
" Ibu, jangan terlalu banyak bergerak, ibu masih begitu lemah.."
Mendadak, Tiansha ingat soal tes DNA yang dia minta itu. Jika dia pingsan selama empat hari, seharusnya hasil tes DNA itu akan keluar hari ini. Tapi bagaimana kelanjutannya, dia pun tidak tahu..
" Ibu, kenapa ibu melamun ?? Ibu makan sesuatu dulu, ya.."
" Dimana ponselku ??"
Alishia memberikan ponsel ibunya yang sedari hari itu dia pegang.
" Ini ibu.."
" Keluar dari sini !!"
" Tapi ibu.."
" Aku bilang keluar !!!"
" Ba-baik.." ( gemetar ).
Bahkan dalam sekejap, Tiansha sudah berubah menjadi monster yang penuh dengan kebencian dan ambisius. Sepertinya dia bahkan melebihi iblis.
Wanita itu mencoba menghubungi asistennya setelah memastikan kalau Alishia sudah benar-benar pergi dari sana.
" Hallo.. Bagaimana hasilnya ??"
' Sudah aku dapatkan nyonya, hanya tinggal menunggu nyonya bangun saja tadinya, tapi karena nyonya sudah bangun, maka aku akan mengantarnya sekarang juga..'
" Antarkan sekarang ?!!"
' Baik..'
Tiansha mematikan sambungan, dan mencoba menunggu dengan perasaan gelisah.
Sementara di luar ruangan, Alishia dengan sembunyi-sembunyi mencoba menanti siapa yang akan datang dan membawa sebuah berita. Sejujurnya dia juga curiga dengan hubungan Tiansha dan Tuan Jianan. Karena itulah, kali ini dia ingin mendapat jawaban yang sesungguhnya..
Tidak lama setelah itu, asisten Tiansha itu datang dengan langkah yang begitu cepat. Dia kemudian masuk terlebih dahulu dan menutup pintu.
Klik.
Pintu dikunci dengan sempurna. Meski begitu, Alishia masih bisa mendengar apa yang mereka bicarakan di dalam sana.
" Maaf Nyonya, membuat anda menunggu lama.." ( menunduk ).
" Tidak masalah, sebelum ini, aku juga harus memastikan putriku pergi dari sini, baru bisa memanggil kamu.." ( berusaha duduk ).
" Ini hasilnya Nyonya.."
Pria itu menyodorkan sebuah surat medis kepada Tiansha. Wanita itu menelan ludahnya. Dia begitu gemetar dan jantungnya berdebar cukup hebat.
Dia menarik nafas dalam, lalu membuangnya kembali. Sejujurnya hatinya akan merasa senang atas dua kemungkinan yang akan terjadi. Kemungkinan pertama, jika Jian bukanlah anaknya, maka dia tidak akan kembali harus merasa berdosa pada masa lalu, dan bisa hidup dengan tenang di masa depan. Tapi kemungkinan kedua, jika Jian benar anak yang dulu dia tinggalkan, seharusnya dia juga akan mendapat posisi sempurna dalam hati laki-laki itu. Dan keuntungan lainnya... Dia akan kecipratan harta Jian juga meskipun hanya seujung kuku..
" Fiuhh.. Apa kamu sudah memastikan kalau surat ini tidak dipalsukan ??"
" Saya sudah mengeceknya tadi pada pihak rumah sakit, dan bisa dipastikan kalau hasilnya, surat ini tidak dipalsukan.."
" Bagus !!"
Tiansha membuka amplop putih, lalu selanjutnya, membuka sebuah kertas yang dilipat sempurna yang berada di dalam amplop tersebut.
Mulai membaca..
Keringat dingin bercucuran..
Dan hasilnya..
" Dia.... Benar anakku.."
" Apa ??"
Dia orang di dalam ruangan itu terkejut.
Dan yang berada di luar sana juga sama. Terkejut setengah mati.. Tidak menyangka, dan tidak pernah menduga hal ini sama sekali.
Alishia menutup mulutnya, tidak sanggup menahan betapa terkejutnya dia mendengar fakta tersebut.
' Dia .. Kakakku....'
Hari itu, Jian sedang terduduk di kursi kerjanya. Dia sedang asik melamun sambil menggoyangkan kursi.. Makin lama, matanya makin sipit, dan akhirnya mengantuk juga.
__ADS_1
Tapi belum juga jatuh ke dalam mimpi, seseorang mengejutkannya dengan ketukan pintu..
Tok tok tok..
" Uh ?? Masuklah.."
Cklek..
Pintu terbuka, dan menampilkan kedatangan seorang wanita yang sudah lama meninggalkan dirinya..
" Tuan Jianan ??"
" Sanni.." ( bangkit kembali ).
" Apa kabar tuan ?? Apa anda baik-baik saja ??" ( senyum lebar ).
" Saya sedang merasa sangat baik akhir-akhir ini.."
Entahlah. Kehadiran wanita ini agak membuatnya lega juga. Bukan apa-apa, selama Sanni tidak berada disisinya, semua tugasnya harus dia kerjakan sendiri. Terhitung selama tiga bulan lebih lamanya wanita itu pergi meninggalkan tugas. Dan sekarang, akhirnya Sanni kembali. Hhh.. Akan dipastikan tugas Sanni menjadi semakin berat nantinya. Apalagi kalau diberi tugas untuk mengurus pernikahan, asal gaji meningkat saja si..
Sanni terlihat duduk di kursi yang berhadapan dengan Jian.
" Bagaimana keadaan ayah kamu ?? Apa dia baik-baik saja ??"
" Syukurlah, berkat kebaikan tuan, yang mau meminjamkan aku uang, aku bisa melunasi seluruh biaya rumah sakit ayahku dan bisa melakukan operasi yang paling baik untuknya juga. Terima kasih untuk semua yang tuan berikan pada keluargaku, dan aku akan segera melunasi semua hutangku pada tuan.. Aku menggunakan seluruh uang yang berada di kartu milik tuan itu, maka aku akan segera menggantinya.."
" Jangan buru-buru.." ( bersandar di kursi lagi ), " aku tidak akan menagih uang itu lagi.. asal kamu mau membantuku menyiapkan acara pernikahan untukku dan Yuna.."
" Apa ?? Tuan akan segera menikah ??"
" Tentu saja.. Kenapa masih betah melajang kalau sudah punya calon istri ??"
" Wahh.. Baguslah kalau begitu, aku akan sangat senang.. Aku akan membantu tuan menyiapkan segalanya untuk acara pernikahan itu, aku ingin memberikan yang terbaik untuk kalian.." ( sangat senang ).
" Kalau begitu, aku mau kamu lakukan mulai hari ini. Aku dan Yuna sudah memilih gaun dan kuenya, dan tinggal yang lain, kamu saja yang mengurus.."
" Akan saya laksanakan dengan baik tuan.."
Tersenyum..
Cklek..
" Hallo, sayang.. Aku...." ( berhenti ).
" Sanni ??"
" Nona Yuna ??" ( bangun ).
Sanni menyapa Yuna dengan cara memeluknya. Rindu sekali dengan wanita ini.
" Bagaimana kabar kamu ??" ( melepas pelukan ).
" Aku baik saja.. Bagaimana dengan nona sendiri ?? Apa nona baik-baik saja, atau tuan selalu berusaha menyiksa nona ??"
" Dia memang menyiksaku setiap malam. Hanya ingin memberitahu saja.."
" Aku yakin, nona Yuna juga sebenarnya sangat senang kalau disiksa di malam hari.. Apalagi kalau pagi, rasanya sudah lebih kenyang daripada sarapan telur dadar. Iya kan ??" ( nada meledek ).
" Kamu tahu saja.." ( duduk ), " bagaimana kabar ayah kamu ??"
" Dia sudah membaik. Operasi cangkok jantungnya berhasil, dan semua berkat bantuan dari tuan Jianan."
" Aku memang orang baik.."
" Ya sudah, nona, aku permisi dulu, tugas yang diberikan oleh tuan Jianan untuk mengurus pernikahan kalian harus aku mulai dari sekarang, kalau tidak, maka aku akan habis.."
" Hahaha.. Terima kasih, ya.. Jian harus mentraktir kamu makan kalau kamu menyelesaikan tugas berat ini dengan baik.."
" Iya, aku akan menagihnya nanti kalau kalian sudah menikah.."
" Aku tunggu.."
" Baiklah.. Aku pergi.."
Wanita itu pergi meninggalkan ruangan Jian dan memulai aktifitas lagi sebagai sekretaris tuan Jianan.
" Hemm.. Kekasihku mendadak datang, apa ada yang perlu dibahas antara kita berdua ??" ( tatapan menggoda ).
" Eh, tuan Jianan kesayangan aku...."
__ADS_1
Tidak mau kalah dari Jian, Yuna memilih melakukan aksi yang lebih panas lagi melebihi kekasihnya itu.
Yuna bangun dari duduknya, dan beralih ke pangkuan Jian. Manja sekali..
" Manja sekali. Apa kamu anak kucing yang sedang menginginkan semangkuk bakmi ??" ( bercanda ).
" Aku ingin bicara dengan kamu, ya.. menurut aku si penting, tidak tahu kalau menurut kamu.."
" Memangnya apa yang ingin Yunaku bicarakan ??"
" Tuan muda Lu meminta maaf padaku kemarin.."
" Benarkah ?? Kenapa baru beritahu aku ??"
" Jangan marah dulu.." ( membelai ), " dia ingin menebus semua kesalahan dia padaku hari itu. Dia sudah mengaku salah, dan sekarang sedang mencoba melakukan pengobatan dengan dokter khusus.."
" Lalu ??"
" Dia ingin mengajari aku caranya berbisnis lebih baik.."
" Tidak !!"
" Aku bahkan belum selesai.."
" Aku tidak mau kamu berdekatan dengan laki-laki seperti itu.. Aku tidak suka.." ( marah ).
" Jian.." ( sedih ).
" Jangan pasang wajah itu saat meminta, aku tetap tidak setuju.."
" Tapi dia berjanji akan membimbingku dengan baik.." ( manja ).
" Tidak !! Aku akan minta Sanni mengajari kamu saja.. Jangan dia.."
" Tapi Sanni juga punya tugas sendiri.."
" Hemm.. Yunaku ini sedang memaksa ya ?? Tapi sayang, aku tetap tidak setuju.." ( mengelus pinggang ).
" Kalau begitu, bagaimana aku bisa mengetahui bisnis lebih baik lagi ??"
" Minta Alson untuk datang kemari, aku akan memberinya gaji dua kali lipat dengan gajinya saat bekerja di tempat lama... Laki-laki manapun, asal jangan Lu Zafier dan Demy, aku percaya.."
' Hemm, laki-laki ini sungguh tidak mau kehilangan aku..'
" Apa masih mau memaksa ??"
" Dia ingin berbaikan dengan kamu.."
" Aku tidak mau.." ( menatap tajam ), " dan jangan sesekali berbicara lagi dengan dia.."
" Apa kamu cemburu ??"
" Menurut Yunaku ??"
" Iya.."
" Kalau begitu, maka menurutlah padaku.."
Cup !?
" Ummmhh.."
Mengecup sampai habis.
Cklek.
" Maaf tuan ada......"
Tidak sengaja masuk.
Tidak melihat apapun.
Matanya sedang kemasukan sesuatu..
" Aaaaa... aku tidak melihat apapun...."
Wanita itu keluar dari ruangan Jian dengan perasaan yang tidak dapat dimengerti.
Jian dan Yuna hanya melihat wanita itu keluar saja, tanpa berkata-kata..
__ADS_1
Bingung sendiri..
Jomblo emang gitu kalau lihat orang pacaran.. 😁😁