Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Tanda Tangan


__ADS_3

" Heyy. Bagaimana tadi malam ? Apa kalian sudah berhasil...."


" Ibu !! Sudah cukup perlakuan ibu ini.. Kami tidak melakukan apapun tadi malam." ( Mengoleskan selai coklat pada rotinya ).


" Apa ??" ( Tidak percaya ), " tapi.. ibu sudah memberikan obat itu, dalam dosis yang besar.. Bagaimana kalian tidak.." ( aneh saja rasanya ).


Dosis sebesar itu tidak mungkin jika mereka tidak terangsang sama sekali..


" Ibu sudah membuat kesalahpahaman di antara kami.." ( Sejujurnya bukan itu juga alasannya ).


" Bagaimana mungkin ? Apa kau tidak bergairah sama sekali ?"


" Meski kami saling merasakan itu, tapi bagaimana kami akan melakukannya ? Sedangkan Yuna selalu saja menyebut nama Jian.." ( Wajah kesal ).


" Hhh. Aku tahu.. Siapa lagi kalau bukan laki-laki itu.."


" Sudahlah !! Aku sudah berjanji pada diriku.. Mulai hari ini, dan seterusnya, aku tidak akan menyentuh Yuna, sampai saat nanti dia sendiri yang menyerah padaku.."


" Itu bagus. Kau harus berjuang untuk pernikahan kalian.. Jangan sampai ibu kehilangan menantu terbaik yang satu ini.."


' Tap Tap Tap.'


Suara langkah kaki Yuna keluar dari kamarnya, dan terdengar sedang menuruni tangga.


" Kamu sudah siap sayang..?"


Wadidawww


Apa dia sudah kembali seperti dulu ??


Dua pasang mata itu terbelalak melihat penampilan Yuna yang begitu cantik dan mempesona. Kini wajah yang begitu anggun dan manis itu, telah kembali dipoles dengan make up tipis dan menawan.. Manis sekali.


Iya... Memang selama ini, Yuna tidak pernah memperhatikan penampilan sama sekali. Dia selalu memakai pakaian yang lusuh dan tidak terlalu mengurus wajahnya yang semakin terlihat dalam. Bahkan dua matanya, masih terlihat hitam, bekas tangisannya selama ini. Hal itu sudah terjadi sekian lama, semenjak dia menikah dan menetap di kota ini. Pantas saja saat dia kembali berdandan cantik, semua orang terpana melihatnya.


" Apa kau menantuku ?"


" Ibu.. Jangan bercanda.. Bukankah kita sedang berada dalam situasi yang sangat serius ?"


" Tidak usah dipikirkan.. Itu hanya tanda tangan saja.. Duduklah.. Kita sarapan dulu.."


Sesekali mata Demy terlihat mencuri pandang.. Wanita ini memang sangat cantik dimatanya..


" Ibu sudah menyiapkannya untukmu.." ( memberi sepotong roti ).


" Terima kasih ibu.."


" Kau tidak sedang sibuk hari ini, kan ??" ( Bertanya pada Demy ).


" Tidak !!" ( Sambil mengunyah makanan ).


" Bagus kalau begitu.. Nanti, setelah acara pertemuan itu selesai, ibu akan mengajak kalian berkeliling, untuk mencari rumah.."


" Baik.. Ibu akan mencari rumah yang bagaimana ? Apa aku perlu mencari yang dekat dengan kami, atau yang bagaimana ?"


" Entahlah.. Ibu juga masih bingung. Karena itulah ibu ingin mengajak kalian pergi juga.. Siapa tahu kalian menemukan tempat yang cocok untuk ibu dan ayahmu.."


" Apa ayah akan segera pulang ?"


" Aku dengar begitu.. Dia mungkin saja akan membawa Nyonya Tiansha juga kemari.. Ibu tidak sabar lagi.. Ingin sekali bertemu dengan wanita pengusaha itu.."


" Hemm.. Aku yakin orangnya pasti sangat cantik, bagaimana jika nanti, saat dia kemari, kita undang dia untuk makan bersama di rumah baru ibu..?"


" Ide bagus, Yuna.. Ibu akan mengundangnya sebagai ucapan terima kasih.."


" Baiklah.. Aku sudah selesai.. Apa kita akan pergi sekarang ?"


" Ayo.. Kita akan pergi.."


Skip..


Hotel Ellux bintang lima daerah M bagian selatan...


Mereka terlihat berjalan dengan santai.. Hotel itu milik keluarga Demy. Dan Daniah sengaja mengajak pihak Tiansha untuk bertemu disini. Ini tempat yang berkelas dan sangat cocok untuk tempat pertemuan.


" Ibu, dimana mereka ?"


" Disana.." ( Menunjuk tiga orang ), " tidak perlu gugup.. Kau hanya perlu tanda tangan saja.. Selebihnya, ibu dan Demy yang akan bicara.."

__ADS_1


" Baiklah."


" Hallo, Tuan.."


" Hallo, apa anda Nyonya Daniah ?"


" Iya.. Saya istri dari Tuan Zumi.. Dan ini anak saya Demy, lalu perempuan cantik ini, namanya Yuna. Dia menantu keluarga kami.."


' Huaaa.. Aku malas sekali mendengarnya..' Yuna mulai bosan.


" Duduklah.." ( Seorang laki-laki terlihat menawarkan mereka ).


" Seharusnya kami yang menawarkan kalian untuk duduk.. Mengingat lagi, hotel ini adalah milik keluarga kami.. Kami jadi tidak enak." ( Menyombongkan diri ).


Dua pria di depannya tersenyum. Tapi tidak dengan perempuan di sebelah mereka. Siapa wanita itu ? Dia tidak terlihat seperti orang biasa.


' Rupanya wanita seperti ini ? Berani sekali dia membuatku menunggu lama..'


" Umm.. Maaf, siapa yang kalian bawa ini ? Apa.. dia.."


" Saya Nona Alishia.. Putri dari Nyonya Tiansha.."


' Putri ? Yang aku tahu, Nyonya Tiansha tidak punya suami.. Bagaimana dia bisa punya seorang anak ? Aaa.. Mungkin saja wanita ini sedang mengigau, atau jika benar, yaa.. pasti dia hanya anak angkat saja..'


" Oo.. Jadi, anda putrinya ! Maaf sekali, saya tidak tahu tentang anda.. Jadi anda sengaja datang kemari hanya untuk mengurus surat pindah tangan ini, ya.." ( sambil terus tersenyum ).


" Aku juga sebenarnya tidak mau.. Lagipula ibu yang sangat memaksaku untuk datang. Jadi tolong percepat prosesnya. Aku masih punya urusan.." ( Memainkan kuku-kuku di tangannya ).


' Sombong sekali wanita ini.. Huhh.. Aku tidak menyangka, kalau Nyonya Tiansha akan punya anak seperti ini..'


" Baiklah.. Siapkan saja berkas-berkasnya.. Anakku yang akan tanda tangan.."


Dua pria di samping Alishia terlihat sibuk mengeluarkan beberapa berkas.. Dan kemudian salah satu dari mereka meminta Yuna untuk tanda tangan..


" Silahkan tanda tangan disini, Nona.." ( Menunjuk satu bagian di atas kertas ).


" Baiklah.." ( Bersiap ).


' Siapa wanita ini ? Bukankah ayah bilang dia hanya punya satu anak laki-laki dengan Daniah ? Ouh.. Aku lupa.. Baru saja Daniah bilang kalau wanita ini adalah menantunya.. Rupanya ini menantu perempuan ayah, ya.. Hemm. Rencana ayah begitu matang, sampai-sampai dia rela menunjuk menantunya sendiri untuk tanda tangan.. Mari kita lihat acara selanjutnya nanti..'


" Sudah selesai.."


" Terima kasih.. Terima kasih.. Berkat kalian, saya dan suami saya akhirnya bisa memberi menantu kami hadiah pernikahan yang sepadan.."


" Tidak perlu merasa sungkan.. Itu hanya sebagian kecil dari yang ibuku miliki.." ( Beranjak dari tempat duduk ), " kami masih punya beberapa urusan disini, jadi kami tidak bisa berlama-lama.."


" Tentu saja, Nona Alishia.. Kami tahu kesibukanmu.. Menetaplah di hotel kami saat kau mau.. Kami akan memberimu kamar terbaik tanpa harus membayarnya.." ( Tersenyum puas ).


Nona Alishia berjalan saja tanpa menghiraukan Daniah yang sedang berteriak mengucapkan terima kasih kepadanya beberapa kali..


' Wanita tua ini.. Lihat saja nanti, kau akan kehilangan segalanya..'


.......


Seseorang terlihat membuka pintu mobil milik Jian. Di dalam, Jian sedang menunggunya dengan tenang.


Krebb !! Pintu mobil di tutup.


" Bagaimana ?"


" Mr, kami sudah menghubungi Nyonya Tiansha untuk bekerja sama dengan perusahaan anda.. Dan dia sudah menyetujui kontraknya.."


" Lalu yang satunya ?"


" Begini, Mr.. Kami belum mengirim tawaran apapun untuk perusahaan yang dibeli oleh Tuan Zumi itu.. Kami baru saja mendapat kabar, kalau ternyata perusahaan itu sengaja Tuan Zumi berikan untuk Nona Yuna.."


" Apa ??" ( Menatap Sanni dengan terkejut ), " Yuna ??"


" Iya.. Perkiraan tanda tangan alih nama itu mungkin pagi ini, di hotel Ellux, bintang lima milik Tuan Demy.."


Jian benar-benar tidak menyangka hal itu. Sebenarnya apa yang mereka rencanakan di balik semua ini ? Bagaimana bisa Zumi dan Daniah memberikan perusahaan itu pada Yuna dengan percuma ? Ada yang tidak beres disini ?


" Oh iya.. Kami sudah melakukan apa yang Mr perintahkan pada kami.. Kami sudah mencaritahu tentang identitas dari Nyonya Tiansha.." ( Mengambil ponsel dan menunjukkan beberapa foto yang di duga adalah foto Tiansha ).


Jian melihat foto itu dengan seksama.


Dia sama sekali tidak terkejut. Rupanya benar wanita ini.. Wanita yang telah menggores luka dalam hidupnya selama bertahun-tahun. Setelah sekian lama dia ingin mengetahui kabar beritanya, rupanya wanita ini malah muncul dengan tanpa kesengajaan di depannya. Dia tertawa..

__ADS_1


Tentu saja Sanni merasa bingung. Dia pikir atasannya ini memang sudah semakin gila..


" Apa kau sudah tahu hal yang lain lagi ?"


" Dia punya anak.."


" Anak ?" Kali ini Jian terkejut.


' Oh. Aku tahu.. Setelah dia meninggalkan aku di pinggir jalan, rupanya benar dugaanku.. Dia telah menikah dengan pria kaya, lalu dengan pernikahan itu, mereka punya seorang anak..'


" Perempuan, namanya Alishia.. Dan yang kami dengar, Nona Alishia juga sedang di kota M karena urusan pindah tangan itu.."


" Heemm.. Aku jadi semakin tertarik dengan masalah ini.."


" Lalu Mr.. Bagaimana dengan niat Mr untuk bekerja sama dengan perusahaan baru itu ? Apa Mr akan tetap melanjutkan kerja sama dengan perusahaan yang dikelola Nona Yuna itu ?"


" Lanjutkan saja.. Taruh saham kita dengan nilai yang besar untuk mereka.. Dan jangan munculkan wajahmu sesekali di depan Yuna.. Aku akan terbang menyusul kalian satu pekan lagi.."


" Baik Mr.. Kami sudah pesan tiket pesawat untuk delapan orang termasuk saya dan rekan saya... Aku rasa lima orang pilihan saya ini, telah memasuki kriteria untuk kita terjunkan ke lapangan.."


" Yang pasti, kirimkan orang terbaik.. Kau dan dua orang kepercayaanmu akan mengurus kerja sama dengan perusahaan Nyonya Tiansha, dan lima orang lainnya, terjunkan ke dalam perusahaan Yuna.."


" Baik Mr.. Kami akan mulai pemberangkatan sore ini.."


" Bagus.."


Pintu mobil dibuka. Sanni keluar dengan menenteng beberapa berkas dan sebuah tas mewahnya. Bekerja dengan pengusaha ternama yang satu ini memang terlalu menguntungkan baginya. Dia hanya perlu setia dan berdedikasi, dan seluruh kebutuhannya sudah terpenuhi.. Mendadak dia sangat berterima kasih pada atasannya itu..


' Aku berjanji.. Akan melakukan yang terbaik untukmu, Mr..' ( Tersenyum ).


.......


" Apa kau sudah tahu berapa rating dari perusahaan J Company yang mengajak kita untuk kerja sama ?"


-Nyonya Tiansha.


-Amerika Serikat.


" Sudah Nyonya.. Kami sudah mengumpulkan seluruh berkasnya.. Ada disini.." Seorang laki-laki muda menunjukkan sebuah berkas.


" Bacakan saja untukku.. Aku sedang menikmati minuman mahal ini.."


" Baik Nyonya.." ( Membuka berkas ), " disini tertulis, kalau rating perusahaan J Company sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari perusahaan kita Nyonya.."


" Yang benar saja, apa dia seorang anak muda yang berprestasi ?"


" Mereka minta pertemuan dengan kita besok di kota M untuk membahas kerja sama ini.."


" Aku jadi penasaran.."


" Tapi yang datang besok bukanlah pemiliknya, hanya perwakilannya saja.."


" Ouhh.."


" Kami dengar, perwakilannya yang satu ini juga sangat cerdas dan berhasil melakukan kerjasama beberapa kali dengan perusahaan besar.. Sebenarnya, perusahaan mereka sudah sangat terkenal ke seluruh penjuru dunia.."


" Jadi begitu, ya.. Berapa keuntungan yang kita dapat ?"


" Untuk perusahaan kita, mereka telah sepakat memberikan enam puluh persen dari keuntungan itu, dan mereka hanya mengambil empat puluh persen saja.."


" Menarik.. Bagaimana perusahaan itu hanya memberi keuntungan yang besar pada kita saja ? Apa dalam kerja sama mereka yang sebelumnya juga seperti itu ?"


" Lebih sering begitu.."


" Seberapa besar perusahaan mereka ini ?"


" Pemilik perusahaan ini belum diketahui.. Tapi menurut penelusuran kami, dia punya puluhan perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah. Dari kabar yang kami dapat, pemilik perusahaan ini sedang terbaring koma di Rumah Sakit sudah beberapa tahun terakhir.."


" Apa ini lelucon ? Bahkan dalam perusahaan kita, kalau bukan aku sendiri yang maju ke depan, kalian tidak bisa melakukan apapun.. Kalau begitu, buat pertemuan dengan mereka.. Aku akan datang menyusul kalian satu Minggu lagi dengan suamiku.. Aku juga ingin melihat seberapa besar kemampuan J Company dalam berbisnis.."


" Baik, Nyonya.."


Laki-laki itu keluar dengan beberapa berkas di tangannya. Sekarang tinggallah Tiansha sendiri di ruang kerjanya. Dia memangku tangan.. Berpikir keras untuk menebak siapa yang sedang mengajaknya bekerja sama.. Bahkan perusahaan di tangannya tidak ada yang bisa menandingi selama ini.. Bagaimana bisa rating J Company lebih unggul darinya.


Apakah berita perusahaan J Company, sudah lebih tinggi melampaui satu tingkat di atas perusahaannya, itu benar, atau semua itu hanyalah sekedar gosip miring ? Apalagi yang baru saja dia dengar, bahwa pemilik perusahaan itu sedang dalam keadaan koma. Fiuhhh, tidak masuk akal.


Mengajak kerja sama, saat direktur itu sendiri sedang tidak bisa apa-apa. Lucu sekali

__ADS_1


' Aku ingin tahu siapa yang memegang kendali ini.. Lagipula, bawahannya di perkirakan lebih cerdas dari yang mereka kira..'


__ADS_2