
" Jadi kalian sedang tidak di rumah ya.. sayang sekali, hari ini aku dan Shi Yuan akan datang, kalau begitu aku tunggu kalian pulang saja, ya.."
' Iya, maaf ya Yuna.. aku berinisiatif mengajak ibu jalan-jalan karena merasa kasihan melihat dia selalu berdiam diri di rumah..'
" Iya, tidak apa-apa, bagaimana kabar kakak ?? Apa kakak ipar baik-baik saja??"
' Tentu.. jangan lupa bawa Shi Yuan juga ke rumah nanti, aku ingin mencubit pipinya sampai lebam..'
" Bibi Hani !!!! Aku tidak akan datang kalau bibi mau mencubit pipiku !!!! Katakan kalau bibi Hani merindukan aku baru aku mau datang !!!" ( berteriak ).
Yuna dan Jian hanya menutup kuping saja. Bising sekali suara anak kecil ini.. Sepertinya dia sangat meniru ibunya.
' Hahahaha.. iya, iya, bibi Hani merindukan si mungil Shi Yuan, datanglah hari ini ke rumah nenek ya.. bibi sungguh merindukan kamu, pria kecil..'
" Baiklah, aku akan datang..." ( senang ).
' Kalau begitu, sudah dulu ya.. bibi sedang berjalan mendorong nenek..'
" Iya, baiklah kakak ipar, sampai jumpa nanti sore.."
' Sampai jumpa..'
Klik !!
Sambungan dimatikan..
" Huhh.. aku tidak sabar ingin memberi kejutan pada ibu.."
" Memangnya kamu sudah menyiapkan hadiah apa untuk ibu ??" ( sambil menyetir mobil ).
" Aku sudah menyiapkan kursi roda baru untuk ibu, kamu kan tahu semenjak ibu lumpuh, dia selalu menggunakan kursi roda yang sama, aku lihat kursi roda itu sudah agak bermasalah, jadi aku putuskan membeli kursi roda yang baru lagi.."
" Emm.. begitu ya.. aku jadi bingung mau membelikan dia hadiah apa.. tadinya aku juga berniat membelikan kursi roda yang baru untuk ibu, tidak disangka kamu sudah lebih dulu membelinya.."
" Ibu, aku ingin membelikan nenek es krim, apa nenek boleh makan es krim ??"
" Tentu saja boleh, nanti kita beli untuk kita juga ya.."
" Waaahhhh senangnya.. terima kasih ibu.."
" Oh iya, dua hari lagi akan ada acara ulang tahun perusahaan J company yang ke lima tahun, dan beserta perayaan kesuksesan grup kita dalam pembangunan apartemen di daerah X yang sudah mengeluarkan dana yang sangat besar. Aku bilang pada Sanni untuk mengundang semua yang terlibat dalam pembangunan itu dan acara ini pastinya akan sangat megah, jadi ikutlah bersama denganku nanti ya.. aku ingin memperkenalkan kamu pada semua orang secara terbuka. Dari dulu kamu selalu menghindari media, tapi kali ini, aku ingin semua orang tahu kalau keberhasilanku dalam urusan bisnis, tidak lain adalah berkat dukungan dari istriku.."
" Baiklah, aku akan ikut nanti, kalau begitu, kita sekalian belanja saja, ya.." ( membujuk ).
" Iya, aku tahu, karena itulah aku langsung mengatakannya padamu hari ini.."
" Ayah, apa Shi Yuan juga akan ikut ??"
" Tentu saja kamu ikut, kalau kamu tidak ikut, lantas siapa yang akan mengacaukan hari ayah.."
Tersenyum..
...****************...
" Ibu.. aku mau beli semua ini, boleh ya..."
" Pilih saja apa yang Yuan mau..."
Anak orang kaya !!
__ADS_1
" Yeayyy !! Aku akan bawa semuanya, ya.." ( berlarian ).
Tenang saja, ada banyak pengawal dan pelayan yang siap siaga mengawal pria kecil itu kemanapun dia pergi, jadi tidak usah cemas ya..
" Kamu mau belanja yang lain ??"
" Memangnya ada yang lain lagi disini ??"
" Ini kan pusat perbelanjaan, sudah pasti semuanya tersedia disini.."
" Lalu bagaimana dengan Shi Yuan ?? Apa dia baik-baik saja ditinggal disini ??"
" Tenang saja, ada banyak pelayan yang mengikutinya, kita tinggal berjalan-jalan saja berdua.."
" Baiklah.."
" Kamu !! Kemarilah !!" ( memanggil seseorang ).
" Iya tuan.." ( seorang pria datang ).
Jian melempar kartu kepada pria itu.
" Awasi tuan muda, jangan sampai dia berulah.."
" Baik tuan..." ( menunduk ).
Yuna dan Jian pergi dari tempat itu hanya berdua saja. Mereka nampak begitu senang karena akhirnya bisa leluasa menikmati waktu berdua tanpa cctv hidup itu..
" Hhhh.. senang sekali bisa bebas dari pria itu.. entahlah, sejak ada Yuan, kita jarang sekali bermesraan, kamu bahkan selalu lebih memilih Yuan daripada aku.."
" Tentu saja, Yuan itu kan belahan jiwaku, sedangkan kamu, kamu hanya orang yang menitipkan benih itu padaku.. hahaha.." ( terbahak-bahak ).
Tidak ada yang menggubris Yuna ?!!!
Diamlah..
" Apa bagi kamu hal itu sangat lucu ??" ( wajah datar ).
" Tentu saja, wajah kamu yang seperti itu sungguh membuat aku ingin terus menerus tertawa..." ( memegangi perut ).
" Aku rasa aku tidak memasang ekspresi apapun, kenapa bisa dianggap lucu.."
" Sudahlah, ayo kita belanja baju yang bagus-bagus, aku tidak tahan melihatnya.."
Yuna menarik tangan Jian ke sebuah tempat yang menurutnya sangatlah menarik.
" Jian, pilihlah !! Aku tidak tahu mana yang bagus..."
" Kita kan membeli baju untuk acara formal, kenapa kamu menyuruh aku memilih baju seperti itu ??"
" Kenapa ?? Apa ini terlalu terbuka ??"
" Tentu saja sangat terbuka !! Lihatlah, kamu bahkan seakan memperlihatkan bagian pahamu yang mulus, kamu kira kamu ini ayam goreng ??" ( kesal ).
" Tidak perlu semarah itu kan ??" ( meletakkan kembali bajunya di tempat semula ).
" Aku melihat sebuah gaun yang sangat cocok untuk kamu.."
" Benarkah ??" ( curiga ).
__ADS_1
Saat pernikahan beberapa tahun yang lalu...
" Ini terlalu terbuka.. ganti saja !!"
Huaaaa....
Pasti sama seperti dulu lagi.. Kenapa pria selalu begitu si ???!!!!
Jian sedang menuju sebuah gaun yang begitu memikat kedua matanya. Gaun itu bahkan terlihat begitu manis meski hanya di pajang di sebuah patung.
Sementara Yuna mengikutinya dari belakang dengan wajah yang malas. Dia tahu pria ini hanya akan memberikan baju yang begitu tertutup. Kenapa tidak sekalian wajah Yuna saja yang ditutup !!!!!
" Lihatlah.. " ( menunjukkan ).
" Apa ??" ( melihat dengan seksama ).
Gaun indah berwarna royal blue itu benar-benar terlihat mengesankan. Sepertinya sangat cocok jika Yuna yang mengenakannya..
Dan untuk pertama kalinya, Yuna menyukai gaun pilihan suaminya.. Iya . Jian memang bukan tipe pria yang pandai memilih style..
" Bagaimana ?? Bagus tidak ?? Ini juga tidak terlalu terbuka, pas sekali di tubuh kamu.."
Yuna memandangi gaun pilihan suaminya itu dengan seksama..
Dia tersenyum manis..
" Iya, aku suka sekali gaunnya.. ini... begitu indah..."
Jian ikut tersenyum..
" Aku tahu kalau kamu pasti akan suka.."
" Kalau begitu yang ini saja, tinggal cari untuk kamu, harus yang senada, supaya semua orang bisa mengenali kita sepasang suami istri..."
" Ide bagus.. Pelayan !!" ( mengangkat tangan ).
Seorang wanita muda datang mendekat.
" Iya tuan ??"
" Bungkus ini untuk nyonya.."
" Baik tuan.."
Sang pelayan buru-buru membawa gaun itu untuk dibungkus, sementara Jian dan Yuna melanjutkan acara belanjanya..
...****************...
" Aku mau yang itu...." ( menunjuk sebuah pesawat ), " yang itu juga.." ( asal tunjuk ).
" Iya tuan muda.. tapi satu satu ya.. kita bingung mau ambil yang mana.."
" Kenapa bingung ?? Kenapa tidak semuanya saja ??? Ambilkan semuanya untukku.. ayah akan membayarnya jadi jangan cemas.."
" Baiklah tuan muda.." ( tidak bisa berkutik ).
Tuan muda kecil yang sangat boros. Maklum, anak orang kaya, apa aja bisa..🤗🤗
Ikutin terus keseruan tuan muda ini ya..
__ADS_1
Siapa tahu ada yang ngalamin punya anak seperti ini...ðŸ¤ðŸ¤