Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Kamu Harus Tahu Dia


__ADS_3

" Bicara apa kamu ini ??! Mana mungkin aku menghamili bocah ingusan seperti itu.." ( menyeruput kopi hitam ).


" Tuan, aku juga tidak percaya semudah itu, aku lebih tahu bagaimana tuan yang tidak pernah terlihat jauh dariku, dan aku tahu tuan tidak pernah berkhianat.."


" Lalu kenapa kamu yang pusing ?? Jika dia mau menyebut aku ini ayah dari anaknya, masalah akan dia tanggung sendiri.."


" Tapi bagaimana kalau dia bicara pada semua orang, dan hal ini bisa di sebar luaskan oleh dia ?? Seluruh dunia pasti akan menganggap kalau tuan sudah selingkuh.."


" Memangnya siapa gadis itu ?? Kenapa kamu bisa setakut ini ??"


" Lihat sendiri informasi tentang gadis itu disini, kamu akan tahu.."


Shizin memberikan ponselnya kepada Jian, dan berharap pria itu bisa membaca biodata keluarga Yu Fei yang tidak mudah dilawan.


" Oh, jadi dia cucunya Presdir Jang, hehhh.. tidak menyangka juga kalau di usia yang begitu dini dia bisa hamil anak orang.."


" Memangnya tuan pikir itu anak siapa ?? Biawak ??"


" Aku tidak takut pada kekuasaan Presdir Jang, dia hanya memiliki saham yang kecil dan tidak sebanding dengan saham orang terkuat di urutan sepuluh sekalipun, dia bukanlah orang yang terkenal dalam dunia bisnis, hanya saja.. dia punya kekuatan dalam pembuatan berita palsu.."


" Aku tidak tahu kalau berita palsu juga membutuhkan Presdir.." ( pria polos ).


" Hhh.. percuma saja bicara dengan kamu.."


" Lalu bagaimana kalau dia melakukan segala cara untuk mendapat simpati tuan ??"


" Cari bukti dengan siapa dia dekat akhir-akhir ini, dan kalau bisa, bawakan buktinya juga, kita harus simpan baik-baik, tidak tahu juga gadis ini akan bisa melangkah sampai seberapa jauh.."


...****************...


" Investor asing ini terkenal paling besar dan paling cerdik, dia katanya juga tampan.."


" Katanya kamu sudah punya kekasih ?? Kenapa masih bisa memuji pria lain ??"


" Kan baru resmi jadi kekasih, belum sah jadi suami ya boleh saja aku memuji pria lain.."


" Dimana dia kiranya ??"


" Kita tunggu saja disini, nanti dia akan datang.."


Mereka berdua duduk di kursi kafe sambil menunggu sang investor datang.


Beberapa saat kemudian..


" Halo, apa benar ini dengan nyonya Yuna ??"


Yuna mendongak, melihat siapa yang datang..


" Ah ?? Benar, saya sendiri, anda orang yang ingin menemui kami ??"


" Iya, tuan kami yang sudah menghubungi anda untuk bertemu.."


" Baiklah.."


" Halo, apa kabar ??" ( suara yang terdengar dalam ).


Alishia mendongak dan terkejut melihat siapa yang datang di hadapan mereka berdua..


" Fu Xuelan ?? Bagaimana kamu bisa ada disini ??"


" Alishia, apa kamu mengenal investor asing kita ??"


" Kakak ipar, dia pria yang aku maksud, dia yang ingin aku kenalkan pada kakak.." ( tersenyum senang ).


" Ah ?? Jadi dia kekasih yang kamu maksud itu ??"

__ADS_1


" Wah, tidak menyangka kalau bisa bertemu dengan kekasih juga saat pertemuan.."


" Aku juga tidak menyangka kalau kekasih adik iparku adalah tuan Fu.."


" Bagaimana ?? Tampan tidak ??" ( berbisik ).


" Tampan bukan modal yang besar, carilah yang setia, itu baru investasi yang besar.." ( berbisik membalas ).


" Iya aku tahu.." ( tidak senang ).


" Kalau begitu, tuan Fu, duduklah, mari kita bicara.."


" Baik, nyonya Yuna.."


Pertemuan berlangsung begitu lama. Rapat memang sudah selesai sekitar dua jam yang lalu, tapi karena Fu Xuelan ini ternyata adalah kekasih Alishia, jadi akhirnya mereka berbincang cukup panjang, dan tidak terasa waktu sudah malam.


" Mau pulang bersamaku ??"


" Aaahhh.. selama dia belum resmi menjadi istrimu, aku yang berhak mengajak adik iparku pulang, lagipula kamu harus bertemu dengan kakak kandungnya dulu untuk minta persetujuan.."


" Oh, begitu ya.." ( tidak enak ), " baiklah, kalau begitu, aku pergi lebih dulu ."


" Iya, bye.. jangan lupa hubungi aku kalau sudah sampai.."


" Aku sudah tahu, kita kan biasa seperti itu.."


Ting !


Menyipitkan satu mata, lalu pergi..


" Wahhh, kakak, lihatlah, matanya sangat menggoda, pria itu.. sudah meluluhkan hatiku..." ( bucin akut ).


" Hhh.. pria menggoda, semua pria memang seperti itu, jangan kira pria menggoda berarti pria yang baik, sebelum kakak kamu setuju, ada baiknya agak menjaga jarak dengan pria itu, bagaimanapun kakak kamu perlu dipertanyakan.." ( duduk lagi ).


" Aku akan bicara padanya nanti, tapi janji jangan macam-macam dengan pria itu sebelum Kakak kamu menyetujuinya.."


" Baiklah.."


...****************...


" Kakek, bagaimana ini ?? Usia kandungan ini sudah dua bulan, dan aku tidak berhasil membujuk Fu Xuelan untuk menikahi aku.. Huhuhu....."


" Sudah tahu dia pria baj*Ngan, kamu malah masih mau menjadi wanitanya, lihat sendiri apa yang harus kamu tanggung sekarang.."


" Kakek, aku tidak mau mempermalukan keluarga kita, bagaimana ini ?? Bagaimana kalau ayah dan ibu mendengar hal ini ?? Aku tidak mau membuat mereka kecewa.."


" Urus saja masalah kamu sendiri, kakek sudah pernah memperingatkan kamu untuk jangan main-main dengan pria itu, tapi kamu tidak pernah mendengar perkataan kakek, jadi sekarang, tanggungan kesalahan itu sendiri, kakek tidak mendengar keluhan kamu itu !!!"


" Kakek, bisakah kakek jangan terus menyalahkan aku ?? Aku juga sedang tertekan.." ( mulai kesal pada kakeknya ).


" Bagus kalau kamu merasa tertekan, kalau begitu kan kamu bisa dengan mudah menggugurkan anak dalam kandungan kamu !!!"


" Apa ?? Menggugurkan anak dalam kandunganku ??"


' Apa itu jalan pintasnya ??'


" Iya, lah.. kalau kamu tidak menggugurkan anak dalam perut kamu itu, bagaimana kamu bisa menyelamatkan harga diri kamu ini !! Kakek ini bukanlah orang yang ternama di negara kita, tapi kalau ada yang mendengar cucuku sendiri hamil di luar nikah, bagaimana semua orang akan memandang wajah kakek, hhh.. kamu memang kurang ajar !!"


" Sudah, jangan bicara lagi padaku kakek, bukannya memberiku saran, kakek malah menambah beban di dalam pikiranku lagi.. aku tidak bisa berdiskusi dengan kakek sekarang.."


" Terserah !! Urus saja kehamilan petaka kamu itu, aku sudah tidak peduli !!!"


Yu Fei berjalan ke arah kamarnya meninggalkan sang kakek, dan kemudian menutup pintu.


Bam !!?

__ADS_1


Dibanting..


" Hhh.. sudah berulang kali berulah, masih saja terus bergantung padaku, Yu Yang, Lili, maaf aku tidak bisa menjaga anak kalian dengan baik.."


.......


" Hhhhhhhh...." ( geram ).


Gadis muda itu terlihat kesal dan menjatuhkan dirinya di atas kasur. Giginya di satukan dan dia benar-benar sangat hancur.


" Fu Xuelan !!! Kamu harus bertanggung jawab atas bayi ini !!!"


...****************...


Tak !?


Yuna meletakkan semangkuk sup yang dia masak untuk Jian sebagai makan malam. Dia sudah bersiap untuk tidur tadinya. Tapi saat dia hampir saja terlelap, mendadak suaminya memintanya untuk membuatkan sup. Hhh.. ibu rumah tangga memang sangat melelahkan..


" Jian, makanlah, aku sudah memasak supnya untuk kamu.." ( membangunkan pelan-pelan ).


Di samping Jian yang sedang terlelap, Shi Yuan, bocah tampan itu sedang mendengkur keras. Kakinya di letakkan di atas perut Jian, sampai ayahnya tidak bisa leluasa bergerak.


Sore tadi, mendadak anak itu minta tidur dengan ayahnya, dan tidak ingin juga melepas ibunya. Apakah daya, dinas malam harus kembali tertunda. Hihihi 😁😁


" Ugh... " ( mengucek mata ), " ah ?? Sudah siap ya ??"


" Ayo makanlah, selagi masih hangat.." ( suara lirih ).


Jian menuruti perkataan istrinya dan mulai beranjak dari tempat tidur dengan perlahan.


" Jangan sampai perusuh ini bangun, kalau dia bangun, maka sup kamu akan utuh sampai pagi.." ( tersenyum nyengir ).


" Iya, aku tahu.."


Yuna dan Jian berjalan perlahan keluar dari kamarnya dan menuju arah meja makan.


Slurp !!!


" Akh... segarnya.." ( makan dengan lahap ).


" Umm.." ( memperhatikan ), " Jian..."


" Ya ??"


" Ada yang ingin aku bicarakan.."


" Soal apa ??"


Slurp !?


Menyeruput..


" Soal kekasih Alishia.."


" Apa dia sudah punya pria ??"


" Iya, dia ingin menemui kamu kapan-kapan, tapi aku lihat, dia sepertinya bukanlah laki-laki yang baik.."


" Memangnya seperti apa wajahnya ??"


" Yang jelas dia tidak setampan kamu.." ( tumben memuji ).


" Aku akan mencoba menemui dia.."


" Iya, aku rasa juga begitu.."

__ADS_1


__ADS_2