Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
Bersamamu


__ADS_3

Rara sesekali memandangi dengan seksama wajah pemuda yang sekarang sudah menjadi kekasihnya itu. Wajah kagum dan bangga, pemuda yang awalnya dikira kaku sekarang menjadi supel dan perhatian. Penampilan casual


yang jarang dilihatnya membuat vano kelihatan lebih muda dari biasanya.  Sehari-hari saat bekerja vano biasa


mengenakan kemeja dan setelan jas, yang membuatnya tampak dewasa.


“Awas, ntar matanya nempel di pipiku yang ganteng ini lho ra” ucap vano yang menyadari kalau gadis disebelahnya menatapnya dalam diamnya.


“mas vano geer” jawab rara dengan wajah memerah karena ketauan sedang mencuri padang kekasihnya itu.


“yang tadi bareng kamu siapa ra? Teman atau senior?” tanya vano melepaskan tanya dihatinya.


“ooh. Yang cewek namanya Lydia mas, di sahabat rara, kita udah bareng sejak SMA, kostnya di rumah tante tempat rara ngekost dulu itu, dan Lydia kerja di rumah sakit Permata Hati. Dia di bagian ruang operasi lho mas. Anaknya gesit dan baik hati.” Rara bercerita dengan semangat.


“ nah yang satunya lagi siapa??” selidik vano


“itu mas reno, pacarnya Lydia. Mas reno itu udah semester akhir, dia anak Tehnik di kampus ini.”


“btw.  kita mau kemana mas?” tanya rara mengalihkan perhatian dari rasa malunya.


“kamu ada request?”

__ADS_1


“lha mas vano kok balik nanya?”


“ya. Siapa tau aja ada tempat yang pengen rara datengin?”


“belum ada yang kepikiran, rara ikut mas vano saja.”


“aku bawa ke laut, mau ikut juga ngga?” tanya vano menggoda


rara.


“ke pantainya mau, tapi ke lautnya ga mau, rara kan ga bisa


berenang mas.” Jawab rara


“hushhh.”  Jauhkan pikiran-pikiran mesum ya Tuhan dari kekasihku ini.. rara berucap, bercanda seperti pura-pura


berdoa. Deg..deg..deg.. jantung rara berdetak kencang menyadari apa yang barusan diucapkannya. Jelas dia sekarang terang-terangan sudah berani menyebut vano sebagai kekasihnya. Yah memang mereka sudah menjadi sepasang kekasih. Namun biasanya rara masih malu-malu mengucapkannya.


“hahaha. Iya sayang.. doa kamu udah di dengerin.” Sahut vano. Lagian normal kan sekali-kali pria itu berpikiran mesum.” Vano sangat senang melihat wajah gadisnya ceria seperti itu. Apalagi dengan kata “kekasih” yang tadi diucapkan rara.


Deg.deg.deg. jantung rara makin bergejolak mendengar kata “sayang” yang barusan diucapkan vano untuk pertama kalinya. Rara merasa malu dan senang, semuanya bercampur menjadi satu membuat hari ini begitu berarti buatnya. Bersama dengan vano dapat menghilangkan lelahnya sepulang kuliah tadi.

__ADS_1


Begitupun vano, lelahnya sepulang bekerja tadi hilang berganti bahagia bersama dengan rara.


Cuppp. Tiba-tiba vano mencium pipi rara setelah menghentikan mobil di depan sebuah bioskop. Pipi rara yang masih merona merah tambah merah seperti tomat matang akibat perlakuan vano yang tiba-tiba. Matanya melotot


menatap tajam memandang vano.


“Why? Marahkah??  Boleh kan sayang? Tanya vano karena melihat ekspresi rara.


“Kenapa mas vano ga bilang-bilang mau cium pipi rara?” jawab rara malu sambil mencubit pelan lengan kekasihnya itu.


“hahahaha. Aku suka yang spontan, biar bisa lihat mata kamu membesar seperti itu.” Canda vano.


Vano memutar tubuh rara hingga menghadapnya, didekatkannya wajahnya lebih dekat kearah gadis itu hingga hanya tersisa beberapa centi saja jarak diantara mereka, Vano mencium bibir rara dengan lembut dan rara juga


membalas ciuman itu. Tak mau bertindak lebih jauh, vano mengakhiri ciumannya, menatap wajah rara penuh kasih dan kemudian memeluknya erat. “Trimakasih sudah mau menjadi kekasihku.”


Rara terharu mendengar ungkapan vano dan membalas pelukan vano.


Author : hahahaha. Udah dilarang mama tapi dikerjakan juga oleh vano. Namanya juga sudah pria dewasa.


*****

__ADS_1


Trimakasih sudah setia membaca karya saya.. Jangan lupa,


like dan supportnya ya.  Trimakasih


__ADS_2