Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Restoran Bakmi


__ADS_3

" Mr, rombongan Nyonya Tiansha akan sampai di bandara sore ini.."


" Berikan acara sambutan pada mereka, aku akan menunggunya di restoran bintang lima milikku.."


" Iya, Mr.."


Sudah satu pekan lamanya. Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu Jian. Hari yang akan membuatnya bertemu dengan seorang wanita masa lalunya.


Wanita yang setiap saat selalu menampilkan bayangannya dalam otak Jian.. Yang sudah membuatnya kacau, namun akhirnya bisa bangkit dan membuktikan tanpa siapapun dia juga bisa menjadi orang ternama.


" Jangan lupa, siapkan pendamping khusus untuk mengamankan perjalanannya menemuiku.."


" Baik, Mr.. Saya akan segera mengurusnya."


Sanni beranjak keluar sembari terus memikirkan sikap Jian yang dilihatnya semakin aneh saja.


' Ada apa dengannya dan Nyonya Tiansha ??'


Masih terus bertanya-tanya, bahkan setelah dia berhasil keluar dari rumah besar milik Jian.


...........


Pukul 20.08.


Yuna sedang duduk di kursi taman. Angin malam yang menusuk seluruh tubuhnya nyatanya tidak mengalihkan keinginannya sama sekali. Dia terduduk sembari menatapi lalu lalang orang-orang yang sedang menikmati Taman kota di malam hari.


Taman yang selalu mengingatkannya pada masa lalu yang indah dan penuh kebahagiaan. Rindu sekali masa-masa itu. Saat persahabatan dan cinta berdiri sejajar dan saling mendukungnya bersamaan. Disinilah saksinya. Tempat yang selalu menjadi pertemuan dan menjadi akhir dari segala kisah.


Huhhh.


Apa Jian tahu masih ada cinta dihati Yuna sampai saat ini ?? Apa dia masih mengingat tempat penuh kenangan ini ? Hh. Untuk apa dia menanyakannya ? Lagipula kau sudah bukan miliknya lagi Yuna. Salah sendiri mengapa memilih untuk bertahan dalam pernikahan itu. Seharusnya kau pergi saat Demy menginginkannya. Tapi kau malah bersikeras mempertahankan pernikahanmu.


Tidak salah memang. Bertahan untuk ikatan suci. Semua orang juga menginginkan pernikahan satu kali seumur hidup. Tapi apa kau tahu karena itulah kau sendiri yang tersiksa ?? Kau juga berhak bahagia bukan ??


Yuna bangun dari duduknya. Dia sadar sudah tidak pantas lagi untuk menggali kenangan-kenangan yang terkubur di tempat itu. Sedalam apapun dia memikirkan Jian, lelaki itu bukanlah suaminya. Tidak ada gunanya juga terus larut dalam bayang-bayang masa lalu. Apa dia akan berusaha melupakan Jian ??


Tring..


Ponselnya berbunyi. Ada pesan yang masuk disana. Hani mengirimkan sebuah pesan singkat kepadanya. Sepertinya kakak ipar ini sedang membutuhkan sesuatu.


' Yuna.. bisakah kau membelikan ramen pedas untuk keponakanmu, aku pikir tidak masalah jika memintamu membelinya, belikan satu, ya..'


' Baiklah.. kakak ipar tunggu saja..'


Yuna bergegas mencari restoran yang masih buka malam ini. Untung saja waktunya belum terlalu malam.


Kakak ipar yang satu ini memang sangat membutuhkannya sekarang. Terlebih setelah Azof dipenjara, mungkin Yuna dan Almira lah yang menjadi orang paling dekat bagi Hani. Sam dan Syiana pergi ke luar negeri untuk mengurus bisnisnya juga disana. Jadi bagaimanapun juga, Yuna harus menuruti semua keinginannya.


Yuna memasuki sebuah restoran yang asing. Sepertinya dia baru melihat restoran ini disini. Apa ini baru buka ??


" Mba, saya pesan ramen pedas satu, ya.. Dibungkus !!"


" Baik, kak.. Silahkan tunggu sebentar disana.."


" Iya, baiklah.."


Yuna bergerak menuju sebuah kursi kosong. Dia terduduk dan memutar pandangannya kesana kemari. Memastikan apa dia pernah kesini sebelumnya. Arkh !! Rasanya tidak !! Berarti ini memang restoran baru dibuka. Dia kemudian membuka daftar menu dimeja. Dia terkejut melihat daftar menunya.


" Semuanya tentang bakmi dan ramen.. Apa pemilik restoran ini juga menyukai bakmi sepertiku ?" ( terkekeh ).


Yuna melihat lagi, mencoba mencari menu sedap untuk dia makan nanti. Setelah melihat isi dalam daftar itu, rasanya perutnya semakin rewel. Ingi melahap semua yang ada disini. Kalau mau, kenapa tidak ?


" Mbak.." ( Mengangkat satu tangan ).

__ADS_1


Seorang wanita berbaju pelayan datang menemuinya..


" Iya, kak, apa ada yang bisa saya bantu ??"


" Saya mau coba semua varian bakmi disini.. Tolong dibungkus, ya.."


" Baik, kak.."


Pelayan itu pergi meninggalkan Yuna yang terlihat berbinar menatapi buku bergambar di tangannya.


Dadi kejauhan, seorang lelaki berparas tampan tengah memandanginya. Wajahnya terlihat memancarkan kebahagiaan. Dia memang sengaja menampilkan menu serba bakmi karena mengingat makanan favorit Yuna selama ini..


" Kamu.." ( Memberhentikan pelayan tadi ).


" Iya, Mr.."


" Berikan semua pesanannya gratis.. Dia tidak boleh membayar makanan favoritnya disini.."


" Baik, Mr.."


Setelah itu, pelayan bertubuh kurus dengan rambut diikat agak rendah itu beranjak pergi.


" Mr, Nyonya Tiansha sudah sampai.. Dia sudah menunggu anda diluar.."


" Persilahkan dia masuk.."


" Baik.."


Sanni pun ikut keluar.


Drrtttt Drrtttt


Ponsel Yuna berdering, membuat wanita itu memaksa diri untuk mengangkatnya.


" Apa ?? Kenapa kau baru menghubungiku ?! Apa kau sudah memanggil dokter ??"


Jian melihat dari kejauhan. Dia mengerti sepertinya Yuna sedang mendapat masalah baru dari penelepon itu. Dia menjadi cemas.


' Sudah, Nona.. Dia juga sudah minum obatnya.. Sekarang Tuan Demy sedang beristirahat dikamar.. Lalu, Nona.. apa anda akan segera pulang ??'


" Memangnya kenapa ?"


' Ada sesuatu yang harus anda ketahui mengenai Tuan..'


Yuna tengah berpikir. Sepertinya permasalahan Demy sangatlah serius. Jika tidak, Alson tidak akan mungkin menyuruhnya untuk segera kembali.


" Aku akan pulang besok.."


' Baik, Nona..'


Jian mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Yuna. Meski jarak mereka begitu jauh, namun karena restorannya sudah agak sepi, jadi dia bisa dengan jelas mendengar perkataan Yuna dengan penelepon tadi.


' Hemm.. Sepertinya dia punya masalah serius..'


Tak berapa lama dari itu, seorang pelayan terlihat menghampirinya dengan membawakan seluruh pesanan Yuna. Dua kantong kresek dengan ukuran besar terlihat ditenteng oleh pelayan itu.


" Ini kak, pesanannya.."


" Semuanya berapa ??"


" Tidak usah bayar, ini gratis untuk kakak.."


" Lho, kok bisa ?? Ini banyak banget, lho.."

__ADS_1


" Iya, kak.. Bos besar kami yang berinisiatif, jadi kami hanya menuruti perkataannya saja.."


" Bos besar ??" ( Berpikir ), " kalah begitu, terima kasih banyak.."


" Sama-sama, kak.." ( Tersenyum ramah ).


Yuna pergi meninggalkan restoran itu dengan seribu pertanyaan dalam benaknya. Aneh sekali, saat seseorang yang bahkan dia tidak tahu siapa itu sengaja memberikannya secara percuma pada Yuna. Apa memang pemilik restoran itu orang yang baik ??


Arkh !! Masa bodoh !! Yang paling penting, dia sudah mendapatkan apa yang dia mau sekarang. Macam-macam varian bakmi.. hihihi..


Yuna berjalan menuju taksi di pinggir jalan. Dia menaiki taksi tersebut dan kemudian melesat pergi.


.........


Jian mengambil ponselnya dan terlihat menghubungi seseorang.


" Ikuti dia, dia akan pulang besok.. cari tahu masalah apa yang sedang dihadapi.."


Menutup pembicaraan.


" Mr, Nyonya Tiansha sudah masuk.."


" Baik, saya akan menemuinya.."


Jian berjalan ke sebuah ruangan khusus di restoran itu. Ruangan itu hanya untuk beberapa tamu pentingnya. Dan Tiansha adalah salah satunya.


Dari kejauhan Jian menatap wajah wanita itu seksama. Sejenak dia berhenti. Memandangi wanita yang sedang duduk manis menunggunya. Mencoba memastikan apakah orang itu benar-benar Tiansha yang dia maksud, atau bukan..


Dia mendekat beberapa langkah, dan mencoba melihat lebih jelas lagi.


Deg !!


Jantungnya seakan berhenti berdetak. Seperti jam dinding yang hampir habis baterai, dia pun sama. Rasanya sangat lemas melihat seorang wanita berparas cantik dan anggun itu tepat dihadapannya.


Entah apa yang Jian rasakan saat ini. Bahagia, sedih, dendam, kesal, marah, dan beberapa perasaan lainnya beradu satu disana. Tidak bisa lagi dikatakan. Wajah itupun tak mampu menyembunyikan kegundahan hatinya. Dia terlihat muram dan pucat. Tidak dapat dipungkiri. Setelah sekian lama ibunya meninggalkannya tanpa rasa bersalah, dan kini dia kembali muncul didepannya sebagai seorang Nyonya besar. Apa yang bisa dia lakukan saat seperti itu ?


" Nyonya, dia adalah pemilik perusahaan itu.."


Seorang pria memberitahu Tiansha dan menunjuk tangannya kearah Jian, membuat Jian segera menghilangkan pikiran kacaunya.


Tiansha mendongak kala itu, membiarkan matanya menatap langsung orang yang membuatnya penasaran akhir-akhir ini.


" Oh ?? Anda Tuan Jian, ya..??" ( Berdiri ).


Jian semakin mendekat.


' Apa dia tidak mengingatku, atau sekedar namaku ?'


Tiansha mengulurkan tangannya, berniat menyalami Jian.


" Senang bisa bertemu secara langsung dengan anda.." ( Tersenyum ).


' Bahkan wajahnya terlihat asing bagiku..'


Jian berbalik menyalami tangan Tiansha dengan gemetar. Bukan karena apa, dia bahkan tidak percaya kalau dia sedang berhadapan langsung dengan ibu kandungnya.


" Silahkan duduk, Nyonya.." ( Melepas tangan ).


" Baik.." ( Duduk ).


Jian menyusul duduk juga, menjadi berhadapan langsung dengan Tiansha.


' Apa dia sungguh tidak mengenaliku ??'

__ADS_1


__ADS_2