Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Menyelamatkan Yuna 2


__ADS_3

"Keluarlah dari sini, pak Kim dan Shizin akan segera membawa kamu ke tempat yang lebih aman, dan jauh dari sini.."


"Tapi bagaimana dengan kamu?? Kamu juga akan pergi kan??"


"Aku akan tetap di sini, aku ingin melumpuhkan Demy, aku menyesal dulu tidak langsung membunuhnya, aku menyesal membiarkan dia hidup, dia sudah menghancurkan kehidupan kita berdua selama ini, aku harus membalas dendam pada pria itu.."


"Hai!!! Jian.. jangan terlalu lama berdiam di sana, aku tidak akan menjamin apakah pria ini bisa selamat atau tidak.." ( memberi kode pada para anggota ).


Mereka membawa paksa David yang sudah terkapar dengan cara melarak tubuh pria muda itu menuju ke dalam kamar.


"Pria itu?? Apa mungkin David??" ( tanyanya lirih ).


Dia melongok sebentar, dan kemudian memastikan apakah pria itu benar David.


"Sial!!"


Dia kembali beralih pada Yuna yang masih diam berdiri di sisinya.


"Sayang, percayalah padaku, ini demi kebaikan kamu, juga anak kita, pergilah dari sini melalui jendela kamar mandi, aku akan menghadapi Demy dan anggotanya.."


"Tidak!! Aku akan tetap di sini.."


"Menurutlah!!"


"Aku tidak mau meninggalkan kamu sendirian.." ( tangisnya pecah ).


Meskipun dia belum mengingat secara pasti siapa orang ini, tapi entah mengapa, dia merasa begitu dekat, dan juga begitu takut akan kehilangan pria ini dari hidupnya. Kepalanya terus menggeleng dan menolak apa yang di minta oleh Jian.


"Ayolah Yuna, aku mohon.. aku tidak bisa menahan kamu di sini, pergilah.."


"Aku tidak mau, matilah jika ingin kamu mati, tapi jangan tinggalkan aku, aku percaya kamu adalah suamiku, karena itulah aku memilih untuk tetap tinggal.."


Sementara Yuna mencoba untuk meyakinkan Jian, di sisi lain, Demy masih saja terus mengoceh mencoba memancing Jian untuk keluar dari tempat persembunyian.


"Aku mencintai kamu Yuna.."


Cup !?


Mengecup bibir sekilas.


...****************...


Di luar, benteng pertahanan Demy semakin lemah. Hanya tersisa orang-orang anggota tim khusus Fu Xuelan saja, yang memang sudah terkenal anggota paling kuat di sana. Jujur saja, mereka semua begitu sulit di tangguhkan. Peluru yang sedari tadi terus menyerang anggota Jian akhirnya membuat mereka terpaksa bersembunyi. Satu per satu anggota baru tim khusus James mulai berjatuhan. Lima puluh anggota baru, dengan dua puluh anggota lama, sekarang hanya tersisa, mungkin sekitar dua puluh lima, atau bahkan kurang dari itu.


"Kapten James?? Bagaimana ini?? Kita sudah berhasil di tundukkan, apa yang harus kita lakukan sekarang??" ( bicara perlahan ).


"Kita belum di tundukkan, kita hanya di beri waktu untuk berpikir dan mengalah untuk sebentar.."


Yang di sampingnya hanya terdiam bingung.


"Kamu mau lihat kehebatan kapten James kalian ini?? Lihatlah kemampuanku, kamu mungkin bisa menjadikan aku inspirasi.."

__ADS_1


"A??"


Keluar dari tempat persembunyian, dan mulai menembaki seluruh anggota yang berbaris di depan pintu masuk rumah Demy..


Ciaaaaatttt.


Dor!?


Dor!?


Dor!?


Beberapa peluru di lepas dari sarangnya, menghujani para penjaga di area pelataran, yang akhirnya, kemudian membuat semua anggota tim khusus James mulai bisa bergerak keluar dari tempat masing-masing.


Kapten James membuat semangat mereka kembali bangkit.


Dan akhirnya, mereka semua bisa menembus benteng.


...****************...


"Jian, keluar kamu sekarang!!!!" ( mulai marah ), " jangan diam seperti wanita, keluar dari sana, dan hadapi kami semua!!!"


Jian mulai membuat rencana matang. Dengan posisi yang sangat sulit untuk bergerak, membuat dia akhirnya memutuskan untuk memilih sebuah pilihan yang sulit.


"Kami memberimu waktu tiga detik untuk memilih, kalau kamu ingin pria ini selamat, maka berikan wanitamu untukku, dan aku akan memberikan pria ini padamu, tapi kalau kamu tidak mau menyerahkan wanitamu itu, maka aku akan segera menembak pria ini dan juga kamu.."


Pikirannya bertambah kacau usai mendengar ancaman yang di lontarkan oleh Demy untuknya.


"Jian, aku yang akan pergi, selamatkan dia.." ( bisiknya lirih ).


"Dia harus selamat, dan kamu juga harus keluar dari tempat ini."


"Sudah cukup kamu memberikan kebahagiaan kamu untukku di masa lalu, sekarang, aku tidak akan membiarkan kamu berkorban lagi untukku.."


"Aku hitung sampai tiga !!!"


Pria tidak punya hati itu berteriak dengan lantang, seakan memberi waktu antara hidup dan mati pada Jian.


"Tiga !!!"


"Aku mohon keluarlah.."


"Tidak Yuna, aku tidak bisa!!"


"Aku tidak mau memberikan nyawa orang lain sebagai pengganti tubuhku, biar aku saja yang ada di sini."


"Tapi kamu belum ingat apapun, dia sangat jahat, dia mantan suami kamu yang sangat licik, ayolah Yuna, kamu pergilah dari sini."


"Dua!!!"


"Aku akan mengeluarkan kamu dari sini.."

__ADS_1


"Meskipun kamu berusaha menyelamatkan David, tapi dia juga pasti akhirnya akan mati!!"


"Setidaknya kamu bisa pergi dari sini."


Jian melongok sedikit, dan mencoba melihat bagaimana keadaan David. Tapi tidak di sangka, David pun melihat wajahnya meski hanya sedikit saja. David memberi kode pada Jian dengan diam, dan hampir tidak terlihat sama sekali.


Dia mengedipkan satu matanya, yang kemudian, beberapa saat kemudian bisa di tangkap maksudnya oleh Jian.


'Dia memberi aku kode.'


Jian melirik wajah David kembali, dan mengetahui apa maksud David barusan.


"Aku tahu apa maksud kamu bocah besar.."


"Jian, lepaskan aku.."


"Lebih baik dia yang mati dari pada kamu yang aku lepas."


"Satu!!!"


Dor?!


Satu tembakan berhasil menembus badan besar yang sangat berisi itu. Satu peluru itu rupanya bisa menyelamatkan Yuna dan Jian keluar dari sana.


"Turun!!"


Menyuruh Yuna untuk turun melalui lubang ventilasi di kamar mandi milik Demy, yang dengan secepat kilat, Jian pun ikut menyusul keluar.


"Lompat!!"


"Tidak!!"


"Aku bilang lompat!!"


Yuna menurut saja, perasaan yang mulanya sangat takut mendadak mulai mereda usai dia berhasil lompat dari lantai dua, dan terjatuh di sebuah kolam renang bagian belakang rumah Demy.


Dan setelah itu, Jian segera menyusul.


Wosh!!


Dia pun jatuh ke dalam kolam yang sama.


"Cepat berenang!!"


Yuna mengikuti saran dari Jian dan lekas berenang sampai ke sisi kolam. Di sana, sudah ada Pak Kim, dan juga salah seorang anggota tim khusus wanita datang menjemput.


"Bangun, nyonya!!"


Yuna menggeret kedua kakinya yang entah mengapa terasa begitu berat, untuk berlari menjauh dari sarang penjahat itu. Sementara Jian masih terseok-seok di pinggiran kolam. Beberapa orang di atas sudah siap menghujaninya dengan peluru!!


Jian terdiam. Sementara Demy di atas tertawa melihat keadaan yang sungguh berbalik padanya. Dia sudah kehilangan tawanan, dan juga wanita itu, dan sekarang, apa dia juga harus melepas Jian juga??

__ADS_1


"Hahaha.. kau mau kabur dariku Jian?? Masih bisakah??"


Jian terdiam di bawah. Dia tahu, sekali bergerak saja, mungkin peluru mereka akan segera menghujaninya tanpa ampun.


__ADS_2