
Angin sepoi-sepoi yang terasa begitu menyentuh kulit Yuna membuat dia bergeming. Pagi ini, saat dia bertemu dengan klien pentingnya barusan, dia harus menelan pil pahit. Seolah tidak bisa membiarkan seseorang bahagia, ada saja orang lain yang mungkin membencinya karena menjadi wanita kaya nomor satu di kotanya..
Mau tahu ceritanya ??
Apakah kalian tahu kalau pertemuan klien penting itu harus sedikit terganggu ? Masalah orang iri tentunya..
Tap tap tap tap tap..
Yuna dan Alishia terdengar memasuki cafe dengan langkah bergantian. Suara ketukan sepatu hak tinggi mereka yang begitu khas terdengar menggema, membuat hawa yang berbeda di mata semua orang yang ada di dalam kafe tersebut. Dengan percaya diri dan memang sikap yang masih saja rendah hati, mereka berjalan menuju dua orang yang sedang menunggu mereka, ya.. mungkin sedari tadi..
" Halo, apa kabar ?? Maaf membuat tuan menunggu lama.." ( tersenyum ).
" Nona Yuna, ya ?? CEO perusahaan kosmetik itu ??"
" Iya, benar sekali.. saya Yuna.."
" Oh, kalau begitu, silahkan duduk.. kami sudah menunggu nyonya dari tadi.."
" Baik, terima kasih.." ( duduk ).
Alishia menyusul untuk duduk juga.
" Bagaimana menurut nyonya ?? Apa anda tertarik dengan harga yang kami berikan ??"
Rapat akhirnya berlangsung lama. Sekitar satu atau mungkin bahkan lebih dari dua jam.
Dan beberapa saat kemudian..
" Huhhh.." ( penat ).
Yuna bersandar di sandaran kursi kafe. Wajahnya terlihat begitu penat menghadapi klien barusan. Tidak tanggung-tanggung, dua orang tadi menawarkan harga yang begitu fantastis pada Yuna untuk kosmetiknya itu. Kali ini, bisa di pastikan kalau Yuna akan untung besar.
" Belikan aku satu cup kopi dingin.."
" Baik, pelayan !! Satu cup kopi dingin.." ( mengangkat tangan ).
Sementara, Yuna sedang asik melepas penatnya, dengan terus bersandar di kursi dan asik membaca laporan di ponselnya.
Alishia memandangi wajah kakak ipar yang cantik itu dengan senyuman yang tulus dibibirnya. Mungkinkah dia kagum pada kehebatan Yuna dalam berbisnis ??
" Aku tahu, kenapa kakak ipar bisa menjadi wanita terkaya di kota ini hanya dalam jangka dua tahun.."
" Ah ??" ( akhirnya bangun juga ), " memangnya kenapa ??"
" Kakak ipar tidak pernah menggantungkan hidupnya pada kak Jian, dan kakak bisa hidup mandiri sambil menjalankan bisnis kakak, kebanyakan perempuan di luar sana pasti akan memanfaatkan kedudukan suaminya untuk menaikkan pendapatan bulanan, tapi, kakak ipar, hanya mengandalkan diri sendiri dari nol, sampai bisa membangun perusahaan sendiri seperti ini, rasanya.. aku sangat terinspirasi.."
" Heii.. yang motivator itu kakak kamu, bukan aku.. aku hanya terus berjalan meski yang aku lalui jalanan berbatu, tapi kakak kamu, dia sudah pernah benar-benar berjuang dari nol, tidak seperti aku, aku dulunya sudah pernah berbisnis mengandalkan restoran pemberian Jian padaku, dan karena itulah, aku bisa menjadi seberuntung sekarang.."
__ADS_1
" Tapi tuan Lu Yuzeff juga sering memuji kakak ipar saat kakak ipar masih bekerja disana, aku rasa, dia juga merasa kehilangan pegawai berdedikasi seperti kakak ipar.."
" Aku tahu, dia adalah orang yang sangat baik, dan putranya.. tuan muda Lu, dia juga berubah jadi lebih baik setelah kami saling mengenal lebih dalam, sayang sekali, hubungan Jian dengan dia tidak begitu baik, kami jadi sangat terbatas saat harus bicara berdua.."
" Begitu, ya.. mungkinkah mereka berdua punya dendam pribadi ?? Tidak mungkin juga Kak Jian akan membenci seseorang tanpa alasan bukan.."
" Hhh.. aku tidak peduli, lagipula apa urusannya denganku.."
" Kopinya sudah sampai, mau aku temani, atau aku pergi lebih dulu, aku sudah selesai disini.."
Seorang pelayan meletakkan kopi dingin sesuai pesanan, lalu kemudian pergi.
" Memangnya kamu mau kemana ??"
" Dari tadi aku tidak membuka ponselku, dan saat aku membukanya, ternyata pacarku sudah menghubungiku sedari tadi, aku harus segera menghubungi dia supaya dia tidak cemas.."
" Pacar ?? Hei.. ingat, kami berdua belum merestui kalian, jangan berpikir akan menikah diam-diam di belakang kami.."
" Iya, aku tahu.. aku yakin kalian pasti akan suka, dia orangnya sangat baik.. aku pergi dulu ya.. nikmati kopimu kakak ipar.. sampai jumpa.." ( pergi ).
" Baiklah, sampai jumpa juga.."
Yuna akhirnya tinggal sendirian di sana. Dia meminum sedikit kopi dinginnya, dan kemudian beralih lagi ke ponsel. Ada laporan yang belum selesai dia baca tadi.
Tapi kemudian, datang lagi seseorang yang membuat dia harus menunda lagi membaca laporan tersebut.
Orang itu adalah.. Lu Zafier..
" Oh, tuan muda Lu ??" ( mendongak ).
Mereka bertemu lagi setelah sekian lama, mungkin berbulan-bulan lamanya..
" Silahkan duduk.."
" Baik, kenapa kamu disini sendirian ?? Apa sedang tidak sibuk ??"
" Tidak, aku baru saja bertemu klien penting tadi, dan ini.. aku menyempatkan waktu untuk duduk santai dulu disini.."
" Kebetulan sekali, aku juga sedang suntuk di kantor, tadinya tidak berniat pergi ke kafe ini karena letaknya sangat jauh dari kantorku, tapi entahlah.. mendadak ingin sekali datang, tidak menyangka rupanya kamu memberiku kejutan.."
" Kejutan ?? Kejutan apa ??"
" Tentu saja kejutan, aku tidak menyangka kalau kamu juga ada disini, apa ini tidak termasuk kejutan.."
Keduanya tertawa..
" Dimana Jian ?? Apa dia masih sering berkata hal buruk mengenai aku ??"
__ADS_1
" Tidak, tidak.. dia bahkan tidak pernah mau bicara tentang kamu.."
" Ah, buruk sekali, dari dulu masih saja membenci aku, memangnya aku punya salah apa dengan dia.."
" Aku tidak tahu, seharusnya kalian berdua yang tahu.."
" Mungkinkah karena dulu sewaktu kuliah, aku selalu membully dia, ya.. entahlah, aku juga tidak tahu kalau dia akan berubah menjadi seperti sekarang, kalau saja aku tahu dia akan sesukses ini, mana mungkin aku berani melorotkan celananya di depan para gadis.. hahahaha... kalau ingat hal itu rasanya aku ingin sekali tertawa terbahak-bahak... hahahaha.."
" Benarkah ?? Apa lagi cerita seru dia waktu kuliah ?? Aku juga ingin tahu lebih banyak lagi.."
...****************...
Disisi lain, Jian sedang bergerak menuju toko bunga. Dia sudah bersiap dengan beberapa kado spesial untuk istrinya lagi. Sepertinya dia belum puas melihat ekspresi Yuna saat menerima kado permata mahal yang dia berikan semalam, jadi rasanya ingin memberi kado yang lebih berkesan lagi.
" Sudah sampai tuan.."
" Baik, tunggulah di mobil, aku akan turun sendiri membeli bunga.."
" Baik, tuan.."
Jian turun dari mobilnya, dan berjalan menuju toko bunga yang besar. Tapi secara tidak sengaja..
Brakkk !!
" Arkh !!"
Dia menabrak seorang gadis.
Gadis muda itu terhuyung dan tidak mampu menstabilkan tubuhnya. Sekejap lagi, dia pasti akan dibuat malu oleh Jian, tapi untunglah Jian menangkapnya.
Hap !!
Jian memasang wajah datar dan tanpa ekspresi, berbeda dengan gadis tersebut yang nampak terpesona oleh wajah tampan rupawan Jian.
" Maaf.." ( hanya satu kata itu saja ).
Jian menitah gadis itu untuk berdiri seimbang, lalu pergi meninggalkan dia disana sendirian. Apa yang dilakukan gadis itu kemudian ?? Dia hanya mematung, tidak mampu berkutik. Wajah tampan Jian, dengan suara serak yang dalam nyatanya telah membuat dia jatuh ke dalam pesona yang tidak ada obatnya..
" Tuan.."
Jian berhenti, dan berbalik..
" Ya ??"
" Terima kasih..." ( tersenyum manis ).
Jian tidak menanggapi bocah ingusan itu. Dia hanya fokus pada tujuan utamanya datang, yaitu membeli bunga untuk kesayangannya, Yuna..
__ADS_1