Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Jian Bangun


__ADS_3

" Huhh.... Ssshhhh..." ( memegang kepala ), " dimana aku ??"


" Tuan, anda sudah sadar.." ( sangat senang ).


" Pak Kim, apa yang sudah terjadi dengan saya ??"


" Tuan menghadang tembakan yang mengarah ke arah nona Alishia saat membebaskan dia dari Demy, dan peluru itu hampir menembus jantung tuan, tuan hampir saja tewas.."


" Aku sudah ingat sekarang.." ( memegang kepala yang masih terasa pusing ), " sudah berapa hari aku koma ??"


" Satu Minggu.."


" Apa ??" ( terkejut ), " lalu bagaimana dengan nyonya ?? Apa dia sudah tahu mengenai semua ini ?? Dan juga, di mana Alishia sekarang ??"


" Nona Alishia sudah sehat, dia bisa keluar dari ruangan mulai hari ini, tapi tuan, ada yang ingin saya bicarakan pada tuan mengenai nyonya.."


" Nyonya ?? Ada apa dengan nyonya ??"


" Saya tidak bermaksud mengganggu waktu anda seperti ini, tapi sekarang nyonya dalam bahaya.."


" Bahaya bagaimana ??"


" Nyonya Yuna di culik, dia kecelakaan saat menuju rumah sakit karena mendengar ibunya tidak bisa makan selama dua hari, lalu setelah itu di tengah jalan rem mobilnya blong, dan dia mengalami kecelakaan yang sangat fatal, sopirnya, pak Harry tewas di tempat.."


" Apa ??"


Tes !?


Air mata mendadak menetes, tidak mau menurut pada tuannya yang keras kepala.


" Maaf tuan, tapi kamu terlambat mengetahuinya.. kamu datang terlambat menemui nyonya.."


Jian yang mulanya tidak bisa melakukan apapun sesaat setelah bangun dari koma, mendadak punya kekuatan untuk bangkit dan mencabut seluruh peralatan rumah sakit.


" Aku akan mencarinya !!" ( Memaksa diri ).


" Tuan ?? Tuan mau kemana ??"


" Tentu saja mencari istriku, dia sudah hilang sejak beberapa hari yang lalu, dan menurut kamu apakah aku akan membiarkan dia hilang begitu saja ???" ( terjatuh ).


" Tuan !! Jangan terlalu banyak bergerak, anda masih lemah.." ( berusaha membangkitkan tubuh Jian ).


" Jangan sentuh aku !! Cari sesuatu yang berhubungan dengan penculikan nyonya.."


" Kami sudah menemukan beberapa bukti, yang mengarah pada pelakunya.."


" Apa itu Demy ??"


" Kemungkinan besar memang orang itu.."


" Br*ngs*ek !!! Baj*ngan !!! Lihat saja !! Aku akan membunuh kamu !!! Kali ini aku harus memastikan kamu mati di tanganku !!!"


Pak Kim hanya terdiam menyaksikan semangat api yang berkobar dalam diri Jian. Dia tahu benar kalau pria di depannya itu memang lemah lembut. Tapi tidak kalau hidupnya di usik !! Lihat saja, maut pun tidak akan membuatnya takut untuk menghadapi kamu Demy !!

__ADS_1


" Kakak..." ( berlari memeluk ).


Huhuhu....


Tangisan Alishia membuat suasana bertambah emosional..


" Maafkan aku kakak, ini semua salah aku, aku tidak mendengarkan perkataan kakak, aku minta maaf... Huhuhu..."


Sang adik hanya bisa menangis tersedu di dalam pelukan kakaknya yang begitu menenangkan..


" Jangan salahkan dirimu Alishia, pria itu memang butuh sentuhan yang lebih membuatnya jera !!!"


Jian melepas pelukan adiknya, dan beralih memegang kedua pundak Alishia, mencoba menegarkan..


" Jika kamu sudah baik-baik saja, maka kembalilah ke kota K, temani Shi Yuan dan katakan padanya ayah dan ibunya baik-baik saja, kami akan segera kembali setelah berhasil menemukan Yuna.."


" Baiklah, kakak berhati-hatilah.. jangan buat kami semua cemas, selalu kabari kami di setiap keadaan, apa kakak mengerti ??"


" Aku mengerti, sekarang, pulanglah.. Aku harus segera mengurus semuanya.."


Alishia pergi meninggalkan ruangan Jian, dan kemudian bersiap untuk terbang ke kota K, tentu saja dengan pengawalan ketat.


" Pak Kim, di mana perkiraan keberadaan nyonya Yuna ??"


" Dia di bawa ke luar negeri, sepuluh orang sudah aku kirim ke sana untuk mencari tahu, dan sampai sekarang, mereka masih belum mendapat kabar apapun.."


" Baiklah, bawa lebih banyak personel, kerahkan James juga untuk ikut serta, lebih banyak orang yang ikut, maka akan jauh lebih baik.."


" Baik tuan, aku mengerti.."


Jian dengan gagah dan beraninya mencoba mengenakan setelan jas hitam pekat kebanggaannya dan mulai bersiap keluar dari rumah sakit..


" Luka tuan masih belum sembuh, jadi lebih baik untuk menggunakan kursi roda saat menuju bandara.." ( sang dokter memberi petuah ).


" Aku tahu, bawakan aku obat yang paling mujarab untuk menyembuhkan luka di jantungku dengan waktu yang cepat.."


" Semua sudah di siapkan oleh asisten anda, dan anda hanya harus mematuhi apa yang saya bicarakan.."


" Baik, aku mengerti.."


Jian bergegas pergi setelah dokter itu tidak lagi bicara satu patah kata pun.


" Tuan, tuan James sudah sampai..."


" Di mana dia ??"


" Ada di sini..." ( bersandar di mobil ).


" Aku Menghubungi kamu setengah jam yang lalu, dan sekarang kamu sudah ada di sini, aku kira kamu akan menemui aku di Amerika nanti.."


" Aku tidak akan membiarkan luka di jantung tuan semakin memburuk, maaf tidak sempat menjenguk tuan selama ini, aku sibuk melatih lima ratus orang hasil pilihan tuan sendiri, dan hasilnya, aku akan menerjunkan lima puluh orang saja, sebagai percobaan awal.."


" Kamu yakin akan memberiku bahan percobaan ??"

__ADS_1


" Tapi aku sungguh yakin anda tidak akan menyangka kalau percobaan awal ini akan berakhir mengesankan.."


" Kita lihat saja hasil akhirnya. Dan sekarang, aku serahkan semuanya padamu.. Kita berangkat sekarang.. Siapkan pesawat khusus untukku menuju ke kota yang di maksud pak Kim.."


" Dengan senang hati.."


Wosh !!!


Beberapa jam kemudian, pesawat berhasil lepas landasan menuju negara yang di maksud.


...****************...


" Ayo, makanlah..." ( mencoba menyuapi Yuna ).


" Tapi Demy, maaf, aku benar-benar tidak mengingat apapun.. apalagi soal hubungan kita berdua.."


" Ini tidak ada hubungannya dengan makanan, ayo makanlah !! Jangan membuat aku kesal..."


" Aku tidak mau berdekatan dengan siapapun sebelum bisa mengingat semua masa lalu aku.."


" Jangan keras kepala !! Dokter sudah mengatakan padamu kalau kamu akan mengalami amnesia dalam kurun waktu yang panjang, ayolah, jangan buat aku kesal..."


Yuna melihat wajah Demy yang seakan menyiratkan kecemasan tersendiri pada dirinya.


" Aku akan makan sendiri, tidak perlu menyuapi aku.."


" Tapi kamu makan ya..."


" Iya, aku akan makan..."


Demy meletakkan makanan di pangkuan Yuna. Sementara itu, dengan hati yang penuh keraguan, dan juga kepala yang serasa ingin pecah tiap kali mencoba mengingat-ingat lagi masa lalunya, Yuna akhirnya memilih untuk melahap makanan di atas nampan. Dia memang hanya duduk di atas ranjang sejak dia tiba di rumah ini. Rumah yang baginya terasa begitu.. asing..


" Kalau makan jangan lihat sana sini.. tidak baik.."


" Aku hanya merasa tidak mengingat tempat ini sama sekali..."


"Karena aku memang baru mengajak kamu datang ke tempat ini, jadi kamu memang tidak tahu.."


" Apa kamu tidak mau pergi ??"


" Kamu mengusirku Luna ??"


" Aku tidak bisa menerima kehadiran seseorang untuk sementara waktu, aku masih belum mengenal seseorang dengan baik.."


Demy tersenyum manis.


" Tidak apa-apa.. aku akan tunggu di luar, aku mengerti perasaan kamu.."


Demy bangun dari atas kasur, dan pergi dari kamar itu..


" Terima kasih Demy..."


Demy mengangguk saja, mengiyakan ucapan Yuna.

__ADS_1


' Obat itu akan segera bereaksi, dan saat kamu mengonsumsi obat itu dengan dosis yang cukup besar, maka kamu akan selamanya lupa dengan masa lalu kamu..'


__ADS_2