
" Aku sangat kasihan terhadap Hani, dia pasti begitu sedih atas kejadian yang menimpanya secara berturut-turut seperti ini.." ( sambil terus berjalan ).
" Hemm, mungkin kita harus membuat dia merasa lebih baik.."
" Iya, aku tahu.. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya.. Aku rasa dia hanya akan bahagia kalau kak Azof bisa bebas."
" Kalau begitu, mari kita buat kakakmu bebas, dengan begitu Hani bisa merasa bahagia.."
" Sejujurnya aku juga mau, aku yang sudah membuat semua orang merasa susah, jadi aku memang harus bertanggung jawab atas semuanya.."
" Jangan salahkan dirimu terus-menerus, kamu ini tidak sepenuhnya salah, tapi memang kami semua yang terlalu mencintai Yunaku, sampai kami juga rela kalau nyawa yang menjadi taruhan hanya untuk menyelamatkan Yunaku.."
" Hhhhhh.... Tetap saja itu salahku.."
" Mm... Mengenai pekerjaan, aku ingin mengangkatmu sebagai sekretaris, menggantikan Sanni yang sedang cuti, apa kamu mau ??"
" Tidak perlu, aku ingin melakukan semuanya sendiri saja, lagipula menggantikan Sanni juga hanya sementara, setelah dia kembali, aku juga akan kebingungan mencari pekerjaan lagi.."
" Nanti aku bisa memasukkan kamu ke dalam grup nya Sanni, jadi kamu tidak perlu merasa khawatir.."
" Siapa juga yang khawatir ?? Tapi masalahnya, aku tidak mau mendapat pekerjaan darimu, aku harus bekerja atas dedikasi dan kemampuanku, bukan karena rasa kasihan mu kepadaku.."
" Heh !! Rupanya Yunaku sudah mulai mandiri, ya.." ( tersenyum ).
" Tentu saja, meskipun suatu hari nanti aku akan menikahi kamu, tapi tetap saja wanita harus punya karir sendiri supaya bisa tetap hidup mandiri..."
" Iya, iya.. Aku mengerti, lagipula, siapa juga yang sedang memaksamu.."
" Aku juga ingin keluar dari dunia hiburan tanah air.."
" Kenapa ??" ( agak terkejut ).
" Sudah terlibat skandal beberapa kali, pasti membuat namaku tidak bisa lebih baik dari sebelumnya, meskipun skandal yang diberitakan itu sungguh tidak benar, tapi bagi yang berpikiran lain, aku masih tetaplah orang yang bersalah.."
" Lalu ??"
Mereka berdua memasuki lift untuk turun ke bawah. Kebetulan sekali dalam lift itu hanya ada mereka berdua. Mereka pun memutuskan untuk melanjutkan percakapan.
" Aku ingin mengembalikan nama baikku, lalu setelah itu memutuskan untuk mengundurkan diri.. Bagaimana ?? Apa kamu setuju ??"
" Kalau masalah itu, aku tidak bisa ikut campur.. Bagaimanapun juga, itu adalah pilihan Yunaku, aku tidak punya hak untuk melarangmu, jadi aku akan terus mendukung apa yang menjadi keputusan Yunaku saja.."
__ADS_1
Tring..
Lift berhenti, dan terbuka. Mereka segera keluar dari sana dan menuju arah keluar. Diluar sana sudah menunggu pak Harry dengan setelan jas mewahnya pemberian dari Jian khusus untuknya.
" Lalu bagaimana tawaran dari Hani barusan ? Apa kamu tertarik dengan itu ??"
Yuna menggeleng saja, dan kemudian tersenyum.
" Bagaimana aku bisa menggantikan posisi Hani sebagai manager keuangan dalam perusahaannya, sedangkan membaca laporan saja aku masih tidak paham.."
" Lalu, sebenarnya apa yang Yuna inginkan ??"
Mereka berdua masuk kedalam mobil usai Pak Harry membukakan pintu untuk mereka berdua.
" Jalan, pak !!"
Pak Harry menginjak gas, dan akhirnya, mobil pun melaju dari sana..
" Rencananya, aku ingin meminta bantuan Alson untuk belajar bisnis, dia pasti mau datang kesini untuk mengajari aku.."
" Apa itu tidak terlalu merepotkan ?? Kenapa harus meminta dia datang untuk mengajarimu ?? Aku juga bisa melakukannya.." ( sebenarnya dia merasa cemburu ).
" Kamu tidak paham soal itu, aku tidak ingin diajari oleh kamu, lagipula kalau kamu mengajariku, sama saja semua bukan jerih payahku, melainkan ada campur tangan darimu juga.."
" Memangnya kenapa kalau Alson ?"
" Dia kan bekerja dalam perusahaan Demy, rasanya kesal juga harus menarik karyawan dari sana untuk mengajari kamu.."
" Dia memang bekerja dalam perusahaan Demy, tapi dia bekerja untukku, bukan untuk Demy.."
" Baiklah, jika itu mau kamu.. Aku tidak bisa melarang permintaan kamu.. Tapi izinkan aku untuk memberi sedikit uang sebagai modal.."
" Aku tidak perlu itu, lagipula aku belum berniat mendirikan perusahaan, aku ingin memulainya dari awal.."
" Tapi, Yunaku..."
" Jangan risau.. Bukankah kamu tahu seberapa hebatnya aku dalam berbisnis.."
" Iya, sangat hebat, bahkan sampai minta anak buahmu untuk mengajarimu, apa itu hebat ??"
Mobil masih terus melaju di jalan raya, dan terjebak dalam kemacetan.
__ADS_1
" Kenapa, pak ??"
" Ada kecelakaan di depan, Nona.."
" Begitu, ya.. Kalau begitu, tunggu saja sampai semua urusan mereka selesai.."
" Baik.."
" Yunaku.."
Yuna menoleh ke arah Jian setelah mendapat panggilan dari lelaki itu..
" Jika kamu tidak mau merepotkan aku, maka aku bisa mengerti, tapi aku mohon, biarkan aku membantumu apapun itu.."
" Tapi Jian, ini sungguh tidak perlu, aku bisa melakukan semuanya sendiri. Lagipula gelar S2 yang aku punya belum sempat aku gunakan selama ini.."
" Aku sangat bingung mengenai hal itu. Aku khawatir mendengar kamu ingin memasuki dunia bisnis. Kamu harus paham, dunia ini sangat cerah tapi bisa juga menjadi kelam, meskipun kamu melihat sebuah topeng yang menawan, tapi kamu tidak boleh lupa, dibalik bunga mawar yang indah, tetaplah ada duri yang bisa menusuk jemari kita.."
" Iya, kamu tidak perlu khawatir, jika aku sedang dalam masalah, aku bisa menanyakannya padamu atau Alson bukan ??"
" Iya.."
Pak Harry kembali menjalankan mobilnya secara perlahan, mengikuti runtutan kendaraan roda empat dan roda dua yang bercampur menjadi satu dalam satu arah di depannya. Sepertinya kecelakaan sudah bisa diatasi. Sekarang mereka bisa pergi dari sana untuk melanjutkan perjalanan.
........
' Tuuut Tuuut..'
Hani sedang berusaha menghubungi ibu kandungnya. Sudah beberapa kali dia mencoba menghubungi, tapi tetap saja gagal. Wanita itu benar-benar merasa sangat kacau. Dalam keadaan terpuruk seperti ini, seharusnya ada seseorang yang menguatkan hatinya. Tapi selain Yuna, rasanya tidak ada lagi. Dia tidak bisa terus-terusan seperti ini. Bagaimanapun, hidup harus terus berlanjut bukan..
Sekarang Syiana sudah pergi, dan akan kembali beberapa tahun lagi. Tidak mungkin juga wanita itu akan pulang meskipun Hani mengatakan padanya kalau dia sedang terkena masalah besar.
Hani akhirnya mengurungkan niatnya untuk menghubungi Syiana. Dia pikir percuma saja terus berharap. Toh. Wanita itu hanya akan mementingkan karirnya saja..
Sekarang yang ada dalam pikirnya hanya caranya untuk cepat sembuh. Dengan begitu, dia bisa mencari nafkah untuk dirinya dan ibu mertuanya.. Iya.. Almira memang punya bisnis sendiri, menjual tas mewah secara online. Tapi tidak mungkin juga Hani begitu tega tidak memberi uang kepada ibu mertuanya itu. Apalagi sekarang, hanya wanita itu satu-satunya yang menjadi pegangan hidupnya..
......
Seorang wanita tua sedang berjalan terseok-seok di atas jembatan gantung. Dia terus menangis dan berlari sebisa mungkin. Sementara di belakang sana, terlihat beberapa pria bertubuh kekar sedang berusaha mengejar wanita itu.
Sejengkal lagi mereka sampai, bisa menangkap si tua itu dengan mudahnya. Wanita itu berada di ujung jembatan, dan mereka hanya berjarak lima meter darinya. Tapi mendadak sorot lampu mobil mengaburkan pandangan wanita itu. Dia memilih berhenti, dan meminta bantuan kepada orang yang berada di dalam mobil.
__ADS_1
" Tolong !!" ( dia merasa lelah ), " tolong saya.."