Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Jatuhnya sebuah Prinsip


__ADS_3

Jian mulai membantu Yuna. Dia mulai dari membuka kancing dari atas sampai bawah, sambil menopang tubuh Yuna yang lemas. Senyumnya sekilas terlihat miring. Dia tahu wanita ini sedang mencoba memberikan permainan hasrat untuknya. Lagi-lagi dia menyembunyikan pengetahuannya itu.


' Aku ingin tahu seperti apa kamu akan berusaha mempermainkan aku..'


Sudah selesai. Kancing terakhir sudah berhasil dibuka. Sekarang Yuna terlihat begitu polos dan menampilkan tubuh moleknya di hadapan Jian. Dia hanya mengenakan dua benda kecil itu di bagian sensitifnya saja.


' Rupanya dia memang ingin bermain denganku.. Wanita yang keras kepala.. Sepertinya Demy bukanlah teman ranjang yang bagus..'


Jian menelan salivanya. Ditatapilah dengan tercengang sekujur tubuh yang tengah berada dalam sandarannya itu dari atas sampai bawah. Yuna memang mempunyai tubuh yang terlalu mulus. Mendadak ada yang menegang disana.


" Jian..." ( Wajah manja ).


" Kenapa ??"


" Kepalaku sangat pusing.."


" Hemm,,. apa kepalamu memang benar-benar pusing ??" ( Meledek ).


" Apa ?? Apa maksudnya ??"


Jian tersenyum menatap dua mata itu. Dia tidak bisa dibodohi semudah itu Yuna.. Kamu bahkan sudah menyerahkan dirimu sendiri di kandang harimau..


Jian membalikkan posisi Yuna menjadi saling berhadapan dengannya..


" Kamu ingin bermain denganku, bukan ??"


" Ah ??" ( Bingung ).


' Sepertinya dia mulai canggung sendiri..'


" Apa maksud kamu ?? Aku memang merasa pusing.." ( Berpura-pura ).


" Kalau begitu, biarkan tubuhmu beristirahat.. Aku akan mengangkatmu ke tempat tidur.."


Dengan pakaian yang seperti itu, jujur saja Jian sudah pasti tergoda. Itu artinya Jian masih waras dan normal. Tapi pembalasan memang tidak bisa selesai disitu saja, bukan ?? Sepertinya malah Yuna sendiri yang sangat antusias ingin melakukannya.


Brugg !!


Tubuh Yuna disandarkan di atas bantal. Sementara Jian masih tetap dalam keadaan sama. Berusaha menahan hasratnya. Meskipun Yuna adalah calon istrinya, tapi prinsip tetaplah prinsip.


" Jian.."


Wanita itu sepertinya tidak ingin ditinggal begitu saja oleh Jian. Dia bahkan tidak membiarkan kedua tangan Jian lepas dari bawah kepalanya.


" Kenapa ??"


" Temani aku tidur, posisi seperti ini rasanya sangat nyaman.."


' Hihihi... Kali ini kamu yang harus tergoda.. Aku harus membalaskan dendam ku, karena kamu selalu membuat aku resah..'


' Kamu ingin aku mengikuti alur, baiklah, bersiaplah.. Kamu yang akan tergoda nantinya..'


Dua orang itu termenung dengan pikirannya masing-masing. Jian yang ingin mengetahui seberapa nyali Yuna, dan Yuna yang ingin membalas dendam atas perbuatan Jian, yang selalu sukses membuat dirinya hanyut dalam buaian. Diantara mereka berdua, siapakah yang akan menang ??


" Yuna, kamu terlalu menggodaku.. Jangan seperti ini.." ( Mulai resah ).


" Seperti apa ?? Posisi ini ?? Aku pernah melakukannya dengan Demy.."


' Dia pernah melakukannya dengan Demy ?? Bukankah dia sendiri yang berkata kalau dia tidak pernah...'


" Tapi hanya sebatas ini saja.. Dia tidak pernah aku izinkan untuk berbuat lebih.."


' Fiuhh.. Syukurlah, ternyata tidak seperti dugaanku..'


" Karena itulah aku ingin kamu saja.."


" Ah ??"


" Bagaimana kalau kamu saja yang menggantikan posisi Demy ?? Sepertinya permainanmu jauh lebih asik.." ( Tangan mulai nakal ).


' Tahanlah sebentar... adikku sayang.. jangan nakal, ya..' ( Menahan sesuatu di bawah sana ).


" Disini panas sekali.." ( Mulai meraba bagian dada ).


' Tentu saja panas, kamu memang sengaja merayu aku..' ( Wajah mulai merah ).

__ADS_1


" Lihatlah Jian.. Apa kamu sama sekali tidak tergoda ?? Bahkan saat aku hanya mengenakan dua bahan ini.."


' Sembarangan bicara !! Kamu pikir dari tadi aku sedang menahan apa ?? Kamu memang sangat manis..'


" Ayolah, Jian.. Kenapa tidak sekarang saja.." ( Mulai menemukan benda kecil di dada ), " kenapa harus menunggu menikah nanti ??"


Wanita itu seperti tengah kesurupan. Katanya pusing, tapi sepertinya dia sendiri sudah lupa akan ucapannya. Dia bahkan ingin terus bermain-main dengan sesuatu yang kenyal ditangannya.


( Memelintir )..


" Ugh.. Yuna... Kamu memang nakal.." ( Terus menahan ).


Posisi mereka menjadi semakin dekat, dan Yuna bisa merasakan sesuatu yang sangat menonjol di bawah sana.


' Sepertinya jebakanku sukses besar. Hihihi..'


Jian mulai menanggapi Yuna. Dia yang awalnya diam tidak mau terpengaruh, pada akhirnya dia juga yang merasa kalah. Apakah dia masih memikirkan prinsipnya ?? Terserah saja apa maumu,,, yang pasti kalau denganmu, Yuna tidak akan merasa dirugikan..


" Kamu semakin liar.."


Lelaki itu melihat mata dan bibir Yuna yang mengisyaratkan kebahagiaan dan kepuasaan. Dia tahu wanita ini memang sudah sukses membuatnya terbuai.


Yuna malah semakin menjadi. Dibukanya kancing kemeja abu-abu Jian satu persatu dengan ganas. Dia akhirnya bisa melihat tubuh kotak-kotak itu jelas di depan matanya. Selama ini dia memang tidak pernah melihat Jian seperti itu. Yang pasti dia sekarang juga merasa terkesima.


Yuna meraba perut itu dengan lembut, dan menimbulkan reaksi tersendiri pada Jian. Lelaki itu menggelinjang kenikmatan. Dia bahkan belum mengetahui seperti apa nikmatnya wanita, tapi baru saja disentuh, rasanya dia ingin lebih dan lebih lagi..


Ingat Jian, kamu sedang dijebak !?


" Yuna.. Kamu sudah tidak waras.. Apa kamu ingin melakukannya sekarang ??"


" Bagaimana aku bisa menolak, kalau kamu sendiri yang menawarkannya.."


" Kamu harus bertanggung jawab.. Ini semua ulah kamu, aku tidak mau kamu menolaknya.."


' Hihihi.. Matanya bahkan sangat tergoda.. '


" Biarkan aku melampiaskan kerinduanku kali ini.."


Cup !!!


Ciuman itu mendarat dengan sangat sempurna di bibir atas dan bawah Yuna. Sesekali dia menggigitnya dengan lembut, dan dan tidak membiarkan Yuna bernafas. Tapi semakin lama, rasanya bahkan semakin tidak bisa diungkapkan.. Apa kamu mulai termakan jebakan kekasihmu, Jian ??


' Kenapa aku malah membiarkannya ?? Aku tidak bisa.. '


" Arkh ?!"


Jian mulai menodai leher jenjang yang ditutupi rambut pada mulanya. Dia bahkan semakin liar bergerilya di bagian yang selalu membuat dirinya penasaran. Sepertinya dia mulai terbuai kenikmatan dunia ini..


" Arkh !! Jian.."


Wanita itu mulai ikut terbuai. Dia bahkan tidak bisa membiarkan tubuh Jian berada cukup jauh darinya. Sesekali wajah Jian di benamkan olehnya di bagian dada, ingin sekali yang disana juga dipuaskan. Bahkan Jian juga menurut. Sepertinya keduanya sudah sama-sama lupa diri.


Yuna mulai membuka kemeja Jian yang tinggal setengah. Dia membuang pakaian itu ke sembarang tempat, membiarkan tubuh Jian beradu langsung dengan tubuhnya. Keadaan pun mulai sangat panas.


Dan pada akhirnya kedua orang ini sudah tidak bisa lagi mempertahankan prinsipnya. Dunia telah membuat mereka memilih untuk lupa dan acuh. Bahkan mereka sama sekali tidak peduli dengan janji masing-masing. Keduanya berakhir dalam balutan mesra pelukan satu sama lain..


.......


Satu jam kemudian..


" Kemana dua orang ini ?? Apa yang sedang mereka lakukan sebenarnya ?? Aku sudah selesai membereskan barang-barang Tuan Jian, tapi mereka masih belum juga keluar. Kalau aku masuk, bagaimana jika mereka sedang..."


Kalina merasa resah sendiri. Dia bahkan tidak bisa menahan pikiran kotornya kepada mereka berdua.


" Arkh !! Aku juga tidak boleh mengganggu privasi mereka, lagipula, ini artinya waktuku untuk beristirahat.."


Wanita berusia dua puluh lima tahun itu terlihat beralih untuk duduk di kursi. Dia mengingat-ingat kembali sebuah peristiwa yang tidak sengaja dia dengar saat masih satu rumah dengan Demy.


' Tolong aku, sekali ini saja, buat istriku pergi dari sini.. Aku harus memastikan dia kembali dengan Jian..'


Kata-kata itu selalu terngiang dalam ingatannya selama ini. Dia mendengar Demy yang sedang bercakap-cakap lewat telepon dengan tidak sengaja. Apa Demy memang seperti yang dia pikirkan ??


Tapi tidak mungkin juga jika orang itu berakting. Dia bahkan melihat kalau Demy selalu menyakiti Yuna dengan menyebut-nyebut nama wanita lain dan Tuan Jian. Semoga saja kecurigaannya tidak sepenuhnya benar !?


" Hahh !! Hahh !!"

__ADS_1


Mereka berbaring di atas tempat tidur dengan nafas yang masih memburu. Mereka bahkan masih bisa merasakan betapa panasnya suhu tubuh mereka berdua. Jian menyibakkan selimut ke tubuh Yuna untuk menutupinya. Dia habis bergelut dengan tubuh ini, bagaimana mungkin dia akan membiarkannya sakit.


Cup !!


Sekilas dia mencium kening Yuna dengan begitu lembut. Mata itu kemudian beralih menatap kedua mata Yuna yang masih terlihat kelelahan sehabis memuaskan Jian.


Jian membelai rambut itu dan mencium bibirnya sekilas..


Cup !!?


Wanita ini telah berhasil menjatuhkan Prinsipnya. Setelah ini, maka tidak ada lagi orang lain selain Jian..


' Salah sendiri menyerahkan diri padaku, maka jangan salahkan aku kalau selamanya kamu tidak bisa lagi direbut orang lain..'


" Jian..." ( Agak lemah ).


" Kenapa ??"


" Apa kita masih punya banyak waktu ??"


" Sekitar satu jam lagi.."


Brakk !!


Wanita itu mendadak menjadi sangat ganas. Dia menyibakkan selimutnya, dan beralih menuju kamar mandi.


" Ayo, Jian.. Cepatlah.. Nanti bisa ketinggalan pesawat.." ( Sambil berjalan ).


Tapi Jian tidak menggubris perkataan Yuna. Dia hanya memandangi wanita itu berjalan tanpa busana saja menuju kamar mandi. Kenapa setelah pergulatan itu, dia bahkan masih bisa tergoda ??


" Jian, kenapa kamu melamun ?? Baiklah, aku akan mandi dulu, tunggu aku selesai.."


" Apa tadinya kamu ingin mengajak aku mandi bersama ??"


" Mandi bersama ?? Tidak !!"


" Tapi aku lihat seperti itu.."


" Kamu saja yang salah tangkap.." ( Menyambar handuk, menutup pintu ).


Fiuhh !!!


' Niat ingin membalas dendam, malah aku sendiri yang termakan jebakan.. Tapi,,, aku bahkan ingin lagi..'


" Arkh !! Kamu ini sedang memikirkan apa Yuna ?? Dasar wanita mesum ?!" ( Berjalan menjauhi pintu ).


" Siapa yang kamu bilang mesum ??"


"Aaaaaaa..."


Sontak saja Yuna terkejut. Dia bahkan tidak bisa memahami mengapa pria ini bisa tiba-tiba masuk kesana.


" Kamu ??! Kenapa bisa masuk ?!"


" Kamu bahkan tidak sempat mengunci pintu. Sepertinya kamu memang sedang memberiku isyarat kalau aku harus menyusulmu masuk.."


" Tidak !! Kamu saja yang terlalu mesum !!"


Jian diam-diam mengunci pintunya, dan membiarkan Yuna terperangkap disana bersamanya.


" Jian.. Apa yang kamu lakukan ?? Bukankah kita sudah melakukannya tadi.."


" Salah sendiri kenapa mencoba merayu aku ?? Sekarang rasakan saja akibatnya bermain api denganku, kamu tidak bisa menolak permintaanku, Yuna.."


Jian mulai berani memulai atraksi.


" Ahh...."


Dia bahkan mulai kembali menyentuh bagian-bagian yang tadi sudah sempat dia telusuri. Sepertinya lelaki ini punya kekuatan yang cukup besar.


" Jian... Apakah kamu tidak merasa lelah ?? Kita baru saja selesai melakukannya.."


Jian tidak perduli ocehan yang keluar dari mulut Yuna barusan. Dia mengangkat tubuh Yuna dan membawanya ke dalam bak mandi.


Syuurrr !!

__ADS_1


Air hangat dinyalakan. Dua orang itu terlihat basah kuyup sambil menikmati pergulatan kedua kalinya..


__ADS_2