang harus aku lakukan ?"
" Akui semuanya di depan media.. Maka aku akan meringankan hukumanmu.. Aku akan menyembunyikan kejahatanmu yang lain supaya polisi tidak menambah hukumanmu.."
" Apa kau tidak sedang membohongi aku ??"
Tertawa kecil, " nyonya.. Seharusnya anda tahu aku tidak akan pernah membohongi anda.."
" Kamu janji ??"
" Aku janji.." ( tapi kalau untuk membongkar semua kejahatanmu, aku rela mengingkari janjiku ).
" Kalau begitu, aku setuju.. Aku hanya harus mendekam selama beberapa bulan di penjara saja, bukan ??"
" Iya.. Kau tenang saja.."
' Hh. Begitu mudah dibodohi.. Kau pikir aku akan terbujuk dengan rayuanmu itu ? Aku tahu kau sedang berbohong..'
Daniah yang berada tak jauh dari pintu masuk segera berlari mengejar pintu itu. Dia lari dan mencoba membuka pintu untuk kabur dari sana.
Jian hanya tertawa santai. Tentu saja dia tahu endingnya akan seperti ini. Dia sudah lebih dulu mengerahkan beberapa pengawalnya untuk bersiaga di depan dan seluruh sisi rumah itu.
" Arkh !!! Sial !!" Ucap wanita itu setelah dia menemui empat orang bertubuh kekar yang hendak menangkapnya.
__ADS_1
" Jian !! Kau tidak akan bisa mengalahkan aku !! Kau akan mendapat balasannya !! Tunggu saja balasan dariku !!"
Wanita itu berteriak di depan rumah. Empat orang tadi sudah berhasil menangkap Daniah dan menahannya sebisa mungkin.
Tak lama setelah itu, rombongan polisi segera datang ke lokasi. Sirene yang berbunyi dengan khas memberikan kepuasan tersendiri di hati Jian.
" Hhh. Akhirnya aku bisa menepati janjiku pada Yuna.."
Beberapa anggota kepolisian terlihat membawa wanita berusia lebih dari lima puluh tahun itu memasuki mobil khusus. Daniah tidak bisa berkutik. Dia hanya terus berteriak mengumpat dan mengancam Jian terus menerus. Hal itu membuat orang-orang di sekeliling rumahnya ikut berkumpul untuk melihat acara penangkapan itu.
" Jian !! Lihat saja !! Kau akan menyesal telah memenjarakan aku !!"
Jian terlihat sedang berbincang dengan seorang anggota kepolisian. Dia menyerahkan beberapa bukti kejahatan Daniah dalam laptop miliknya.
" Terima kasih atas kerja sama anda, Tuan Jianan. Kami pamit !"
" Baik, pak !!"
.....
.......
" Kau pulang saja.. Aku bisa melakukan semuanya sendiri.."
" Makan dulu sekarang, setelah itu, kau boleh mengusirku.."
" Aku sibuk !! Tidak sempat makan siang.."
" Baiklah.. Aku pergi !!"
Demy meninggalkan ruangan Yuna. Dia meninggalkan wanita itu sendirian tanpa siapapun.
" Huff." ( Menopang dagu ).
Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.
' Kenapa aku melihat kalau tuan Zumi sepertinya punya maksud yang baik ?? Apa dia memang orang yang baik ? Tapi.. Dia bilang, ibu punya rahasia selama ini.. Apa yang dia maksud rahasia yang buruk ?? Sepertinya aku harus mengusut kasus ini sendirian. Tidak mungkin juga jika harus minta bantuan Demy..'
Cklek.
Suara pintu terbuka mengagetkan lamunannya. Seorang laki-laki muda terlihat datang dari luar dengan beberapa berkas ditangannya.
" Maaf, Nyonya.. Saya ingin memberi anda sebuah berkas. Ini dari perusahaan J Company yang ingin bekerja sama dengan anda.."
" J Company ??"
' Nama itu tidak terasa asing.'
" Iya Nyonya.. Sebenarnya berkas ini sudah dikirimkan sejak dua hari lalu. Tapi kami sedang menunggu anda masuk untuk menandatangani persetujuan ini.."
" Boleh saya lihat.."
Membuka berkasnya.
Dia terkejut melihat pembagian keuntungan disana. Delapan puluh persen menjadi miliknya, sementara perusahaan itu hanya mengambil keuntungan dua puluh persen saja.
" Iya Nyonya.. Saya dengar memang mereka selalu mengambil sedikit keuntungan dalam bekerja sama.."
" Apa itu tidak terasa aneh ?? Mereka hanya mengambil dua puluh persen saja."
" Bagaimana pendapat Nyonya ?"
" Aku akan memikirkannya dulu nanti.. Apa ada yang lain lagi ??"
" Mereka juga ingin menaruh saham di perusahaan kita.."
" Apa ??"
Yuna semakin merasa aneh. Dia belum menemukan jawaban soal keuntungan itu, tapi kali ini dia dibuat terkejut lagi dengan masalah tanam saham. Apa pemilik perusahaan ini orang yang sangat hebat ?
" Saya ingin tahu siapa pemilik perusahaan itu. Saya juga harus tahu latar belakang mereka sebelum menyetujui kerja sama ini.."
" Baik Nyonya.."
" Cari informasi tentang mereka. Temukan siapa pemilik perusahaan itu."
" Baik Nyonya.."
Si lelaki dengan kacamata minusnya, terlihat keluar dari ruangan Yuna.
Krebb.
Pintu ditutup dengan rapat. Yuna mengacuhkan berkas di depannya, dan beralih dengan lamunannya kembali. Dia sedang memikirkan soalan yang belum sempat dia pecahkan.
Cklek.
Seseorang kembali datang. Rupanya itu Demy. Laki-laki itu datang membawa dua bungkus makanan. Dia sangat baik.
" Kau lagi ??" ( Agak kesal ).
" Aku bawa dua bungkus makanan. Kau harus makan sesuatu."
Demy menata bungkusannya di meja.
" Kemarilah !! Kita makan !!"
" Aku sedang tidak lapar !!"
" Ayolah Yuna.. Kau harus makan sesuatu."
Ckleak.
Mendadak seseorang datang dengan sangat tergesa-gesa.
" Nyonya !! Nyonya !!"
Itu lelaki muda tadi.
" Kenapa Alson ?? Apa ada yang penting ??"
__ADS_1
" Anda harus melihat ini.." ( Mengambil remote di meja dan menyalakan televisi disana ).
Beberapa saat kemudian, terlihat dengan jelas wajah Daniah terpampang dengan nyata di layar televisi. Hal itu membuat Yuna dan Demy sangat terkejut.
" Ibu ??" ( Wajah Yuna semakin terkejut ).
" Coba keraskan suaranya !!"
Alson menurut saja. Dia mengeraskan volume tv dengan remote control di tangannya, dan membiarkan mereka mendengar pemberitaan tentang Daniah. Rupanya itu siaran langsung.
" Nyonya Daniah yang diketahui adalah mertua dari seorang aktris cantik bernama Yunaira ini telah tertangkap tadi sekitar jam 12.05 siang di kediamannya yang terletak di kota M. Dia dengan pasrah mengakui semua kejahatan yang pernah dia lakukan terhadap aktris cantik tersebut. Seperti yang kita lihat, Nyonya Daniah tidak mendapat perlindungan apapun dalam proses hukumnya. Bahkan kami mendengar kabar kalau dia sudah resmi bercerai dari suaminya, pengusaha sukses bernama Zumi, yang katanya sudah resmi menikahi pengusaha cantik bernama Tiansha beberapa tahun yang lalu !! Bagaimana kelanjutan kasus tersebut ?? Tetap ikuti....."
Demy terkulai lemas. Dia semakin tidak berdaya setelah mendengar sebuah pernyataan tentang ibunya.
" Demy. Aku harus pergi sekarang !!"
" Kita pergi bersama !!"
Skip.
Kantor polisi.
Yuna menemui Daniah yang sudah tertahan di dalam ruangan sempit. Seorang polisi wanita terlihat mengeluarkannya untuk menemui Yuna. Daniah menurut saja. Dia keluar dan duduk menemui Yuna beserta putranya, Demy.
' Tidak masalah ! Aku hanya harus bersandiwara saja untuk mengambil hati menantuku..'
" Yuna.." ( Hendak menggapai tangan Yuna ).
Yuna menepis tangan wanita itu.
"......"
" Apa kau marah pada ibu?"
" Sebenarnya apa yang sudah ibu lakukan pada Yuna ??" ( Demy mulai marah ).
" Ibu.. Ibu.. Ibu hanya.."
" Hanya apa?? Apa ibu yang sudah menyebarkan berita-berita palsu tentang Yuna waktu itu ?"
" Ibu bisa menjelaskan pada kalian.."
" Kalau begitu jelaskan padaku.."
" Ibu.. Hanya.. Memotret kalian berdua saat sedang tidur bersama.."
Yuna terkulai lemas. Disandarkanlah tubuhnya di sandaran kursi kayu. Dia semakin tidak bisa berpikir jernih.
" Tapi Yuna.. Ibu melakukan itu karena.."
" Karena apa ?? Karena ibu ingin menikahkan Demy dengan Yuna ? Begitu ?" Yuna mulai kesal.
Kali ini Demy hanya diam. Dia tak mampu mengeluarkan kata-kata apapun lagi setelah mendengar pengakuan dari ibunya. Dia merasa sangat malu.
" Apa ibu tahu betapa menderitanya aku selama ini ??"
" Ibu.."
" Sudah cukup !! Yuna tidak mau mendengar apapun lagi dari ibu.."
Yuna beranjak dari kursi meninggalkan mereka berdua disana.
" Demy .."
" Kemarin aku berusaha mati-matian membela ibu, tapi sekarang aku tahu.. Ibu tidak pantas menerima pembelaan dariku.."
Demy juga sama. Pergi dan berlalu meninggalkan Daniah.
" Demy !!!! Demy, jangan tinggalkan ibu.. Demy !!!"
Seorang polisi wanita terlihat membawanya kembali untuk masuk ke dalam ruangan tahanan.
Diluar, Yuna menangis terisak. Dia bersandar pada sebuah pohon yang letaknya tidak terlalu jauh dari jalan. Dia tidak peduli orang-orang yang melihatnya penuh iba. Dia tetap saja menangis.
' Kenapa orang yang telah menghancurkan hidupku, ternyata ibu mertuaku sendiri ??'
Pertanyaan itu selalu membayang diotaknya. Bergelut dan bermain-main disana dengan asik.
" Yuna ??" ( Seorang lelaki datang dari belakang ).
" Kenapa kamu datang lagi ?"
" Aku.. Aku ingin minta maaf atas perbuatan ibuku. Aku juga tidak menyangka, kalau dia akan tega melakukan itu padamu.."
" Sudah selesai ?? Apa kalian puas sudah menghancurkan hidupku selama ini ? Aku bahkan tidak mencurigai ibumu sedikitpun. Dia memang wanita yang pandai bersandiwara."
" Aku minta maaf.. Ini semua salahku. Aku bersikeras ingin menikahimu waktu itu. Aku bersikap kekanak-kanakan dengan mengurung diri hanya untuk mendapat perhatianmu. Ibuku pasti khawatir dan akhirnya berpikir untuk menjebak kita supaya kita berdua bisa menikah.."
Yuna mengangguk. Dia memang sudah menyadari itu sedari tadi.
" Aku harus pergi. Maaf !! Aku tidak ingin diganggu siapapun.."
" Yuna..."
Terdengar suara seseorang memanggilnya dari kejauhan. Suara yang sangat melekat ditelinganya. Suara yang selalu dia rindukan di setiap waktu. Suara yang dalam, dan penuh rasa yang tidak bisa dimengerti. Lalu tiba-tiba suara itu kembali terdengar di telinganya. Apa dia sudah tidak waras, atau memang suara itu benar-benar hadir disana ?
Yuna menoleh. Dilihatnya seseorang yang tengah menatapnya dengan sendu. Menahan berjuta-juta rindu yang bersemayam dihatinya. Apalagi Yuna. Hatinya mendadak tertawa dan menari riang. Bunga-bunga bermekaran dan menciptakan kebahagiaan tersendiri saat melihat orang itu. Mendadak dia merasa sangat bahagia.
" Jian..."
.
.
.
.
Waaahhh.... Apa mungkin Jian dan Yuna akan dipertemukan kembali setelah beberapa tahun terpisah karena keadaan ?? Aduhh!! Penasaran deh !! Tunggu aja kelanjutannya ya....
__ADS_1