
" Tolong jaga nyonya dengan baik, aku sudah mengirim beberapa orang untuk ke sana.."
Pak Kim terlihat sedang berusaha menghubungi seseorang. Sementara Shizin juga di sibukkan dengan pesan yang di kirim melalui Yu Fei kepadanya.
' Bagaimana dengan anak dalam kandunganku ?? Tuan sudah berjanji akan membuat aku menikah dengan dia, tapi sekarang, kabar Fu Xuelan sudah sampai ke telingaku, aku yakin pasti tuan Jian yang sudah membunuhnya, lalu bagaimana nasib anak ini, Shizin ?? Bagaimana aku bisa menyelamatkan nama baik keluargaku ??'
' Salah sendiri terlalu bodoh !! Jangan lihat pria dari tampang dan uangnya saja, bisa jadi yang lebih jelek malah lebih menghargai kamu..'
Sejujurnya dia sedang berusaha mengunggulkan diri sendiri.
" Shizin ??"
" Iya, pak Kim ?" ( mendekat ), " ada apa??"
" Coba kamu lihat ke dalam, aku akan keluar untuk melihat keadaan.."
" Bilang saja mau menyegarkan pikiran."
" Iya, aku memang sedang ingin menegarkan pikiran, sudah puas ??" ( pergi ).
Sementara Shizin akhirnya menuruti perintah pak Kim untuk menjaga tuan Jianan di dalam ruangan.
...****************...
" Apa sudah bisa bersiap malam ini ??"
" Tuan, saya dengar pengawal tuan Jian akan datang juga malam ini, mereka tahu kalau Yuna dalam bahaya dan bersiap menjaga dia, bagaimana kalau kita melakukannya sore ini saja ??"
" Apa yang di beri tugas di sana sudah siap ??"
" Saya sudah menghubungi mereka, dan kalau ingin melakukannya sore ini, mereka sudah siap.."
" Kalau begitu lakukan.."
...****************...
Kalina dengan terburu-buru melangkahkan kakinya di rumah sakit, untuk menemui mantan majikannya yang sedang tidak sadarkan diri. Dia tidak menghiraukan lalu lalang rumah sakit yang begitu ramai. Hingga tidak sengaja dia menabrak seseorang yang mungkin dia adalah dokter di rumah sakit itu.
Dokter laki-laki dengan perawakan yang cukup tinggi, dan tubuh yang begitu ideal itu terlihat mendorong kursi roda yang membawa seorang pasien dengan penjagaan ketat.
Brakk !!
" Oh, maaf dokter.." ( tidak begitu memperhatikan ).
Wajah dokter itu tidak terlihat dengan jelas, hanya memperlihatkan mata sipitnya saja. Dia memakai masker yang berhasil menutupi separuh wajahnya.
" Tidak masalah, permisi.." ( pergi ).
" Iya, baik.." ( langsung pergi ).
__ADS_1
Dengan langkah yang semakin cepat, Kalina mencoba menuju arah tempat Yuna di rawat. Dan saat dia masuk..
Krieett.
" Nyonya, bagaimana kabar anda ??"
Dia terkejut melihat ranjang yang kosong tanpa seseorang yang terlihat terbaring di sana.
Karena merasa ada yang aneh, Kalina akhirnya memutuskan untuk menghubungi sang suami, dan memastikan apakah kamar yang dia maksud memang kamar inap Yuna.
" Hallo, sayang.."
' Iya ?? Kenapa ??'
" Apa kamu memberikan nomor kamar yang benar padaku ??"
' Iya, nomor tiga kosong lima, itu nomor kamar inap nona Yuna..'
" Tapi kenapa di sini aku tidak melihat siapapun ??"
' Apa ??'
" Dia tidak ada di sini..."
Dengan cepat Alta mematikan sambungannya dan berlari menuju kamar Yuna. Dia sangat cemas dengan apa yang di katakan istrinya, Kalina. Mungkinkah.. wanita itu benar-benar hilang ??
Cklek !!
" Dia tidak ada di sini sejak aku masuk.."
Sementara, dokter yang terlihat mendorong pasien menggunakan kursi roda itu terlihat mulai keluar dari rumah sakit. Dia masih menutup dengan rapat seluruh tubuh pasien dan berusaha membawa pasien itu pergi dari sana.
Tapi entah kebetulan atau tidak, mendadak dia bertemu dengan rombongan yang sengaja di kirim oleh tuan Kim untuk menjaga nona Yuna. Mereka datang dan berpapasan dengan dokter tersebut. Jantungnya mulai berdegup tak menentu, tapi dia berusaha untuk tetap tenang.
Sedikit lagi sampai ke mobil..
Dan akhirnya.. rombongan Jian melewati dirinya tanpa rasa curiga sedikitpun.
Selamat !!
Dia bergegas memasukkan pasien yang tak lain adalah Yuna tersebut ke dalam mobil yang sudah di siapkan. Dengan membawa pula kursi roda yang baru saja dia gunakan, supaya tidak menimbulkan kecurigaan. Dua orang rekannya sudah bersiap menunggu kedatangan dia dan wanita itu sekian lama.
" Jalan !!"
Mobil melesat secepat kilat, meninggalkan rumah sakit tanpa menuai kecurigaan sedikitpun.
...****************...
Empat orang yang di kirim tuan Kim akhirnya sampai di depan kamar inap Yuna, tapi saat mereka tiba, mereka hanya mendapati dua orang yang tengah kebingungan di sana. Mereka sama sekali tidak mendapati adanya Yuna atau siapapun yang berbaring di atas ranjang.
__ADS_1
Sementara dokter Alta sedang berusaha menghubungi keamanan rumah sakit, dan meminta bantuan untuk memeriksa siapapun yang keluar membawa pasien. Dia mengatakan pada mereka bahwa ada penculikan pasien dan mungkin sedang di bawa keluar oleh seseorang yang menyamar sebagai dokter. Dia meminta para petugas keamanan untuk mencegah siapapun yang keluar dari sana. Tapi sayang.. itu sudah terlambat.
" Ada apa ini ?? Di mana ruang rawat nyonya Yuna ??" ( seorang pengawal bertanya ).
" Dia.. dia hilang, kemungkinan di culik.."
" Apa ??"
...****************...
" Dokter Azof, datanglah ke rumah sakit segera, nyonya Yuna hilang dan kemungkinan besar di culik oleh seorang pria yang menyamar sebagai dokter.."
Alta berusaha menghubungi Azof, dan memberitahu kejadian di luar dugaan ini padanya.
...****************...
Saat itu Azof sedang mencoba mencari ke mana kiranya arah kepergian Hani dari rumahnya. Dia mencoba mencari ke rumah lama Hani, tapi tetap saja nihil. Tetangga dekat mengatakan kalau dia tidak pernah kembali ke sini bahkan sejak mereka berdua resmi menikah.
" Lalu kemana dia pergi ??"
Pertanyaan itu selalu terlihat di otaknya. Penyesalan yang tiada habis, dan kesedihan dalam hati yang tidak bisa dia ungkapkan lagi seberapa besarnya. Hanya satu kata yang bisa dia ucapkan mengenai semua ini. Bodoh !!!
Dan sekarang, belum juga mendapat arah petunjuk kemana perginya sang istri dan anak angkat, mengapa mendadak mendapat berita yang sungguh mengejutkan ?? Yuna hilang !!
Apa ini masalah baru lagi??
Sial !!
Hidup yang selalu sial !!
Dia memasuki mobil setelah memastikan kalau di rumah lama Hani memang tidak ada siapapun, dan setelah itu membanting setir berputar arah untuk kembali ke rumah sakit.
Pak !!
Dia memukul kemudi mobil yang tidak bersalah sama sekali. Rasanya akhir yang tidak pernah terlihat. Begitulah pikirnya. Entahlah. Mungkin Tuhan begitu ingin mengujinya seperti ini, tapi yang jadi pertanyaan adalah, sampai kapan dia akan terus mendapat masalah ?? Mungkinkah harus menunggu dia mati, lalu semua masalah barulah akan selesai ??
Atau mungkin.. jika masalah ini benar-benar memang di kendalikan oleh seseorang, mungkinkah dengan membunuh pelakunya semua ini akan kembali normal ??
Huhh !!
Untuk apa berpikir tentang semua pemikiran yang belum jelas kebenarannya ??
Lebih baik untuk diam dan melakukan mobilnya secepat yang dia bisa, demi mendapat kejelasan tentang berita hilangnya Yuna.
...****************...
" Tuan, misi sudah berhasil, ada lagi yang anda inginkan ??"
' Hehe.. bagus.. bawa dia kemari, aku sudah menyuruh orang untuk menyewa pesawat pribadi, dengan begitu, kalian akan aman dalam penerbangan membawa gadis pujaan ku..'
__ADS_1
Klik !?
Sambungan di matikan.