Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Hilang Ingatan


__ADS_3

" Cepat periksa seluruh kamera pengawas. Siapa tahu bisa menemukan jejak penculik nyonya Yuna.."


Seluruh anggota bergerak menuju ruang kamera pengawas. Mereka mendapati dua orang yang sudah terikat dengan tali dan mulut yang di bekap. Mereka tidak bisa berkutik saat tiga orang pria menahan mereka dan mengambil semua rekaman cctv di area tersebut.


" Arkh !!! Sial !!!"


Pria yang menjadi bawahan pak Kim itu berkacak pinggang dengan kesal.


" Pak David, apa yang harus kita lakukan ??"


Dia mencoba berpikir bagaimana caranya mencari jalan keluar ini.


" Periksa cctv di sekitar rumah sakit ini, mungkin kita bisa menemukan sebuah petunjuk.."


" Baik !!"


Dua orang segera bergegas keluar dan memeriksa seluruh kamera pengawas di sekitar area tempat itu. Tapi tetap saja nihil. Bahkan kamera pengawas di sebuah restoran yang di perkirakan juga mengarah ke area parkiran rumah sakit pun, entah kenapa mendadak di rusak begitu saja oleh seseorang beberapa jam yang lalu. Mungkin semua ini memang ada hubungannya dengan rencana penculikan ini.


" Hallo, pak Kim.."


' Bagaimana kabar nyonya ??"


" Nyonya Yuna hilang !! Kemungkinan besar dia di culik oleh seseorang yang menyamar sebagai seorang dokter.." ( dengan tubuh yang gemetar hebat ).


" Apa ??? Dasar tidak berguna !!! Bagaimana bisa kejadian seperti itu di biarkan ???"


" Dua orang pengawas cctv di ruangan kami dapati sudah di tahan dan di bekap supaya tidak bisa menahan mereka untuk mengambil rekaman cctv di area rumah sakit..."


" Sial !!! Baj*ngan!!!!"


" Dua orang sedang berusaha mencari tahu siapa yang sudah menculik Nyonya, tapi saat memeriksa kamera keamanan di area yang lain pun sama, sepertinya hal ini sudah di rencanakan dengan sangat sempurna.."


" Aku tidak mau tahu !! Jangan pernah kembali sebelum kalian menemukan keberadaan nyonya.."


" Baik !!"


Bip !?


Semuanya mencari entah kemana yang mereka bisa. Tapi sayangnya, Yuna sudah masuk ke dalam sebuah pesawat dan akan segera melakukan penerbangan ke luar negeri.


...****************...


" Bagaimana ?? Apa sudah ada kabar dari Yuna ??"


Azof baru saja tiba di rumah sakit, dan tanpa berpikir panjang langsung saja menghampiri Alta dan Kalina di ruangan rawat Yuna.


" Belum, beberapa orang sedang mencoba mencari tahu keberadaan dia, tapi sampai sekarang, mereka bahkan belum juga menemukan Yuna.."


" Arkh !!!" ( memukul kepala ), " siapa yang melakukan semua ini ?? Apa Jian sudah tahu ??"

__ADS_1


" Kabarnya dia sedang koma karena terkena luka tembak yang hampir menembus jantungnya, saat berusaha menyelamatkan Alishia.."


" Apa ?? Dia juga koma ?? Ada apa dengan dua orang ini ?? Apa karena mereka sepasang suami istri dan saat satu terluka, maka satunya juga ikut terluka..."


" Kita tidak bisa melakukan apapun jika tanpa Jian, semoga dia cepat bangun dari komanya.."


Sekarang tinggal Azof yang merasa bimbang. Ingin sekali rasanya dia bertindak sendiri untuk mencari keberadaan Yuna. Tapi apa boleh buat, dia juga sedang memikirkan masalah pelik antara dirinya dan istrinya, Hani..


Tapi..


Keselamatan Yuna mungkin jauh lebih penting..


" Aku akan turun tangan sendiri.."


" Dokter mau kemana ??"


" Aku harus mencari keberadaan adikku.." ( lekas pergi ).


Dua orang itu hanya terpaku melihat langkah kaki Azof yang semakin bergerak dengan cepat meninggalkan tempat itu.


...****************...


" Pak David, kami menemukan sebuah jejak.."


Pria itu menghubungi David melalui seluler.


" Kemana mereka pergi ??"


" Amerika tuan..."


...****************...


Sekitar pukul sepuluh malam, akhirnya pesawat yang membawa Yuna berhasil mendarat di landasan yang sudah di tentukan. Sementara, Demy sudah lebih dulu tiba beberapa jam yang lalu dari kota M, dan bersiap menyambut kedatangan gadis pujaannya itu dengan senang hati.


" Bawa dia ke dalam mobil.."


Salah seorang pria memberi perintah. Sementara beberapa orang menuruti perintah dan memasukkan Yuna ke dalam mobil yang sudah mereka persiapkan.


Vrooommm.


Mereka tiba di sebuah rumah sakit yang letaknya di kota kecil yang lumayan terkenal di sana.


" Terima kasih atas keberhasilan kalian dalam pekerjaan ini, semuanya terasa begitu rumit, tapi akhirnya, aku bisa memuaskan diriku sendiri dengan hadirnya wanita ini kembali dalam hidupku.."


Dia berbicara tepat di depan wajah Yuna yang masih terbaring koma di ranjang rumah sakit.


Tapi beberapa saat kemudian..


" Ugh..." ( mulai membuka mata dengan perlahan ).

__ADS_1


Demy nampak begitu gembira saat menyadari wanita itu akhirnya terbangun dari komanya.


" Di-dimana aku ??" ( tanya Yuna dengan lemah ).


Setalah merasa pandangannya mulai agak jelas, dia mencoba melihat sekelilingnya, dan mendapati seorang pria yang.. apa mungkin dia mengenalnya ??


" Maaf, kamu ini siapa ???" ( bertanya pada Demy ).


Demy sekilas memiringkan senyuman di bibirnya, pertanda kalau dia begitu puas akan hasil kerja kerasnya selama ini..


' Aku berhasil melakukan aksiku..'


" Tuan ?? Apa anda mendengar suara saya ?? Kenapa tidak bicara apapun ??"


Demy memegang tangan kanan Yuna, dan tersenyum pada wanita itu. Wanita yang selama ini tidak bisa hilang dari otaknya.


" Apa kamu tidak mengenal aku ???"


" Apa ?? Memangnya kamu ini siapa ?? Apa aku mengenal kamu sebelumnya ?? Kenapa aku tidak bisa mengenal kamu sama sekali ?? Kenapa aku.. juga lupa pada diriku.." ( memegang kepala dengan erat ).


" Jangan banyak bergerak. Kamu baru saja bangun dari koma, karena kecelakaan yang menimpa kamu, dan kamu harus mendapat perawatan intensif selama beberapa hari.."


" Katakan padaku siapa kamu ?? Apa hubungan kita berdua ??" ( tidak nyaman ).


" Aku adalah tunangan kamu, sebelumnya kita pernah mengucapkan janji akan bersama sampai akhir hayat, tapi, kamu malah pergi dengan orang lain, dan meninggalkan aku sendirian di sini.."


" Apa ??" ( wajah terkejut yang tidak bisa di sembunyikan ), " kita bertunangan ?? Aku akan menikah dengan kamu ?? Tapi aku berkhianat... dengan siapa ??" ( wajah tidak percaya ), " apa iya, aku melakukan semua itu padamu ??"


Demy menggenggam erat tangan Yuna dan enggan untuk melepasnya..


" Percayalah padaku, Luna, kamu adalah kekasihku, aku sudah menunggu kamu sekian lama, dan sekarang, aku sudah memaafkan kamu.."


" Tapi.. mengapa rasanya seperti ada sesuatu yang hilang ??"


" Jangan terlalu di pikirkan, kamu memang masih agak terganggu karena keadaan kamu yang baru saja bangun dari koma, jadi istirahat baik-baik di sini, kita akan membicarakan lagi semuanya saat keadaan kamu sudah membaik.."


" Baik, aku mengerti.."


Demy membaringkan kembali tubuh Yuna yang kini di panggilnya dengan sebutan Luna, untuk menutupi identitas aslinya. Dia meminta Yuna untuk istirahat.


' Dia sudah hilang ingatan ?? Hhh... dia memudahkan urusanku saja..'


" Kamu tidur, ya.. jangan terlalu banyak pikiran, tidak baik untuk kesehatan kamu..."


" Iya, kamu mau kemana ??"


" Aku harus mengurus sesuatu di luar.."


Pria itu pergi dengan senyum yang menjengkelkan. Tapi apa mungkin Yuna benar-benar hilang ingatan ??

__ADS_1


__ADS_2